Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL KADAS CERDAS (KADAS) DI DESA PEMBANTANAN

KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR

Disusun Oleh:

Kelompok 1

Ketua : Muhammad Faisal, S.Kep 11194691910045


Anggota Ahmad Fauzan, H., S.Kep 11194691910036
Dinah, S.Kep 11194691910037
Indana Fitriani Rahmah, S.Kep 11194691910038
Listiyani Azriyah, S.Kep 11194691910040
Made Aste Purane, S.Kep 11194691910041
Muhammad Helmy, S.Kep 11194691910046
M. Novyan Madya, S.Kep 11194691910047
Nanda Joko Susilo W., S.Kep 11194691910049
Srimartiwi, S.Kep 11194691910054
Yennie, S.Kep 11194691910056

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MULIA
BANJARMASIN
2019
LEMBAR PERSETUJUAN

PROPOSAL KADER CERDAS (KADAS) DI DESA PEMBANTANAN


KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR

Ketua : Muhammad Faisal, S.Kep 11194691910045


Anggota Ahmad Fauzan, H., S.Kep 11194691910036
Dinah, S.Kep 11194691910037
Indana Fitriani Rahmah, S.Kep 11194691910038
Listiyani Azriyah, S.Kep 11194691910040
Made Aste Purane, S.Kep 11194691910041
Muhammad Helmy, S.Kep 11194691910046
M. Novyan Madya, S.Kep 11194691910047
Nanda Joko Susilo W., S.Kep 11194691910049
Srimartiwi, S.Kep 11194691910054
Yennie, S.Kep 11194691910056

Banjarmasin, November 2019

Mengetahui,

Preseptor Klinik Preseptor Akademik

H. Jamhuri Yanur Rahim, S.Kep.Ns Mohammad Basit, S.Kep. Ns., MM


NIP. 19760423 199503 1001 NIK. 1166102012053
A. latar belakang
Keberhasilan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan pembangunan
manusianya. Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan yang lebih
diarahkan pada upaya menurunkan angka kematian bayi, anak balita dan
angka kelahiran, tergantung pada keberhasilan dalam membina masyarakat
agar mampu untuk memecahkan masalah yang dihadapinya dalam bentuk
peran serta. Hal yang perlu dilakukan adalah mengembangkan pengertian
kesadaran, kemampuan dan prakarsa masyarakat, yang berarti bahwa
masyarakat berperan serta aktif dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan
kesehatan. Secara operasional, ditingkat desa atau kelurahan, upaya untuk
menurunkan angka kematian bayi, balita dan angka kelahiran salah satunya
dilakukan melalui Posyandu. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat dimana masyarakat
dapat melakukan konsultasi kesehatan dan memperoleh pelayanan
kesehatan. Posyandu sebagai suatu forum komunikasi, alih teknologi dan
pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat mempunyai
nilai strategis untuk mengembangkan sumber daya manusia sejak dini (Fitri,
2017).
Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat, sehingga
masyarakat sendiri yang aktif membentuk, menyelenggarakan dan
memanfaatkan posyandu sebaikbaiknya. Peran serta masyarakat sangat
diperlukan dalam pemanfaatan posyandu. Upaya meningkatkan peran serta
masyarakat antara lain melalui sistem pengkaderan. Peran serta kader
dalam upaya peningkatan status gizi balita merupakan hal yang sangat
penting guna mendukung program pemerintah untuk mengatasi agar gizi
buruk pada anak tidak bertambah melalui kegiatan pemberdayaan
masyarakat dengan revitalisasi posyandu.( Eny, 2011).
Dalam melaksanakan tugasnya, kader kesehatan sebelumnya akan
diberikan pelatihan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan
peningkatan status gizi balita, kesehatan ibu dan anak, dan masalah
kesehatan lansia. Pelatihan ini biasanya diadakan dua kali dalam setahun.
Pelatihan yang didapatkan oleh kader berhubungan dengan peran kader
sesuai dengan sistem 5 meja yang terdapat di dalam posyandu. Kader harus
terlebih dahulu memiliki pengetahuan tentang status gizi balita kesehatan
ibu dan anak, dan masalah kesehatan lansia. Namun, sering sekali pelatihan
diberikan pada kader yang sama atau dengan kata lain kader-kader yang
sering mengikuti pelatihan yang selalu diikutkan kembali dalam pelatihan,
sehingga kaderkader lain tidak mendapat kesempatan. Hal inilah yang
memicu kurangnya peran serta kader setiap posyandu diadakan. Kurangnya
ilmu dan minimnya pengalaman adalah pemicu utama kurang aktifnya peran
kader kesehatan. Pemicu lainnya adalah kesibukan para kader dalam
urusan rumah tangganya.
Kurangnya pemahaman dan keterampilan pelayanan, menyebabkan kader
kurang mandiri sehingga sangat tergantung pada petugas kesehatan dan
puskesmas. Oleh karena itulah, pada saat posyandu dilaksanakan, peran
kader sering sekali tidak berjalan sebagaimana mestinya.

