Anda di halaman 1dari 24

TUGAS KEPERAWATAN KELUARGA TEMU 5

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

OLEH :
NI LUH ASRIANI (17.321.2688)

A11-A
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA BALI TAHUN AJARAN
2019/2020
A. Pengkajian keperawatan

1. Data Umum
1) Nama KK : Tn. A
2) Usia : 50 tahun
3) Pendidikan: SMA
4) Pekerjaan : Satpam
5) Alamat : Jl. Utan panjang Rt 10 rw 02 kelurahan utan panjang
6) Komposisi anggota keluarga : 5 orang
No Nama Jenis Hub Umur Pendidikan Pekerjaan Status
kelamin dengan imunisasi
KK
1 Ny.Y P Istri 46th SMA IRT Lengkap
2 Tn.h L Anak 21th Kuliah Pelajar Lengkap
3 An.R L Anak 17th SMA Pelajar Lengkap
4 An.I L Anak 10th SD Pelajar Lengkap

7) Tipe keluarga
Tipe keluarga Tn.A adalah keluarga inti dimana di dalam rumah hanya ada Tn. A,
Ny.Y dan 3 orang anaknya yaitu Tn. H, An. R dan An. I
8) Suku
Tn. A bersuku asli betawi dan Ny.Y bersuku asli Sumatra selatan (Palembang) dan
dalam berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia. Pola makan yang
berhubungan dengan suku bangsa adalah Tn. A dan Ny.Y suka makan pedas.
Keluarga Tn. A tinggal di lingkungan masyarakat yang mayoritas berasal dari suku
jawa.
9) Agama
Agama yang dianut oleh keluarga Tn. A adalah agama islam dan semua anggota
keluarga Tn.A tidak pernah meninggalkan shalat wajib, pemahaman keluarga Tn.
A terhadap agama sangat cukup baik.
10) Status social ekonomi keluarga
Sumber penghasilan keluarga Tn. A berasal dari Tn. A yang bekerja sebagai satpam
dengan penghasilan kurang lebih Rp. 3.000.000 dan terkadang dibantu anak
pertama Tn. A yaitu Tn.H yang bekerja dengan penghasilan kurang lebih Rp.
2.000.000, dari uang tersebut digunakan untuk membayar keperluan bulanan seperti
biaya Air, biaya listrik, dan juga digunakan untuk membiayai sekolah anak Tn. A
dan biaya kuliah anak pertama Tn. A serta digunakan juga untuk biaya makan
sehari-hari keluarga Tn. A
11) Aktivitas rekreasi
Keluarga Tn. A biasa berlibur bersama secara rutin pada saat hari raya idul fitri dan
Tn. A beserta keluarga biasa menghabiskan waktu bersama untuk mengobrol
sambil menonton televise
2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
1) Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga Tn.A saat ini adalah tahap perkembangan anak usia
dewasa awal karena anak pertama Tn.A berumur 21 tahun.
a. Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
Tugas perkembangan ini belum terpenuhi dikarenakan anak pertama Tn.A dan
Ny.Y yaitu Tn. H belum menikah
b. Mempertahankan keintiman pasangan
Tn. A dan Ny.Y menikah dan sudah memiliki 3 orang anak laki-laki dan Tn. A
dan Ny.Y selalu menyempatkan mengobrol bersama bila ada waktu luang dan
Ny.Y juga selalu menyiapkan sarapan dan keperluan Tn.A sebelum Tn. A
berangkat kerja
c. Membantu orang tua memasuki masa tua
Anak pertana Tn.A dan Ny.Y yaitu Tn. H setiap bulannya membantu Tn. A dan
Ny.Y dengan cara memberikan uang bulanan dan memiliki cita-cita ingin
membrangkatkan haji Tn. A dan Ny.Y
d. Membantu anak untuk mandiri di masyarakat
Tn. A dan Ny.Y memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada anak-
anaknya seperti misalnya anak pertama Tn.A dan Ny.Y yaitu Tn.H yang
diberikan kebebasan untuk kuliah sambil bekerja.
e. Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga
Tugas perkembangan ini belum terpenuhi dikarenakan anak pertama Tn.A dan
Ny.Y yaitu Tn. H belum menikah dan masih tinggal bersama dengan Tn.A dan
Ny.Y
2) Tugas perkembangan keluarga yang sudah terpenuhi
a. Mempertahankan keintiman pasangan
Tn. A dan Ny.Y menikah dan sudah memiliki 3 orang anak laki-laki dan Tn. A
dan Ny.Y selalu menyempatkan mengobrol bersama bila ada waktu luang dan
Ny.Y juga selalu menyiapkan sarapan dan keperluan Tn.A sebelum Tn. A
berangkat kerja
b. Membantu orang tua memasuki masa tua
Anak pertana Tn.A dan Ny.Y yaitu Tn. H setiap bulannya membantu Tn. A dan
Ny.Y dengan cara memberikan uang bulanan dan memiliki cita-cita ingin
membrangkatkan haji Tn. A dan Ny.Y
c. Membantu anak untuk mandiri di masyarakat
Tn. A dan Ny.Y memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada anak-
anaknya seperti misalnya anak pertama Tn.A dan Ny.Y yaitu Tn.H yang
diberikan kebebasan untuk kuliah sambil bekerja
3) Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
a. Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
Tugas perkembangan ini belum terpenuhi dikarenakan anak pertama Tn.A dan
Ny.Y yaitu Tn. H belum menikah.
b. Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga
Tugas perkembangan ini belum terpenuhi dikarenakan anak pertama Tn.A dan
Ny.Y yaitu Tn. H belum menikah dan masih tinggal bersama dengan Tn.A dan
Ny.Y
4) Riwayat keluarga inti
Tn. A berasal dari suku betawi dan Ny.Y berasal dari suku Palembang, Tn. A dan
Ny.Y pertama kali bertemu pada tahun 1992 di Jakarta. Kemudian mereka
berpacaran dan menikah pada tahun 1994 kemudian 1 tahun berselang mereka
dikarunia anak pertama yang bernama Tn. H pada tahun 1995 dan anak kedua yang
berna An. R pada tahun 2000 dan anak ketiga yaitu An. I pada tahun 2007. Tn.A
dan Ny.Y tinggal di Rt 010 Rw 02 kelurahan utan panjang sudah 22 tahun lamanya
dan kehidupan mereka sangat harmonis dan saling menyayangi satu sama lain.
5) Riwayat keluarga sebelumnya
Di dalam keluarga Tn. A baik itu orang tua Tn.A ataupun saudara Tn. A tidak ada
yang memiliki riwayat penyakit apapun, dan dari keluarga Ny.Y juga tidak
memiliki riwayat penyakit apapun hanya ayah dari Ny.Y meninggal akibat
kecelaka.

