Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Profesi guru pada saat ini masih banyak dibicarakan orang, atau masih saja

dipertanyakan orang, baik di kalangan para pakar pendidikan maupun di media

massa baik harian, maupun mingguan memuat berita tentang guru yang

menyangkut kepentingan umum sampai kepada hal-hal yang sifatnya sangat

pribadi, sedangkan dari pihak guru sendiri nyaris tak mampu membela diri. Sikap

dan perilaku masyarakat tersebut memang bukan alasan, karena dengan adanya

sikap demikian menunjukkan bahwa guru seyogyanya menjadi panutan bagi

masyarakat sekitarnya. Rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru

disebabkan oleh beberapa faktor berikut 1) adanya pandangan sebagian

masyarakat, bahwa siapapun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan, 2)

kekurangan guru di daerah terpencil, memberikan peluang untuk mengangkat

seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru, 3) Banyak guru

yang belum menghargai profesinya. Perasaan rendah diri karena menjadi guru,

menyalahgunakan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya, sehingga

wibawa guru semakin merosot (Nana Sudjana, 1988).

Faktor yang mengakibatkan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap

profesi guru yakni kelemahan yang terdapat pada diri guru itu sendiri, diantaranya

rendahnya tingkat kompetensi professionalisme mereka. Penguasaan guru

terhadap materi dan metode pengajaran masih berada di bawah standar (Syah,

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2

1988). Oleh karenanya seorang guru harus profesional. Menyandang gelar

profesional merupakan kebanggaan tersendiri bagi para guru. Sementara

profesional sendiri harus selalu diikuti dengan konsekuensi yang sangat tinggi,

yaitu melaksanakan tugas secara profesional sesuai dengan kompetensi yang

dimiliki. Selain kompetensi personal dan kompetensi sosial yang selalu harus

melekat pada keseharian guru, satu kompetensi tertinggi yang mengarah pada

keistimewaan guru adalah kompetensi profesi. Dalam hubungannya dengan

tenaga profesional kependidikan, tentunya kompetensi menunjuk pada

performance atau perbuatan yang bersifat rasional sesuai dengan alur profesinya

dan memenuhi spesifikasi tertentu didalam pelaksanaan tugas-tugas kependidikan.

Berbicara tentang profesionalisme guru, tidak lepas dari keahlian khusus

yang dimiliki seorang guru, yang diperoleh baik melalui pendidikan profesional

(Soedijarto, 1997: 87), pelatihan atau pengalaman-pengalaman studi banding yang

pernah didapatkan. Keahlian yang dimiliki ini bukan sekedar menjadi milik

pribadi, namun untuk dikembangkan dan dipraktekkan dalam memberi layanan

kepada siswa. Untuk menjaga kualitas dan mutu serta profesionalisme, guru harus

selalu menjadi orang yang selalu ingin belajar untuk meningkatkan diri.

Pendidikan guru bukan akhir persiapan menjadi guru (Paul Suparno, 2002:106).

Dalam memberikan layanan, seorang guru yang profesional senantiasa

menyesuaikan tingkat kebutuhan pembelajaran dan disampaikan secara

proporsional pula. Profesionalisme guru senantiasa berpandangan melakukan

sesuatu tindakan yang benar dan baik (do the right thing and do it right). Sebagai

konsekuensinya ia akan selalu mencari metode, strategi dan sistematis dalam

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3

proses pembelajarannya, sehingga terciptalah situasi pembelajaran yang kondusif,

menyenangkan dan berbobot.

Kompetensi merupakan suatu keahlian, namun secara spesifik kompetensi

diartikan sebagai kemampuan profesional guru, sedangkan profesi keguruan

mempunyai makna suatu pekerjaan yang wajib memiliki penguasaan pengetahuan

dan kemampuan dalam peranannya sebagai guru. Sebagai seorang yang

profesional, guru harus memiliki gagasan-gagasan baru untuk selalu

mengembangkan kreativitas, memiliki ide cemerlang yang selalu mengiringi

daya ciptanya dalam berkarya, menghabiskan waktu untuk menyelesaikan tugas

profesional dan tugas administrasinya, bertanggung jawab penuh terhadap tugas

yang diembannya, dengan penuh keikhlasan mengemban amanah dan tak pernah

putus asa.

