Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KEWARGANEGARAAN

HUBUNGAN NEGARA DAN WARGA NEGARA

IKBAL ROMADHON H1A018032

MOHAMMAD KHANIFUDIN H1A018062

HARIS PRASETYO H1A018064

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

2019
A. Latar Belakang

Para negara dan warga negara identik dengan adanya hak dan kewajiban, antara
warga negara dengan negaranya ataupun sebaliknya. Negara memiliki kewajiban untuk
memberikan keamanan, kesejahteraan, perlindungan terhadap warga negaranya serta
memiliki hak untuk dipatuhi dan dihormati. Sebaliknya warga negara wajib membela
negara dan berhak mendapatkan perlindungan dari negara.

Di Indonesia seringkali terjadi adanya kesenjangan antara peranan negara dengan


kehidupan warga negara. Masalah-masalah politik, sosial, ekonomi, dan budaya
misalnya, seringkali terjadi karena adanya kesenjangan antara peranan negara serta
kehidupan warga negaranya. Dalam deretan pasal-pasal beserta ayat-ayatnya, UUD 1945
secara jelas mencantumkan hak serta kewajiban negara atas rakyatnya yang secara jelas
juga harus dipenuhi melalaui tangan-tangan trias politica ala Monteqeiu. Melalui tangan
Legislatif suara rakyat tersampaikan, melalui tangan eksekutif kewajiban negara, hak
rakyat dipenuhi, dan di tangan yudikatif aturan-aturan pelaksanaan hak dan kewajiban di
jelaskan. Idealnya begitu, tapi apa daya sampai sekarang boleh di hitung dengan sebelah
tangan seberapa jauh negara menjalankan kewajibannya. Boleh dihitung juga berapa
banyak negara menuntut haknya.

Bukan hal yang aneh ketika sebagian rakyat menuntut kembali haknya yang
selama ini telah di berikan kepada negara sebagai jaminan negara akan menjaga serta
menjalankan kewajibannya. Negara sebagai sebuah entitas dimana meliputi sebuah
kawasan yang diakui (kedaulatan), mempunyai pemerintahan, serta mempunyai rakyat.
Rakyat kemudian memberikan sebagian hak-nya kepada negara sebagi ganti negara akan
melindunginya dari setiap mara bahaya, serta berkewajiban untuk mengatur rakyatnya.
Hak-hak rakyat tadi adalah kewajiban bagi sebuah negara. Hak untuk hidup, hak untuk
mendapatkan kerja serta hak-hak untuk mendapatkan pelayanan umum seperti kesehatan,
rumah, dan tentunya hak untuk mendapatkan pendidikan. Semuanya itu harus mampu
dipenuhi oleh negara, karena itulah tanggung jawab negara. Kalau hal itu tak bisa
dipenuhi oleh sebuah negara maka tidak bisa disebut sebuah negara.

2
B. Definisi Warga Negara dan Penduduk
1. Pengertian Warga Negara
Warga Negara adalah semua penduduk di suatu negara atau bangsa yang
berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya, serta memiliki hak dan
kewajiban penuh sebagai seorang warga negara di negara tersebut. Ada juga yang
menjelaskan pengertian warga negara adalah semua orang yang secara hukum
merupakan anggota resmi dari suatu negara tertentu. Artinya, seorang warga negara
memiliki hubungan kuat dengan tanah air dan Undang-Undang negaranya, meskipun
orang tersebut berada di luar negeri dan terikat dengan ketentuan hukum
Internasional. Pada dasarnya seorang warga negara suatu negara tidak selalu menjadi
penduduk negara tersebut. Misalnya, warga negara Indonesia yang berdomisili di luar
negeri. Dan penduduk suatu negara tidak selalu merupakan warga negara di mana ia
tinggal. Misalnya orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

Secara hukum, menurut Undang-Undang Tahun 1945 Pasl 26 ayat 1 tentang


Kewarganegaraan, pengertian warga negara Indonesia dapat dibedakan menjadi dua
golongan, yaitu;

