Anda di halaman 1dari 1

Central Business District (CBD) adalah pusat kota yang letaknya tepat di tengah kota dan berbentuk

bundar yang merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politik, serta merupakan zona
dengan derajat aksesibilitas tinggi dalam suatu kota. Central Business District tersebut terbagi atas dua
bagian, yaitu: pertama, bagian paling inti atau RBD (Retail Business District) dengan kegiatan dominan
pertokoan, perkantoran dan jasa; kedua, bagian di luarnya atau WBD (Wholesale Business District) yang
ditempati oleh bangunan dengan peruntukan kegiatan ekonomi skala besar, seperti pasar, pergudangan
(warehouse), dan gedung penyimpanan barang supaya tahan lama (storage buildings).

Teori Sektoral (Hoyt, 1939)

Teori ini menyatakan bahwa Central Business District memiliki pengertian yang sama dengan yang
diungkapkan oleh Teori Konsentris. 1) Sektor pusat kegiatan bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan
kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan. 2) Sektor kawasan industri ringan dan
perdagangan. 3) Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh. 4)
Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma. 5) Sektor permukiman adi wisma, yaitu
kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.

Kota Semarang mempunyai kawasan Simpang Lima sebagai Central Business District. Pada kawasan
tersebut berdiri bangunan Plaza Gajah Mada, Courts, Plaza Simpang Lima, Citra Land, Gedung HSBC,
Masjid Baiturrahman dan Lapangan Pancasila sebagai ruang terbuka kota.