Anda di halaman 1dari 5

Pemanfaatan E-Learning

sebagai Media Pembelajaran


Merry Agustina
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Darma
Jalan A. Yani No. 12 Plaju Palembang 30264
merry_agst@mail.binadarma.ac.id

Abstrak—Seiring dengan perkembangan teknologi informasi pengetahuan terpusat pada institusi-institusi pendidikan formal
(TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan maka saat ini sumber pengetahuan tersebar di berbagai lokasi
mekanisme belajar mengajar berbasis TI menjadi tak terelakkan yang melintasi batas-batas institusi, geografis maupun
lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-learning negara.[5]
ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi
pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi
(content) dan sistemnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk Dengan demikian seharusnya guru atau dosen tidak lagi
mengerahui bagaimana pemanfaatan e-learning sebagai media memposisikan diri sebagai pemegang otoritas pengetahuan
pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di namun lebih sebagai mediator yang berperan untuk
Universitas Bina Darma Palembang yang dikaji berdasarkan memfasilitasi berlangsungnya proses belajar yang lebih
karakteristik e-learning yang terdiri dari Non-linearity, Self- partisipatif. Konsekuensi dari hal ini adalah selayaknya
managing, Feedback-interactivity, Multimedia-Leaners style, Just paradigma yang digunakan bukan lagi menekankan pada
in Time, Dynamic Updating, Easy Accesibility dan Colaborative aspek teaching (mengajar) namun lebih menitikberatkan pada
Learning. Penelitian ini menggunakan desain deskriftif dengan
proses learning (belajar). [2]
menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian. Jumlah
sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Dari hasil
analisa dan pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini Dalam kondisi demikian sangat mungkin kualitas seorang
didapat kesimpulan bahwa kondisi pemanfaatan e-learning siswa lebih baik dari kepandaian seorang guru/dosen. Proses
sebagai media pembelajaran di Universitas Bina Darma berada yang lebih menekankan pada learning menempatkan
pada kondisi cukup baik dengan tingkat persentase sebesar 60%. guru/dosen dan siswa/mahasiswa sebagai „mitra‟ belajar.
Guru/dosen menempatkan diri sebagai fasilitator dari
Kata kunci—Teknologi Informasi, Pemanfaatan, E-Learning siswa/mahasiswa yang tidak berhak memaksakan
pendapatnya, siswa menempatkan dirinya sebagai aktor
pembelajar aktif yang memahami kebutuhan dirinya dan
I. PENDAHULUAN
mengupayakan pencapaian pemahaman akan pengetahuan
Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sangat pesat secara mandiri. Dan untuk menuju kesana siswa/mahasiswa
membawa dampak yang begitu besar bagi pola hubungan bisa mengoptimalkan web, homepage, search engine dan
antar individu, antar komunitas, bahkan antar negara atau fasilitas-fasilitas lain yang tersedia saat ini, seperti di banyak
bangsa.[4]. Perkembangan Teknologi Informasi dan perguruan tinggi atau kampus-kampus yang sudah memiliki
Komunikasi ini telah mengubah pemikiran baru di fasilitas e-learning, digital library dan lain sebagainya.
masyarakat, peran ilmu pengetahuan sangatlah menonjol yang
menuntut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang
dan keterampilan yang tinggi dalam mengikuti perkembangan semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme
teknologi dan informasi. Sehingga tidak terjadi ketimpangan belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tak
antara perkembangan ilmu pengetahuan yang didukung terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan
perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan sebutan e-learning ini membawa pengaruh terjadinya proses
kemampuan Sumber Daya Manusia yang ada.[1] transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital,
baik secara isi (content) dan sistemnya. Saat ini konsep
Perkembangan teknologi informasi saat ini, terutama e-learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia,
internet, mampu menghadirkan ruang-ruang interaksi virtual terbukti dengan maraknya implementasi e-learning di lembaga
serta menyediakan informasi/resources dalam jumlah yang pendidikan (sekolah, training dan universitas) maupun
melimpah yang bisa diakses secara cepat. Dengan demikian industry (Cisco, IBM, Oracle, dan sebagainya).
berbagai aktivitas keseharian termasuk di dalamnya aktivitas
pendidikan sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih mudah,
murah, efisien, serta demokratis. Jika pada masa lalu sumber