3. Lingkungan
1) Karakteristik rumah
Keluarga Tn.A tinggal didaerah padat penduduk, rumah yang ditinggali keluarga
Tn.A adalah rumah permanen dengan ukuran…x… dindingnya terbuat dari tembok
dan atapnya terbuat dari genteng, rumah keluarga Tn.A berlantai dua dimana lantai
dasar terdiri dari dapur,kamar mandi dan ruang tamu dan lantai dua terdiri dari 3
kamar tidur. Secara keseluruhan kondisi rumah rapih dan bersih, cahaya matahari
dapat masuk karena ada ventilasi jendela di ruang tamu.
2) Karakteristik tetangga dan komunitas
Keluarga Tn. A selama tinggal di Rt 10 Rw 02 kelurahan utan panjang tidak pernah
memiliki masalah ataupun terlibat konflik dengan tetangga di lingkungan tempat
tinggalnya dan hubungan dengan tentannga juga terjalin dengan baik , keluarga Tn.
Bersikap ramah dan baik dengan tetangga .begitu juga sikap tetangga terhadap
keluarga Tn.A juga ramah dan baik, tetangga-tetangga di lingkungan rumah
keluarga Tn.A ramah-ramah dan sopan-sopan.
3) Mobilitas geografis keluarga
Tn. A sebelum menikah tinggal di Jakarta bersama orang tuanya di daerah utan
panjang dan Ny.Y sebelum menikah tinggal bersama orang tua nya di Palembang
lalu Ny.Y pergi ke Jakarta dan tinggal bersama kakanya. Kemudian setelah Tn. A
dan Ny.Y menikah mereka tinggal bersama di wilayah Rt 10 Rw 02 kelurahan utan
panjang sejak pertama kali menikah sampai dengan sekarang.
4) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn.A biasa berkumpul bersama pada malam hari, dikarenakan kesibukan
masing-masing dan pada saat berkumpul biasanya keluarga Tn. A selalu berbagi
pengalaman tentang apa yang terjadi pada masing-masing anggota keluarga.
Interaksi satu sama lain antara anggota keluarga terjalin dengan baik.
Keluarga Tn.A dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar
juga baik seperti Tn.A yang sering mengikuti kegiatan kerja bakti, lalu Ny.Y yang
aktif mengikuti pengajian rutin setiap 1 minggu atau 1 bulan sekali dan anak-anak
Tn.A dan Ny.Y yang suka bermain dengan teman sebaya di lingkungan sekitar
rumah.
5) Sistem pendukung keluarga
Keluarga Tn.A mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa KJP yang diterima
oleh anak kedua dan ketiga Ny.y dan Tn.A. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-
hari Tn.A dibantu oleh anak pertamanya yang memberikan uang setiap bulannya.
Dalam kehidupan sehari-hari keluarga Tn.A selalu mendapatkan dukungan dari
setiap anggota keluarga baik dalam bentuk materi maupun dalam bentuk doa dan
keluarga Tn.A saling mendukung satu sama lain.

