Anda di halaman 1dari 4

RESUM MLU

KESEHATAN ATAS AIR DAN BAWAH AIR

DISUSUN OLEH :

YUANNITA PWS ( S1-2B / 1810112 )

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA

2020
KESEHATAN ATAS AIR DAN BAWAH AIR

Pasal 48 Kesehatan matra

 Kesehatan matra sebagai bentuk khusus upaya kesehatan diselenggarakan untuk


mewujudkan derajat kesehatan yang optimal dalam lingkungan matra yang serba
berubah.
 Kesehatan matra meliputi kesehatan lapangan, kesehatan kelautan dan bawah air,
serta kesehatan kedirgantaraan.
 Ketentuan mengenai kesehatan matra sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan
ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Dikesehatan atas air dan bawah air lebih banyak ke kapal, yang dibahas di undang-undang
lebih banyak di bahas dalam undang-undang adalah kapal penumpang.

Kesehatan Matra

 bentuk khusus upaya kesehatan mdll pasal 97


 meliputi kesehtan atas air dan kelautan serta kedirgantaraan

PERMENKES 61 NO 2013 kesehatan Matra

Pasal 1 ayat 5 kelautan dan bawah air

Berhubungan dengan pekerjaan dan kegiatan di laut dan berhubungan dengan lingkungaan
bertekanan tinggi atau hiperbarik

Lingkup

 Untuk mengurangi potensi resiko kesehatan


 Peningkatan kemampuan adaptasi
 Pengendalian resiko kesehatan (turunkan atau hilangkan faktor)
Kesehatan Atas Air

 Kesehatan pelayaran dan lepas pantai


Yang dimaksud lepas pantai adalah garis terakhir kelihatan daratan ketika air surut

Pasal 18 PEMENKES 61 TAHUN 2013

kesehatan matra yg dilakukan terhadap penumpang

 Kegiatan pelayaran
 lepas pantai

kesiapan Sebelum Berlayar

 Fisik dan mental


 Sket kes bagi lintas negara
 Sket bagi pemumpang resiko tinggi
 Semahamam sikon pelayaran
 Ket dan Puan Nis keselamatan

Kesiapan penyelanggara pelayaran

 Penyuluhan kesehatan dan keselamatan


 Sediaan keselamataan
 Petugas pengawas dan pendamping
 Sistem rujukan kes
 Sistem komunikasi dan info kesehatan
 Kesiapan p3k
Kesiapan YANKES
 Penyuluhan pelabuhan embarkasi dan debarkasi
 Pendataan demografis awak angkutan pelayaran
 Pemeriksaan kes san vaksinasi
 Penyediaan alat dan bekal
 Sistem rujukan
 Sistem kwdaturatan kes pelayarana

FUMIGASI

Adalah alat untuk membunuk kecoa di dalam kapal, persiapan untuk fumigasi 1 hari
sebelumkapal berlayar, dengan harapan setelah 1x24 jam kuman-kuman mati serta tidak
boleh ada orang yang ada di dalam kapal saat fumigasi menurut teori .tapi kurang optimal
sehinggal biasanya 2x24jam. Setelah fumigasi dilakukan pembukaan kapal,ketika membuka
harus memakai masker agar tidak terkontaminasi gas beracun saat fumigasi setalah itu
disemprot dengan bahan yang berbahan dasar air agar sisa gas hilang.

Minimal selamat kegiatan giat berlayar

 ada promkes rikkes temuan kasus , yankes jiwa survelans


 Bila darurat medis
 Lakukan giat gadar dengan di isolasi atau karantina serta yaskes jiwa

Gas metil bromet ( berbentuk cairan)

Merupakan gas beracun untuk menyingkirkan kuman-ku4


man seperti kecoa ,tikus dii dalam kapal , hal ini dilalukan di kapal saat fumigrasi
Kelemahan gas ini tawar dengan air atau akan hilang dengan air. Jika terjadi
keracunan Tinggal cuci dengan air maka akan hilang.

REFERENSI

Diskusi Materi Dosen

PEMENKES NO 61 TAHUN 2013