Anda di halaman 1dari 4

15 Oktober 2019

Perihal: diskriminasi terhadap ras


Lampiran: contoh 9 (sembilan) screenshot dari google translate

Kepada:
Managing Director
PT. Google Indonesia
Pacific Century Place Tower Level 45 SCBD Lot 10,
Jl. Jend. Sudirman No.53, RT.5/RW.3, Senayan, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan, Jakarta – 12190

Bersama surat ini, kami, Forum Masyarakat Melayu dan Aceh menyatakan keberatan atas produk
dari perusahaan tuan, yakni Google Translate (https://translate.google.com). Sejumlah pengertian
dalam google translate telah merendahkan harkat dan martabat kami. Kami memandang ini
adalah bentuk nyata dari diskriminasi rasial dan atau etnik.

Diskriminasi pada Melayu terjadi pada sejumlah terjemahan.

Dari bahasa Jawa ke Indonesia, frase:


‘anak Melayu’ sebagai ‘bajingan’,
‘wong melayu’ sebagai ‘orang-orang curang’.

Dari bahasa Jawa ke Melayu, frase:


‘anak melayu’ sebagai ‘anak lelaki jalang’,
‘wong melayu’ sebagai ‘orang menipu’.

Dari bahasa Jawa ke Inggris, frase:


‘anak Melayu’ sebagai ‘son of a bitch’,
‘wong melayu’ sebagai ‘people are cheating’.

Sementara serangan kepada Aceh jauh lebih mengerikan.

Dari bahasa Jawa ke Indonesia, Melayu, dan Inggris, frase:


‘anak aceh’ sebagai ‘bajingan’, ‘anak lelaki jalang’, dan ‘son of a bitch’,
‘wong aceh’ sebagai ‘bajingan’, ‘penipu’, ‘scoundrel’,
‘pria aceh’ sebagai ‘dasar brengsek’, ‘Apa jerk’, dan ‘What a jerk’,
‘wanita aceh’ sebagai ‘seorang wanita yang kasar’, ‘seorang wanita yang kasar’ dan ‘a rude
woman’,
‘gadis aceh’ sebagai ‘Dasar brengsek’, ‘Apa jerk’, dan ‘What a jerk’,
‘bocah aceh’ sebagai ‘kamu bajingan’, ‘Anda jahat’, dan ‘You rascal’,
‘ibu aceh’ sebagai ‘Ibu brengsek’, ‘Ibu adalah jerk’, dan ‘Mother is a jerk’,
‘ayah aceh’ sebagai ‘Ayah brengsek’, ‘Ayah adalah jerk’, dan ‘Dad is a jerk’,
‘saya aceh’ sebagai ‘Saya brengsek’, ‘Saya jerk’, dan I’m a jerk’,
‘keluarga aceh’ sebagai ‘keluarga fanatik’, ‘keluarga rabun’, dan ‘a rabid family’,
‘baju aceh’ sebagai ‘kaus kaki’, ‘kaus kaki’, dan ‘socks’,
‘pakaian aceh’ sebagai ‘pakaian sampah’, ‘pakaian sampah’, dan ‘rubbish clothes’,
‘suku aceh’ sebagai ‘suku yang sakit’, ‘suku yang sakit, dan ‘ailing tribe’,
‘orang aceh’ sebagai ‘bajingan’, ‘rascal’, dan ‘rascal,
‘dunia aceh’ sebagai ‘dunia berantakan’, ‘dunia adalah kacau-bilau’, dan ‘the world is a mess’,
‘tokoh aceh’ sebagai ‘sosok yang kasar’, ‘seorang tokoh yang kasar’, dan ‘a rude figure’,
‘bahasa aceh’ sebagai ‘bahasa menghujat’, ‘bahasa menghujat’, dan ‘blasphemous language’,
‘kakak aceh’ sebagai ‘Anda brengsek’, ‘awak bodoh’, dan ‘You're a jerk’.

Teks dan pengertian terhadap Aceh di atas juga terjadi pada penerjemahan dari bahasa Melayu ke
Inggris. Uniknya, penerjemahan dari bahasa Melayu ke Inggris sama persis dengan terjemahan dari
bahasa Jawa ke Inggris, sebagaimana yang sudah dituliskan di atas.