4. Struktur keluarga
1) Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi dalam keluarga Tn.A adalah pola komunikasi terbuka yaitu setiap
anggota keluarga bila memiliki masalah selalu dibicarakan bersama dan dalam
pengambilan keputusan biasanya selalu dibicarakan secara musyawarah dengan
anggota keluarga yang lain, tetapi setelah musyawarah yang mengambil keputusan
adalah Tn.A, secara keseluruhan hubungan keluarga Tn.A harmonis karena saling
menghormati dan menghargai satu sama lain.
2) Struktur kekuatan keluarga
Di dalam keluarga Tn.A bila ada masalah selalu dibicarakan bersama dan apabila
sudah dibicarakan bersama maka pengambil keputusan tetap Tn.A selaku kepala
keluarga.
3) Struktur peran
Tn.A berperan sebagai suami dari Ny.Y, ayah dari 3 orang anak dan sekaligus
berperan sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah. Ny.Y berperan sebagai istri
dari Tn.A, ibu dari 3 orang anak dan sebagi ibu rumah tangga. Anak pertama yaitu
Tn.H berperan sebagai kakak tertua yang sedang melaksanakan kuliah sambil
bekerja Anak kedua yaitu An.R berperan sebagi anak, kakak dan seorang pelajar
yang sedang menempuh pendidikan di bangku SMA Anak ketiga yaitu An.I
berperan sebangai anak bungsu, adik dan seorang pelajar yang sedang menempuh
pendidikan di bangku SD
4) Nilai norma budaya
Tn. A bersuku asli betawi dan Ny.Y bersuku asli Palembang di dalam kehidupan
sehari-hari tidak ada salah satu suku yang dominan dikeluarga Tn.A, dan tidak ada
pula nilai-nilai atau kepercayaan di dalam keluarga Tn.A yang dianut yang
bertentangan dengan kesehatan.

5. Fungsi keluarga
1) Fungsi Afektif
Respon anggota keluarga bila ada salah satu anggota keluarga yang sakit maka
anggota keluarga yang lain akan merasakan sedih dan bila ada anggota keluarga
yang mendapatkan penghargaan maka anggota keluarga yang lain akan ikut
merasakan senang. Semua anggota keluarga Tn.A saling menyayangi satu sama
lain, dan bentuk kasih sayang mereka ungkapkan dengan cara bila ada salah satu
anggota keluarga yang sakit maka anggota keluarga yang lain akan membantu
merawatnya dan memberikan dukungan dalam bentuk materi ataupun doa.
2) Fungsi Sosialisasi
Keluarga Tn.A dan Ny.y selalu berinteraksi dengan tetangga dan hubungan
keluarga Tn.A dengan tetangga terjalin dengan baik dan keluarga Tn.A tidak pernah
memiliki masalah ataupun permusuhan dengan tetangganya. Ny.Y selalu rutin
mengikuti pengajian dan arisan yang dilaksanakan setiap minggu ataupun setiap
bulan. Keluarga Tn.A selalu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan sesama
anggota keluarga yang lain dan mereka selalu hidup dengan rukun dan saling
membantu satu sama lain.
3) Fungsi pemeliharaan kesehatan
a. Kebiasaan keluarga Tn.A jika ada anggota keluarga yang sakit selalu
membawanya ke klinik atau ke puskesmas yang ada di lingkungan tempat
tinggalnya.
b. Keluarga Tn.A dalam pengadaan makanan sehari-hari dengan cara memasak
sendiri. Baik itu dengan cara direbus, digoreng ataupun dikukus.
c. Cara menyajikan makanan dalam keluarga Tn.A kadang-kadang tertutup.
Pantangan terhadap makanan dalam keluarga adalah makanan asam dan pedas
karena keluarga Tn.A khususnya Ny.Y memiliki gastritis. Kebiasaan keluarga
dalam mengolah air minum menggunakan air minum isi ulang atau terkadang
juga dimasak, sedangkan mengelola makanan biasanya dipotong dahulu baru
dicuci. Kebiasaan makan keluarga Tn.A adalah sendiri-sendiri sesuai keinginan.
d. Pemenuhan rekreasi dan latihan
Keluarga Tn.A tidak mempunyai waktu yang teratur untuk rekreasi. Biasanya
hanya saat libur dan malam hari bila ada waktu luang maka keluarga Tn.A selalu
menonton TV bersama.
e. Pemeliharaan kebutuhan kebersihan diri
Kebiasaan anggota keluarga Tn.A dalam pemeliharaan kebersihan diri yaitu
mandi 2x/hari, sikat gigi 2x/hari, serta cuci rambut 2x/hari. Semua anggota
keluarga Tn.A menggunakan bahan-bahan dalam memenuhi kebutuhan
kebersihan diri dengan sabun, pasta gigi, dan lain-lain.