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013


Yogyakarta, 15 Juni 2013 G-8 ISSN: 1907 - 5022
E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang manfaatkan dengan mudah dan murah untuk
berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah dibangun di sekolah dan universitas kita.
jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan 3. Konten e-learning: Konten dan bahan ajar yang ada
komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk
pada e-learning system (Learning Management
berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan
System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk
komputer yang lebih luas yaitu internet, inilah makanya sistem
Multimedia-based Content (konten berbentuk
e-learning dengan menggunakan internet disebut juga internet
multimedia interaktif) atau Text-based Content
enabled learning. Penyajian e-learning berbasis web ini bisa (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran
menjadi lebih interaktif. Informasi-informasi perkuliahan juga biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management
bisa real-time. Begitu pula dengan komunikasinya, meskipun
System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa
tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi
kapanpun dan dimanapun. Selanjutnya sebagai suatu
perkuliahan bisa dilakukan secara online dan real time. Sistem
sistem yang menggabungkan beberapa konsep dan
e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang
teori pembelajaran, maka e-learning memiliki
memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak karakteristik, diantaranya adalah:
waktu. Kapanpun mahasiswa bisa mengakses sistem ini. 1. Non-linearity, Pemakai (user) bebas untuk
Aktifitas perkuliahan ditawarkan untuk bisa melayani seperti
mengakses objek pembelajaran dan terdapat
perkuliahan biasa. Ada penyampaian materi berbentuk teks
fasilitas untuk memberikan persyaratan
maupun hasil penyimpanan suara yang bisa di-download,
tergantung pada pengetahuan pemakai.
selain itu juga ada forum diskusi, bisa juga seorang dosen
2. Self-managing, Dosen dapat mengelola sendiri
memberikan nilai, tugas dan pengumuman kepada mahasiswa. proses pembelajaran dengan mengikuti struktur
[6]. yang telah dibuat.
3. Feedback-Interactivity, Pembelajaran dapat
Penelitian ini diharapkan dapat memperdalam analisa dilakukan dengan interaktif dan disediakan
pemanfaatan e-learning sebagai media pembelajaran dan feedback pada proses pembelajaran.
faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatannya. 4. Multimedia-Learners style, E-learning,
menyediakan fasilitas multimedia. Keuntungan
II. TINJAUAN PUSTAKA dengan menggunakan multimedia, siswa dapat
memahami lebih jelas dan nyata sesuai dengan
Pengertian e-learning yang sederhana namun mengena latar belakang siswanya.
dikatakan oleh Maryati S.Pd. dalam Nugraha (2007), 5. Just in time, E-learning menyediakan kapan saja
e-learning terdiri dari dua bagian yaitu e- yang merupakan jika diperlukan pemakai, untuk menyelesaikan
singkatan dari elektronika dan learning yang berarti permasalahan atau hanya ingin meningkatkan
pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan pengetahuan dan ketrampilan.
menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya 6. Dynamic Updating, Mempunyai kemampuan
perangkat komputer. Terdapat kata “khususnya komputer” memperbaharui isi materi secara online pada
pada akhir kalimat yang memberi pengertian bahwa komputer perubahan yang terbaru.
termasuk alat elektronik disamping alat pembelajaran 7. Easy Accessibility/Access Ease, Hanya
elektronik yang lain. menggunakan browser (dan mungkin beberapa
device yang terpasang).
Komponen- komponen yang membentuk e-learning 8. Collaborative learning, Dengan tool
adalah: pembelajaran memungkinkan bisa saling
1. Infrastruktur e-learning: Infrastruktur e-learning interaksi, maksudnya bisa berkomunikasi secara
dapat berupa personal computer (PC), jaringan langsung pada waktu yang bersamaan
komputer, internet dan perlengkapan multimedia. (synchronous) atau berkomunikasi pada waktu
Termasuk didalamnya peralatan teleconference yang berbeda (asynchronous). Pemakai bisa
apabila kita memberikan layanan synchronous berkomunikasi dengan pembuat materi, siswa
learning melalui teleconference. yang lain.[3].

2. Sistem dan Aplikasi e-learning: Sistem perangkat III. METODOLOGI PENELITIAN


lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar
konvensional. Bagaimana manajemen kelas, A. Desain Penelitian
pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian
penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur ini adalah desain deskriptif yang bersifat eksploratif dengan
yang berhubungan dengan manajemen proses belajar tujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena.
mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering Penelitian ini akan memaparkan bagaimana pemanfaatan
disebut dengan Learning Management System (LMS). e-learning sebagai media pembelajaran di Universitas Bina
LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013