Banyak aspek yang perlu dipersiapkan untuk menuju kesana. Kemampuan

dalam membuat perencanaan pengajaran merupakan fondasi yang harus

dipersiapkan dengan baik, kemampuan guru dalam mengajar dan menguasai

kelas, mengelola interaksi dengan baik dan melengkapi semua perlengkapan/

administrasi penunjang kegiatan belajar, serta melaksanakan bimbingan. Tugas

bimbingan yang menjadi tanggung jawab guru ini meliputi turut serta aktif

melaksanakan program bimbingan, memberi informasi, memberi layanan

instruksional, berpartisipasi dalam pemecahan masalah, meneliti kesulitan dan

kemajuan siswa, menilai kemajuan belajar, menjalin hubungan dengan orang tua

siswa, mengidentifikasi, menyalurkan dan membina bakat siswa (Soetjipto, 2000:

103-104).

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
4

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka

profesi guru selalu ditingkatkan dengan pelatihan-pelatihan guru dalam jabatan,

pendidikan lanjutan, adanya organisasi profesi, sehingga akan terjadi peranan

berantai dari organisasi profesional keguruan yang meliputi pengembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi yang diharapkan dapat memberikan dampak

peningkatan mutu dan kualifikasi guru.

Perkembangan anak mulai lahir sampai lima atau enam tahun

berlangsung sangat cepat dan pada masa ini perkembangan anak mulai terbentuk

dan cenderung menetap, sehingga menentukan tahap perkembangan anak

selanjutnya. Pendapat Hurlock (1978:30) yang mengatakan bahwa perkembangan

awal anak masa kanak-kanak lebih kritis dibandingkan dengan perkembangan

berikutnya, hal ini disebabkan perkembangan anak berlangsung secara

berkesinambungan, artinya perkembangan suatu tahap akan berpengaruh terhadap

perkembangan tahap berikutnya, dan pola kepribadian anak berkembang menjadi

relatif tetap. Slavin (1994: 73) juga mengatakan hal yang sama, bahwa anak usia

antara 3 dan 6 tahun terjadi perkembangan yang cepat pada semua aspek

perkembangan. Usia anak belajar di TK antara 4-6 tahun. Karena saat tersebut

merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan anak selanjutnya.

Peran dan tanggung jawab guru TK dalam proses pendidikan sangat besar.

Guru dituntut dapat memberikan pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan

anak sehingga dapat mengoptimalkan perkembangannya. Agar kegiatan belajar

yang diberikan di TK sesuai dengan tingkat perkembangan anak, beberapa negara

bagian Amerika Serikat, antara lain: Alabama, Arkansas, Florida, Lousiana,

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
5

Tennesse, dan Utah, melaksanakan penilaian tentang kesiapan belajar terhadap

anak saat masuk TK. Bahkan di negara bagian Alabama untuk masuk TK Negeri

dilakukan penilaan terhadap kemampuan membaca awal anak. Data yang

diperoleh digunakan sebagai dasar untuk menyusun kegiatan belajar dan

didokumentasikan di tingkat lokal dan di tingkat negara bagian (Saluja, Scott-

Little, dan Clifford, 2000: 8). Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat

memperhatikan kesesuaian kegiatan belajar yang diberikan dengan tingkat

perkembangan anak. Tulisan ini akan menguraikan kompetensi yang perlu

dikuasai oleh seorang guru TK agar mampu melaksanakan atau memandu

kegiatan belajar di TK untuk mengoptimalkan perkembangan anak khususnya

kompetensi pedagogik.

Program kegiatan belajar di TK mengandung dua kegiatan yang tidak

dapat dipisahkan, yaitu: belajar dan mendidik. Belajar mengacu pada apa yang

dilakukan anak, sedang mendidik (mengajar) mengacu pada apa yang dilakukan

guru dalam kegiatan tersebut. Dalam hal ini perbedaan mendidik dan mengajar

tidak dipermasalahkan, karena dalam pelaksanaan program kegiatan belajar di TK

kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan.

Kegiatan belajar di TK dipandang sebagai suatu proses, maka ada 4 hal

yang terkait didalamnya yaitu: (1) tujuan, (2) bahan, (3) metode dan media, (4)

penilaian.

Tujuan, yaitu: kemampuan yang ingin dicapai oleh anak dalam kegiatan

belajar tersebut. Tujuan disini mengacu kemampuan-kemampuan yang tercantum

pada Garis-Garis Besar PKBTK. Bahan, yaitu: materi atau kegiatan yang dapat

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
6

mengantarkan anak mencapai kemampuan yang diinginkan. Bahan dikembangkan

oleh guru berdasarkan tema yang ada dan disesuaikan dengan kemampuan yang

ingin dicapai. Metode dan media, yaitu metode mengajar yang digunakan guru

dalam melaksanakan program kegiatan belajar dan media/alat yang diperlukan

agar kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan optimal. Penilaian, yaitu

usaha guru untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan program dan keberhasilan

anak mencapai kemampuan yang diharapkan. Penilaian keterlaksanaan program

terutama digunakan guru untuk memperbaiki Rencana Kegiatan Harian atau

Rencana Kegiatan Mingguan sehingga pelaksanaan program berikutnya menjadi

lebih baik. Penilaian keberhasilan anak menguasai kemampuan yang diharapkan

digunakan sebagai bahan guru untuk menyusun laporan kepada orangtua anak dan

memantau perkembangan anak sehingga hasil kegiatan belajar di TK lebih

optimal.