6. Stress dan koping keluarga


1) Stressor jangka pendek
Pada saat ini yang menjadi beban fikiran Ny.Y adalah tentang bagaimana cara
memenuhi kebutuhan keluarga agar tercukupi karena biaya kebutuhan sehari-hari
semakin mahal dan keperluan sehari-hari semakin banyak.
2) Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Ny.Y mengatakan bila ada masalah di dalam keluarga maka anggota keluarga yang
lain saling membantu untuk menyelesaikan masalah dan mendiskusikannya
bersama-sama.
3) Strategi koping yang digunakan
Ny.Y mengatakan bila memiliki masalah maka Ny.y akan menceritakannya kepada
anggota keluarga yang lain atau kepada orang yang dipercaya seperti anaknya dan
jika tidak mampu menyelesaikannya maka Ny.y akan meminta bantuan kepada
saudara- saudaranya yang lain untuk meminta saran dan pendapat.
4) Strategi adaptasi fungsional
Semua anggota keluarga Tn.A bila memiliki masalah tidak ada yang
menyelesaikannya dengan cara yang negative, karena selalu dibicarakanbersama-
sama
5) Pemeriksaan Fisik
Bagian Tn.A Ny.Y Tn.H An.R An.I
Kepala Kulit kepala Kulit Kulit Kulit Kulit kepala
bersih, tidak kepala kepala kepala bersih, tidak
ada benjolan, bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak ada benjolan,
rambut bersih ada benjolan, ada benjolan, ada benjolan, rambut bersih
tidak ada rambut bersih rambut bersih rambut bersih tidak
ketombe dan tidak ada tidak ada tidak ada ada ketombe
tidak rontok ketombe dan ketombe dan ketombe dan dan tidak
tidak rontok tidak rontok tidak rontok rontok
Mata Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva
ananemis anemis ananemis ananemis ananemis
Sklera Sklera Sklera Sklera Sklera
anikterik anikterik anikterik anikterik anikterik
Hidung Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak
ada cairan ada cairan ada cairan ada cairan ada cairan
Yang keluar Yang keluar Yang keluar Yang keluar Yang keluar
Dari dalam Dari dalam Dari dalam Dari dalam Dari dalam
telinga telinga telinga telinga telinga
Mulut Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tetapi Bersih, tidak Bersih, tidak
ada stomatitis ada stomatitis Tn.H sedang ada stomatitis ada stomatitis
menderita
stomatitis
Gigi Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak
ada caries ada caries ada caries ada caries ada caries
Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar
getah bening getah bening getah bening getah bening getah bening
Dada dan Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada
Paru-paru simetris, simetris, simetris, simetris, simetris,
tidak ada otot tidak ada otot tidak ada otot tidak ada otot tidak ada otot
bantu nafas, bantu nafas, bantu nafas, bantu nafas, bantu nafas,
suara nafas suara nafas suara nafas suara nafas suara nafas
vesikuler vesikuler vesikuler vesikuler vesikuler
Abdomen Tidak ada Ny.y Tidak ada Tidak ada Tidak ada
distensi mengeluh distensi distensi distensi
abdomen nyeri tekan abdomen abdomen abdomen
pada ulu hati
dan teraba
distensi
abdomen
Ekstermita Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
s Keluhan dan Keluhan dan Keluhan dan Keluhan dan Keluhan dan
gangguan gangguan gangguan gangguan gangguan
pergerakan pergerakan pergerakan pergerakan pergerakan
TB 170cm 153cm 165cm 160cm 149cm
BB 60kg 64kg 60kg 57kg 45kg
Keadaan Coposmentis Coposmentis Coposmentis Coposmentis Coposmentis
Umum / baik / baik / baik / baik / baik
TTV TD : 120/80 TD : 130/90 TD : 120/70 TD : 110/80 TD : 120/70
N : 84 N : 91 N : 86 N : 78 N :79
RR : 20 RR : 20 RR : 20 RR : 20 RR : 20
S : 36,5 S : 37 S : 37 S : 36,8 S :36.5