Kami tahu bahwa produk google translate bersifat terbuka, dapat diisi sesiapapun melalui kontributor.
Akan tetapi, kami menganggap tuan tidak memiliki mekanisme verifikasi terhadap segala hal yang
masuk. Alhasil, produk tuan telah mencederai harga diri dan marwah kami sebagai Melayu dan Aceh.
Telah terjadi praktik diskriminatif, penanaman kebencian, mengolok-olok, serta merendahkan identitas
Aceh dan Melayu yang inhern pada zahir dan batin kami.

Atas dasar itu, kami meminta kepada perusahaan tuan untuk menghapus apa-apa yang terdapat pada
terjemahan sebagaimana yang telah kami uraikan di atas, ataupun pada terjemahan-terjemahan lain
yang belum kami temukan, selambat-lambatnya 3 x 24 jam setelah surat protes ini sampai ke hadapan
kantor tuan, yakni sejak Selasa, 15 November 2019. Apabila protes kami ini tidak tuan indahkan, maka
kami akan mengambil tindakan lebih lanjut berdasarkan:

1. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial atau ICERD
(International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination) yang sudah disahkan
oleh Sidang Majelis Umum PBB Nomor 2106 (XX) pada 21 Desember 1965 serta telah diratifikasi oleh
Republik Indonesia pada 25 Juni 1999.

2. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis
- Pasal 4b, yakni “menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang karena perbedaan ras dan
etnis yang berupa perbuatan: 1. membuat tulisan atau gambar untuk ditempatkan, ditempelkan, atau
disebarluaskan di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat dilihat atau dibaca oleh orang lain….”
- Pasal 16, yakni “Setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada
orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka
1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik


- Pasal 28 (2), yakni “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang
ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok
masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”
- Pasal 45 (2), yakni “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat
(1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Sebagai tambahan, kami berharap perusahaan tuan dapat lebih cermat atau memiliki mekanisme
verifikasi dalam menerima segala hal yang masuk.
Terima kasih.

Salam kami yang telah direndahkan,

1. Abu Abdillah Fahmi (Medan)


2. Agusma Hidayat (Langkat)
3. Aja Zulkhaidir (Deli Serdang)
4. Ahmad Muhazir (Serdang Bedagai)
5. Anshari Dimyati (Pontianak)
6. Arif Budiman (Padang)
7. Erwin Azmi (Medan)
8. Fazin Hisabi (Jambi-Jakarta)
9. Gusmiyadi (Medan)
10. Haekal Afifa (Aceh)
11. Hanafi Mohan (Pontianak-Jakarta)
12. Ishariadi (Medan)
13. Iswadi Pratama (Lampung)
14. Ken Miryam Vivekananda (Jakarta)
15. Maiyasak Johan (Asahan-Aceh-Jakarta)
16. Muara Torang Hadomuan (Jakarta)
17. Muhammad Abdallah (Langkat)
18. Muhammad Farid (Medan-Bali)
19. Mulia Maulana (Medan)
20. OK. Muhammad Mukhlis (Medan)
21. OK Ardiansyah (Medan)
22. Okri Ananda (Medan)
23. Rizal Hamdani (Medan)
24. Syahrani Zainuddin (Pontianak)
25. Tengku Adri (Medan)
26. Tengku Fauzi (Medan)
27. Tengku Irfan Muttaqien (Medan)
28. Tengku Muchrizad (Medan)
29. Tengku Muhammad Dhani Iqbal (Medan-Jakarta)
30. Ustadz Tengku Zulkarnaen (Medan-Jakarta)
31. Wan Syaifuddin Lubis (Medan)
32. Yasir Hasby (Medan)
33. Zainal Abidin (Medan)
34. Zulkifli Syahnara (Medan)

Narahubung:
Aceh: Haekal Afifa: (+62 813-6018-1380, haekal.afifa@gmail.com)
Jakarta: Tengku Muhammad Dhani Iqbal (+62 812-1928-2794, tengkudhaniiqbal@gmail.com)
Medan: Yasir Hasby (+62 813-9793-9985, yasirhasby@gmail.com)
Tembusan:

1. Headquarters Google LLC 1600 Amphitheatre Parkway Mountain View, California 94043 United
States of America

2. International Labour Organization, Jakarta, Indonesia

3. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta, Indonesia

4. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Jakarta, Indonesia