1. Warga Negara Asli (pribumi), yaitu penduduk asli suatu negara. Misalnya di
Indonesia, suku Jawa, Batak, Papua, Bugis, Madura, Minang, Dayak, dan
etnis keturunan yang sejak lahir merupakan warga negara Indonesia.
2. Warga Negara Keturunan (vreemdeling), yaitu suku bangsa keturunan yang
bukan asli Indonesia, misalnya bangsa Eropa, Arab, India, Tiongkok, dan
lainnya yang disahkan secara undang-undang menjadi warga negara
Indonesia.
2. Pengertian Penduduk
Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis suatu negara
selama kurang lebih enam bulan dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam
bulan tetapi bertujuan menetap.

3
Penduduk didefinisikan menjadi dua:

1. Orang yang tinggal di daerah tersebut

2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain
orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti
kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.

Dalam istilah sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati


wilayah geografi dan ruang tertentu.

C. Hubungan Negara dan Warga Negara

1. Teori Hubungan Warga Negara dengan Negara 

a.      Teori Marxis

Menurut teori Marxis, negara hanyalah sebuah panitia yang mengelola


kepentingan kaum borjuis, sehingga sebenarnya tidak memiliki kekuasaan yang
nyata. Justru kekuasaan nyata terdapat pada kelompok atau kelas yang dominan
dalam masyarakat (kaum borjuis dalam sistem kapitalis dan kaum bangsawan
dalam sistem feodal).
b.      Teori Pluralis
Dalam pandangan teori pluralis, negara merupakan alat dari masyarakat
sebagai kekuatan eksternal yang mengatur negara. Dalam masyarakat terdapat
banyak kelompok yang berbeda kepentingannya, sehingga tidak ada kelompok
yang terlalu dominan. Untuk menjadi mayoritas, kepentingan yang beragam ini
dapat melakukan kompromi.
c.       Teori Organis
Menurut teori Organis, negara bukan merupakan alat dari masyarakatnya,
tetapi merupakan alat dari dirinya sendiri. Negara mempunyai misinya sendiri,
yaitu misi sejarah untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik. Oleh karena
itu, negara harus dipatuhi oleh warganya sebagai lembaga diatas masyarakat.
Negaralah yang tahu apa yang baik bagi masyarakat secara keseluruhan.
4
Pandangan ini merupakan dasar bagi terbentuknya negara-negara kuat yang
seringkali bersifat otoriter bahkan totaliter.
d.       Teori Elite Kekuasaan
Teori ini muncul sebagai bentuk kritik terhadap teori pluralis. Menurut teori
ini, meskipun masyarakatnya terdiri dari bermacam-macam kelompok yang
pluralitas, tetapi dalam kenyataannya kelompok elite penguasa datang hanya dari
kelompok masyarakat tertentu, meskipun secara hukum semua orang memang
bisa menempati jabatan-jabatan dalam negara/pemerintah.
2. Asas Hubungan Warga Nergara Dengan Negara
Asas hubungan warga negara dengan negara ada 2 yaitu, asas demokrasi dan asas
kekeluargaan. Asas demokrasi meliputi:
1.      Pancasila
2.      Pembukaan UUD 1945 alinea III dan IV
3.      UUD 1945
4.      Pasal 33 UUD 1945
Asas Kekeluargaan mencakup isi Batang Tubuh UUD 1945 dan Jiwa
kekeluargaan dalam hukum adat dan pembangunan
3. Sifat Hubungan warga Negara Dengan Negara
a)      Hubungan yang bersifat hukum
Hubungan hukum yang  sederajat dan timbal balik, adalah sesuai dengan elemen
atau ciri-ciri negara hukum Pancasila , yang meliputi :
1. Keserasian hubungan antara pemerintah dengan rakyat berdasarkan
asas
kerukunan
2. Hubungan fungsional yang proporsional antara kekuasaan lembaga
negara
3. Prinsip fungsional yang proporsional antara kekuasaan lembaga
negara.
4. Prinisp penyelesaian snegketa secara musyawarah dan peradilan
merupakan sarana terakhir.
5. Keseimbangan antara hak dan kewajiban (Hadjoen, 1987: 90)

5
Di dalam pelaksanaan hubungan hukum tersebut harus di sesuaikan juga
dengan tujuan hukum di negara Pancasila yaitu “... Memelihara dan
mengembangkan budi pekerti kemanusiaan serta cita-cita moral rakyat yang luhur
berdasarkan ketuhanan yang maha esa” (Klili Rasjididan Arief Sidharta, 1988:
172).
b)      Hubungan yang bersifat politik
Kegiatan poliik (Peran politik) warga negara ldama bentuk partisipasi
(mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan) dan dalam bentuk subyek (terlibat
dalam pelaksanaan kebijaksanaan) misalnya : Menerima perauran yang telah di
tetapkan.
Sifat hubungan politik antara warganegara dengan pemerintah di Indonesia yang
berdasarkan kekeluargaan, akan dapat menunjang terwujudnya pengambilan
keputusan politik secara musyawarah mufakat, sehingga kehidupan politik yang
dinamis dalam kestabilan juga masih terwujud.
4. Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara
a)   peran pasif, yakni merupakan kepatuhan terhadap peraturan perudnang-undangan
yang berlaku sebagai cermin dari seorang warga negara yang taat dan patuh
kepada negara.
Contoh : membayar pajak, menaati peraturan lalu lintas.
b)   Peran aktif : yakni merupakan aktivitas warga negara untuk ikut serta mengambil
bagian dalam kehidupan bangsa dan negara
Contoh : memberikan Hak suara pada saat pemilu
c)  Peran positif : yakni merupakan aktivitas warga negara untuk meminta  pelayanan
dari negara / pemerintah sebagai konskeuensi dari fungsi pemerintah sebagai
pelayanan umum (public service)
Contoh : mendirikan lembaga sosial masyarakat LSM)
d)  Peran Negatif, yakni merupakan aktivitas warga negara untuk menolak campr
tangan pemerintah dalma persoalan yang bersifat pribadi.
Contoh : Kebebasan warga negara untuk memeluk ajaran agama yang
diyakininya.

6
D. Azas-Azas Kewarganegaraan

Asas kewarganegaraan adalah dasar pemikiran dalam menentukan masuk atau


tidaknya seseorang di dalam warga negara dalam suatu wilayah negara tertentu.
Umumnya asas kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Asas Ius Sanguinis atau Asas Keturunan

Maksud dari asas ius sanguinis adalah kewarganegaraan seorang ditentukan dari
keturunan orang yang bersangkutan. Misalnya saja, ada seorang anak yang dilahirkan
di Malaysia, tapi orangtuanya berkebangsaan Indonesia, maka anak itu adalah orang
Indonesia. Anak selalu mengikuti kewarganegaraan orangtuanya. Negara yang
menganut asas ini antara lain Belanda, Belgia, Bulgaria, Korea Selatan, Kroasia,
Inggris, Irlandia, Islandia, India, Italia, Jepang, Jerman, Polandia, Portugal, Republik
Ceko, Rusia, Spanyol, Serbia, dll.

2. Asas Ius Soli atau Asas Kedaerahan

Maksud dari asas kedaerahan ini adalah kewarganegaraan seseorang ditentukan


ditempat dia dilahirkan. Misalnya saja ada seorang anak yang lahir di negara
Malaysia, walaupun orangtuanya berkebangsaan Indonesia, anak itu akan tetap
memiliki kebangsaan Malaysia. Bisa disimpulkan kalau menurut asas ini, tempat
kelahiran sang anak akan menentukan kebangsaan anak tersebut. Negara yang
menganut asas ini yaitu Argentina, Amerika Serikat, Brazil, Bangladesh, Kanada,
Kamboja, Kolombia, Kosta Rika, Panama, Peru, Pakistan, dll.

Sehubungan dengan banyaknya negara yang ada di dunia, tentunya penentuan


kebangsaan seseorang juga berbeda-beda, baik secara Ius Sanguinis atau Ius Soli. Hal
ini menyebabkan adanya beberapa status kewarganegaraan seseorang, yaitu :
7
a. Apatride, yaitu orang yang sama sekali nggak punya kebangsaan. Misalnya, ada
seorang anak yang berkebangsaan negara yang menganut Ius Soli, tapi dia lahir di
negara yang menganut Ius Sanguinis. Dia tidak bisa menjadi warga kebangsaan
manapun.
b.Bipatride, yaitu orang yang punya dua kewarganegaraan sekaligus. Misalnya, ada
seorang anak keturunan bangsa A yang menganut ius Sanguinis, lalu lahir di
negara yang menganut asas Ius Soli. Anak ini bisa masuk warga negara negara A
atau B.
c. Multipatride, yaitu seseorang yang memiliki 2 atau lebih kewarganegaraan. Hal ini
bisa terjadi jika bipatride menerima juga pemberian status kewarganegaraan lain
ketika dia telah dewasa, namun tidak melepaskan status kewarganegaraan yang
lama.

3. Asas Kewarganegaraan Tunggal

Asas Kewarganegaraan Tunggal adalah asas yang menentukan satu


kewarganegaraan bagi setiap orang. asas kewarganegaraan tunggal merupakan prinsip
tentang status kewarganegaraan yang dimana setiap warga negara tidak boleh
berkewarganegaraan ganda. Misalkan, apabila suatu anak lahir di kalangan warga
negara (baik luar maupun dalam), maka setelah dewasa si anak tersebut harus
memilih apa status kewarganegaraan yang ia kehendaki.

4. Asas Kewarganegaraan Ganda Terbatas


Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan
kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam
undang-undang.Misalkan, apabila suatu anak lahir dan mempunyai dua
kewarganegaraan (Bipatride), maka anak tersebut boleh memiliki dua
kewarganegaraan sampai ia berusia 18 tahun (atau sesuai ketentuan yang diatur dalam
undang-undang), setelah anak tersebut berusia 18 tahun ia harus melepas / memilih
salah satu kewarganegaraanya.

8
E. Posisi Negara Bagi Warganya

Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi di mana
terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan
keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur
negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara
lain. Negara juga merupakan suatu organisasi dari rakyat negara tersebut untuk
mencapai tujuan bersama dalam sebuah konstitusi yang dijunjung tinggi oleh warga
negara tersebut. Terdapat beberapa posisi negara bagi negaranya :
1. Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat
Negara yang sukses dan maju adalah negara yang bisa membuat masyarakat
bahagia secara umum dari sisi ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
2. Melaksanakan ketertiban
Untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif dan damani
diperlukan pemeliharaan ketertiban umum yang didukung penuh oleh masyarakat.
3. Pertahanan dan keamanan
Negara harus bisa memberi rasa aman serta menjaga dari segala macam gangguan
dan ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar.
4. Menegakkan keadilan
Negara membentuk lembaga-lembaga peradilan sebagai tempat warganya
meminta keadilan di segala bidang kehidupan.

F. Hak Warga Negara

Pengertian hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu yang mestinya kita
terima atau bisa dikatakan sebagai hal yang selalu kita lakukan dan orang lain tidak boleh
merampasnya entah secara paksa atau tidak. Dalam hal kewarganegaraan, hak ini berarti
warga negara berhak mendapatkan penghidupan yang layak, jaminan keamanan,
perlindungan hukum dan lain sebagainya. Terdapat beberapa hak warga negara:
1. Berhak mendapat perlindungan hukum (pasal 27 ayat (1))

9
2. Berhak mendapakan pekerjaan dan penghidupan yang layak. (pasal 27 ayat 2).
3. Berhak mendapatkan kedudukan yang sama di mata hukum dan dalam
pemerintahan. (pasal 28D ayat (1))
4. Bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama yang dipercayai. (pasal
29 ayat (2))
5. Berhak memperleh pendidikan dan pengajaran.
6. Memiliki hak yang sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul dan
mengeluarkan pendapat secara lisan dantulisan sesuai undang-undang yang
berlaku. (pasal 28)

G. Kewajiban Warga Negara


Kata kewajiban menurut KBBI adalah sesuatu yang diwajibkan, sesuatu yang
harus dilaksankan, keharusan, sesuatu yang harus dilaksanakan, atau juga tugas, dan hak
tugas menurut hukum.
Dalam hal kewarganegaraan,kewajiban warga negara berarti keharusan atau kewajiban
warga negara dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya sesuai dengan yang sudah
tertuang dalam pasal-pasal UUD 1945. Salah satu contoh dari kewajiban kita sebagai
warga negara adalah
1. Wajib berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara
indonesia dari serangan musuh. (Sesuai dengan pasal 30 ayat (1) UUD 1945)
2. Wajib menaati dan menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan
tanpa terkecuali serta dijalankan dengan sebaik-baiknya.
3. Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. (Sesuai dengan pasal 28J ayat 1
UUD 1945)
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum
yang berlaku di wilayah negara Indonesia.

H. Implementasi Hak Warga Negara


Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan dan penerapan.
Sedangkan menurut ahli implementasi adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk
tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditentukan dalam keputusan kebijaksanaan. Jadi

10
secara sederhana implementasi hak warga negara bagi rakyat Indonesia bisa diartikan
sebagai tindakan-tindakan yang dilakukan rakyat Indonesia dan juga keputusan-
keputusan yang di ambil oleh para anggota pemerintahan dalam tujuan untuk
terlaksananya hak-hak setiap warga Indonesia.

I. Realisasi Kewajiban Warga Negara


Seperti yang kita ketahui pula, kita sebagai warga Negara Indonesia tentunya
memiliki banyak kewajiban yang sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Contohnya yang diatur dalam UUD 1945 pasal 17 ayat 1 yang berbunyi "segala warga
negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib
menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya".
Selain itu juga, kewajiban lain yang diatur dalam UUD 1945 adalah yang tertulis
dalam UUD 1945 pasal 17 ayat 3 yang demikian bunyinya "setiap warga negara berhak
dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara". Dengan melihat kedua contoh serta
contoh-contoh yang lain yang masih banyak lagi dari kewajiban warga negara tersebut
yang tertulis dalam UUD 1945 membuktikan bahwa memang sesungguhnya kewajiban
yang dibebankan kepada kita haruslah kita menjalankan serta melaksankannya didalam
kehidupan kita sehari-hari.
Setelah kita mengetahui bagaimana pentingnya kita sebagai warga Negara harus
menjalankan dan melaksanakan kewajiban tersebut dengan baik, kita juga harus mengerti
apa-apa saja kewajiban yang harus kita jalankan pula didalam kita hidup di masyarakat
dan berbangsa bernegara. Berikut ini adalah macam-macam kewajiban yang perlu kita
jalankan :
1. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
2. Setiap warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan
wajib menjunjung hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali.
3. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalan usaha pertahanan dan
keamanan negara.
4. Setiap warga negara berkewajiban untuk menghormati hak asasi warga negara yang
lain.
5. Setiap warga negara berkewajiban untuk menjalankan sistem pendidikan nasional.

11
6. Setiap warga negara berkewajiban untuk mentaati hukum dan pemerintahan, dan
7. Setiap warga negara berkewajiban untuk memberi dan menghargai kebebasan
beribadah.
Dan berikut sebagian contoh kewajiban kita sebagai masyarakat bernegara beserta
pasal dan ayat nya:
1. Membayar pajak ( 23 A )
2. Ikut serta dalam usaha pertahanan negara ( 30 ayat 1 )
3. Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan ( 27 ayat 1 )
4. ikut serta dalam upaya pembelaan negara ( 27 ayat 3 )
5. mengikuti pendidikan dasar dan pemerintahan wajib membiayainya ( 31 ayat 2 )
6. mengatur tentang pengertian perekonomian , pemanfaatan SDA, dan prinsip
perekonomian nasional ( 33 ayat 1- 5 )
7. mengatur tentang kedudukan warga negara, penghidupan dan pembelaan terhadap
negara ( 27 ayat 1-3 )
8. mengatur tentang segala bentuk HAM ( 28 A - J )
9. Mengatur tentang Perlindungan terhadap fakir miskin dan anak terlantar sebagai
tanggung jawab negara ( 31 ayat 1-4 )
10. Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain ( 28 J ayat 1 ).

J. Masalah Kewarganegaraan

Karena penentuan kewarganegaraan yang berbeda-beda, hal ini dapat menimbulkan


masalah kewarganegaraan, antara lain :

1. Apatride (tidak berkewarganegaraan)


Dengan keadaan apatride ini mengakibatkan seseorang tidak akan mendapat
perlindungan dari negara manapun juga.
2. Bipatride (berkewarganegaraan ganda)
Dengan demikian mengakibatkan ketidakpastian status orang yang bersangkutan dan
kerumitan administrasi tentang kewarganegaraan tersebut.
3. Multipatride (lebih dari 2 berkewarganegaraan)

12
Maka dari itu permasalah diatas harus dihindarai dengan upaya-upaya sebagai berikut
:
a. Memberikan kepastian hukum yang jelas akan status kewarganegaraannya.
b. Menjamin hak-hak perlindungan hukum yang pasti bagi seseorang dalam
kehidupan bernegara.
K. Kesimpulan
Dari Keterangan Diatas dapat Diambil Kesimpulan bahwa :

1. Hubungan institusi pemerintahan yang mengatasnamakan negara dengan warga


negara memiliki timbal balik. Baik negara maupun warga negara memiliki hak
dan kewajiban untuk saling memberikan konstribusi. Karena syarat berdirinya
suatu negara yaitu memiliki warga negara.

2. Hubungan antara warga negara dengan negara telah di atur dalam UUD 1945.
Hubungan antara warga negara dengan negara indonesia tersebut digambarkan
dengan baik dalam pengaturan mengenai hak dan kewajiban. Baik itu hak dan
kewajiban warga negara terhadap negara maupun hak dan kewajiban negara
terhadap warganya. Ketentuan selanjutnya mengenai hak dan kewajiban warga
negara diberbagai bidang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dibawah
undang-undang dasar.

3. Sebuah negara harus memenuhi segala hak-hak semua warga negaranya tanpa
terkecuali, selain itu semua warga negara diharuskan melaksanakan segala
kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

13
DAFTAR PUSTAKA

Santoso,Slamet. dkk. 2018. “Buku Ajar PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN”.


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN; Purwokerto.

Anonim. 2019. Pengertian Warga Negara: Asas-Asas, Syarat, dan Landasan

Hukumnya
. https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-warga-negara.html, diakses
pada 25 Maret 2019.

Fatin, Nur. 2016.Pengertian Penduduk.


http://seputarpengertian.blogspot.com/2016/02/pengertian-penduduk.html.
diakses pada 22 Maret 2019.

Ardimovis. 2012. Hubungan Warga Negara Dengan Negara.


http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/07/hubungan-warga-negara-
dengan- negara.html, diakses pada 25 Maret 2019.

Amsal,Oka. 2015. “Permasalahan Kewarganegaraan di Indonesia”.


https://www.kompasiana.com/okaamsal/54f6fca6a333112b108b45a4/permasalaha
nkewarganegaraan-diindonesia, diakses pada 25 Maret 2019.

Haryanto, Valencya. 2017. “Contoh Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia
Menurut UUD 1945”. https://guruppkn.com/contoh-hak-dan-kewajiban-warga-
negara. Diakses pada 25 Maret 2019.

14