7. Harapan keluarga terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga


Ny.Y dan keluarga berharap dengan adanya asuhan keperawatan keluarga akan
membuat mereka lebih mengetahui dan mengerti tentang penyakit yang diderita dan
cara pencegahannya.
Penjajakan II
a. Gastritis
1) Kemampuan keluarga mengenal masalah
a) Ny.Y mengatakan “Gastritis adalah penyakit maag “
b) Ny.Y mengatakan “penyebab gastritis adalah makan pedas dan stress”
c) Ny.Y mengatakan “Bila maagnya kambuh yang dirasakan adalah nyeri perut
dan pusing serta mual”
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Keluarga Ny.Y mengatakan bila sakit Ny.Y kambuh keluarga menyuruh Ny.Y
istirahat dan minum obat.
3) Kemampuan keluarga merawat
Keluarga Ny.Y mengatakan “Bila Ny.Y sakit hanya menyuruhnya minum obat dan
istirahat karena keluarga tidak mengerti apa yang seharusnya dilakukan.
4) Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
Keluarga Ny.Y mengatakan “tidak terlalu memperhatikan pola makan Ny.Y, tetapi
keluarga mengetahui maag Ny.Y akan kambuh bila Ny.Y makan makanan asam
dan pedas.
5) Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan
Keluarga Ny.Y mengatakan “Mengetahui bila ada puskesmas didekat tempat
tinggalnya tetapi tidak pernah control secara rutin ke puskesmas.
b. Rematik
1) Kemampuan keluarga mengenal masalah
a) Ny.Y mengatakan “rematik adalah penyakit nyeri pada kaki”
b) Ny.Y mengatakan “penyebab rematik adalah pola makan dan kelelahan”
c) Ny.Y mengatakan “bila sakitnya muncul yang dirasakan oleh Ny.Y adalah nyeri
pada lutut dan kaki serta kaku “
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Keluarga Ny.Y mengatakan bila sakit kaki Ny.Y kambuh keluarga menyuruh Ny.Y
istirahat dan membelikan obat nyeri di warung.
3) Kemampuan keluarga merawat
Keluarga Ny.Y mengatakan “bila Ny.Y sudah merasakan nyeri dikakinya maka
keluarga hanya memberikan obat gosok dikaki Ny.Y”
4) Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
Keluarga Ny.Y mengatakan “selalu membersihkan lantai dirumahnya agar tidak
licin, tetapi belum paham betul mengenai lingkungan yang baik bagi penderita
rematik”
5) Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehtan
Keluarga Ny.Y mengatakan “Mengetahui bila ada puskesmas didekat tempat
tinggalnya tetapi tidak pernah control secara rutin ke puskesmas.

B. Analisa Data
No Data Focus Masalah Diagnosa
Kesehatan Keperawatan
1 Ds: Gastritis Resiko terjadinya
- Ny.Y mengatakan “ nyeri berulang
Gastritis itu adalah pada keluarga
penyakit lambung/maag Tn.A khususnya
karena pola makan yang Ny.Y berhubungan
tidak baik” Ny.Y dengan ketidak
mengatakan “ hanya tahu mampuan keluarga
penyebab gastritis adalah merawat anggota
makanan asam dan pedas “ keluarga yang
- Ny.Y mengatakan “ bila sakit gastritis
maagnya kambuh yang
dirasakan adalah nyeri
perut dan pusing”
- Keluarga Ny.Y
mengatakan “ saat Ny.Y
sakit, keluarga hanya
menyuruh Ny.Y istirahat
dan menyuruh minum
obat”
- Keluarga Ny.Y
mengatakan “ Ny.Y selalu
kambuh penyakitnya bila
makan makanan pedas dan
asam dan juga stress”
tetapi keluarga tidak
pernah mengontrol
makanan yang dikonsumsi
Ny.Y” Keluarga
- mengatakan “ Ny.Y bila
ada masalah maka Ny.Y
selalu memikirkannya dan
dampaknya
- Ny.Y akan langsung sakit”
- Ny.Y mengatakan “
Gastritis itu adalah
penyakit lambung/maag
karena pola makan yang
tidak baik”
Ny.Y mengatakan “ hanya
tahu penyebab gastritis
adalah makanan asam dan
pedas “
Ny.Y mengatakan “ bila maagnya
kambuh yang dirasakan adalah
nyeri perut dan pusing”
Keluarga Ny.Y mengatakan “
saat Ny.Y sakit, keluarga hanya
menyuruh Ny.Y istirahat dan
menyuruh minum obat”
Keluarga Ny.Y mengatakan “
Ny.Y selalu kambuh
penyakitnya bila makan
makanan pedas dan asam dan
juga stress” tetapi keluarga tidak
pernah mengontrol makanan
yang dikonsumsi Ny.Y”
Keluarga mengatakan “ Ny.Y
bila ada masalah maka Ny.Y
selalu memikirkannya dan
dampaknya
Ny.Y akan langsung sakit”
2 Ds: Rematik Resiko gangguan
- Ny.Y mengatakan “ mobilisasi pada
penyakit rematik/asam keluarga Tn.A
urat adalah penyakit nyeri khususnya Ny.Y
pada kaki berhubungan
- Ny.Y mengatakan “factor dengan ketidak
resiko tingginya asam urat mampuan keluarga
adalah karena kelelahan merawat anggota
dan pola makan “ keluarga yang
- Ny.Y mengatakan sudah 4 sakit rematik
bulan ini sering merasakan
nyeri daerah kaki dan lutut

- Keluarga Ny. Y
mengatakan “ Bila kaki
Ny.Y sakit hanya
diberikan obat warung saja
dan bila tidak sembuh
maka dibawa ke
puskesmas “
- Ny.Y mengatakan “ bila
kakinya sakit hanya
diberikan obat gosok saja

- Keluarga Ny.Y
mengatakan “ kurang
begitu paham tentang
lingkungan yang baik bagi
Ny.Y seperti apa dan
makanan yang boleh
dimakan atau tidak oleh
Ny.Y “
- Ny.Y mengatakan “ jarang
melakukan pemeriksaan di
puskesmas karena sibuk
mengurus rumah “
- Ny.Y mengatakan “bila
rematiknya kambuh nyeri
kakinya terasa sangat
nyeri dan bila diberi angka
maka nyerinya ada pada
angka 6”
- Ny.Y mengatakan “factor
resiko tingginya asam urat
adalah karena kelelahan
dan pola makan “
Ny.Y mengatakan sudah 4
bulan ini sering merasakan
nyeri daerah kaki dan lutut