Yogyakarta, 15 Juni 2013 G-9 ISSN: 1907 - 5022
Darma serta menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi 7) Easy Accessibility. Indikatornya adalah kemudahan
pemanfaatan e-learning tersebut. mengakses e-learning dan kemudahan mengakses
fasilitas e-learning.
B. Populasi dan Sampel
8) Collaborative learning. Indikatornya adalah tool
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi
pembelajaran yang terdapat pada e-learning
dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu
memungkinkan terjadinya komunikasi secara langsung
Komputer Universitas Bina Darma program studi Sistem
baik pada waktu yang bersamaan maupun berbeda dan
Informasi semester 5 (lima) sebanyak 280 orang. Metode
melalui e-learning user dapat berkomunikasi baik
pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode non
dengan dosen maupun sesama mahasiswa.
probability dengan purposive random sampling. Purposive
Random Sampling digunakan dengan cara menetapkan sampel
penelitian di mana peneliti menentukan responden IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
berdasarkan anggapan bahwa informasi dapat memberikan
A. Hasil
data pasti, lengkap, dan akurat. Teknik Random sampling
digunakan dengan cara menetapkan sampel yang semua 1. Karakteristik Responden
anggotanya memiliki peluang sama dan tidak terikat oleh apa Karakteristik responden dalam penelitian ini antara lain
pun untuk dimasukkan ke dalam sampel penelitian. Dalam jenis kelamin, fakultas, waktu penggunaan internet dalam
penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 100 orang. sehari, dan tempat menggunakan internet.
1) Jenis Kelamin: dari 100 responden yang ada terdiri
C. Operasional Variabel dari 49 laki-laki dan 51 perempuan.
Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data 2) Waktu Penggunaan Internet dalam Sehari; waktu
tentang pemanfaatan e-learning dan faktor-faktor yang penggunaan internet dalam sehari responden 22%
mempengaruhi pemanfaatan e-learning di Universitas Bina kurang dari 1 jam. Untuk penggunaan internet 1
Darma. Selanjutnya semua data diklasifikasikan ke dalam sampai dengan 2 jam sehari frekuensinya sebesar
indikator-indikator yang akan dikonstruksikan dalam 44%. Selanjutnya 18% untuk penggunaan internet 2
instrumen penelitian berupa kuisioner. Kemudian kuisioner sampai dengan 3 jam sehari dan 16% untuk
sebagai instrumen penelitian akan diuji validitas dan penggunaan lebih dari 3 jam sehari dari total
reliabilitasnya. responden yang ada.
Berikut ini uraian operasional variabel penelitian 3) Tempat Menggunakan Internet; Frekuensi
pemanfaatan e-learning sebagai media pembelajaran : penggunaan internet 46% dilakukan responden di
warung internet, 31% dilakukan di rumah dan 23%
1) Non-linearity. Indikatornya adalah kebebasan mengakses dikampus.
objek pembelajaran seperti download materi dan tugas-
tugas dari dosen dan terdapatnya fasilitas yang
menunjang proses pembelajaran dengan menggunakan 2. Deskripsi Variabel Pemanfaatan E- learning Secara
e-learning (wireless, kios-K). Keseluruhan
2) Self-managing. Indikatornya adalah kemampuan dosen Pada penyajian tabel dibawah ini, dapat di jelaskan
mengelola proses pembelajaran dengan mengikuti bahwa jumlah pertanyaan yang terdapat pada kuisioner
struktur yang terdapat pada e-learning dan kemampuan berjumlah 16 pertanyaan dari 8 dimensi. Sedangkan
dosen dalam memutahirkan materi belajar sehingga lebih alternatif jawaban terhadap pertanyaan terdiri dari 5
dapat dimengerti oleh mahasiswa. alternatif jawaban, yaitu : nilai 1 untuk tingkat yang
3) Feedback-Interactivity. Indikatornya adalah proses sangat tidak baik, nilai 2 untuk tingkat yang tidak baik,
pembelajaran dilakukan secara interaktif dan terdapat nilai 3 untuk tingkat yang cukup baik, nilai 4 untuk tingkat
feedback dalam proses pembelajaran. yang baik, nilai 5 untuk tingkat yang sangat baik
4) Multimedia-Learners style. Indikatornya adalah Fasilitas
multimedia dalam proses pembelajaran dengan
e-learning dan fasilitas multimedia mempermudah
mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran
secara jelas dan nyata.
5) Just in time. Indikatornya adalah sebagai media
pembelajaran e-learning dapat digunakan kapan saja
dan materi pembelajaran yang terdapat di e-learning
dapat menyelesaikan permasalahan dan meningkatan
pengetahuan dan keterampilan mahasiswa.
6) Dynamic Updating. Indikatornya adalah pembaruan
materi secara online dan pembaruan materi mengikuti
perubahan teknologi baru.

