Anda di halaman 1dari 35

MENCIPTAKAN KETURUNAN YANG BAIK, SEHAT DAN

HALAL
Dosen Pengampu : Danusiri

Di susun oleh :
Desi Rohmawati G0E018005
Yayuk Agustin G0E018008
Nabila Adelia Effendi G0E018009
Indah Novita Sari G0E018011

DIII KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
TAHUN 2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang
wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga)
yang bahagia dan kekal berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan
usia muda merupakan perkawinan yang terjadi oleh pihak-pihak yang usianya
belummencapai yang dimaksud dalam Undang-undang Nomor1 Tahun 1974
tentang Perkawinan yaitu pria sudah mencapai umur 19 tahun dan wanita
umur 16 tahun tetapi dalam penulisan ini parapihaknya belum mencapai umur
yang ditentukan. Pernikahan harus dapat dipertahankan oleh kedua belah
pihak agar dapat mencapai tujuan dari pernikahan tersebut. Dengan demikian,
perlu adanya kesiapan-kesiapan dari kedua belah pihak baik secara mental
maupun material. Untuk menjembatani antara kebutuhan kodrati manusia
dengan pencapaian esensi dari suatu perkawinan, Undang-undang
Perkawinan telah menetapkan dasar dan syarat yang harus dipenuhi dalam
perkawinan. Dalam perkawinan, harus diciptakan rasa perdamainan, cinta
kasih dan saling menyayangi, agar tercipta keluarga yang harmonis, sakinah,
mawadah, warohmah. Serta terciptanya keturunan-keturunan yang baik, sehat
dan halal. Keturunan ini yang akan melanjutkan silsilah dalam keluarga kita,
dengan keturunan yang baik, dapat menciptakan gerenasi-generasi yang baik
pula. Baik untuk agama, nusa dan bangsa.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian pernikahan?
2. Bagaimana cara perlakukan suami istri yang baik menurut islam?
3. Bagaimana cara menciptakan keturunan yang baik, sehat dan halal?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pernikahan.

2
2. Untuk mengetahui cara perlakukan suami istri yang baik menurut islam.
3. Untuk mengetahui cara menciptakan keturunan yang baik, sehat dan halal.

3
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian pernikahan
Pernikahan adalah anjuran Allah SWT bagi manusia untuk
mempertahankan keberadaannya dan mengendalikan perkembangbiakan
dengan cara yang sesuai dan menurut kaidah norma agama. Laki-laki dan
perempuan memiliki fitrah yang saling membutuhkan satu sama lain.
Pernikahan dilangsungkan untuk mencapai tujuan hidup manusia (baca
tujuan pernikahan dalam islam) dan mempertahankan kelangsungan
jenisnya.
Fiqih pernikahan atau munakahat adalah ilmu yang menjelaskan
tentang syariat suatu ibadah termasuk pengertian, dasar hukum dan tata
cara yang dalam hal ini menyangkut pernikahan. Adapun hal-hal tersebut
dapat disimak dalam penjelasan berikut ini
Pernikaan adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam
pergaulan masyarakatagama islam dan masyarakat. Pernikahan bukan
saja merupakan satu jalan untuk membangun rumah tangga dan
melanjutkan keturunan. Pernikahan juga dipandang sebagai jalan untuk
meningkatkan ukhuwah islamiyah dan memperluas serta memperkuat tali
silaturahmi diantara manusia. Secara etimologi bahasa Indonesia
pernikahan berasal dari kata nikah, yang kemudian diberi imbuhan
awalan “per” dan akhiran “an”.
Pernikahan dalam kamus Besar Bahasa Indonesia berarti diartikan sebagai
perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk menjadi suami istri.
Pernikahan dalam islam juga berkaitan dengan pengertian mahram (baca
muhrim dalam islam) dan wanita yang haram dinikahi.
1. Pengertian menurut etimologi
Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist, pernikahan disebut
denganberasal dari kata an-nikh dan azziwaj yang memiliki arti melalui,
menginjak, berjalan di atas, menaiki, dan bersenggema atau bersetubuh.
Di sisi lain nikah juga berasal dari istilah Adh-dhammu, yang memiliki

4
arti merangkum, menyatukan dan mengumpulkan serta sikap yang ramah.
adapun pernikahan yang berasalh dari kata aljam’u yang berarti
menghimpun atau mengumpulkan. Pernikahan dalam istilah ilmu fiqih
disebut ( ‫) زواج‬, ( ‫ ) نكاح‬keduanya berasal dari bahasa arab. Nikah dalam
bahasa arab mempunyai dua arti yaitu ( ‫ ) الوطء والضم‬baik arti secara hakiki
( ‫ ) الضم‬yakni menindih atau berhimpit serta arti dalam kiasan ( ‫) الوطء‬
yakni perjanjian atau bersetubuh.
2.Pengertian Menurut Istilah
Adapun makna tentang pernikahan secara istilah masing-masing ulama
fikih memiliki pendapatnya sendiri antara lain :
Ulama Hanafiyah mengartikan pernikahan sebagai suatu akad yang
membuat pernikahan menjadikan seorang laki-laki dapat memiliki dan
menggunakan perempuan termasuk seluruh anggota badannya untuk
mendapatkan sebuah kepuasan atau kenikmatan.
Ulama Syafi’iyah menyebutkan bahwa pernikahan adalah suatu akad
dengan menggunakan lafal ‫ حُ حا َككنِن‬, atau ‫ك وا ُح ج‬
َ ‫ كَ ز‬, yang memiliki arti
pernikahan menyebabkan pasangan mendapatkan kesenanagn.
Ulama Malikiyah menyebutkan bahwa pernikahan adalah suatu akad atau
perjanjian yang dilakukan untuk mendapatkan kepuasan tanpa adanya
harga yang dibayar.
Ulama Hanabilah menyebutkan bahwa pernikahan adalah akad dengan
menggunakan lafal َ ‫ ا ِن ْن ن‬atau
‫ا ُح ح‬YYYY‫ك ك‬ ‫ك ْن ِن و ْن ُح ج‬
َ yang artinya
pernikahan membuat laki-laki dan perempuan dapat memiliki kepuasan
satu sama lain.
Saleh Al Utsaimin, berpendapat bahwa nikah adalah pertalian hubungan
antara laki-laki dan perempuan dengan maksud agar masing-masing dapat
menikmati yang lain dan untuk membentuk keluaga yang saleh dan
membangun masyarakat yang bersih
Muhammad Abu Zahrah di dalam kitabnya al-ahwal al-syakhsiyyah,
menjelaskan bahwa nikah adalah akad yang berakibat pasangan laki-laki

5
dan wanita menjadi halal dalam melakukan bersenggema serta adanya hak
dan kewajiban diantara keduanya.
3.Dasar Hukum Pernikahan
Sebagaimana ibadah lainnya, pernikahan memiliki dasar hukum yang
menjadikannya disarankan untuk dilakukan oleh umat islam. Adapun
dasar hukum pernikahan berdasarkan Al Qur’an dan Hadits adalah sebagai
berikut :

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah


menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan
isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-
laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang
dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain,
dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu
menjaga dan mengawasi kamu. (Q.S. An-Nisaa’ : 1).
2. Cara perlakukan suami istri yang baik menurut islam
A. Nasehat rasulullah kepada para suami
Para wanita riuh mengerumuni kediaman Nabi Muhammad SAW.
Mereka beramai-ramai mengadukan satu hal yang serupa, kelakuan
para suami. Mereka ingin menyampaikan keluhan kepada manusia
terbaik itu. Sebabnya, kala itu Umar bin Khattab RA mengadukan
kelakukan wanita yang semakin berani terhadap para suami.

Lewat hadis yang diriwayatkan Imam Abu Daud dengan sanad sahih
ini, Rasulullah SAW lantas bersabda, "Sungguh telah banyak wanita
yang mendatangi keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya.
Mereka itu (para suami) bukanlah orang-orang yang terbaik di antara
kalian semua."

Wanita salehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Karakter wanita


memang spesial. Maka, diperlukan juga perlakuan yang amat spesial.

6
Dan, sebaik-baik lelaki yang memperlakukan istrinya adalah
Rasulullah SAW. Beliau SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah
(suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang
paling baik terhadap keluargaku." (HR Tirmidzi)

Memperlakukan wanita, terutama istri, mestilah dengan cara terbaik.


Ada beragam pertimbangan untuk menyampaikan sesuatu kepada
wanita. Ada pertimbangan rasa, ada momentum psikis, ada karakter,
hingga soal kondisi fisik. Memperlakukan sebaik-baik perhiasan
dunia, tentu harus dengan cara yang terbaik pula.

Mari kita mencontoh dari seorang lelaki, suami, dan ayah terbaik yang
memperlakukan wanita dengan sikap terbaik. Rasulullah SAW
senantiasa memberikan wasiat agar berbuat baik kepada kaum wanita.
Lelaki hendaknya berlemah lembut serta berbuat baik kepada wanita
sebab kondisi mereka. Terlebih lagi, seorang suami tak bisa lepas dari
peran istri. Seorang yang bisa mengurus semua kebutuhan sang lelaki.
Allah SWT berfirman, "Dan bergaullah dengan mereka secara patut
(dengan cara yang baik)... " (QS an-Nisaa [4] :19)

Perbuatan yang makruf, bukan sekadar baik bisa diejawantahkan


dalam bentuk tutur kata yang baik. Perbaiki pula segala tindak tanduk
lelaki saat berhadapan dengan wanita. Abu Hurairah RA merekam
nasihat Rasulullah SAW soal cara yang ahsan dalam menasihati
wanita. Rasulullah SAW bersabda, "Sampaikanlah pesan kebaikan
kepada kaum wnaita karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari
tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian
atasnya. Jika kalian ingin meluruskannya, maka kalian
mematahkannya, jika kalian biarkan saja, niscaya ia akan tetap
bengkok." (Muttafaq 'Alaih).

7
Syekh Salim bin Id Hilali dalam Syarah Riyadhush Shalihin
mengungkapkan kandungan dari hadis agung di atas. Pertama,
hendaknya seorang lelaki bersikap lemah lembuh kepada kaum wanita
kerena kelemahan mereka dan kelemahan akal mereka. Wanita
mungkin tidak akan selamanya lurus dalam suatu keadaan.
Karenanya, hendaknya para lelaki menyesuaikan diri agar kehidupan
rumah tangga bisa harmonis.

Wanita digambarkan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Sifat


ini tak bisa dimungkiri. Maka, jangan sekali-kali seorang lelaki
memaksakan kehendaknya kepada wanita. Karena jika ia bersikeras
meluruskannya, tulang tersebut akan patah. Namun, jika seorang
lelaki memilih jalan nabi, bersabar dan menerima segala
kekurangannya, maka wanita akan menjadi partner hidup yang
sempurna. Sadari dan terima kekurangan, kelemahan akal dan
perangainya serta kebengkokan-kebengkokan lainnya.

Dengan menyadari kondisi wanita secara psikologis tersebut,


mudahlah seorang lelaki untuk menyesuaikan diri. Untuk bersikap
terbaik, berusaha mengejar akhlak mulia yang dicontohkan Sang
Baginda SAW.

Janganlah para lelaki membenci semua yang ada pada wanita


bersebab pada kelemahan yang ada padanya. Bisa jadi seorang wanita
memiliki kekurangan. Amat mungkin banyak kekurangan. Namun, di
balik kekurangan, pastilah terdapat kelebihannya. Mari, sekali lagi
kita simak anjuran Nabi SAW. "Janganlah seorang mukmin laki-laki
memarahi seorang mukminat. Jika ia merasa tidak senang terhadap
satu perangainya, maka ada perangai lain yang dia sukai." (HR
Muslim).

8
Usahlah membenci seseorang dengan benci yang amat besar. Usahlah
jua mencintai seseorang dengan cinta yang amat dahsyat. Umar bin
Khattab RA pernah menasihati Aslam soal membenci dan mencintai
yang ideal. Berkatalah Umar, "Wahai Aslam janganlah cintamu
menjadikan dirimu bergantung dan janganlah kebencianmu
mengakibatkan kehancuran."

Aslam lantas bertanya, "Bagaimana hal itu bisa terjadi?" Umar


menjawab, "Jika kamu jatuh cinta, maka jangan sampai cinta
membuatmu tergantung sebagaimana bayi bergantung pada apa yang
dicintainya. Dan jika kamu membenci, maka jangan sampai
kebencianmu itu menjadikanmu ingin merusak dan membinasakan
temanmu."

Nasihatilah wanitamu karena Dia semata. Gunakanlah akal sehat dan


kendalikan perasaan dan emosi agar baik segalanya. Wanita berada
dalam kebaikan dan keburukan sehingga ia tidak akan bisa lurus pada
satu keadaan. Luruskan dengan nasihat yang amat baik nan makruf.
B. Adab Adab istri pada suami
Istri dan suami adalah dua insan yang saling mengikatkan diri
melalui perkawinan. Terdapat hak dan kewajiban bagi masing-masing
termasuk yang berkaitan dengan adab. Imam Al-Ghazali dalam
kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam
al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442)
menjelaskan tentang adab istri terhadap suami sebagai berikut:
‫كون‬YY‫ والس‬،‫ره‬YY‫ة ألم‬YY‫ ولزوم الطاع‬،‫ وقلة المماراة له‬،‫ دوام الحياء منه‬:‫آداب المرأة مع زوجها‬
‫ة‬YY‫ وتعهد الفم ونظاف‬،‫ وطيب الرائحة‬،‫ وترك الخيانة في ماله‬،‫ والحفظ له في غيبته‬،‫عند كالمه‬
‫ه‬YY‫ة حال‬YY‫ ورؤي‬،‫ وإكرام أهله وقرابته‬،‫ ودوام الزينة‬،‫ واستعمال الشفقة‬،‫ وإظهار القناعة‬،‫الثوب‬
‫ة‬YY‫ وإظهار السرور عند الرؤي‬،‫ وإظهار الحب له عند القرب منه‬،‫ وقبول فعله بالشكر‬،‫بالفضل‬
‫له‬.. Artinya: “Adab istri terhadap suami, yakni: selalu merasa malu,
tidak banyak mendebat, senantiasa taat atas perintahnya, diam ketika

9
suami sedang berbicara, menjaga kehormatan suami ketika ia sedang
pergi, tidak berkiahanat dalam menjaga harta suami, menjaga badan
tetap berbau harum, mulut berbau harum dan berpakaian bersih,
menampakkan qana’ah, menampilkan sikap belas kasih, selalu
berhias, memuliakan kerabat dan keluarga suami, melihat kenyataan
suami dengan keutamaan, menerima hasil kerja suami dengan rasa
syukur, menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di
dekatnya, menampakkan rasa gembira di kala melihat suami.”
Dari kutipan di atas dapat diuraikan keenam belas adab istri terhadap
suami sebagai berikut: Pertama, senantiasa merasa malu terhadap
suami. Seorang istri hendaknya tetap mempertahankan rasa malu
kepada suami meski sudah bukan pengantin baru lagi. Tentu saja malu
dalam konteks ini adalah rasa malu dalam arti positif, seperti malu
ketika bau badannya menimbulkan ketidaknyamanan; malu
berpenampilan tidak menarik; atau malu berperilaku buruk, dan
sebagainya. Kedua, tidak banyak mendebat. Perdebatan yang
berkepanjangan berpotensi menimbulkan ketegangan dan konflik.
Seorang istri hendaknya tidak mendebat suami dalam hal-hal yang
tidak perlu. Namun demikian diskusi serius dengan suami untuk
mencari solusi terbaik dari suatu permasalahan tidak sebaiknya
dihindari. Hal ini justru baik dalam rangka bermusyawarah. Ketiga,
senantiasa taat atas perintahnya. Taat pada suami adalah kewajiban.
Namun demikian apabila perintah suami bertentangan dengan syara’,
seorang istri dapat mengajukan keberatan dengan tetap
mengedepankan kesopanan dan cara yang baik dalam menolaknya.
Atau, istri dapat mengajukan alternatif lain dari perintah suami.
Keempat, diam ketika suami sedang berbicara. Seorang istri
hendaknya mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan
suaminya. Jika ia bermaksud memotong pembicaraannya sebaiknya
meminta persetujuannya terlebih dahulu. Jika ternyata suami tidak
memberi ijin, sebaiknya istri diam dan tidak memprotes secara keras

10
demi mencegah timbulnya ketegangan. Kelima, menjaga kehormatan
suami ketika ia sedang pergi. Seorang istri hendaknya tetap
berperilaku baik meski suami sedang tak ada dirumah. Dalam situasi
seperti ini seorang istri hendaknya tidak memanfaatkan kesempatan
untuk bersenang-senang menuruti hawa nafsu, misalnya dengan
pergaulan yang sangat longgar. Hal ini sangat tidak baik sebab bisa
berpotensi menimbulkan fitnah. Keenam, tidak berkiahanat dalam
menjaga harta suami. Seorang istri adalah pihak yang paling dipercaya
suami untuk menjaga hartanya. Kepercayaan ini tidak sebaiknya
dikhianati dengan penghambur-hamburan yang tidak perlu. Apalagi
jika harta itu digunakan untuk kemaskiatan yang sudah pasti akan
menimbulkan persoalan yang tidak baik di kemudian hari. Ketujuh,
menjaga badan tetap berbau harum. Seorang istri hendaknya menjaga
bau badannya sedemikian rupa sehingga suami merasa nyaman di
sampingnya. Namun demikian hal ini tidak berarti seorang istri harus
mandi parfum. Mandi secara teratur dengan air dan sabun mandi yang
wangi merupakan cara paling mudah untuk menjaga badan tetap
segar. Kedelapan, mulut berbau segar dan berpakaian bersih. Tidak
hanya terkait dengan bau badan, tetapi juga bau mulut hendaknya
menjadi perhatian istri, yakni selalu segar. Demikian pula pakaian
yang ia kenakan sehari-hari juga harus bersih. Semua ini adalah agar
mereka sama-sama nyaman dalam berinteraksi baik di dalam maupun
di luar rumah. Kesembilan, menampakkan qana’ah. Seorang istri
hendaknya tidak menuntut lebih dari apa yang mampu diberikan
suami kepadanya. Ia hendaknya menysukuri berapa pun jumlah atau
wujud pemberiannya. Namun demikian hal ini tidak berarti seorang
istri tidak boleh mendorong dan mendoakan suami agar lebih maju
lagi dalam bidang ekonomi atau bidang lainnya. Kesepuluh,
menampilkan sikap belas kasih. Seorang istri hendaknya bersikap
belas kasih kepada suami atas semua jerih payahnya. Jangan sampai
ia bersikap kasar atau bahkan menindas suami yang kondisinya

11
sedang lemah, seperti sakit. Apalagi dengan sengaja menyakiti
perasaannya dengan hinaan yang merendahkan dirinya.
Bagaimanapun ia harus mengasihi suaminya dengan sepenuh hati. .
Kesebelas, selalu berhias. Seorang istri hendaknya selalu tampil
menarik di depan suami. Banyak manfaat dari hal ini, misalnya suami
menjadi lebih betah di rumah dan tidak terdorong untuk mencari-cari
alasan keluar rumah. Kedua belas, memuliakan kerabat dan keluarga
suami. Seorang istri hendaknya selalu sadar bahwa suami umumnya
memiliki hubungan emosional yang kuat dengan para kerabat dan
keluarganya. Oleh karena itu seorang istri hendaknya dapat
memperlakukan kerabat dan keluarga suami dengan respek tanpa
mempersoalkan status sosial mereka. Ketiga belas, melihat kenyataan
suami dengan keutamaan. Apapun keadaan suami, seorang isri
hendaknya dapat menerimanya sebagai kenyataan. Jika suami
keadaannya baik, seorang istri hendaknya mensyukurinya sebagai
kenikmatan. Jika sebaliknya, seorang istri hendaknya bersikap sabar.
Syukur dan sabar merupakan keutamaan dari Allah subhanahu wa
ta’ala. Keempat belas, menerima hasil kerja suami dengan rasa
syukur. Berapa pun penghasilan suami, seorang istri hendaknya dapat
mensyukuri. Dengan mensyukuri nikmat-Nya, Allah akan
menambahkan dengan berbagai kenikmatan yang lain. Kelima belas,
menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di dekatnya.
Seorang istri hendaknya senantiasa menunjukkan rasa cintanya kepada
suami terlebih saat berada di dekatnya. Hal ini karena salah satu
tujuan dari pembentukan rumah tangga adalah untuk membentuk
keluarga yang saling mencintai. Keenam belas, menampakkan rasa
gembira di kala melihat suami. Kapan saja dan di mana saja seorang
istri bertemu dengan suaminya, hendaknya ia selalu menunjukkan rasa
gembiranya. Hal ini amat penting karena umumnya suami merasa
gembira ketika melihat istrinya bergembira. Demikianlah keenam
belas adab istri terhadap suami sebagaimana dinasihatkan Imam Al-

12
Ghazali. Semakin banyak adab terhadap suami yang bisa
dilaksanakan, semakin tinggi derajat kesalehan istri. Istri salehah
adalah istri yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban. Semakin
tinggi nilai-nilai keadaban seseorang sesunguhnya ia semakin tinggi
derajat kemuliaannya baik di mata Allah subhanahu wa ta’ala maupun
sesama manusia.
3. Menciptakan keturunan yang baik, sehat dan halal.
A. Kehidupan Seksual sebagai Sunnatullah.
Dapat dijelaskan bahwa sunnatullah mengandung arti: 1) Hukum-
hukum Allah yang disampaikan untuk umat manusia melalui para
Rasul. 2) Undang-undang keagamaan yang ditetapkan oleh Allah yang
termaktub di Al Qur’an. 3) Hukum kejadian dsb) alam berjalan secara
tetap dan otomatis (Kamus Besar,1990:869) atas dasar kehendak
Allah.
Dari penjelasan tentang sunatullah di atas dapat dicontohkan
berkenaan dengan definisi pertama. 1) Istri yang menolak melayani
suami padahal tidak uzur maka ia (istri) akan dilaknat oleh malaikat,
adalah sebuah sunnatullah karena hal tersebut merupakan sabda
rasulullah saw. secara prinsip sabda rasulullah adalah juga wahyu.
Allah berfirman
4 -3 : ‫وما ينتق عن الهوى ان هو اال وحي يوحى )القران سرة النجم‬
Artinya: dan tiadalah yang diucapkannya itu (Alquran) menurut
kemauan hawa nafsu. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang
diwahyukan (kepadanya – Q.S. an-Najm/53: 3-4).
Demikian sabda Rasulullah yang dimaksud:
‫تى‬22‫ة ح‬22‫ا الملئك‬22‫ا لعنته‬22‫با ن عليه‬2‫ا ت غض‬2‫ه فب‬2‫اء ت‬2‫ه فلم ت‬22‫اذا دعا الرجل امراةته الى فراش‬
)‫تصبح (متفق عليه‬
….Apabila suami mengundang istrinya ketempat tidur sedang ia tidak
memenuhinya maka laknat Malaikat atas perempuan itu sejak ia
menolak ajakan itu hingga subuh – H.Mutafaq ‘alaih (an-Nawawi,
[t.th.]: 152).

13
Sebaliknya nafaqah seorang suami untuk istri dan anaknya,
keutamaanya jauh lebih besar dibanding diinfakkan Kepada yang
lain. Demikian sabda Rasullulah saw
‫د ينار انفقته فى سبيل هللا ود ينا ر انفقته فى رقبة ودينا ر تصد قت به على مسكين ود ينا‬
)‫ر انفقته على اهلك ااعظمها اجرا الذى انفقته علة اهلك (رواه مسلم عن ابى هريره‬
Artinya:
Satu dinar engkau nafkahkan ke jalan Allah, satu dinar engkau
nafkahkan kepada budak, satu dinar engkau sedekahkan kepada orang
miskin, satu dinar engkau nafkahkan kepada keluargamu (istri dan
anak), yang paling besar pahalanya adalah dinar yang engkau
nafkahkan kepada keluargamu – H.R. Muslim dari Abi Hurairah (an-
Nawawi, [t.th.]: 154).

Petunjuk tentang betapa besarnya pahala nafkah pada keluarga dari


Rasullulah ini secara prinsip adalah sunnatullah. Termasuk
Sunnatullah (undang-undang keagamaan) adalah wanita muslimah
kelak akan masuk surga melalui pintu manapun yang ia suka jika saat
di dunia ia memiliki karakter 1) Salat fardu yang lima. 2) Puasa
Ramadhan. 3) Kesediaan menjaga kemaluan kecuali kepada suami_
tidak selingkuh sama sekali, dan. 4) Taat pada suami dalam hal-hal
selain kedurhakaan. Demikian sabeda Nabi:
‫ا د خلت من اي‬22‫ا عت بعله‬22‫ا واط‬22‫اذا صليت المراة خمسها وصا مت شهرها وحصنت فرجه‬
) ‫ا بواب الجنة شا ئت (رواه احمد عن ابى هريرة‬
Artinya:
Apabila wanita mendirikan salatnya yang lima, berpuasa bulan
Ramadan, memelihara kemaluannya, dan menaati suaminya, maka dia
masuk surga dari pintu-pintu surga mana pun yang dia kehendaki –
H.R. Ahmad dari Abi Hurairah (Ibrahim, l994: l84).

14
Puasa itu wajib adalah berdasar undang-undang keagamaan atau
sunnatullah karena perintah itu termaktub di dalam Alquran.
Demikian firman Allah
‫راة‬22‫ون (س‬22‫ذ ين من قبلكم لعلكم تتق‬22‫يا ايها الذ ين امنوا كتب عليكم الصيا م كما كتب على ال‬
)183 ‫البقره‬
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertakwa (Q.S.al-Baqarah/2:183).

Apabila hendak melakukan salat supaya berwudu (Q.S. al-Maidah/5:


5) adalah undang-undang keagamaan (sunnatullah) karena termaktub
dalam Alquran. Natur api membakar, air selalu mengalir ke tempat
yang lebih rendah, dan gesekan dua benda keras menumbulkan panas
adalah hukum alam atau sunnatullah yang bersifat pasti dan otomatis
Dari contoh-contoh di atas ada kesamaan antara sunnatullah dengan
hukum alam atau kedua-duanya identik, tetapi keduanya juga ada
perbedaannya. Sunnatullah lebih luas dibanding hukum alam. Hukum
alam hanya mengenai kejadian-kejadian alam yang tetap dan otomatis
seperti api berkarakter membakar, sedang sunnatullah mencakup
mengenai kejadian alam (gejala alam) yang bersifat tetap dan otomatis
juga mengandung undang-undang Allah melalui perantara para Rasul,
dan undang-undang keagamaan yang termaktub dalam Alquran.
Kedua hal yang terakhir tidak tercakup dalam hukum alam. Bahkan
sebagian ilmuwan (ilmuwan ateisme) yang berhasil menemukan teori
dan akhirnya meningkat menjadi hukum alam bisa ingkar atau tidak
mengakui undang-undang keagamaan sebagaimana termaktub dalam
kitab suci.
Undang-undang keagamaan, dalam hal ini Alquran, maupun Hadis
Nabi saw menjelaskan bahwa nafsu birahi terhadap lawan jenis yang

15
berpuncak pada hubungan seksual adalah sunnatullah. Alquran
mengatakan:
‫ة‬22‫ذ هب والفض‬22‫رة من ال‬22‫ر المقنط‬22‫ا ط‬22‫نين والقن‬22‫اء والب‬22‫زين للنا س حب الشهوا ت من النس‬
‫والخيل النسو مة واالنعام والحرث ذالك متاع الحياة الد نيا وهللا عنده حسن الما ب‬
Artinya
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa
yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari
jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah
tempat kembali yang baik (surga), Q.S. Ali Imran/3: 14).

Alquran juga menjelaskan bahwa semua yang tumbuh di muka bumi,


termasuk manusia dicipta Allah berpasang-pasang, Alah berfirman:
‫سبحا ن الذى خلق االز واج كلها مما تنبت االرض ومن انفسهم ومما ال يعلمون‬
Artinya
Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan
semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri
mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (Q.S.
Yasin/36:36).

Dalam dunia manusia, pasangan manusia laki-laki adalah manusia


perempuan. Dengan demikian, hidup berpasang-pasang atau berjodoh-
jodoh adalah sunnatullah, undang-undang Allah, atau pula undang-
undang agama Islam.
Rasulullah mengatakan bahwa nikah itu adalah sunnah dari para
Rasul. Demikian sabda beliau:
)‫اربع من سنن المر سلين الحياء والتعطر والسواك والنكاح (رواه الترمذى عن سمرة‬
Artinya;
Empat perkara termasuk sunnah para Utusan (Rasul), yaitu:malu,
wewangian, siwak (gosok gigi), dan nikah (H.R. alt-Turmuzi dari
Samurah)

16
Karena nikah itu sunnah Rasul, maka beliau melarang sahabatnya
yang hidup membujang. Larangan itu pada akhirnya berlaku
menyeluruh bagi umat Islam. Demikian sabda Nabi saw:
)‫اا ن النبى صلى هللا عليه وسلم نهى عن التبتل (رواه التر مذى عن سمرة‬
Artinya:
. . .bahwa Nabi salla-llahu ‘laihi wa sallam melarang hidup
membujang (H.R. at-Turmuzi dari Samurah).

Bagi siapa saja dari kaum muslimin yang tetap membujang, pada hal
ia mampu menikah, tetapi tidak mau melakukannya, ia tidak diakui
sebagi umat Muhammad. Demikian sabda Nabi saw:
‫فمن رغب عن سنتى فليس منى‬
Artinya:
. . .Barang siapa tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan golonganku
...

Karena nikah yang salah satu bentuk praktisnya adalah hubungan


seksual adalah sunnatullah – dalam arti dianjurkan oleh-Nya – maka
siapa pun dengan dalih dan upaya apapun pasti tidak bisa melawan
sunnatullah tersebut. Dalam hal ini Allah berfirman:
‫لهم البشرى فى الحياة الد نيا وفى االخرة ال تبد يل لكلما ت هللا ذا لك هو الفوز العظيم‬
Artinya:
Bagi mereka berita gembira bag kehidupan di dunia dan (dalam
kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat
(janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar
(Q.S. Yunus/10:64).

Hanyalah omong kosong dan kebohongan besar kalau ada manusia –


yang jelas non muslim – untuk menjadi orang terbaik dalam suatu
agama justru hidup membujang sebagai orang suci dan

17
mengkhotbahkan kesucian. Di balik lagalitas bujang, ternyata justru
bergelimang dengan kehidupan seksual sekuat-kuatnya, dengan cara
apapun yang ia mau, dengan siapa pun ia suka, dengan cara apapun ia
menghendaki sehingga inses dan sodomi mereka lakukan tanpa
merasa berdosa maupun mengkhianati umatnya (Nigel, 2007:1-274)
yang jika diukur dari norma agama Islam adalah kehidupan seksual
yang paling kotor dan menjijikkan sepanjang sejarah manuisa.
Supaya umat Islam tidak menjalani kehidupan seksual seperti
binatang atau orang-orang yang disucikan tetapi paling bobrok dalam
kehidupan ini, Rasulullah menganjurkan kepada umatnya segera
menikah setelah memiliki kemampuan (nafaqah lahir-batin).
Demikian sabda beliau:
‫رج‬22‫ن للف‬22‫ر واخص‬22‫ه اعض للبص‬22‫ا ن‬22‫يا معشر الشبا ب من استطاع منكم الباء ت فليتز وج ف‬
)‫ومن لم يستطع فعليه با الصيا م فانه له وجاء (رواه الجما ععة‬
Artinya:
Hai para pemuda, barang siapa yang mampu di antara kamu serta
berkeinginan hendak kawin, hendaklah dia kawin. Karena
sesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan matanya terhadap
orang yang tidak halal dilihatnya, dan akan memeliharakannya dari
godaan syahwat. Dan barang siapa yang tidak mampu kawin
hendaklah ia puasa, karena dengan puasa hawa nafsunya terhadap
perempuan akan berkurang (H.R. al-Jama’ah).

Ungkapan “ aghaddu lil bashar wa ahshanu lil farj terkandung secara


implisit baik laki-laki maupun wanita memiliki bayangan-banyangan
dan khayalan-khayalan tentang berbagai hal berkaitan dengan seks.
Konon, remaja kalau sudah jerawatan di wajahnya pertanda ia telah
memiliki bayangan dan khayalan tentang seks. Untuk itulah
Rasulullah sebagai pemimpin umat mengetahui keadaan ini hingga
beliau menghimbau umatnya supaya segera menikah agar khayalan-
khayalan tentang seks berkurang karena berganti dengan realisasi-

18
realisasi seksualitas. Beliau sendiri mencontohinya dan melaknat bagi
yang membujang yang mampu untuk menikah.
Hanya saja realisasi hubungan seksual tidak laksana binatang yang
hanya berhukum kemauan dan kemampuan mengalahkan pesaingnya
dengan kekerasan. Secara naluri pada umunya binatang hanya
mengenal lain jenis sebagai pasangan, tidak mengnal muhrim maupun
tidak mengenal tempat dan situasi. Tak ada rasa malu ketika hasrat
seksual menguasai diri sehingga terlampiaskan di mana saja – yang
menurut ukuran manusia tidak mungkin dilaksanakan umpama di
tempat terbuka umum, dan keramaian. Perkawinan dalam Islam diatur
sangat rumit, sejak meminang, akad nikah, dan kehidupan berkeluarga
hingga meninggal salah satu atau keduanya. Alquran menyatakan
bahwa perkawinan merupakan perjanjian yang berat. Allah berfirman:
‫وكيف تاء خذ و نه وقد افضى بعضكم الى بعض وا خذ ن منكم ميثا قا غليظا‬

Artinya
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian
kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri.
Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang
kuat (Q.S. an-Nisa’/4:21).

Beratnya perjanjian dalam perkawinan sebanding beratnya janji para


Rasul untuk menegakkan kalimat tauhid yang beresiko kematian oleh
para penentangnya atau oleh kaumnya sendiri. Isa bin Maryam hendak
di bunuh oleh umatnya sendiri, kaum Yahudi, untung saja
diselamatkan oleh Allah di-rafa’. Allah berfirman:
‫بل رفعه هللا اليه وكا ن هللا عزيزا حكيما‬
Artinya:
Tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Q.S. an-
Nisa;/4:l58).

19
Dengan kerumitan dan beratnya nikah terlihat essensinya bahwa
hasrat seksual tidak boleh dibunuh (dipadamkan), karena itu
sunnatullah, tetapi juga jangan dibiarkan liar, melainkan dikendalikan
dengan berbagai norma, bahkan ditinggikan derajatnya. Perkawinan
adalah ibadah dan suci (sakral) sehingga tidak boleh main-main
dengan nikah, tidak bereksperimen atau coba-coba.
Dalam kegiatan meminang, kalau seseorang meminang gadis, jadi
dilanjutkan ke jenjang berikutnya atau tidak, atau proses peminangan
belum nyata-nyata diurungkan, orang lain tidak boleh meminangnya.
Demikian sabda Nabi saw:
‫د و‬22‫ذر (رواه احم‬22‫تى ي‬22‫ه ح‬22‫ؤمن يحطب على حطبت ا خي‬22‫المؤمن اخو المؤمن فال يحل للم‬
)‫مسلم‬
Artinya;
Orang mukmin adalah sadara orang mukmin, maka tidak halal bagi
seorang mukmin meminang seorang perempuan yang sedang dipinang
oleh saudaranya, sehingga nyata sudah ditinggalkan (H.R. Ahmad dan
Muslim).

Atas dasar hadis di atas, Islam hanya membenarkan seorang laki-laki


melamar perempuan yang benar-benar kosong (dalam bahasa
kontemporer jomblo). Perempuan yang hendak dijadikan jodoh
haruslah seiman-tauhid. Nabi bersabda:
‫ذى عن‬22‫اان المراة تنكح على دينها ومالها وجمالها فعليك بذا ت الد ين (رواه مسلم والتر م‬
‫جا بر‬
Artinya:
Sungguh perempuan itu dinikahi oleh karena agamanya, hartanya, dan
kecantikannya, maka pilih yang beragama. (HR. Muslim dan at-
Turmuzi dari Jabir ).

20
Perempuan seiman itu masih diseleksi lagi sehingga muncul sederet
wanita yang tidak boleh dinikahi, yaitu: (l) ibu dan ibu si ibu (nenek)
dari bapak dan seterusnya ke atas, (2) anak dan cucu seterusnya ke
bawah, (3) saudara perempuan se bapak se ibu, (4) saudara perempuan
se bapak, (5) saudara prempuan se ibu, (6) anak perempuan dari
saudara laki-laki dan seterusnya ke bawah, (7) anak perempuan dari
saudara perempuan se ibu ke bawah, (8) ibu yang menyusuinya
(secara genealogis bisa orang lain tanpa ada ikatan darah), (9) saudara
sepersusuan (bukan saudara kandung) se ayah se ibu, sebapak saja,
atau se ibu saja, (I0) mertua, (11) anak tiri manakala ibunya telah di-
dukhul atau disenggamai, (12)istri dari anak (menantu), (13) istri dari
bapak (ibu tiri), (14) saudara ipar (kakak atau adik dari istri sebapak-
seibu, se bapak saja, atau se ibu saja jika di kawin bersama-sama
(Soeleman Rasjid, l981:369).
Perempuan yang dapat dinikahi tidak otomatis langsung dapat
dinikahi, melainkan harus jelas walinya. Islam memberikan penjelasan
siapa saja yang berhak menjadi wali bagi perempuan yang hendak
menikah, yaitu: (1) bapaknya, (2) kakek, (3) saudara laki-laki sebapak
seibu, (4) saudara laki-laki se bapak,(5) anak laki-laki dari saudara
laki-laki se bapak se ibu, (6) anak laki-laki dari saudara laki-laki se
bapak, (7) saudara bapak yang laki-laki, (8) anak laki-laki dari
paman/pakde pihak bapak, (9) hakim (Soeleman Rasjid, l981:364).
Siapa yang menjadi wali sebagaimana urutan prioritas di atas ada
persyaratan internal dalam diri mereka, yaitu wali harus: (1) beragama
Islam, (2) baligh, (3) berakal sehat, (4) merdeka/bukan budak, dan (5)
adil (Soeleman Rasjid, l981:364). Syarat perwalian baru gugur jika
perempuan yang hendak menikah itu telah menjadi janda.
Setelah persyaratan-persyaratan di atas dipenuhi, bagi laki-laki yang
hendak menikahi wanita pilihannya diwajibkan memberi mahar atau
mas kawin, boleh berupa uang atau benda. Dalam hal ini Allah
berfirman:

21
‫واتو النسا ء صا د قا تهن نحله‬
Artinya:
. . .Berilah perempuan yang kamu kawini itu suatu
pemberian/mahar . . . (Q.S. an-Nisa;/4:4).

Selanjutnya upacara akad nikah dapat dilangsungkan. Pihak yang


mesti harus terlibat adalah: calon pengantin perempuan, calon
pengantin laki-laki, wali dari perempuan, maskawin dari calon
pengantin laki-laki untuk calon istrinya, dan dua orang saksi yang
seiman (Islam, baligh, dan berakal sehat). Selebihnya hanya bersifat
legal seperti petugas pencatatan nikah dari KUA (Kantor Urusan
Agama) dan asesoris yang menambah suasana meriah, khidmad, dan
kemegahan. Aneka asesoris baik yang bersifat keindahan maupun
upacara-upacara tradisional dan lokal ditoleransi oleh Islam sepanjang
tidak menimbulkan takhayyul, bid’ah, khurafat, dan syirik (disingkat
menjadi TBC+S) dan tetap konsisten dalam kemurnian tauhid.
Akan sangat utama kalau upacara ijab qabul dilangsungkan di masjid.
Nabi saw bersabda: a’linu an-nikaha waja’alu fi al-masajid . . .
(umumkanlah pernikahan dan laksanakan di masjid. . . H.R. at-
Turmuzi dari ‘Aisyah).
Formula (sighat) akad nikah yang menggambarkan pernyataan hasrat
menikah dari calon mempelai laki-laki dengan mahar diserahkan
kepada wali calon penganten perempuan – selanjutnya nanti
maskawin itu diserahkan kepada mempelai wanita – dan kebolehan
wali menerima hasrat calon pengantin laki-laki dalam rumusan
dialogis adalah – contohnya – sebagai berikut:
Wali :Aku menikahkan engkau wahai Ahmad Sumarno bin
Ahmad Margono dengan anakku Naila binti Ahmad Kosim dengan
mahar Seperangkat alat salat, uang sebanyak 200 juta, dan sebidang
tanah seluas 500 M.2 berikut bangunan yang ada di atasnya tunai.

22
Calon penganten laki-laki: Saya terima menikahi saudari Nailah binti
Ahmad Kosim dengan maskawin tersebut tunai.
Selesai ijab-qabul kedua calon mempelai menjadi mempelai sah dan
resmi sebagai suami istri, pasangan hidup yang salah satunya adalah
kehidupan seksual. Karena secara prinsip nikah adalah ibadah dan
suci, maka para hadirin yang menyaksikan upacara pernikahan ini
supaya mendoakan keduanya dengan kandungan doa barakah. Contoh
doa yang diajurkan Nabi saw adalah sebagai berikut:
) ‫با رك هللا و با رك عليك وجمع بينكما فى الخير (رواه التر مذى عن ابى هريرة‬
Artinya:
Semoga Allah memberkat dan Dia memberkati kamu, dan
mempertemukan kamu berdua dalam kebaikan (H.R. at-Turmuzi dari
Abu Hurairah)

Atau menurut formula Ulama yang semakna dengan hadis Nabi saw
di atas :
‫با رك هللا لكما وجمع بينكما فى خير وسعا دة‬
Artinya:
Berkah Allah atas kamu berdua dan semoga Allah mempertemukan
kamu berdua dalam kebaikan dan kebahagiaan.

Atau
‫الم‬22‫ا ولالس‬22‫رة عين لهم‬22‫اللهم اجمع بينهما فى سعا دة ورخاء اللهم ارزقنا ذ ر ية صالحة ق‬
‫وللنا س اجمعين‬
Artinya;
Ya Allah pertemukan diantara keduanya dalam suasana sejahtera dan
gembira. Ya Allah anugerahkan keturunan yang salih-salihat
penyenang hati bagi keduanya, Islam, dan bagi manusia semuanya
(Tim, 2003:147).

B. Seksualitas Yang Benar dan Sehat

23
1. Kesucian
Bentuk perawatan kehidupan seksualitas adalah pelaksanaan
pemenuhan syariat Islam di bidang ini. Jika syariat ini dipenuhi
pastilah kegiatan seks itu benar dan sehat. Sebagian perawatan
seksualitas terkait dengan norma lain di dalam Islam umpama terkait
dengan salat, membaca Alquran, aneka rukun haji, dan i’tikaf di
Masjid.Aneka macam ibadah ini mensyariatkan suci tempat, suci
pakaian, dan suci badan (sekujur tubuh inklusif alat vital), baik suci-
bersih dari hadas maupun najis. Kalau minimal seorang muslim-
muslimah salat lima kali sehari semalam, ia harus berwudu lima kali
pula. Di dalam setiap wudu harus harus bersih sekujur tubuh –
inklusif alat vital.Dengan demikian setiap muslim rata-rata minimal
membersihkan alat kelaminnya lima kali. Dengan demikian, kapan
saja seorang muslim hendak melakukan hubungan seksual dengan
pasangan hidupnya yang sah pastilah keduanya dalam keadaan bersih.
Akan lebih utama kalau sebelum melakukan hubungan seksual
dibersihkan secara khusus, lebih utama lagi kalau dibersihkan
pembersih yang dapat menetralisir kuman, basil, virus, atau parasit
yang mungkin hinggap pada alat vital. Keutamaan-keutamaan ini
supaya di dasarkan pada pelaksanaan ajaran Islam tentang kesucian:
wa-llahu yuhibbu al-mutathahhirin. . .(Allah menyenangi orang yang
menyucikan diri – Q.S. at-Taubah/9:l08).
2. Berdoa
Apabila seorang suami-istri hendak berhubungan, keduanya
hendaklah saling berdoa. Doa yang Rasulullah contohkan adalah:
)‫اللهم جنبنا الشيطا ن وجنب الشيطا ن ما ر ز قتنا (وراه التر مذى عن ابن عبا س‬
Artinya
Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan, dan jauhkanlah syaitan
terhadap rizki yang telah Engkau anugerahkan kepada kami (H.R. at-
Turmuzi dari Ibnu ‘Abbas).

24
Apresiasi kegiatan seks menurut Islam ini tidak semata-mata
pelampiasan nafsu birahi, melainkan harus tetap sadar akan eksistensi
iman, ingat kepada Allah, bahkan memohon kepada-Nya supaya
dijauhkan dari syaitan.
3. Peragaan
Islam memberikan kebebasan cara yang disenangi dalam melakukan
senggama, yang penting masih dalam hubungan kelamin. Di luar itu,
umpama wati dubur (sodomi) terhadap istrinya dan al-harf
(memasukkan penis ke dalam saluran air kencing) tetap dilarang
keras. Tentang peragaan senggama Alquran mengatakan
‫وا انكم‬2‫وا هللا واعلم‬2‫كم واتق‬2‫وا النفس‬2‫د م‬2‫ئتم وق‬2‫رثكم انى ش‬2‫وا ح‬2‫اء ت‬2‫رث لكم ف‬2‫اء كم ح‬2‫نس‬
‫مالقوه وبشر المؤ منين‬
Artinya
Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanammu
bagaimana saja kamu kehendaki dan kerjakanlah amal yang baik
untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa
kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-
orang yang beriman (Q.S. al-Baqarah/2:223).

Pengertian anna syi’tum (bagaimana saja kamu kehendaki)


mengandung pengertian antara lain peragaan senggama atas dasar
selera bagi suami-istri yang akan melakukannya, boleh dengan cara
saling berhadap-hadapan (muqbilat), secara memiringkan tubuh atau
berguling-guling (mustaqliyat), atau suami mendatangi istri dari arah
belakangnya, tetapi tetap pada lubang vagina /mudbirat – Hasan al-
hamsi [t.th]:75-76, Muslim,I,[t.th.]:606-607), bukan lubang yang lain
(dubur dan saluran air seni).
4. Tidak menggosip Pasangan
Ketika beberapa wanita (ibu-ibu) berkumpul, demikian juga laki-laki
(bapak-bapak) sering terjadi obrolan santai ke sana kemari, tanpa
topik yang jelas ditentukan terlebih dulu, tetapi obrolan itu amat asyik

25
dan sering lupa waktu, bisa menggosip pasangan hidupnya sendiri
(suami menggosip istri atau sebaliknya) tentang berbagai hal dengan
seksualitas (bisa barang, keadaan, perilaku). Hal ini dilarang keras
dalam Islam. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:
‫ر‬22‫ه ثم ينش‬22‫راة و تفض الي‬22‫ل يفض الى ام‬22‫ر ج‬22‫ة ال‬22‫ا م‬22‫ا ن من اشر النا س عند هللا يو م القي‬
)‫سرها (رواه مسلم عن ابى سعيد الحد رى‬
Artinya
Sesungguhnya sejelek-jelek manusia pada hari kiyamat adalah
seorang suami yang menggosip istrinya dan istri menggosip suaminya
mengenai rahasianya (H.R. Muslim dari Abi Said al-Hudri – Muslim,I
[t.th.]:608).
Yang di maksud rahasia adalah hal-hal yang menyangkut tentang
kehidupan seksualitas.
5. Penyimpangan Seksual
Jika aturan-aturan agama (syariat) dipenuhi dalam apresiasi seksual,
pasti hubungan seksual itu benar dan sekaligus sehat baik secara
jasmani maupun rohani, dan membawa kemanfaatan dunia-akhirat.
Tetapi jika sebaliknya, yaitu hanya semata-mata pelampiasan nafsu,
tentu banyak negatifnya yang ditimbulkan. Berikut ini dijelaskan
beberapa bentuk hubungan seks yang tidak diperbolehkan. Jika tetap
dilakukan berarti penyimpangan.
a. Keadaan Menstruasi
Dalam pasangan yang menurut Islam sah tidak otomatis hubungan
seks kapan saja diperbolehkan, melainkan tetap saja ada pembatasan
atau saat-saat tertentu tidak diperbolehkan. Larangan ini jika dikaji
secara mendalam sebenarnya mengandung manfaat bagi yang
bersangkutan, bukan orang lain. Di antara larangan itu adalah tidak
boleh melakukan senggama ketika istri sedang menstruasi. Alquran
mengatakan:
‫تى‬22‫وهن ح‬22‫اء فى المحيض وال تقرب‬22‫اعتزلوا النس‬22‫و اذى ف‬22‫ل ه‬22‫الونك عن المحيض ق‬22‫ويس‬
‫يطهرن فا ذا تطهرن فاءتوهن من حيث امركم هللا ان هللا يحب التوابين ويحب المتطهرينز‬

26
Artinya
Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: haid itu adalah
kotoran. Oleh sebab itu hendaklah mereka, sebelum mereka suci. Apa
bila mereka telah suci, maka campurilah mereka di tempat yang telah
diperintahkan Allah kepadamu. Allah menyukai orang-orang yang
taubat dan menyukai orang-orang yang mnenyucikan diri (Q.S. al-
Baqarah/2:222).

Yang dimaksud menjauhkan diri dari wanita haid hanya terbatas tidak
melakukan persetubuhan dengan memasukkan penis ke dalam lubang
vagina. Bercumbu rayu di antara keduanya diperbolehkan.
Ayat ini turun berkenaan dengan tradisi orang Yahudi bahwa wanita
haid tidak boleh makan bersama suami, termasuk tinggal di rumah
bersama suami, apalagi berjima’. Dengan demikian ayat ini sebagai
jawaban bahwa wanita haid tetap dihormati dalam semua urussan
kehidupan. Justru ayat ini mengingatkan kepada suami agar tidak
ceroboh dan rakus. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:
)‫اصنعوا كل شيئ اال النكاح (رواه مسلم والترمذى عن انس بن مالك‬
Artinya:
. . . perbuatlah (terhadap istri) selain senggama (H.R. Muslim dan at-
Turmuzi dari Anas bin Malik – Hasan al-Hamsi,[t.th.]:74.

b. ‘Azl
‘Azl adalah mencabut penis dari vagina ketika si suami inzal
(orgasmus dan mengeluarkan sperma) karena khawatir akan terjadi
kehamilan bagi istri. Sebaiknya jangan melakukan ‘azl karena bisa
mengecawakan istri maupun diri sendiri. Kalau ingin menghidari
kehamilan dalam persenggamaan hendaklah ditempuh dengan cara
lain yang sah, umpama memakai kondom berkualitas baik, tissu anti
hamil, suntik KB, spiral bagi istri atau yang lain yang cocok dan sehat
atas nasihat dokter ahli. Cukup banyak hadis yang melarang ‘azl.

27
Meskipun larangan itu kurang tegas. Pertanyaan tentang ‘azl oleh
sahabat berulangkali, tetapi nampaknya Rasulullah enggan
menanggapinya secara vulgar. Diantaranya demikian:
‫لم عن ابى‬22‫يئ (رواه مس‬22‫ه ش‬22‫يئ لم يمنع‬22‫ق ش‬22‫د واذا اراد هللا خل‬22‫ما من كل الماء يكون الوال‬
)‫سهد الحدرى‬
Artinya:
Tidak ada setiap air mani itu (yang tumpah) tidak menjadi anak.
Apabila Allah menghendaki mencipta sesuatu tidak ada yang
mencegahnya – H.R. Muslim dari Abu Said al-hudri (Musli,I,
[t.th.]:608).

Ketika ada pertanyaan – dan pertanyaan ini terjadi berulang-ulang –


yang nada-nada pertanyaan itu meminta agar diperbolehkan ‘azl Nabi
menjawab: Ana ‘abdu-llah wa Rasuluh – H.R. Muslim dari Jabir bin
Abdu-llah (Muslim,I,[t.th.]:610).
Ketidakbolehan ‘azl dimaksudkan melindungi wanita jangan sampai
mereka hanya semata-mata sebagai pemuas nafsu laki-laki. Di zaman
sahabat, umumnya mereka memiliki istri lebih dari satu, plus budak
wanita. Jika ia menyetubuhi mereka dan tidak menginginkan
kehamilan, mereka melakukan ‘azl kemudian kekurangpuasan itu, ia
lalu menggilir istri lain di saat itu pula. Itulah sebabnya Rasulullah
melarang ‘azl dan supaya mereka kaum laki-laki bertanggungjawab
atas perbuatannya.Laki-laki maupun perempuan harus sama-sama
merasakan kesenangan dalam persetubuhan. Dalam hal ini Allah
berfirman:
‫اهن لبا س لكم وانتم لبا س لهن‬
Artinya:
. . .mereka, wanita, adalah pakaianmu dan kamu, laki-laki, adalah
pakaian mereka (wanita). . . (Q.S. al-Baqarah/187).

28
Dalam ayat ini mengandung pengertian bahwa antara suami dan istri
adalah setara dan saling mengambil manfaat atas pasangannya.
c. Transeksualisme
Transeksualisme termasuk gangguan identitas jenis, umpama secara
fisik laki-laki (memiliki penis) tetapi lebih merasa sebaliknya; atau
wanita (memiliki vagina) tetapi lebih merasa sebagai bukan wanita.
Cara hidup semacam ini tidak dibenarkan menurut Islam. Rasulullah
bersabda:
‫اء (رواه‬22‫ا النس‬22‫ال ب‬22‫ا بهين من الرج‬22‫ال والمتش‬22‫ا الرج‬22‫اء ب‬22‫ا ت من النس‬22‫ا به‬22‫لعن هللا المتش‬
)‫الترمذى‬
Artinya:
Allah melaknati wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang
menyerupai wanita (H.R. at-Turmuzi)

Bentuk transeksualisme yang lebih umum adalah secara fisik laki-laki


tetapi berperangai wanita dan dikenal dengan nama waria, dalam
bahasa Jawa wandu.
Meniru hanya terbatas pada pakaian yang tidak keterlaluan, umpama
wanita memakai celana jeans model laki-laki, memakai T,shirt,
memakai kemeja, atau laki-laki memakai kemeja dengan motif bunga-
bunga (sembagi), dapat ditoleransi dan tidak termasuk
transeksualisme, tetapi telah menjadi isyarat yang bisa saja mengarah
kepada transeksualisme beneran. Apabila wanita sudah berperilaku
dan berperasaan laki-laki (pakaian tentu bermodel laki-laki) lalu
berperasaan seksnya terhadap wanita (sejenis) termasuk
transeksualisme (Hawari,l997:383-384). Dengan tegas Rasulullah
melarang homoseksual dan lesbian dengan sabdanya sebagai berikut:
‫ل الى‬22‫راة وال يفض الرج‬22‫وراة الم‬22‫راةالى ع‬22‫ر الم‬22‫ل وال تنظ‬22‫وراة الرج‬22‫ال ينظر الرجل الى ع‬
‫ذى عن‬22‫د (رواه الترم‬22‫وب الواح‬22‫الرجل فى الثوب الواحد وال تفض المراة الى المراة فى الث‬
)‫ابى سعيد وابيه‬
Artinya

29
Jangnlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki (lain)’ janganlah
wanita melihat aurat wanita (lain); janganlah laki-laki berada
(bersetubuh) dengan laki-laki dalam satu selimut; janganlah wanita
berada (bersetubuh) dengan wanita dalam satu selimut (H.R. at-
Turmuzi,IV,[t.th.]: l96).

d. Selingkuh dan Hidup Bersama di Luar Nikah


Hidup bersama di luar nikah adalah hubungan antara laki-laki dan
perempuan dalam satu rumah tetapi tidak diikat oleh perkawinan
supaya masing-masing lebih merasa bebas tidak ditekan satu sama
lain, termasuk dalam hubungan seksual. Seks hanya semata sebagai
pancaran kebutuhan biologis dan bebas dari ikatan agama
(Hawari,l9997:223). Kehidupan semacam ini dilarang keras dalam
Islam karena termasuk kategori zina, yaitu hubungan seksual laki-laki-
perempuan di luar nikah. Nabi saw bersabda:
)‫االسحا ق بين النساء زنا هن (رواه الطبرانى‬
Artinya:
Lesbi di antara wanita adalah zina mereka (H.R. Thabrani – PP.4,
2003:228).

Zina adalah perbuatan keji menurut Islam. Demikian Allah berfirman:


‫وال تقربوا الزنى انه كا ن فاحشة وساء سبيال‬
Artinya:
. . . Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu
adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (Q.S. al-
Isra’/17:32).

Termasuk zina adalah selingkuh. Perselingkuhan adalah hubungan


seksual di luar nikah yang masing-masing pihak atau salah satunya
mempunyai pasangan hidup (suami atau istri) yang sah menurut
syariat Islam. Seorang istri memiliki suami yang sah tetapi bersebadan

30
dengan laki-laki lain disebut zina muhshan. Pelaku zina muhshan
dihukum dengan dilempari batu hingga meninggal. Zina ghairu
muhshan, yaitu perzinaan antar bujang dihukum dengan dilempari
batu 100 kali. Penghukum (eksekutor) tidak boleh merasa kasihan
terhadap pelaku zina. Demikian firman Allah:
‫ة فى دين هللا ا‬2‫ا راء ف‬2‫ذ كم بهم‬2‫الزانية والزانى فجلدوا كل واحد منهما مائة جلدة وال تاء خ‬
‫ن كنتم تؤمنون با هللا واليوم االخر واليشهد عذا بهما طا ئفة من المؤمنين‬

Artinya:
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina maka deralah tiap-
tiap orang dari keduanya 100 kali dera, dan janganlah belas kasihan
kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah,
jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah
(pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari
orang-orang yang beriman (Q.S. an-Nur/24:2).

Dengan demikian pelaku perbuatan seks menyimpang berakibat amat


menyakitkan atau bahkan mematikan, bukan hanya mengganggu
kesehatan.
e. Masturbasi
Kelihatannya masturbasi (al-istimta’ bi al-yad) bersenang-senang
dengan menggunakan tangan) atau secara ekstrim dikatakan zina
tangan tidak dikenal dalam tradisi Islam generasi pertama, zaman
Rasulullah, sehingga baik Alquran maupun as-Sunnah tidak
menyinggungnya, tidak ada pertanyaan dari para sahabat kepada Nabi
saw tentang masturbasi, maupun tidak ada kisah dan kasus dari
sahabat atau komunitas di negara Madinah di zaman Nabi tentang
masturbasi. Kelihatannya tradisi seksual menyimpang ini, masturbasi,
berasal dari Eropa lalu melanda ke wilayah lain, termasuk di
Indonesia.

31
Karena essensi masturbasi adalah pelampiasan nafsu birahi tetapi
menyimpang dari kenormalan, maka tentunya disamakan dengan zina,
dilarang, dan tidak boleh mencoba melakukannya; wala taqrabu az-
zina. Secara umum Rasulullah memerintah supaya menjaga aurat
(kemaluan) kecuali kepada istrinya atau suaminya. Demikian sabda
Rasulullah saw:
)‫احفظ عورتك اال من زوجتك اوما ملكت يمينك (رواه الترمذى عن جد بهز بن حكيم‬
Artinya:
. . . jagalah auratmu kecuali kepada istrimu atau budak wanitamu
(H.R. at-Turmuzi dari kakek Bahaz bin Hakim – at-Turmuzi,IV,
[t.th.]:188).

Dalam hadis ini dijelaskan bahwa membuka aurat diperbolehkan


ketika melakukan jima’ terhadap istri atau wanita lain yang halal
dijima’, yaitu budak wanita (‘amat). Di luar itu tidak boleh kecuali
ketika buang air. Mandi saja sebaiknya tetap memakai kain penutup,
kecuali di kamar mandi yang tertutup.Di dalam persepian, tetap tidak
boleh membuka aurat karena Allah tetap mengetahui, demikian juga
malaikat yang bertugas mengikuti kita untuk merekan semua aktifitas
yang kita lakukan untuk diskor termasuk kategori perbuatan yang
mengandung pahala atau mengandung dosa. Dengan demikian,
ketelanjangan yang tidak perlu jangan dilakukan.
Untuk mengendalikan emaginasi-emaginasi seksual bagi perjaka yang
belum menikah supaya melakukan puasa yang sungguh-sungguh.
Nabi Bersabda:
‫رج‬22‫ن للف‬22‫ر واحص‬22‫ه اغض للبص‬22‫تزوج فان‬22‫اء ت فلي‬22‫يا معشر الشبا ب من ا ستطاع منكم الب‬
)‫ومن لم يستطع فعليه بالصوم فانه له وجاء (الحد يث‬
Artinya
Wahai para pemuda, barang siapa yang ingin menikah sedang ia
mampu, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu dapat
menjaga mata (untuk melihat wanita) dan menjaga kesucian farji.

32
Barang siapa yang belum mampu menikah, maka hendaklah ia
berpuasa karena dapat mengurangi khayalan-khayalan tentang wanita
(al-Hadis).

Memahami hadis di atas begitu jelas bahwa masturbasi termasuk yang


dilarang dalam agama. Ketidaktegasan sabda Nabi tentang ini adalah
terlalu suci bagi Rasulullah untuk berkata sia-sia dan tidak perlu.

33
BAB III
KESIMPULAN

1. Kesimpulan
Pernikaan adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam
pergaulan masyarakat agama islam dan masyarakat. Pernikahan bukan
saja merupakan satu jalan untuk membangun rumah tangga dan
melanjutkan keturunan. Pernikahan juga dipandang sebagai jalan untuk
meningkatkan ukhuwah islamiyah dan memperluas serta memperkuat tali
silaturahmi diantara manusia.

34
DAFTAR PUSTAKA
https://dalamislam.com/hukum-islam/pernikahan/fiqih-pernikahan
https://islam.nu.or.id/post/read/102767/enam-belas-adab-istri-
terhadap-suami
http://danusiri.dosen.unimus.ac.id/2012/01/13/merancang-keturunan-
yang-baik-sehat-dan-halal/

35