- Keluarga Ny. Y
mengatakan “ Bila kaki
Ny.Y sakit hanya
diberikan obat warung saja
dan bila tidak sembuh
maka dibawa ke
puskesmas “
- Ny.Y mengatakan “ bila
kakinya sakit hanya
diberikan obat gosok saja

- Keluarga Ny.Y
mengatakan “ kurang
begitu paham tentang
lingkungan yang baik bagi
Ny.Y seperti apa dan
makanan yang boleh
dimakan atau tidak oleh
Ny.Y “
- Ny.Y mengatakan “ jarang
melakukan pemeriksaan di
puskesmas karena sibuk
mengurus rumah “
- Ny.Y mengatakan “bila
rematiknya kambuh nyeri
kakinya terasa sangat
nyeri dan bila diberi angka
maka nyerinya ada pada
angka 6”

C. Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan hasil analisa data dapat disusun diagnose keperawatan yang muncul pada
keluarga Tn.A khususnya Ny.Y. Terdapat 2 diagnosa keperawatan yang muncul dari
masalah kesehatan keluarganya, yaitu meliputi:
1. Resiko terjadinya nyeri berulang pada keluarga Tn.A khususnya Ny.Y berhubungan
dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit gastritis.
2. Resiko gangguan mobilisasi pada keluarga Tn.A khususnya Ny.Y berhubungan
dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit rematik.
SKORING MASALAH KEPERAWATAN
Masalah keperawatan keluarga: Resiko terjadinya nyeri berulang pada keluarga Tn.A
khususnya Ny.Y berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga
yang sakit gastritis.
No Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1 Sifat masalah: 1 2/3x1 = 2/3 Masalah ini
Skala : belum terjadi
Potensial = 1 tetapi sudah ada
Resiko = 2 tanda dan gejala
Aktual = 3 yang terlihat
dari Ny.y “
Ny.y
mengatakan
nyeri dan mual
jika maagnya
kambuh “ Jika
masalah tidak
ditangani akan
berulang.
2 Kemungkinan masalah 2 1/2x2 = 1 Fasilitas
untuk diubah: pelayanan
Skala: kesehatan
Mudah = 2 terjangkau dari
Sebagian =1 tempat tinggal
Tidak dapat = 0 keluarga Ny.y.
Keluarga Ny.y
Mengatakan
bila Ny.y sakit
langsung
menyuruh
istirahat dan
bila tidak
sembuh
langsung
dibawa ke
puskesmas
3 Potensial masalah untukdi 1 2/3x1 = 2/3 Ny.y
cegah: mempunyai
Skala: riwayat maag
Tinggi = 3 kurang lebih 3
Cukup = 2 tahun tetapi
Rendah = 1 belum ada
komplikasi dan
resiko tinggi
dalam penyakit
itu, dan Ny.y
bila sakitnya
timbul selalu
istirahat dan
minum
obat.
4 Menonjolnya masalah: 1 2/2x2 = 1 Ny.y
Skala: mengatakan
Segera ditangani = 2 “Bila maagnya
Masalah ada tapi tidak Kambuh Ny.y
perlu= 1 Langsung
Masalah tidak dirasakan = 0 istirahat Dan
minum obat
Dan bila belum
Sembuh
langsung
dibawa
kepuskesmas.
3,32

Resiko gangguan mobilisasi pada keluarga Tn.A khususnya Ny.Y berhubungan dengan
ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit rematik.
No Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1 Skala: 1 2/3x3 = 2/3 Masalah ini
Potensial = 1 belum terjadi,
Resiko = 2 tetapi Ny.y
Aktual = 3 mengatakan
“terkadang
sering
merasakan nyeri
dan sakit pada
kakinya dan
Ny.y selalu
menggerak-
gerakkannya
supaya tidak
sakit”
2 Kemungkinan masalah 2 1/2x2=1 Ny.ymengatakan
untuk diubah: “jarang periksa
Skala: ke puskesmas
Mudah = 2 karena bila
Sebagian = 1 sudah minum
Tidak dapat= 0 obat warung
maka nyerinya
berkurang”
Ny.y
mengatakan
“jarang
berolahraga
dikarenakan
sibuk mengurus
rumah” Ny.y
mengatakan
belum begitu
paham tentang
makanan yang
harus
dihindari”
3 Potensial masalah untuk di 1 2/3x1=2/3 Ny.y sudah 4
cegah: bulan ini
Skala: merasakan nyeri
Tinggi = 3 di kaki, namun
Cukup = 2 dengan sedikit
Rendah =1 digerakkan
nyerinya hilang
dan belum ada
komplikasi dan
resiko tinggi
dari penyakit
rematik.
Ny.y
mengatakan “
terkadang sering
merasakan nyeri
dan sakit pada
kakinya dan itu
tidak dirasakan
setiap hari”
4 Menonjolnya masalah: 1 1/2x1=1/2 Ny.y
Skala: mengatakan “
Segera ditangani = 2 terkadang sering
Masalah ada tapi tidak perlu merasakan nyeri
=1 dan sakit pada
Masalah tidak dirasakan = 0 kakinya dan itu
tidak dirasakan
setiap hari”
2,28

DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


NO Diagnosa Keperawatan Scrore
1 Resiko terjadinya nyeri berulang pada keluarga Tn.A 3,32
khususnya Ny.Y berhubungan dengan ketidak
mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang
sakit gastritis.
2 Resiko gangguan mobilisasi pada keluarga Tn.A 2,28
khususnya Ny.Y berhubungan dengan ketidak
mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang
sakit rematik.

D. Itervensi Keperawatan
No Diagnosa Tujuan umum Tujuan Khusus Kriteria Kriteria Rencana
Keperawatan evaluasi evaluasi tindakan
respon standar
1 Resiko terjadinya Setelah Setelah dilakukan Respon Gastritis 1.Diskus
nyeri berulang dilakukan Tindakan Verbal adalah ikan
pada keluarga tindakan keperawatan selama Peradanga n dengan
Tn.A khususnya keperawatan 1x60 menit yang terjadi keluarga
Ny.Y b.d ketidak selama 5 hari kunjungan rumah Pada dengan
mampuan Kunjungan Diharapkan keluarga dinding keluarga
keluarga merawat rumah mampu: lambung pengerti
anggota keluarga diharapkan 1. Keluarga Menyebutka an
yang sakit Resiko mampu n 3 dari 6 Gastritis
terjadinya mengenal Penyebab Ajarkan
nyeri masalah gastritis : keluarga
berulang gastritis pada - Makan untuk
tidak terjadi. anggota yang tidak mengun
keluarganya teratur gkapka
dengan - Sering n
menyebutkan makan- kembali
: Makanan pengerti
a. Pengertia yang pedas an
n gastritis dan asam gastritis
b. Penyebab - Pemakaia 2.Diskus
gastritis n obat ikan
c. Tanda penghilang dengan
dan nyeri keluarga
gejala - Alkohol penyeba
gastritis dan Rokok b
2. Keluargama - Infeksi gastritis.
mpu Kuman 3.Beri
mengambil H.pylori kesempa
keputusan - Stress tan
untuk Menyebutka keluarga
mengatasi n 2 dari 4 bertanya
gastritis: tanda dan 4.
a. Menjelas gejala Motivasi
kan gastritis : keluarga
akibat - Nyeri ulu untuk
yang hati mengun
terjadi - Mual dan gkapka
bila muntah n
gastritis - Hilangny a kembali
tidak nafsu makan penyeba
diatasi - Perut b
Setelah dilakukan terasa penuh gastritis
tindakan Menyebutka 5. Gali
keperawatan selama n 1dari 2 pendapa
1x60 menit akibat t
kunjungan rumah gastritis bila keluarga
diharapkan keluarga tidak tentang
mampu: ditangani : tanda
3. Keluarga - Ulkus dan
mampu peptikum gejala
merawat - Kanker gastriti
anggota lambung yang
keluarga Keluarga terjadi
yang mendemons pada
menderita trasi kan keluarga
gastritis: kembali 6.Motiv
cara teknik asi
a. Dapat relaksasi keluarga
melakukan otot untuk
teknik progresif mengun
relaksasi seperti yang gkapan
progresif dicontohkan kembali
b. Mampu oleh tanda
menyebutkan perawat. : dan
cara a. Melatih gejala
pencegahan otot tangan : gastritis
gastritis 1. Genggam akibat
c. Dapat tangan gastritis
membuat kanan yang
obat sambil lalu
tradisional membuat 8.
rebusan kepalan Motivasi
temulawak 2. Tekuk keluarga
Setelah dilakukan kedua untuk
Tindakan lengan ke mengun
keperawatan selama belakang gkapka
1x60 menit pda n
kunjungan rumah pergelang kembalu
Diharapkan keluarga an tangan akibat
mampu: b. Melatoh dari
4. Memodifikas otot biseps : gastritis
i lingkungan 3. Genggam bila
untuk kedua tidak
perawatan tangan lalu diatasi.
gastritis kepalkan 9.
Setelah dilakukan dan letakan Demons
tindakan diatas trasika n
keperawatan selama pundak cara
1x60 menit c. Melatih melakuk
kunjungan otot bahu: an
rumah 4. Angkat teknik
diharapka kedua bahu relaksasi
keluarga setinggi- otot
mampu : tingginya progresi
5. Memanfaatkan d. Melatih f
fasilitas kesehatan otot-otot 10.
untuk mengatasi wajah : Motivasi
masalah bagi 5. Kerutkan keluarga
penderita gastritis dahi dan alis untuk
sampai redemon
mengerip ut strasi
6. Tutup 11. Beri