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013


Yogyakarta, 15 Juni 2013 G-10 ISSN: 1907 - 5022
Dari penyajian pada Tabel II, dapat diketahui bahwa dari
TABEL I. PERSENTASE DISTRIBUSI JAWABAN RESPONDEN delapan dimensi atau faktor dari e-learning Universitas Bina
Darma baru empat faktor yang sudah baik kondisinya yaitu
Non-Linerity, Self-Managing, Just in Time, dan Easy
Accesbility. Kondisi ini menunjukan bahwa pemanfaatan
e-learning sebagai media pembelajaran di Universitas Bina
Darma untuk faktor kebebasan pemakai (user) dalam
mengakses objek pembelajaran. Kemampuan dosen dalam
mengelola sendiri proses pembelajaran dengan mengikuti
struktur yang telah dibuat, dan waktu terhadap pengaksesan
e-learning serta kemudahan dalam mengakses e-learning
sudah cukup baik.
Sedangkan untuk faktor Feedback-Interactivity,
Multimedia-Learners style, Dynamic updating, dan
Colaborative Learning belum baik kondisinya. Hal ini
menunjukan bahwa e-learning Universitas Bina Darma belum
terjadi proses interaksi secara interaktif, belum terdapat materi
pembelajaran berbasis multimedia dan isi atau materi
e-learning tidak sering diperbaharui, serta proses
pembelajaran tidak dilakukan secara kolaboratif.

B. Pembahasan V. SIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan analisa dan hasil pembahasan yang telah
1. Pemanfaatan E-learning sebagai Media Pembelajaran dilakukan dikaitkan dengan rumusan masalah dan tujuan yang
di Universitas Bina Darma telah ditetapkan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai
Berdasarkan pada hasil pengolahan data yang telah berikut :
dilakukan terhadap data yang diperoleh secara langsung 1) Pemanfaatan e-learning sebagai media pembelajaran
dari responden maka dapat dijelaskan bahwa kondisi berada pada kondisi cukup baik, dibuktikan dengan hasil
pemanfaatan e-learning sebagai media pembelajaran di pengolahan terhadap data yang diperoleh langsung dari
Universitas Bina Darma berada pada kondisi baik dengan para responden dengan persentase sebesar 28.5%, kondisi
total persentase sebesar 60% dengan indikator berupa baik 21.6% dan 10.1% sangat baik.
tingkat persentase sebesar 28.5% cukup baik, didukung 2) Dari delapan karakteristik sebuah e-learning yaitu
dengan persentase kondisi baik sebesar 21.6% dan kondisi Non-linearity, Self-managing, Feedback-interactivity,
sangat baik dengan 10.1%. Multimedia-Leaners style, Just in Time, Dynamic
Namun dalam proses pemanfaatan e-learning sebagai Updating, Easy Accesibility dan Colaborative Learning,
media pembelajaran di Universitas Bina Darma harus terus hanya di dimensi Non-linearity, Self-managing, Just in
ditingkatkan dengan memaksimalkan semua dimensi dari Time, dan Easy Accessibility berada di kondisi cukup
karakteristik e-learning yang ada. baik, sedangkan dimensi yang lain masih berada di
kondisi belum baik.
3) Untuk pengembangan e-learning Universitas Bina Darma,
2. E-learning Bina Darma berdasarkan 8 maka karakterisik e-learning yang belum baik, untuk
Karakteristik e-learning lebih ditingkatkan lagi sehingga tujuan dibangun dan
digunakannya e-learning sebagai media pembelajaran
TABEL II. PERSENTASE KONDISI 8 DIMENSI KARAKTERISTIK E-LEARNING dapat benar-benar dirasakan oleh civitas Universitas Bina
Darma. Diperlukan dukungan sepenuhnya dari
manajemen Universitas Bina Darma dalam pemanfaatan
e-learning sebagai media pembelajaran baik dalam bentuk
instruksi maupun kebijakan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Sembel, Roy. 2004, 23 juni 2008, Yang Perlu Anda Tahu
tentang E-learning (Online),
http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/2004/0217/man
01.html

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013


Yogyakarta, 15 Juni 2013 G-11 ISSN: 1907 - 5022
[2] Syahrul, Aini dan Saleh. 2004, 23 Juni 2009, Teknologi
Informasi dan Pendidikan. (Online). http://educare.e-
fkipunla.net,
[3] Team, Univ Utrech & UNPAD. 2004. Panduan WebCT4.1
Untuk Pengajar. (Online). http://www.webict.com/e-learning
[4] Wahid, Fathul. 2007, 18 Juni 2009, Teknologi Informasi di
Perguruan Tinggi: Peluang dan Tantangan. (Online).
www.geocities.com
[5] Wahono, 2008. 19 juni 2008, Meluruskan Salah Kaprah tentang
e-learning.(Online).
(http://romisatriawahono.net/2008/01/23/meluruskan-salah-
kaprah-tentang-e-learning
[6] Warto Adi Nugraha., 2009, 22 Juni 2009 E-learning VS I-
learning. (Online). http://ilmukomputer.org/wp-
content/uploads/2007/11/warto-e-learning.doc

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013


Yogyakarta, 15 Juni 2013 G-12 ISSN: 1907 - 5022