Anda di halaman 1dari 3

Praktikum TA.

Fisika dan Elektrokimia


Kelompok 2: 1. Rizka Maulida P.

2. Fransisca Cellia A.W.

3. Alvyn Fahmi

4. Alfina Damayanti

5. Dania Noor Aini


1. Judul Praktikum :Penetapanindeks bias
2. Tujuan Praktikum: Menetapkan indeks bias suatu zat untuk mengetahui kadar
kemurniannya
3. Dasar Teori :
Indeks bias suatu zat adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara dengan
kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Indeks bias berguna untuk identifikasi zat dan
deteksi ketakmurnian.
Menurut FI IV,suhu pengukuran adalah 25°, tetapi pada banyak monografi indeks bias
ditetapkan pada suhu 20°. Suhu pengukuran harus benar-benar diatur dan dipertahankan,
karena sangat mempengaruhi indeks bias. Harga indeks bias dalam Farmakope ini
dinyatakan untuk garis Dcahayanatrium padapanjang gelombang dublet 589nm dan
589,6nm.
Refraktometer Abbe’ digunakan untuk mengukur rentang indeks bias dari bahan-bahan
yang tercantum dalam Farmakope Indonesia. Prinsip kerjaRefraktometerAbbeadalah
pembiasan, dasarnya penyinaran yang menembus dua macam media berbeda. Dapat
digunakan untuk mengukur kadar, tetapi kita harus membuat kurva standar.
Selain itu dapat digunakan juga Refarktometer PRA dan PRF (portable refractometer /
hand refractometer). Indeks biasnya sudah dikonversi sehingga dapat langsung dibaca
kadarnya. Namun hanya bisa digunakan untuk mengukur kadar zat tertentu saja dan
terbatas apabila kadar tidak terbaca.

n= indeks bias
c= kelajuan cahaya di ruang hampa(m/s)
v= kelajuan cahaya di dalam bahan(m/s)

4. Alat dan Bahan


1. Refraktometer ABBE
2. Refraktometer PRA dan PRF
3. Kertas lensa
4. Pipet
5.Tissu
6. Aquades
7. Sampel larutan gula dan madu

5. Prosedur
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

Refraktometer Abbe
1. Bersihkan permukaan prisma dengan menggunakan kertas lensa
2. Diteteskan sampel secukupnya di bagian prisma dengan menggunakan pipet
3. Kencangkan sekrup pengunci prisma. Pastikan sampel bebas dari gelembung dan
mencakup bidang pandang sepenuhnya
4. Amati melalui teropongnya

5.Putarpemutaruntukmendapatmedanpengukuranyangberupatandasilang(diagonal)nampakset
engahterangdansetengahgelap

5.
Bacalahgarismemanjangvertikalyangmemotongskala,skalayangterbacamerupakannilaiindeks
biassampelyangdiamati

Refraktometer PRA dan PRF


1.Refraktometerdibersihkan terlebih dahulu
2. tetesi refraktometer dengan aquades pada bagian prisma dan daylight plate
3. keringkan refraktometer yang telah di tetesi aquades
4. sampel cairan di teteskan ke prisma dengan pipet tetes sebanyak 1-3 tetes
5. Skala kemudian dilihat di tempat yang bercahaya dan dibaca skalanya
6. Setelah selesai digunakan,bilas kaca dan prisma dengan aquadeskemudian keringkan

6. Hasil Praktikum
*PRF

Yang diuji BE Brix Water


(kadar kemanisan) (kadar gula)
Gula - - - (biru semua)
Madu 40,4 76 22,4

*PRA

Yang diuji BE Brix Water


(kadar kemanisan) (kadar gula)
Gula - 9,4 -(putih semua)
Madu - - -

7. Pembahasan
 Gula 1% tidak terbaca pada refraktometer PRF karena konsentrasinya terlalu
kecil,sedangkan PRF digunakan untuk konsentrasi tinggi (54-98%)
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

 Madu tidak terbaca pada refraktometer PRA karena konsentrasinya terlalu


besar, sedangkan PRA digunakan untuk konsentrasi rendah (0-32%)

8. Kesimpulan
 Kadar gula pada madu sebesar 76° Brix
 Kadar gula pada 1% gula sebesar 9,4

9. Daftar Pustaka