Mata keras- pujian
keras positif
7. Katupkan atas
rahang dan upaya
diikuti yang
dengan sudah
menggigit dilakuka
gigi- gigi n
8. Bibir keluarga
dimencon g 12.
kan sekuat- Diskusik
kuatnya an
9. Letakkan dengan
kepala keluarga
sehingga cara
bisa pencega
beristirah at, han
dan gastritis
tekankan 13.
kepala pada Demons
permukaa n trasika n
bantalan cara
kursi membua
10.Benamka t obat
n dagu ke tradision
dada al :
e. Melatih 14.
otot Diskusik
punggung : an
11. Angkat dengan
tubuh dari keluarga
sandaran cara
kursi, lalu penyajia
punggun g n
dilengku makana
ngkan dan n yang
busungka n baik
dada bagi
12. Tarik penderit
nafas a
sebanyak- gastritis
banyaknya
f.Melatih d
otot perut an untuk
13. Tarik psikolog
kuat-kuat isnya
perut ke anjurkan
dalam lalu keluarga
a
jadi kencang gar
dank eras, mencipt
lalu akan
dilepaska n lingkung
bebas an yang
14. menyen
Luruskan angkan
kedua bagi
telapak kaki penderit
Menyebutka a
n 2 dari 5 gastritis
cara 15.
pencegahan Klarifik
gastritis : asi
1. Kompres pengeta
dingin pada huan
daerah perut keluarga
yang nyeri tentang
2. Hindari manfaat
stress fasilitas
3. Istirahat kesehata
yang cukup n
4. Hindari
makanan
yang pedas
dan asam
5.Lakukan
teknik
relaksasi
Cara
pembuatan:
- Cuci
bersih
rimpang
temulawa k
sekepalan
tangan
orang
dewasa
- Iris tipis-
tipis
- Rebus
irisan
temulawak
dengan 3
gelas air
sampai
mendidih
- Biarkan
hingga
tersisa ½
gelas
- Kemudia n
saring dan
setelah
dingin
minum
ramuan
- Minum
secara rutin
3x sehari
Menyediaka
n makanan:
yaitu
makanan
yang sesuai
dengan
penderita
gastritis:
yaitu
makanan
yang tidak
pedas atau
asam. Untuk
psikologis
nya :
Menghindar
i stress
Melakukan
hal- hal yg
menyenang
kan seperti
dzikir atau
menonton
TV dan
mengobrol
bersama
keluarga
Manfaat
fasilitas
kesehatan
adalah
untuk
mengontrol
kesehatan,
mendapatka
n
pendidikan
kesehatan
yang tepat
dan segera
untuk
mengatasi
gastritis.
2 risiko gangguan selama 5x 1. Setelah 1x30 Respon Pengertian 1.Jelassk
mobilisasi pada kunjungan menit kunjungan Verbal penyakit an
keluarga Tn.A rumah, rumah, keluarga rematik kepada
khususnya Ny.Y diharapkan mampu mengenal adalah keluarga
berhubungan risiko masalah rematik kelainan pengerti
dengan ketidak gangguan pada anggota metabolik an
mampuan mobilisasi keluarga, dengan yang penyakit
keluarga dalam tidak terjadi cara: disebabkan rematik
merawat anggota a. Menyebutkan karena dengan
keluarga yang pengertian penyakit penumpuka menggu
sakit rematik rematik n purin atau nakan
b. Menyebutkan eksresi asam lembar
penyebab rematik urat yang balik.
c. Menyebutkan kurang dari 2.
tanda dan gejala ginjal. Tanyaka
penyakit rematik. Menyebutka n
n 3 dari 7 kembali
penyebab pada
penyakit keluarga
asam urat: tentang
1) Faktor pengerti
genetik an
2) Usia penyakit
3) rematik.
Kegemukan 3. Beri
4) Pola pujian
maka atas
5) Diet usaha
terlalu ketat yang
6) Sering dilakuka
n
mengkonsu keluarga
msi alcohol
7)Stress
Peningkatan
kadar asam
urat
Menyebutka
n 3 dari 5
tanda dan
gejala
penyakit
rematik:
•Nyeri
tulang sendi
• Bengkak
pada tulang
sendi
•Kemerahan
pada tulang
sendi
• Tofi pada
ibu jari,mata
kaki dan
pinna
telinga
• Gangguan
dalam
bergerak

E. Implementasi keperawatan
Tahap ini diawali dengan penyelesaian perencanaan keperawatan. Implementasi dapat
dilakukan oleh banyak orang; klien (individu atau keluarga), perawat, dan anggota tim
perawatan kesehatan yang lain, keluarga luas dan jaringan kerja sosial keluarga.
F. Evaluasi keperawatan
Evaluasi yang dibandingkan antara tujuan yang akan dicapai dan merupakan hasil dari
asuhan keperawatan. Evaluasi sesuai dengan SOAP.