Keempat hal tersebut saling terkait dan saling mempengaruhi

pelaksanaan kegiatan belajar di TK. Interaksi guru dan anak pada pelaksanaan

program kegiatan belajar didasarkan pada keempat unsur di atas. Anak dibimbing

dan diarahkan guru agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara

optimal melalui bahan, kegiatan, metode, dan alat yang telah direncanakan oleh

guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar. Kemudian setelah kegiatan berjalan

guru melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan program

kegiatan yang telah direncakan dan tingkat ketercapaian kemampuan yang

diinginkan oleh anak.

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
7

Untuk mendukung keterlaksanaan tugas yang harus diemban guru PAUD,

termasuk guru TK, perlu ada sejumlah kompetensi yang harus dikuasai oleh

seorang guru PAUD. Sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan

Nasional, Undang-Undang Guru dan Dosen, kompetensi yang harus dimiliki guru

PAUD mencakup 4 hal, yaitu: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional,

dan sosial.

Masing-masing kompetensi tersebut mempunyai sub kompetensi, dan

indikator esensial. Subkompetensi merupakan rincian dari kompetensi, sedangkan

indikator esensial merupakan pertanda atau ciri-ciri minimal yang menunjukkan

bahwa seorang guru PAUD sudah menguasai sub kompetensi yang telah

ditetapkan.

Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus merupakan satu unit TK yang

berada di bawah naungan Yayasan Salib Suci – Bandung yang dipandang berhasil

dalam membina kompetensi profesional guru-gurunya. Keberhasilan ini terlihat

dalam data keadaan siswa 2 tahun terakhir yang mengalami kemajuan pesat. Hal

ini dapat diartikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sekolah ini

mengalami peningkatan.

Setelah dilakukan penelitian singkat dengan cara penelitian terhadap

kinerja guru melalui wawancara dan supervisi kelas, dapat diambil kesimpulan

bahwa, kemajuan dan peningkatan kepercayaan masyarakat ini dipengaruhi oleh

profesionalisme guru yang merupakan tonggak utama keberhasilan pelaksanaan

pembelajaran.

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
8

Upaya pendampingan terhadap pengembangan guru baik dalam hal

kompetensi pribadi maupun kompetensi sosial, di TK St. Agustinus diberlakukan

sistem evaluasi kerja guru yang dilakukan secara intens oleh Kepala Sekolah

selaku motor penggerak keberhasilan sekolah yaitu setiap akhir bulan. Hasil

penilaian kemudian disampaikan kepada yang bersangkutan dengan teknik dua

arah yaitu antara Kepala sekolah dan guru yang bersangkutan. Selain melakukan

evaluasi pekerjaan guru, supervisi kelas sebagai alat evaluasi konkret pun

dilakukan untuk mengukur sejauhmana seorang guru telah memiliki kompetensi

pedagogik dan kompetensi profesional. Kedua cara ini ditempuh semata-mata

sebagai upaya kepala sekolah untuk menjaga dan meningkatkan profesionalisme

guru yang berdampak pada profesionalisme pelayanan sekolah.

Kualifikasi Guru di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung

beragam, antara lain Kepala Sekolah adalah sarjana pendidikan Jurusan

PGPAUD, satu guru lulusan sarjana Psikologi, dua guru lulusan LPGTK (saat ini

sedang kuliah PG-PAUD), satu guru dari PGSD, satu guru Sastra Inggris, dan satu

guru lulusan sarjana Matematika – IPA. Kepiawaian Kepala Sekolah dalam

mengatasi kendala seperti beragamnya kualifikasi guru, serta datangnya guru baru

dengan basic pendidikan yang berbeda dengan pekerjaan yang diemban sangat

diperlukan, sehingga kendala/masalah yang muncul bisa dijadikan tantangan dan

sekaligus peluang untuk memajukan sekolah.

Berdasarkan penjelasan di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih

jauh tentang profil kompetensi pedagogik guru TK di Taman Kanak-Kanak Santo

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
9

Agustinus Bandung sebagai masukan untuk perbaikan pembinaan kompetensi

pedagogik guru di Yayasan Salib Suci.