B. Deskripsi kegiatan
Kegiatan kades (kades cerdas) pada setiap kader yang akan dilaksanakan di
RT 01 dan RT 06 di wilayah desa pembantanan kecamatan sungai tabuk
kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan salah satu usaha upaya
meningkatkan pengetahuan dan wawasan kesehatan dalam setiap kadar.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan, diharapkan para kader
posyandu dapat melaksanakan kegiatan melatih dalam tensimeter
2. Tujuan Khusus
a. Kader mampu memahami pengetahuan kesehatan
b. Kader dapat melakukan tensimeter secara mendarat
c. Kader dapat memberikan tensimeter kepada warga
D. PELAKSANAAN KEGAITAN
1. Tema
Kader Sehat (KADAS)
2. Rencana Kegiatan
a. Tempat : dibalai desa
b. Hari/tanggal : Jum’at/22 November 2019
c. Waktu : 09.00 wita
d. Target : seluruh kader RT 01 s.d RT 06
3. Narasumber
a. Muhammad Faisal
b. Nanda Joko Susilo Wirawan

E. SUSUNAN KEGIATAN
Susunan kegiatan Tentang Tensimeter Desa Pembantanan

Susunan Acara Waktu Keterangan


Sambutan:
a. Sambutan Ketua Pelaksana 08.30-08.45
Penyuluhan:
a. Pembicara I Tema Tentang: 08.45-09.00
pentingnya pengetahuan
tentang tensimeter

Diskusi Tanya jawab 09.00-09.15


Doa 09.15-09.30
Penutup 09.30

F. Kepanitiaan

Pembimbing : 1. Mohammad Basit., Ners., M.M


2. Subhanurahman, S.Kep., Ners
3. Jami Hariadi Saputra., Ners
4. H. Jamhuri Yanur R., S.Kep.Ns
Ketua : Muhammad Faisal S.Kep
Wakil Ketua : Nanda Joko S.W, S.Kep
1. Sekretaris : Sri Martiwi
2. Penyaji Acara : 1. Ahmad Fauzan S.Kep
2. Muhammad Helmy S.Kep
3. Perlengkapan : 1. Made aste Purane, S.Kep
2. Listiyani Azriyah, S.Kep
3. Sri Martiwi
4. Konsumsi : 1. Dinah S.Kep
2. Yennie
5. Dokumentasi : 1. Indana Fitriani Rahma, S.Kep
6. Do’a : 1. M. Novyan Madya, S.Kep

G. PENGGUNAAN ANGGARAN
1. Kesekretariatan

No Keperluan Harga Jumlah


1 Tinta Warna Hitam @Rp.25.000,- Rp.25.000,-
2 Fotocopy Materi @Rp.100.000,- Rp.100.000,-
3 Kertas 1 Rim @Rp.40.000,- Rp.40.000,-
TOTAL Rp.165.000,-

2. Acara dan Perlengkapan

No Keperluan Harga Jumlah


1 Baterai 2 buah x Rp.30.000,-
@Rp.15.000,-
3 Spanduk 1 buah x Rp.150.000,-
@Rp.150.000,-
TOTAL Rp.180.000,-

Estimasi Jumlah Pengeluaran Kegiatan Penyuluhan

No Keperluan Jumlah
1 Kesekretariatan Rp.165.000,-
2 Acara dan Perlengkapan Rp.180.000,-
3 Konsumsi Rp.700.000,-
TOTAL Rp.1.045.000,-

I. PENUTUP
Demikian Proposal pengajuan anggaran ini dibuat sebagaimana
mestinya. Semoga proposal ini dapat memberikan hasil dan gambaran
kegiatan dalam peningkatan derajat kesehatan khususnya pada remaja
DAFTAR PUSTAKA

Eny, 2011, Pedoman Pelatihan Kader Posyandu. Ar ruzz Media Yogyakarta

Fitri, 2017. Posyandu dan kader kesehatan. Jakarta: media pustaka

Marmi, 2016. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

UNODC. World Drug Report. New York: UNODC: 2016.