B. Perumusan dan Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis akan membatasi permasalahan-

permasalahan dalam penelitian ini. Pokok permasalahan yang akan dikaji dalam

penelitian ini adalah “profil kompetensi pedagogik guru TK di Taman Kanak-

Kanak Santo Agustinus Bandung”.

Dari pokok permasalahan tersebut, dijabarkan ke dalam rumusan masalah

sebagai berikut:

1. Bagaimana profil kompetensi pedagogik guru TK di TK Santo Agustinus

Bandung, dalam kemampuan dasar melaksanakan tugas keguruannya di

dalam (a) perencanaan, (b) pelaksanaan dan (c) evaluasi pembelajaran?

2. Bagaimana upaya-upaya pembinaan kompetensi pedagogik guru TK di TK

Santo Agustinus Bandung?

3. Bagaimana kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan

pembinaan kompetensi profesional guru TK di TK Santo Agustinus

Bandung?

C. Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang

jelas mengenai profil kompetensi pedagogik guru TK di TK Santo Agustinus

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
10

Bandung, Sedangkan tujuan secara khusus dari penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Untuk memperoleh gambaran tentang profil kompetensi pedagogik guru TK

di TK Santo Agustinus Bandung, dalam kemampuan dasar melaksanakan

tugas keguruannya didalam (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, dan (c) evaluasi

pembelajaran.

2. Untuk memperoleh gambaran tentang upaya-upaya pembinaan kompetensi

pedagogik guru TK di TK Santo Agustinus Bandung.

3. Untuk memperoleh gambaran tentang kendala-kendala yang dihadapi dalam

pembinaan kompetensi pedagogik guru TK di TK Santo Agustinus Bandung.

D. Penjelasan Istilah

Beberapa penjelasan istilah terkait dengan penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Kompetensi menurut Munsyi dalam Hamzah B. Uno (2007: 61), adalah

kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan.

Kompetensi menunjuk pada performance dan perbuatan yang rasional untuk

memenuhi spesifikasi tertentu dalam melaksankan tugas kependidikan.

Dikatakan rasional karena mempunyai arah dan tujuan, sedangkan

performance perilaku nyata dalam arti tidak hanya diamati tetapi juga meliputi

perihal yang tidak tampak.

2. Menurut Hamzah B. Uno (2007: 15), guru merupakan suatu profesi yang

berarti profesi tersebut memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
11

dapat dilakukan oleh sembarang orang diluar pendidikan. Profesi guru tersebut

tidak lain adalah sebagai pendidik ataupun pengajar. Kompetensi guru

berkaitan dengan profesionalisme, yaitu guru yang profesional adalah guru

yang kompeten atau berkemampuan sehingga kompetensi profesional guru

dapat diartikan sebagai kemampuan atau kewenangan guru dalam

menjalankan profesi keguruannya.

3. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta

didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan

pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta

didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

E. Manfaat Penelitian

1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan

khasanah keilmuan/kajian literatur ilmiah mengenai Pendidikan Anak Usia

Dini (PAUD) khususnya Kompetensi Pedagogik Guru TK.

2. Bagi dunia pendidikan umumnya hasil penelitian ini diharapkan dapat

dijadikan acuan sebagai masukan bagi peningkatan mutu pendidikan.

3. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi kepala sekolah dan guru dalam

meningkatkan profesionalismenya.

4. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada praktisi

pendidikan mengenai profil kompetensi pedagogik guru sehingga dapat

dimanfaatkan sebagai bahan kajian dan sumber analisis lebih lanjut dalam

memperbaiki konsep sesuai kebutuhan yang diinginkan oleh sekolah.

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
12

5. Menambah wawasan bagi penulis tentang profil kompetensi pedagogik guru

TK.

F. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari 5 Bab. Bab pertama yaitu

Pendahuluan membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan dari

penelitian, penjelasan istilah, dan sistematika penulisan. Bab kedua membahas

tentang teori-teori yang berkaitan dengan profil kompetensi pedagogik guru TK,

bab ketiga adalah metode penelitian, pada bagian ini diuraikan metode penelitian

penelitian yang digunakan mulai Subyek penelitian/populasi maupun metode

penelitian nya. Bab empat membahas mengenai hasil penelitian dan pembahasan.

Kemudian di bagian terakhir, yaitu bab kelima membahas mengenai simpulan

penelitian dan rekomendasi.

Theresia Sutarti,2013
Profil Kompetensi Pedagogik Guru TK Di Taman Kanak-Kanak Santo Agustinus Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu