Anda di halaman 1dari 61

LAPORAN KEGIATAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN


ASUHAN GIZI KLINIK
DI RUMAH SAKIT RSUD SALEWANGANG MAROS

Oleh:
MIFTAHUL NURUL F
PO.76.3.04.1.71.016

Mahasiswa Jurusan Gizi


Poltekkes Kemenkes Mamuju

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAMUJU
JURUSAN GIZI
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan atas berkat dan rahmat-
Nyalah sehingga saya dapat menyelesaikan laporan kegiatan praktek kerja
lapangan asuhan klinik. Penulisan laporan kasus ini dimasukkan untuk
memenuhi tugas dalam menempuh praktek klinik dibagian RSUD Salewangang
Maros.

Penulis menyadari bahwa terselesaikannya penulisan laporan ini tidak


lepas dari bantuan dan dorongan banyak pihak. Maka dari itu, perkenankan
penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang membantu,terima kasih kepada :

 Bapak H.Andi Salim, SKM, M.Kes selaku Direktur Politeknik Kesehatan


Mamuju.
 Ibu Yudianti SKM, MPH selaku Ketua Jurusan Gizi dan pembimbing
lahan institusi
 Ibu Nurhidayat, S.ST selaku pembimbing lahan yang telah memberikan
arahan serta bimbingan ditengah kesibukan dan padatnya aktivitas
beliau.
Penulis menyadari penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna
mengingat keterbatasan ilmu yang penulis miliki. Oleh karena itu penulis
mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan
penulisan laporan kasus ini. Akhir kata penulis berharap penulisan presentasi
kasus ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.

Maros, Maret 2020

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan gizi di rumah sakit adalah pelayanan yang diberikan dan
disesuaikan dengan keadaan pasien berdasarkan keadaan klinis, status gizi,
dan status metabolisme tubuh. Keadaan gizi pasien sangat berpengaruh
pada proses penyembuhan penyakit, sebaliknya proses perjalanan penyakit
dapat berpengaruh terhadap keadaan gizi pasien. Sering terjadi kondisi
pasien yang semakin buruk karena tidak tercukupinya kebutuhan zat gizi
untuk perbaikan organ tubuh. Fungsi organ yang terganggu akan lebih
memburuk dengan adanya penyakit dan kekurangan gizi. Selain itu masalah
gizi lebih dan obesitas erat hubungannya dengan penyakit degeneratif,
seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan penyakit
kanker, memerlukan terapi gizi untuk membantu penyembuhannya.

Terapi gizi atau terapi diet adalah bagian dari perawatan penyakit
atau kondisi klinis yang harus diperhatikan agar pemberiannya tidak melebihi
kemapuan organ tubuh untuk melaksanakan fungsi metabolisme. Terapi gizi
harus selalu disesuaikan dengan perubahan fungsi organ. Pemberian diet
pasien harus dievaluasi dan diperbaiki sesuai dengan perubahan keadaan
klinis dan hasil pemeriksaan labratorium, baik pasien rawat inap maupun
rawat jalan. Upaya peningkatan status gizi dan kesehatan masyarakat baik di
dalam maupun di luar rumah sakit, merupakan tugas dan tanggung jawab
tenaga kesehatan, terutama tenaga gizi.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Terciptanya sistem pelayanan gizi yang bermutu dan paripurna sebagai
bagian dari pelayanan kesehatan di rumah sakit.
2. Tujuan Khusus
a. Menyelenggarakan asuhan gizi terstandar pada pelayanan gizi rawat
jalan dan rawat inap.
b. Menyelenggarakan makanan sesuai standar kebutuhan gizi dan aman
dikonsumsi.
c. Menyelenggarakan penyuluhan dan konseling gizi pada klien atau
pasien dan keluarganya.
d. Menyelenggarakan penelitian aplikasi di bidang gizi dan dietetik sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
BAB II
HASIL KEGIATAN

A. Screening Gizi
1. Tujuan Kegiatan
Untuk mengidentifikasi secara dini pasien yang mempunyai resiko
malnutrisi sehingga intervensi gizi dapat dilakukan untuk mencegah
penurunan status gizi lebih lanjut
2. Tempat dan Waktu
a. Tempat Kegiatan : RSUD Salewangang Maros
b. Waktu Kegiatan : 24 februari 2020 s\d 15 maret 2020
3. Hasil Kegiatan
Tabel 1. Hasil Kegiatan Pelaksanaan Screening Gizi
No Nama Tanggal Umur Ruang Metode Skor Kesimpulan
Pasien lahir Perawatan Screening
1 Salsa 04-05- 8 tahun Flamboyan Strong 1 Resiko
Azahra 2012 kamar 7 Kids sedang
2 Rionah 31-12- 66 tahun Mawar b NNA 11 Beresiko
1954 Kamar 3 malnutrisi
3 Hj. 01-01- 67 tahun Mawar A NNA 7 Malnutrisi
Maemunah 1953 kamar 6
4 Muh. Ishak 08-04- 8 tahun Seruni Strong kids 0 Resiko
2012 kamar 6 rendah
5 Abd. 14-02- 33 tahun Flamboyan SGA 60% Gizi baik
Rahman 1987 kamar 5
6 Hj. Sadariah 01-07- 64 tahun Teratai B NNA 9 Beresiko
1955 kamar 3 malnutrisi
7 Indri 07-12- 14 tahun Seruni Strong kids 2 Resiko
2005 kamar 5 sedang
8 Mangkona 01-07- 62 tahun Teratai b NNA 8 Beresiko
1958 Kamar 3 malnutrisi
9 Ani 18-07- 41 tahun Asoka SGA 60% Gizi baik
1979 kamar 6
10 Sumarni 31-12- 40 tahun Cempaka SGA 70% Gizi baik
1980 kamar 13
11 Rifat 04-04- 3 tahun Tulip Strong kids 2 Resiko
2016 Kamar 4 sedang
12 H. sutarmin 31-12- 71 tahun Anggrek 1 NNA 11 Beresiko
2020 malnutrisi

B. Asuhan Gizi
1. Tujuan Kegiatan
Memberikan pelayanan gizi kepada pasien rawat inap agar
memperoleh asupan makanan yang seuai kondisi kesehatannya dalam
upaya mempercepat proses penyembuhan, mempertahankan dan
meningkatkan status gizi (PGRS, 2013).
2. Tempat dan Waktu
a. Tempat Kegiatan
Ruang perawatan flamboyan
b. Waktu Kegiatan
Selasa, 28 Februari 2020 sampai 28 Februari 2020
3. Hasil Kegiatan
(Asuhan Gizi Pasien I)
a) Identitas Pasien
1) Nama : salsa az zahra
2) Tanggal Lahir : 4-5-2015
3) Jenis Kelamin : perempuan
4) Diet : pasca bedah
5) Diagnosa : Adenotonsilititis kronik
b) Pengkajian Gizi
Tabel 2. Hasil Kegiatan Pengkajian gizi
Kategori Data Data Standar Pembanding
a. Riwayat Nama : Salsa Azahra
Personal Usia : 8 tahun
Jk : perempuan
Status : masih sekolah
Anak ke : satu
Pasien tinggal bersama orang
tua
Keluhan pasien terkait gizi
yaitu : Nyeri area bekas
operasi, sakit jika menelan,
nafsu makan kurang
b. Riwayat GIZI DAHULU
Terkait Gizi - Makan nasi 3x sehari
Dan Makanan - Konsumsi lauk hewani
seperti ikan 3x sehari
- Sayur yang di suka yang
berwarna hijau
- Suka jajanan
- Suka makan batagor

GIZI SEKARANG
Pasien menjalani puasa sejak
pagi dan mulai makan di malam
hari dan hanya memakan eskrim
dan pagi hari hanya meminum
susu dan bubur saring. Hasil
recall asupan selama 24 jam
yaitu;

E 241,6 kkal (14,3%)


P 12,2 gr (19,3%)
L 10 gr (21,7%)
KH 25,6 gr (10,1%)

c. Data BB = 20 kg (1 minggu sebelum


Antropometri masuk rs )
TB = 120,3 cm
BBI = 24 kg
Status Gizi :
lila aktual
= x 100 %
lila tabel
15,5
= x 100 %
195 mm
15,5
= x 100 % = 79,5%
19,5 m
(gizi kurang)
d. Data Biokimia Hb = 10,5 g/dL 12,0-16,0 g/dl
e. Data Kondisi umum : lemah
Pemeriksaan Suhu : 36°c 36,5- 37,2 °c
Fisik Terkait N : 95x/menit 60-100 x/menit
Gizi P : 24x/menit 20-30 x/menit
Nyeri bekas operasi dan sakit jika
menelan serta nafsu makan
kurang

c) Penegakan Diagnosa Gizi


1) NC 1.1 kesulitan menelan berkaitan dengan adanya luka
bekas operasi di leher ditandai dengan asupan yang kurang
2) NC 3.1 Berat Badan Kurang berkaitan dengan intake energy
kurang ditandai dengan hasil perhitungan status gizi
3) NC 2.1 Kekurangan intake makanan dan minuman oral
berkaitan dengan sakit jika menelan yang ditandai dengan
hasil recall 24 jam sebelum pengkajian kurang dari kebutuhan
yakni
E : 14,3 %
P : 19,0 %
L : 21,7 %
Kh : 10,1 %

d) Rencana Intervensi Gizi


1) Tujuan diet
a) Untuk mengupayakan agar status gizi pasien segera
kembali normal untuk mempercepat proses penyembuhan
dan meningkatkan daya tahan pasien
2) Prinsip diet
a) Diet pasca bedah
b) Makanan saring
3) Syarat diet
a) Energi diberikan sesuai kebutuhan yaitu 1680 kkal
b) Protein diberikan 15% dari kebutuhan energi total yaitu 63
gram
c) Lemak 25% dari kebutuhan energi total yaitu 46 gram
d) KH 60% dari kebutuhan energi total yaitu 252 gram

4) Perhitungan energi dan zat gizi


E = BBI x RDA
= 24 x 70
= 1680 kkal
P = 15% x 1680
= 252/4
= 63 gr
L = 25% x 1680
= 420/9
= 46 gr
KH = 60% x 1680
= 1008/4
= 252 gr

Tabel 3. Contoh Menu Instalasi Gizi RSUD Salewangang Maros


Berat
Menu Bahan Makanan URT
(gr)
Pagi
Bubur manado Beras giling 50 ¼ gls
Kacang panjang 30 ¼ gls
Telur dadar bumbu saos
Telur ayam 50 1 butir
tomat

Siang
Nasi/Bubur Beras giling 300 1/6 gls
Bandeng bakar bumbu
Ikan bandeng 50 1 ptg sdg
dabu dabu
Tempe bacem Tempe 50 1 ptg
Kembang kol,
Sayur tumis 100 1 mgk kecil
wortel, sawi hijau
Buah Pepaya 1 ptg kecil
Malam
Nasi/bubur Beras giling 100 ½ gls
Bandeng masak bumbu
Ikan bandeng 50 1 ptg kcl
kuning
Tempe masak bumbu
Tempe 50 1 ptg sdg
semur
Buncis, wortel,
Sop Kimlo kembang kol, 100 1 mgk sdg
jamur

e) Rencana Monitoring dan Evaluasi Gizi


Tabel 4. Rencana Monitoring dan Evaluasi Gizi

Monitor Evaluasi Waktu


BB/3 Hari Perubahan berat badan 28-februari-2020
Peningkatan asupan zat 28-februari-2020
Asupan makanan gizi
yaitu energi,
protein, lemak dan
KH
Pemahaman
tentang kepatuhan Terapi diet dilanjutkan 28-februari-2020
diet
Asuhan gizi I

CATATAN ASUHAN GIZI

RESUME PAGT

Nama : salsa az zahra Jenis Kelamin : perempuan

Umur : 8 tahun Register :

ASSESMENT
RENCANA MONITORING
IDENTIFIKASI DIAGNOSA GIZI RENCANA INTERVENSI
DATA DASAR EVALUASI
MASALAH
1. Diagnosa Medis A. Terapi diet Monitoring
Adenotonsilititis kronik Adenotonsilititis 1. Jenis diet : - Antropometri
kronik Pasca bedah BB/ 3 hari
2. Keluhan Utama 2. Bentuk makanan - Asupan makanan yaitu energi,
Nyeri area bekas operasi, sakit Nyeri area post NC 1.1 kesulitan Makanan saring protein, lemak dan KH
jika menelan, nafsu makan operasi dan sakit menelan berkaitan 3. Jalur pemberian - Pemahaman dan kepatuhan
kurang jika menelan dengan adanya luka oral diet
operasi di leher dan di 4. Tujuan diet
3. Riwayat Penyakit Sekarang tandai dengan Untuk mengupayakan Evaluasi
Adenotonsilititis kronik asupan yang kurang agar status gizi pasien - Perubahan berat badan
4. Riwayat Penyakit Dahulu segera kembali normal - Perubahan asupan energi,
Tidak memiliki riwayat penyakit untuk mempercepat protein, lemak dan KH
dahulu proses penyembuhan - Terapi diet dilanjutkan
dan meningkatkan daya
5. Riwayat Penyakit Keluarga tahan pasien
Neneknya pernah mempunyai 5. Syarat diet
penyakit mandel a) Energi diberikan
sesuai kebutuhan
6. Skrining Gizi yaitu 1680 kkal
a. Antropometri b) Protein diberikan
BB = 20 kg 15% dari kebutuhan
TB = 120,3 cm energi total yaitu 63
BBI = 24 kg (tabel cdc) gram
Status gizi : c) Lemak 25% dari
lila aktual kebutuhan energi
= x 100 % total yaitu 46 gram
lila tabel
d) KH 60% dari
15,5 kebutuhan energi
= x 100 %
195 mm total yaitu 252 gram
15,5 Status gizi kurang NC.3-1 Berat badan 6. Perhitungan
= x 100 % = 79,5%
19,5 m kurang berkaitan kebutuhan
dengan intake energi E = BBI x RDA
(gizi kurang)
kurang ditandai = 24 x 70
dengan status gizi
b. Biokimia = 1680 kkal
kurang
- HB = 12,5 g/dl P = 15% x 1680
Normal = (12,0-16,0 g/dl )
= 252/4
= 63 gr
L = 25% x 1680
c. Fisik klinis
= 420/9
Nyeri bekas operasi dan
sakit jika menelan serta = 46 gr
nafsu makan kurang KH = 60% x 1680
= 1008/4
KU Lemah
N 95 x/i = 252 gr
RR 24 x/i B. Terapi edukasi
S 36 ºc
1. Tujuan
d. Riwayat gizi sekarang a) Meningkatkan
Pasien menjalani puasa pengetahuan
sejak pagi dan mulai makan tentang penyakit
di malam hari dan hanya adenotonsilititis
memakan eskrim dan pagi kronik
hari hanya meminum susu b) Meningkatkan
dan bubur saring. Hasil recall pengetahuan
asupan selama 24 jam yaitu; tentang makanan
Asupan kurang NI 2.1 kekurangan
yang dapat
intek makanan dan dikonsumsi, dan
E 241,6 kkal (14,3%) minuman oral tidak bisa
P 12,2 gr (19,3%)
berkaitan dengan dikonsumsi
L 10 gr (21,7%)
sakit jika menelan 2. Sasaran
KH 25,6 gr (10,1%)
ditandai dengan Pasien dan keluarga
hasil recall 24 jam 3. Tempat
sebelum pengkajian, Ruang perawatan
e. Riwayat gizi dahulu
kurang dari kebutuhan seruni
- Makan nasi 3x sehari
- Konsumsi lauk hewani E = 14,3 % 4. Metode
seperti ikan 3x sehari P = 19,3 % Ceramah dan Tanya
- Sayur yang di suka yang L = 21,7 % jawab
berwarna hijau KH = 10,1 % 5. Alat bantu
- Suka jajanan leaflet
- Suka makan batagor 6. Materi
a) Memberikan
7. Riwayat Personal pemahaman tentang
Nama : Salsa Azahra diet yang diberikan
b) Memberikan
Usia : 8 tahun
pemahaman
Jk : perempuan informasi tentang
Status : masih sekolah makanan yang
Anak ke : satu dianjurkan dan tidak
Pasien tinggal bersama orang di anjurkan
tua c) Memberikan
Keluhan pasien terkait gizi yaitu motivasi pada
pasien untuk
: Nyeri area bekas operasi,
menjalankan diet
sakit jika menelan, nafsu makan yang diberikan
kurang

Asuhan gizi II
CATATAN ASUHAN GIZI

RESUME PAGT

Nama : Hj. Rionah Jenis Kelamin : perempuan

Umur : 66 tahun Register :

ASSESMENT
RENCANA MONITORING
IDENTIFIKASI DIAGNOSA GIZI RENCANA INTERVENSI
DATA DASAR EVALUASI
MASALAH
1. Diagnosa Medis A. Terapi diet Monitoring
Syok hipovolemia Syok hipovolemia 1. Jenis diet : - Antropometri
Diet makanan lunak BB/ 3 hari
2. Keluhan Utama 2. Bentuk makanan - Asupan makanan yaitu energi,
Nyeri perut, nafsu makan Nyeri perut, nafsu Makanan lunak protein, lemak dan KH
kurang,mual dan nyeri kepala makan kurang, 3. Jalur pemberian - Biokimia
mual dan nyeri oral HB
3. Riwayat Penyakit Sekarang kepala 4. Tujuan diet - Pemahaman dan kepatuhan
Syok hipovolemia dan Memberikan makanan diet
kolelitiasis Syok hipovolemia dalam bentuk lunak Evaluasi
dan kolelitiasis yang mudah ditelan dan - Perubahan berat badan
dicerna sesuai - Perubahan asupan energi,
4. Riwayat Penyakit Dahulu kebutuhan gizi dan protein, lemak dan KH
Tidak memiliki riwayat penyakit keadaan penaykit - Perubahan hemoglobin
dahulu 5. Syarat diet - Terapi diet dilanjutkan
a) Energy diberikan
5. Riwayat Penyakit Keluarga sesuai kebutuhan
Tidak ada keluarga yang yaitu 1451,25
memiliki riwayat penyakit yang kkal
sama b) Protein diberikan
1,25 g/kg bb dari
6. Skrining Gizi total kebutuhan
a. Antropometri energy total yaitu
BB = 44,3 kg 54,2 gram
TB = 140,4 cm c) Lemak 25% dari
BBI = 140 – 100 kebutuhan
= 40 kg energy total yaitu
BB 40,2 gram
IMT =
❑TB ( m) 2 d) Karbohidrat 60%
dari kebutuhan
44,3
= energy total yaitu
1,96
217,5 gram
= 22 kg/m2 6. Perhitungan
Status gizi : normal kebutuhan
Hb rendah NI 5.4 Penurunan BEE = 655 + (9,6 x BB)
b. Biokimia
kebutuhan zat gizi + (1,7 x TB) – (4,7 x U)
- HB = 9,7 g/dl
besi (hemoglobin)
Normal = (12,0-16,0 g/dl ) = 655 + (9,6 x 44,3) +
berkaitan dengan
hemoglobin rendah (1,7 x 140,4) – (4,7 x 66)
c. Fisik klinis
ditandai dengan hb = 655 + (452) + (238) –
9,7 g/dl (rendah)
KU Lemas (310)
N 20 x/i = 1008 kkal
RR 26 x/i TD rendah NI 5.1 peningkatan
S 36,7 ºc TEE = BEE x FA x FS
kebutuhan zat gizi
TD 50/80 natrium berkaitan = 1008 x 1,2 x 1,2
mmHg
dengan tekanan = 1451,25 kkal
darah rendah
d. Riwayat gizi sekarang P = 15% x 1451,25
ditandai dengan
Pasien diberikan makanan
tekanan darah 50/80 = 217/4
Rumah Sakit dan tidak
pernah habis. Hasil recall mmHg = 54,2 gr
asupan selama 24 jam yaitu; Asupan kurang NI 2.1 kekurangan
L = 25% x 1451,25
intake makanan dan
E 538,9 kkal (37,1%) minuman oral = 362/9
P 29,6 gr (54,6%) berkaitan dengan = 40,2 gr
L 14,8 gr (36,8%) nyeri perut ditandai
KH 75,2 gr (34,5%) KH = 60% x 1451,25
dengan kurangnya
nafsu makan dan = 870/4
e. Riwayat gizi dahulu
hasil recall 24 jam = 217,5 gr
- Makan nasi 3x sehari
sebelum pengkajian, B. Terapi edukasi
- Konsumsi lauk hewani
kurang dari kebutuhan 1. Tujuan
seperti ikan 3x sehari
E = 14,3 % a) Meningkatkan
- Konsumsi sayur 3x
P = 19,3 % pengetahuan
sehari
L = 21,7 % tentang penyakit
- Jarang konsumsi buah
KH = 10,1 % syok
- Suka makan gorengan
- Minum teh setiap hari hipovolemia
7. Riwayat Personal b) Meningkatkan
pengetahuan
Nama : Hj. Rionah tentang
Umur : 66 tahun makanan yang
Pekerjaan : IRT dapat
Suku : bugis dikonsumsi,
Jk : perempuan dibatasi dan
Keluhan pasien terkait gizi : tidak bisa
Nyeri perut, nafsu makan dikonsumsi
kurang,mual dan nyeri kepala 2. Sasaran
Pasien dan keluarga
3. Tempat
Ruang perawatan
mawar
4. Metode
Ceramah dan Tanya
jawab
5. Alat bantu
leaflet
6. Materi
a) Memberikan
pemahaman
tentang diet yang
diberikan
b) Memberikan
pemahaman
informasi tentang
makanan yang
dianjurkan dan tidak
di anjurkan
c) Memberikan
motivasi pada
pasien untuk
menjalankan duet
yang diberikan

Asuhan gizi III


CATATAN ASUHAN GIZI

RESUME PAGT

Nama : Hj. Maemunah Jenis Kelamin : perempuan

Umur : 67 tahun Register :

ASSESMENT
RENCANA MONITORING
IDENTIFIKASI DIAGNOSA GIZI RENCANA INTERVENSI
DATA DASAR EVALUASI
MASALAH
1. Diagnosa Medis A. Terapi Diet Monitoring
DM tipe II dan dyspepsia DM tipe II dan NC 2.2 perubahan 1. Jenis diet : - Antropometri
dyspepsia nilai laboratorium DM 1300 , diet lambung BB/ 3 hari
2. Keluhan Utama berkaitan dengan zat 2. Bentuk makanan - Asupan makanan yaitu energi,
Nyeri ulu hati dan nafsu makan Nyeri ulu hati gizi yang lunak protein, lemak dan KH
menurun berhubungan dengan 3. Jalur pemberian - Biokimia
penyakit DM di tandai oral GDS
3. Riwayat Penyakit Sekarang dengan peningkatan 4. Tujuan diet - Pemahaman dan kepatuhan
DM tipe II dan dyspepsia kadar GDS 156 mg/dl a) Untuk membantu diet
pasien memperbaiki
kebiasaan makan
untuk mendapatkan
4. Riwayat Penyakit Dahulu kontrol metabolik Evaluasi
menderita penyakit DM sejak yang lebih baik - Perubahan berat badan
usia 50 tahun b) Memberikan - Perubahan asupan energi,
makanan yang protein, lemak dan KH
5. Riwayat Penyakit Keluarga adekuat - Perubahan hasil pemeriksaan
Tidak ada keluarga yang c) Tidak merangsang, GDS
memiliki riwayat penyakit yang dapat mengurangi - Terapi diet dilanjutkan
sama pengeluaran cairan
lambung dan dapat
6. Skrining Gizi menetralkan
a. Antropometri kelebihan asam
BB = 42 kg lambung
TB = 151 cm d) Mencegah dan
BBI = TB(m)2 x 21 mengoreksi defisiensi
= 2,2 x 21 zat gizi dan cairan
= 46,2 kg 5. Syarat diet
Energy basal = BBI x 25 a) Energy sesuai
= 46,2 x 25 kebutuhan dengan
= 1155 memperhatikan faktor
BB aktivitas dan faktor
IMT =
❑TB2 stress serta umur
yaitu 1328,25 kkal
42
= b) Protein 15% dari
1,51 x 1,51
kebuthan energy total
42 yaitu 49,8 gram
=
2,2 c) Lemak 25 % dari
= 19 kg/m2 kebutuhan energy
total yaitu 36,8 gram
Status gizi = normal
d) Karbohidrat 60% dari
b. Biokimia kebutuhan energy
- GDS : 156 mg/dl total yaitu 199,2 gram
(Normal : 70-110 mg/dl) 6. Perhitungan
- HGB : 11,1 g/dl kebutuhan
(Normal : 11,0-15,0 g/dl) TEE = EB + EB (FA+FS-
KU)
c. Fisik klinis = 1155 + 1155 (20%
+10%-15%)
KU Lemah = 1155 + (0,15)
N 80 x/i = 1155 + 173,25
RR 20 x/i = 1328,25 kkal
S 36,8 ºc P = 15% x 1328,25
TD 130/90 = 199,2/4
mmHg
= 49,8 gr
L = 25% x 1328,25
d. Riwayat gizi sekarang
= 323/9
Selama masuk rumah sakit
= 36,8 gr
nafsu makan pasien
Asupan kurang NI 2.1 kekurangan KH = 60% x 1328,25
berkurang.
intake makanan dan = 796/4
E 367,9 kkal (35,39%)
minuman oral = 199,2 gr
P 19,2 gr (49,52%)
L 11,3 gr (39,14%) berkaitan dengan
KH 50,1 gr (32,13%) nyeri ulu hati dan B. Terapi Edukasi
nasfu makan menurun 1. Tujuan
e. Riwayat gizi dahulu ditandai dengan a) Meningkatkan
hasil recall 24 jam pengetahuan
- Makan nasi 3x sehari
tentang penyakit dm
porsi kecil sebelum pengkajian,
dan dyspepsia
- Konsumsi ikan 2-3 x kurang dari kebutuhan b) Meningkatkan
sehari E = 35,39 % pengetahuan
- Suka makan gorengan P = 49,52 % tentang makanan
- Suka minum kopi pakai L = 39,14 % yang dapat
dikonsumsi dan
gula diabetes KH = 31,13 %
tidak bisa
- Makanan kesukaan mi
dikonsumsi
hokyan 2. Sasaran
- Jarang konsumsi buah Pasien dan keluarga
7. Riwayat Personal 3. Tempat
Nama Hj. Maemunah Ruang perawatan
Usia : 67 tahun mawar
Jk : perempuan 4. Metode
Tinggal dengan anak Ceramah dan Tanya
Pekerjaan : ibu rumah tangga jawab
Suku : bugis 5. Alat bantu
Pendidikan terakhir : SMP leaflet
Keluhan pasien terkait gizi yaitu 6. Materi
: Nyeri ulu hati dan nafsu a) Memberikan
makan menurun pemahaman
tentang diet yang
diberikan
b) Memberikan
pemahaman
informasi tentang
makanan yang
dianjurkan, dibatasi
dan tidak dianjurkan
c) Memberikan
motivasi pada
pasien untuk
menjalankan diet
yang diberikan

Asuhan gizi IV

CATATAN ASUHAN GIZI


RESUME PAGT

Nama : Abd. Rahman Jenis Kelamin : laki-laki

Umur : 33 tahun Register :

ASSESMENT
RENCANA MONITORING
IDENTIFIKASI DIAGNOSA GIZI RENCANA INTERVENSI
DATA DASAR EVALUASI
MASALAH
1. Diagnosa Medis A. Terapi diet Monitoring
Kolik abdomen susp Kolik abdomen 1. Jenis diet : - Antropometri
appendisitis akut susp appendisitis Diet lambung BB / 3 hari
akut 2. Bentuk makanan - Asupan makanan yaitu energi,
2. Keluhan Utama Makanan lunak protein, lemak dan KH
Nyeri perut, nafsu makan Nyeri perut dan 3. Jalur pemberian - Pemahaman dan kepatuhan
menurun nafsu makan Oral diet
menurun 4. Tujuan diet
3. Riwayat Penyakit Sekarang Memberikan makanan Evaluasi
Kolik abdomen susp appedietis dan cairan secukupnya - Perubahan berat badan
akut yang tidak - Perubahan asupan energi,
memberatkan lambung protein, lemak dan KH
4. Riwayat Penyakit Dahulu serta mencegah dan - Terapi diet dilanjutkan
Tidak memiliki riwayat penyakit menetralkan sekresi
dahulu asam lambung yang
berlebihan
5. Riwayat Penyakit Keluarga Syarat diet
Tidak ada keluarga yang a) Energy diberikan
memiliki riwayat penyakit yang sesuai kebutuhan
sama dengan
memperhitungkan
6. Skrining Gizi faktor aktivitas
a. Antropometri dam faktor stress
BB = 70 kg yaitu 2330 kkal
TB = 165 cm b) Protein diberikan
BBI = (TB-100) – (10% TB- 15% dari
100) kebutuhan energy
= 65 – (0,1 – 65) total yaitu 87 gr
= 65 – (6,5) c) Lemak 25% dari
= 58,8 kebutuhan energy
BB total yaitu 64 gr
IMT =
❑TB ( m) 2 d) Kh 60% dari
70 kg Kelebihan berat NC 3.3 berat badan kebutuhan energy
=
2,7 m badan lebih berkaitan total yaitu 348 gr
= 25,92 kg/m2 (lebih} dengan intake energi e) Cairan cukup
Status gizi : normal lebih akibat pola 5. Perhitungan
b. Biokimia makan salah dan kebutuhan
- HB = 12,8 g/dl aktivitas kurang yang BEE = 66 + (13,5 x BB)
Normal = (12,0-16,0 g/dl ) ditandai dengan + (5 x TB) – (6,8 x U)
hasil IMT 25,92 kg/m2 = 66 + (13,5 x 70 ) + (5
c. Fisik klinis x 165) – (6,8 x 66)
Pasien mengalami nyeri = 66 + (945) + (825) –
perut dan nafsu makan (224,4)
menurun = 1611,6 kkal
TEE = BEE x FA x FS
KU Lemah = 1611,6 x 1,2 x
N 100 x/i 1,2
S 36,7 ºc = 2320 kkal
TD 130/80 P = 15% x 2320
mmHg = 348/4
= 87 gr
d. Riwayat gizi sekarang Asupan kurang NI 2.1 kekurangan L = 25% x 2320
Pasien diberikan makanan intake makanan dan = 580/9
lunak diet lambung di minuman oral = 64 gr
Rumah Sakit dan tidak berkaitan dengan KH = 60% x 2320
pernah di habiskan. Hasil nyeri perut dan = 1392/4
recall asupan selama 24 jam kurang nafsu makan = 348 gr
yaitu; akibat appendisitis B. Terapi edukasi
E 1143,7 kkal (49,2%) akut ditandai dengan 1. Tujuan
P 53,6 gr (61,6%) kurang asupan dan a) Meningkatkan
hasil recall 24 jam pengetahuan
L 30,5 gr (47,6%)
sebelum pengkajian, tentang penyakit
KH 160 gr (46%) kurang dari kolik abdomen
kebutuhan b) Meningkatkan
Pola makan salah E = 14,3 % pengetahuan
e. Riwayat gizi dahulu P = 19,3 % tentang makanan
- Makan nasi 3-4x sehari L = 21,7 % yang dapat
porsi besar KH = 10,1 % dikonsumsi,
- Konsumsi lauk hewani dibatasi dan tidak
3-4x sehari bisa dikonsumsi
- Konsumsi sayur 3x 2. Sasaran
sehari Pasien dan keluarga
- Konsumsi lauk nabati 3. Tempat
(tahu) setiap hari Ruang perawatan
- Jarang konsumsi buah flamboyan
- Makanan kesukaan 4. Metode
yaitu, nasi goreng 3x Ceramah dan Tanya
seminggu dan gorengan jawab
3x seminggu 5. Alat bantu
Leaflet

6. Materi
7. Riwayat Personal a) Memberikan
Nama : abd. rahman pemahaman
Umur : 33 tahun tentang diet yang
Pekerjaan : wiraswasta diberikan
Suku : bugis b) Memberikan
Jk : laki-laki pemahaman
Pendidikan terakhir : smk informasi tentang
Keluhan pasien terkait gizi yaitu makanan yang
: nafsu makan menurun akibat Jarang dianjurkan, dibatasi
kolik abdomen yang di derita. berolahraga dan tidak dianjurkan
Pasien jarang berolahraga dan c) Memberikan
alergi pada ikan kering dan motivasi pada
telur pasien untuk
menjalankan duet
yang diberikan

Asuhan gizi v

CATATAN ASUHAN GIZI

RESUME PAGT

Nama : indri Jenis Kelamin : perempuan

Umur : 14 tahun Register :

ASSESMENT
RENCANA MONITORING
IDENTIFIKASI DIAGNOSA GIZI RENCANA INTERVENSI
DATA DASAR EVALUASI
MASALAH
1. Diagnosa Medis A. Terapi diet Monitoring
Dyspepsia Dyspepsia 1. Jenis diet - Antropometri
Diet lambung BB/ 3hari
2. Keluhan Utama 2. Bentuk makanan - Asupan makanan yaitu energi,
Nyeri ulu hati dan nafsu makan Nyeri ulu hati dan Makanan lunak protein, lemak, dan KH
kurang nafsu makan 3. Jalur pemberian - Tekanan darah
kurang oral - Pemahaman dan kepatuhan
3. Riwayat Penyakit Sekarang 4. Tujuan diet diet
Dyspepsia Memberikan
makanan dan cairan Evaluasi
4. Riwayat Penyakit Dahulu secukupnya yang - Perubahan BB
1 minggu yang lalu pasien di tidak memberatkan - Perubahan energi, protein,
rawat di puskesmas dengan lambung serta lemak dan KH
penyakit yang sama mencegah dan - Perubahan tekanan darah
menetralkan sekresi - Terapi diet dilanjutkan
5. Riwayat Penyakit Keluarga asam lambung yang
Mama dan kakak memiliki berlebihan
riwayat penykit yang sama 5. Syarat diet
a) Energy diberikan
6. Skrining Gizi sesuai dengan
a. Antropometri kebutuhan yaitu
BB = 44,80 kg 1974 kkal
TB = 152 cm b) Protein diberikan
BBI = 42 kg (cdc) 15% dari
BB kebutuhan energy
IMT =
❑TB ( m) 2 total yaitu 98,7 gr
44,80 kg c) Lemak 25% dari
=
2,3 m kebutuhan energy
= 19,4 kg/m2 total yaitu 32,9
Status gizi : normal d) Kh 60% dari
b. Biokimia kebutuhan energy
- HB = 13,5 g/dl total yaitu 320 gr
Normal = (12,0-16,0 g/dl ) 5. Perhitungan
kebutuhan
c. Fisik klinis E = BBI x RDA
= 42 x 47
KU Lemas = 1974 kkal
N 98 x/i P = 20% x 1974
S 36,7 ºc = 394,8/4
P 22 x/i = 98,7 gr
L = 15% x 1974
d. Riwayat gizi sekarang = 296,6/9
Pasien diberikan makanan Asupan kurang NI 2.1 kekurangan = 32,9 gr
lunak diet lambung 3x1 intake makanan dan KH = 65% x 1974
perhari dan tidak pernah di minuman oral = 1283,1/4
habiskan. Hasil recall berkaitan dengan = 320 gr
asupan selama 24 jam yaitu; nyeri ulu hati dan B. Terapi edukasi
kurang nafsu makan 1. Tujuan
E 251,8 kkal (12,7%) akibat dispepsia a) Meningkatkan
P 19,2 gr (25,9 %) ditandai dengan pengetahuan
kurang asupan dan tentang penyakit
L 11,7 gr (21,6 %)
hasil recall 24 jam dyspepsia
KH 16,6 gr (5,6 %) sebelum pengkajian, b) Meningkatkan
kurang dari pengetahuan
e. Riwayat gizi dahulu kebutuhan tentang
- Makan nasi 2x sehari
E = 12,7 % makanan yang
- Tidak pernah sarapan
P = 25,9 % dapat
- Konsumsi lauk hewani
L = 21,6 % dikonsumsi,
3x sehari KH = 5,6 % dibatasi dan
- Jarang konsumsi sayur
tidak bisa
- Makan indomie setiap
dikonsumsi
hari di sekolah 2. Sasaran
- Jarang konsumsi buah Pasien dan keluarga
- Suka makan bakso di 3. Tempat
sekolah Ruang perawatan
- Suka makan gorengan seruni
4. Metode
7. Riwayat Personal Ceramah dan tanya
Nama : indri jawab
Umur : 14 tahun 5. Alat bantu
pendidikan : smp kelas 3 Leaflet
Suku : bugis 6. Materi
Jk : perempuan a) Memberikan
Keluhan pasien terkait gizi pemahaman
yaitu: nafsu makan kurang Jarang NB 1.5 Kekeliruan tentang diet yang
Pasien juga jarang berolahraga berolahraga pola makan diberikan
berkaitan dengan b) Memberikan
tidak beraktivitas fisik pemahaman
ditandai dengan informasi tentang
jarang berolahraga makanan yang
dianjurkan dan tidak
di anjurkan
c) Memberikan
motivasi pada
pasien untuk
menjalankan diet
yang diberikan
Asuhan gizi VI

CATATAN ASUHAN GIZI

RESUME PAGT

Nama : Ani JenisKelamin : Perempuan

Umur : 41 tahun Nomor Register :

ASSESMENT
RENCANA MONITORING
IDENTIFIKASI DIAGNOSA GIZI RENCANA INTERVENSI
DATA DASAR EVALUASI
MASALAH
1. DiagnosaMedis A. Terapi diet Monitoring
- Hipertensi Hipertensi NI 5.4 penurunan 1. Jenis diet - Antropometri
- General weaknes kebutuhan zat gizi Rendah garam BB/ 3 hari
2. KeluhanUtama natrium berkaitan 2. Bentukmakanan - Asupan makanan yaitu energi,
- Merasa lemas dengan hipertensi Makanan lunak protein, lemak, dan KH
- Nafsu makan kurang Nafsu makan ditandai dengan 3. Jalurpemberian - Tekanan darah
3. Riwayat Penyakit Sekarang kurang tekanan darah Oral - Pemahaman dan kepatuhan
- Hipertensi 160/100 mmHg 4. Tujuan diet diet
4. RiwayatPenyakitDahulu a) Membantu
Tidak memiliki riwayat penyakit menurunkan Evaluasi
dahulu tekanan darah pada - Perubahan berat badan
5. Riwayat Penyakit Keluarga pasien penderita - Perubahan energi, protein,
Tidak ada penyakit keluarga hipertensi. lemak, dan KH
yang sama b) Menambah asupan - Perubahan tekanan darah
6. Skrining Gizi sesuai kebutuhan - Terapi diet dilanjutkan
a. Antropometri
BB = 71,95 kg c) Membantu
TB = 160 cm menurunkan BB
BBI =(TB -100)-(10% TB- hingga normal
100) 5. Syarat diet
= 60 -6 a) Energi diberikan
= 54 kg sesuai kebutuhan
BB normal dengan
IMT =
❑TB ( m) 2 memperhitungkan
71,95 kg faktor aktivitas dan
=
2,5m faktor stress yaitu
2
= 28,78 kg/m Obesitas NC 3.3 berat badan = 2052 kkal
Status gizi= Obesitas lebih berkaitan b) Protein diberikan
b. Biokimia dengan intake energi 15% dari kebutuhan
- HB = 12,8 g/dl lebih akibat pola energy total yaitu
Normal = (12,0-16,0 g/dl ) makan salah dan = 76,95 gr
c. Fisik klinis aktivitas kurang c) Lemak 25% dari
P 26x/i ditandai dengan kebutuhan energy
N 92 x/i IMT= 28,78 kg/m 2
total yaitu = 57 gr
S 36,6 ºc jarang berolahraga d) KH 60% dari
TD 160/100
kebutuhan energy
mmHg
total yaitu = 307,8 gr
e) Natrium = 1000-
d. Riwayat gizi sekarang
1200
Pasien diberikan berupa
6. Perhitungan
makanan lunak RG 3x sehari
kebutuhan
makanan Rumah Sakit dan
BEE = 655 + (9,6 x BB)
tidak pernah di habiskan.
Hasil recall asupan selama + (1,7 x TB) – (4,7 x U)
= 655 + (9,6 x 71,95 ) +
24 jam yaitu :
(1,7 x 160) – (4,7 x 41)
E 161,9 kkal (7,8%) = 655 + (690,72) + (272)
P 4,5 gr (5,8%) – (192,7)

L 1,9 gr (3,3%) = 1425,02 kkal


TEE = BEE x FA x FS
KH 33,5 gr (10,8%)
= 1425,02 x 1,2x1,2
e. Riwayat gizi dahulu = 2052 kkal
- Makan nasi 3-4x sehari P = 15% x 2052
porsi besar = 307,8/4
- Konsumsi lauk hewani = 76,95 gr
3-4x sehari Asupan kurang NI 2.1 kekurangan L = 25% x 2052
- Konsumsi sayur 3x intake makanan dan = 513/9
sehari minuman oral = 57 gr
- Jarang Konsumsi lauk berkaitan dengan KH = 60% x 2052
nabati nafsu makan kurang = 1231,2/4
- Jarang konsumsi buah akibat general = 307,8 gr
- Suka ngemil snack weaknes ditandai B. Terapi edukasi
- Makanan kesukaanya itu Pola makan salah dengan asupan 1. Tujuan
suka makan gorengan 3x kurang dari hasil 24 a) Meningkatkan
seminggu dan minuman jam sebelum pengetahuan
bersoda3x seminggu pengkajian tentang penyakit
E = 7,8 % yang di derita
P = 5,8 % b) Meningkatkan
L = 3,3 % pengetahuan
KH = 10,8 % tentang
7. Riwayat Personal makanan yang
Nama : Ani dapat
Umur : 41 tahun dikonsumsi,
Pekerjaan : URT dibatasi dan
Jenis kelamin : Perempuan tidak bisa
Suku : Bugis dikonsumsi
Pendidikan terakhir : SMA 2. Sasaran
Keluhan pasien terkait gizi yaitu Pasien dan keluarga
: nafsu makan kurang, 3. Tempat
hipertensi, general weakness Ruang perawatan
asoka
4. Metode
Ceramah dan tanya
jawab
5. Alat bantu
Leaflet
6. Materi
a) Memberikan
pemahaman
tentang diet yang
diberikan
b) Memberikan
pemahaman
informasi tentang
makanan yang
dianjurkan dan tidak
dianjurkan
c) Memberikan
motivasi pada
pasien untuk
menjalankan duet
yang diberikan
Asuhan gizi VII

CATATAN ASUHAN GIZI

RESUME PAGT

Nama : Tn mangkona Jenis Kelamin : laki-laki

Umur : 62 tahun Register :

ASSESMENT
RENCANA MONITORING
IDENTIFIKASI DIAGNOSA GIZI RENCANA INTERVENSI
DATA DASAR EVALUASI
MASALAH
1. Diagnosa Medis A. Terapi diet Monitoring
Kolelitiasis kolelitiasis 1. Jenis diet : - Antropometri
Diet rendah lemak BB/ 3 hari
2. Keluhan Utama 1600 kkal - Asupan makanan yaitu energi,
Nyeri perut, susah tidur dan nyeri perut dan 2. Bentuk makanan protein, lemak, dan KH
nafsu makan kurang nafsu makan Makanan lunak - Pemahaman dan kepatuhan
kurang 3. Jalur pemberian diet
3. Riwayat Penyakit Sekarang Oral
Kolelitiasis 4. Tujuan diet Evaluasi
Membantu untuk - Perubahan asupan
4. Riwayat Penyakit Dahulu mencapai dan - Perubahan tekanan darah
2 tahun yang lalu sakit mempertahankan - Terapi diet dilanjutkan
kolelitiasis dan pernah status gizi optimal
mengalami hipertensi dan dan mengistirahatkan
kolesterol kandung empedu
sementara waktu
5. Riwayat Penyakit Keluarga 5. Syarat diet
Bapaknya pernah memiliki a) Energy diberikan
riwayat penyakit yang sama sesuai kebutuhan
yaitu 1650 kkal
6. Skrining Gizi b) Protein diberikan
a. Antropometri 1,25 g/kg bb dari
BB = 51,6 kg total kebutuhan
TB = 161 cm energy total yaitu
BBI = 161 – 100 76,25 gram = 18%
= 61 kg c) Lemak 22% dari
BB kebutuhan energy
IMT =
❑TB ( m) 2 total yaitu 40,3 gram
51,6 d) Karbohidrat 60%
=
2,5 dari kebutuhan
= 19,9 kg/m2 energy total yaitu
Status gizi : normal 247,5 gram
b. Biokimia
Tidak ada pemeriksaan 6. Perhitungan
laboratorium kebutuhan
BEE = 66 + (13,5 x BB)
c. Fisik klinis + (5 x TB) – (6,8 x U)
= 66 + (13,5 x 51,6) + (5
KU Lemas x 161) – (6,8 x 62)
N 78 x/i = 66 + (696,6) + (805) –
RR 18 x/i (421,6)
S 36,6 ºc = 1146 kkal
TD 100/60 TEE = BEE x FA x FS
mmHg = 1146 x 1,2 x 1,2
= 1650 kkal
d. Riwayat gizi sekarang P = 1,25 x BBI
Pasien mengalami kurang Asupan kurang NI 2.1 kekurangan = 1,25 x 61
nafsu makan, tidak memiliki intake makanan dan = 76,25 gr / 4
riwayat alergi. Hasil recall minuman oral = 305 / 1650 x 100
asupan selama 24 jam yaitu; berkaitan dengan = 18%
nyeri perut dan L = 22% x 1650
E 80,1 kkal (4,85%) kurang nafsu makan = 363/9
P 1,4 gr (1,83%)
ditandai dengan = 40,3 gr
L 0,2 gr (0,49%)
asupan kurang dan KH = 60% x 1650
KH 18,2 gr (7,35%)
hasil recall 24 jam = 990/4
e. Riwayat gizi dahulu sebelum pengkajian, = 247,5 gr
- Makan nasi 3x sehari kurang dari kebutuhan B. Terapi edukasi
- Konsumsi lauk hewani E = 4,85% 1. Tujuan
seperti ikan 1x sehari P = 1,83% a) Meningkatkan
- Konsumsi sayur 3x L = 0,49% pengetahuan
sehari KH = 7,35% tentang penyakit
- Jarang konsumsi buah kolelitiasis
b) Meningkatkan
7. Riwayat Personal pengetahuan
Nama : Tn. Mangkona tentang
Umur : 62 tahun makanan yang
Pekerjaan : petani dapat
Suku : bugis dikonsumsi,
Agama : islam dibatasi dan
Jk : laki-laki tidak bisa
Pendidikan terakhir : SMP dikonsumsi
Tinggal sama anak dan istri 2. Sasaran
Pasien dan keluarga
3. Tempat
Ruang perawatan
teratai b
4. Metode
Ceramah dan Tanya
jawab
5. Alat bantu
Leaflet
6. Materi
a) Memberikan
pemahaman
tentang diet yang
diberikan
b) Memberikan
pemahaman
informasi tentang
makanan yang
dianjurkan dan tidak
di anjurkan
c) Memberikan
motivasi pada
pasien untuk
menjalankan diet
yang diberikan
Asuhan gizi VIII

CATATAN ASUHAN GIZI

RESUME PAGT

Nama : Hj. sadariah Jenis Kelamin : perempuan

Umur : 64 tahun Register :

ASSESMENT
IDENTIFIKASI DIAGNOSA GIZI RENCANA INTERVENSI RENCANA MONITORING EVALUASI
DATA DASAR
MASALAH
1. Diagnosa Medis A. Terapi diet Monitoring
- Afasia EC susp NHS 1. Jenis diet : - Antropometri
- Hemiparese s/ NHS+HT Diet stroke LILA/ 3 hari
2. Bentuk makanan - Asupan makanan yaitu energi,
2. Keluhan Utama Lunak protein, lemak, dan KH
Susah menelan akibat saraf Susah menelan, NC 1.1 kesulitan 3. Jalur pemberian - Tekanan darah
tenggorokan, nafsu makan kurang, nafsu makan kurang menelan berkaitan Oral - Pemahaman dan kepatuhan diet
dan sakit jika menelan dan sakit jika dengan gangguan
3. Riwayat Penyakit Sekarang menelan syaraf menelan akibat 4. Tujuan diet Evaluasi
Hemiparese s/ NHS+HT Hemiparese s/ stroke ditandai dengan - Mencukupi kebutuhan - Perubahan LILA
NHS+HT sakit bila menelan dan energy zat gizi dan - Perubahan asupan energi, protein,
4. Riwayat Penyakit Dahulu asupan kurang mamperhatikan lemak, dan KH
2 tahun lalu kena serangan stroke keadaan dan komplikasi - Perubahan tekanan darah
yang pertama penyakit - Terapi diet dilanjutkan
- Memberikan makanan
5. Riwayat Penyakit Keluarga sesuai kondisi disfagia
Tidak ada keluarga yang memliki pasien
riwayat penyakit yang sama - Mencegah dehidrasi
dan menjaga
6. Skrining Gizi keseimbangan cairan
f. Antropometri dan elektrolit
Lila : 23,8 5. Syarat diet
TB = 142 cm a) Kebutuhan energy 30
BBI = 142-100 kkal/kg bbi
= 42 kg b) Protein 1,5/kg bbi =
Status gizi : 20% dari energy total
lila aktual yaitu 63 gram
= x 100 %
lila tabel Gizi kurang NC 3.1 Berat badan c) Lemak 20% dari
238 kurang berkaitan energy total yaitu 28gr
= x 100 %
303 dengan intake energi d) KH 60% dari energy
= 78,54% kurang ditandai total yaitu 189 gram
(gizi kurang) dengan status gizi e) Kolesterol < 200
kurang (lila 78,54%) mg/hari
g. Biokimia f) Serat 25-30 gram/hari
- GDP = 113 mg/dl (<126 Kolestrol tinggi 290 NI 5.4 penurunan g) Cairan 1500-2000
mg/dl) mg/dl kebutuhan zat gizi ml/hari
- Kolestrol : 290 mg/dl lemak (kolesterol) h) Natrium dibatasi 1500
(200mg/dl) berkaitan dengan mg
- Ureum darah = 30 mg/dl (10- penyakit hemiparese
50 mg/dl) (stroke) dan 6. Perhitungan kebutuhan
- Uric acid = 4,3 mg/dl (2,4-5,7 hiperkolesterolemia E = BBI x kebutuhan
mg/dl) ditandai dengan energi
h. Fisik klinis kolesterol 290 mmHg/dl = 42 x 30
Pemeriksaan fisik (tinggi) = 1260 kkal
- Kesulitan menelan P = 1,5 x BBI
- tidak bab selama 6 hari Tidak bab selama 6 NI 5.8.5 Kekurangan = 1,5 x 42
hari intake serat berkaitan = 63 x 4
KU Lemah dengan asupan makan = 252/1260 x 100
S 37oc yang kurang akibat = 20%
TD 160/80mmHg
kesulitan menelan yang L = 20% x 1260
i. Riwayat gizi sekarang ditandai dengan tidak = 252/9
Pasien hanya memakan bubur, BAB selama 6 hari = 28 gr
ikan hanya sedikit dan sayur KH = 60% x 1260
hanya airnya saja. Hasil recall TD 160/80 mmHg NI 5.4 penurunan = 756/4
24 jam sebelum pengkajian (tinggi ) kebutuhan zat gizi = 189 gr
menunjukkan natrium berkaitan B. Terapi edukasi
E 69 kkal (5,47%) dengan hipertensi 1. Tujuan
P 5,2 gr (11%) ditandai dengan - Meningkatkan
L 0,8 gr (2,85%)
KH 9,6 gr (0,04%) tekanan darah pengetahuan tentang
160/80mmHg penyakit yang di derita
j. Riwayat gizi dahulu Asupan kurang - Meningkatkan
- Makan nasi 3x sehari porsi NI 2.1 kekurangan pengetahuan tentang
kecil intake makanan dan makanan yang dapat
- Konsumsi sayur 2x sehari minuman oral berkaitan dikonsumsi dan tidak
dalam porsi kecil dengan nafsu makan bisa dikonsumsi
- Konsumsi ikan lauk hewani kurang dan kesulitan 2. Sasaran
3x sehari menelan ditandai Keluarga
- Jarang konsumsi buah dengan asupan kurang 3. Tempat
- Jarang konsumsi lauk dari hasil 24 jam Ruang perawatan teratai
nabati sebelum sebelum b
- pengkajian 4. Metode
7. Riwayat Personal E = 14,3 % Ceramah dan Tanya
Nama : Hj. Sadariah P = 19,3 % jawab
Usia : 64 tahun L = 21,7 %
Pekerjaan : ibu rumah tangga KH = 10,1 % 5. Alat bantu
Tinggal bersama anak leaflet
Suku : bugis 6. Materi
Jk : perempuan - Memberikan
Pendidikan terakhir : sekolah dasar pemahaman tentang
Keluhan pasien terkait gizi yaitu : diet yang diberikan
nafsu makan sangat kurang - Memberikan
pemahaman informasi
tentang makanan yang
dianjurkan dan tidak di
anjurkan
- Memberikan motivasi
pada pasien untuk
menjalankan duet yang
diberikan
C. Konseling dan Edukasi Gizi
1. Tujuan Kegiatan
Pasien mampu memahami dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan
perilaku dalam mengenali dan mengatasi permasalahan gizi terkait diet
yang dianjurkan sehingga pasien dapat memutuskan langkah apa yang
akan dilakukannya.
2. Tempat dan Waktu
a. Tempat Kegiatan : Instalasi Gizi RSUD Salewangang Maros
b. Waktu Kegiatan : 9 Maret 2020
3. Hasil Kegiatan
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
Pokok bahasan : Penyakit Stroke
Sasaran : Pasien dan keluarga
Waktu : 9 Maret 2020
Tempat : Poliklinik RSUD Salewangang Maros

A. Tujuan penyuluhan
1. Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan pasien dapat memahami tentang
penyakit stroke
2. Tujuan khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit stroke, keluarga
diharapkan dapat :
a) Mengetahui tentang penyakit stroke
b) Mengetahui dengan tepat terkait dengan gejala dan penyebab
stroke
c) Mengetahui tentang makanan yang diperbolehkan dan tidak
diperbolehkan
B. Materi
Penyakit stroke
C. Kegiatan penyuluhan

Kegiatan
No Tahapan Waktu
Penyuluh Peserta
 Memberikan Menanggapi
1 Pembukaan salam
 Perkenalan diri
 Memberikan Mendengarkan
penyuluhan dan
tentang materi menanggapi
Pemberian yang akan
2
materi disajikan
 Memberi
kesempatan
bertanya
 Menggali Dapat memberi
pengetahuan jawaban
3 Evaluasi sasaran dengan
memberi
pertanyaan

4 Penutup  Memberi salam


 Penutup
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi

E. Alat/Media
1. Leaflet dan Poster (Picart)

F. Evaluasi
1. Mengetahui tentang penyakit stroke
2. Mengetahui bahan makanan yang diperbolehkan dan tidak
diperbolehkan
3. Mengetahui gejala dan penyebab stroke

G. Gambaran umum penyakit


Stroke adalah sindrom klinis yang timbulnya mendadak, progresi
cepat, berupa defisit neurologis fokal dan/atau global, yang berlangsung 24
jam atau lebih, atau langsung menimbulkan kematian, dan semata-mata
disebabkan oleh gangguan peredaran darah non-traumatik. Jenis Stroke
dibagi menjadi dua, antara lain:
1. Stroke karena perdarahan. Stroke ini terjadi karena satu atau beberapa
pembuluh darah di otak pecah.
2. Stroke karena penyumbatan. Stroke ini terjadi karena pembuluh darah
di otak mengalami penyumbatan oleh kolesterol atau lemak lain
sehingga suplai oksigen ke otak terhambat. Otak tidak dapat bernapas
sehingga fungsi jaringannya terganggu.
Gejala stroke tergantung luas dan area otak yang mengalami
gangguan stroke. Gejala Stroke secara umum sebagai berikut:
1. Kelumpuhan wajah atau anggota badan (biasanya satu sisi saja) yang
timbul mendadak.
2. Gangguan kepekaan pada satu atau lebih anggota badan
3. Perubahan mendadak status mental (bingung, mengigau, koma)
4. Afasia (bicara tidak lancar, ucapan kurang, atau sulit memahami
ucapan)
5. Disartria (bicara pelo atau cadel)
6. Gangguan penglihatan atau diplopia (penglihatan dobel)
7. Ataksia (kesulitan gerakan)
8. Vertigo, mual, dan muntah, atau nyeri kepala.
H. Tujuan diet
1. Mencukupi kebutuhan energy zat gizi pasien stroke
2. Memberikan makanan sesuai kondisi disfagia pasien stroke
3. Mencegah dehidrasi pasien stroke
I. Syarat diet
1. Kebutuhan energy 30 kkal/kg bbi
2. Protein 1,5/kg bbi = 20% dari energy total
3. Lemak 20% dari energy total
4. KH 60% dari energy total
5. Kolesterol < 200 mg/hari
6. Serat 25-30 gram/hari
7. Cairan 1500-2000 ml/hari
J. Makanan yang diperbolehkan dan dibatasi
1. Makanan yang diperbolehkan :
a) Sumber karbohidrat: beras, kentang, ubi, singkong, tapioca, biscuit,
bihun
b) Sumber protein hewani: daging sapi dan ayam tanpa kulit, ikan,
telur ayam, susu skim
c) Sumber protein nabati: semua kacang-kacangan dan produk
olahannya (tahu & tempe)
d) Sayuran: bayam, wortel, kangkung, kacang panjang, labu siam,
tomat, toge.
e) Buah: buah segar, dijus ataupun diolah dengan cara disetup, seperti
pisang, papaya, manga, jambu biji, melon, semangka.
f) Sumber lemak: minyak jagung dan mintak kedelai, margarin dan
mentega dalam jumlah terbatas, dan santan encer.
2. Makanan yang dibatasi :
a) Sumber karbohidrat: mie, soda (baking powder), kue-kue yang
terlalu manis
b) Sumber protein hewani: daging sapid an ayam yang berlemak,
jeroan, keju, protein hewani yang diawetkan
c) Sumber protein nabati: pindakas, produk kacang-kacang olahan
yang diawetkan.
d) Sayuran: Sayuran yan gmengandung gas seperti kol, sawi,
kembang kol, dan lobak
e) Buah-buahan: buah-buahan yan gmengangung gas seperti durian,
nangka, dan buah-buahan yang diawetkan (buah kaleng)
f) Sumber lemak: santan kental dan produk goring-gorengan.
HASIL EVALUASI KONSELING

GIZI PASIEN RAWAT JALAN

Nama :Ny.S Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 64 tahun Nomor Registrasi :

Evaluasi
Proses Outcame
Materi Respon pasien
Tanggal Pertanyaan Sebelum Sesudah
konseling masalah Tindakan penyelesaian Tindak
Tidak Tidak keterangan
yang diberikan Tahu Tahu penyelesaian
tahu tahu

Pasien dapat
Bagaiamana
Tidak Memberikan informasi terkait mengerti terkait
kebiasaan Leafleat dan buku
mengetahui makanan yang baik untuk √ √ informasi dan
Asuhan makanan ibu foto makanan
makanan yang dikonsumsi edukasi yang
09 maret gizi selama ini ?
baik untuk diberikan
2020 penderita
dikonsumsi
stroke
Tidak Bagaimana
Memberikan informasi terkait Mampu
mengetahui kebiasaan
makanan apa saja yang √ √ memahami diet Leafleat dan buku
makanan yang makan selama
harus dihindari yang dianjurkan foto makanan
harus dihindari ini ?
D. Studi kasus asuhan gizi
1. Tujuan kegiatan
a. Melakukan pengkajian gizi, faktor yang mempengaruhi terhadap gangguan gizi
dan status gizi dengan cara anamnesa diet
b. Menegakkan diagnosa gizi berdasarkan identifikasi masalah yang dialami dan
hasil pemeriksaan yang dilakukan
c. Menentukan tujuan terapi gizi, terapi edukasi dan merencanakan intervensi gizi
dengan menghitung kebutuhan zat gizi, bentuk makanan, jumlah serta
pemberian makanan yang sesuai dengan keadaan pasien.
2. Tempat dan Waktu
a. Tempat Kegiatan :Instalasi Gizi RSUD Salewangang Maros
b. Waktu Kegiatan :28 Februari 2020
3. Hasil Kegiatan
a. Identitas Pasien
Nama : Ny. sadariah
Umur : 64 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Diet : Stroke, rendah garam
Diagnosa : Hemiparese s/ NHS + HT
b. Pengkajian Gizi
Tabel 4
Hasil Pengkajian Gizi
Kategori Data Data Standar Pembanding
a. Riwayat Nama : Ny. S
Personal Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Usia : 64 tahun
Pendidika
terakhir : SMP
Pekerjaan : IRT
Pasien mengalami nafsu
makan kurang, kesulitan
menelan,hipertensi, dan
hemiparese

b. Riwayat Riwayat Gizi Dahulu


Terkait Gizi - Pola makan pasien baik
Dan makan 3x sehari dalam
Makanan porsi kecil
- makan sayur 2x sehari
dalam porsi kecil,
- konsumsi lauk hewani 3x
sehari
- jarang konsumsi buah dan Asupan : 90-110%
lauk nabati.
- Konsumsi daging sapi dan
daging ayam 3x seminggu
Riwayat Gizi Sekarang
Pasien mendapatkan diet
rendah lemak dan rendah
garam, nafsu makan pasien
kurang, dengan hasil recall
sebelum intervensi: Tanggal :
28/02/2020 :
E = 69 kkal (5,47%) ↓
P = 5,2 gr (11%)↓
L = 0,8 gr (2,85%) ↓
KH = 9,6 gr (0,04%) ↓
c. Data LILA = 23,8 cm % LILA = 90- 110 %
Antropometri TL = 40 cm standar
St. gizi LILA = 78,54 %
standar (gizi kurang)
BBI = 42 kg/m²
d. Data - GDP = 113 mg/dl - <126 mg/dl
Biokimia - Kolestrol : 290 mg/dl - 200 mg/dl
- Ureum darah = 30 mg/dl - 10-50 mg/dl
- Uric acid = 4,3 mg/dl - 2,4 – 5,7 mg/dl

e. Data N = 78 x/menit 60-100 x/menit


Pemeriksaan S = 37,7 º C 36,5- 37,2 °c
Fisik/klinis TD = 160/80 mmhg > 120/80 mmHg
Terkait Gizi KU = Lemah
Kehilangan lemak
subkutan, sesak (kadang-
kadang), konstipasi (tidak
BAB selama 6 hari), tidak
bisa berjalan sendiri, dan
mengalami disfagia
(kesulitan menelan).

c. Penegakan Diagnosa Gizi


1) NI 5.4 penurunan kebutuhan zat gizi lemak (kolesterol) berkaitan dengan
penyakit hemiparese (stroke) dan hiperkolesterolemia ditandai dengan
kolesterol 290 mmHg/dl (tinggi)
2) NI 5.4 penurunan kebutuhan zat gizi natrium berkaitan dengan hipertensi
ditandai dengan tekanan darah 160/80mmHg
3) NI 5.8.5 Kekurangan intake serat berkaitan dengan asupan makan yang kurang
akibat kesulitan menelan yang ditandai dengan tidak BAB selama 6 hari
4) NI 2.1 kekurangan intake makanan dan minuman oral berkaitan dengan nafsu
makan kurang dan kesulitan menelan akibat gangguan syaraf menelan ditandai
dengan asupan kurang dari hasil 24 jam sebelum sebelum pengkajian
E = 14,3 %
P = 19,3 %
L = 21,7 %
KH = 10,1 %
5) NC 1.1 Kesulitan menelan berkaitan dengan gangguan syaraf menelan akibat
stroke ditandai dengan sakit bila menelan dan asupan kurang
6) NC 3.1 Berat badan kurang berkaitan dengan intake energi kurang ditandai
dengan status gizi kurang (lila 78,54%)

d. Rencana Intervensi Gizi


1) Tujuan diet
a) Mencukupi kebutuhan energy zat gizi dan mamperhatikan keadaan dan
komplikasi penyakit
b) Memberikan makanan sesuai kondisi disfagia pasien
c) Mencegah dehidrasi dan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
d) Membantu menurunkan tekanan darah
e) Membantu menurunkan kolesterol
f) Membantu menaikkan berat badan

2) Prinsip diet
a) Bentuk makanan mudah ditelan dan dicerna yaitu lunak atau saring
b) Porsi kecil tapi sering
c) Frekuensi 3x makanan utama dan 3x selingan, selingan berupa susu 2x dan
pudding 1x

3) Syarat diet
a) Kebutuhan energi 30 kkal/kg BBI yaitu 1260 kkal
b) Protein 1,5/kg BBI = 20% dari energy total
c) Lemak 20% dari energy total
d) KH 60% dari energy total
e) Kolesterol < 200 mg/hari
f) Serat 25-30 gram/hari (bertahap mulai 8 gr) sesuai kondisi menelan pasien
g) Cairan 1500-2000 ml/hari
h) Natrium dibatasi 1000-1200 mg

4) Perhitungan energi dan zat gizi


E = BBI x kebutuhan energi
= 42 x 30

= 1260 kkal

P = 1,5 x BBI

= 1,5 x 42

= 63 x 4

= 252/1260 x 100 = 20%

L = 20% x 1260

= 252/9

= 28 gr

KH = 60% x 1260

= 756/4

= 189 gr

e. contoh menu
Tabel 3. Contoh Menu Instalasi Gizi RSUD Salewangang Maros
Berat
Menu Bahan Makanan URT
(gr)
Pagi
Bubur manado Beras giling 50 ¼ gls
Kacang panjang 30 ¼ gls
Telur dadar bumbu
Telur ayam 50 1 butir
saos tomat
Siang
Nasi/Bubur Beras giling 300 1/6 gls
Bandeng bakar bumbu
Ikan bandeng 50 1 ptg sdg
dabu dabu
Tempe bacem Tempe 50 1 ptg
Kembang kol,
Sayur tumis wortel, sawi 100 1 mgk kecil
hijau
Buah Pepaya 1 ptg kecil
Malam
Nasi/bubur Beras giling 100 ½ gls
Bandeng masak
Ikan bandeng 50 1 ptg kcl
bumbu kunung
Tempe masak bumbu
tempe 50 1 ptg sdg
semur
Buncis, wortel,
Sop Kimlo kembang kol, 100 1 mgk sdg
jamur

f. Rencana Monitoring dan Evaluasi Gizi


Tabel 4. Rencana Monitoring dan Evaluasi Gizi
Monitor Evaluasi Waktu
Pada saat
pertama dan
Antropometri Perubahan LILA
terakhir
intervensi
Pada saat
Perubahan nilai
Fisik/klinis setiap hari kunjungan
fisik/klinis
ulang
Pada saat
Peningkatan asupan
Asupan setiap hari kunjungan
zat gizi
ulang
Pengetahuan/perilak
Perubahan perilaku Pada saat
u pasien dalam
selama menjalankan kunjungan
menjalankan diet
diet ulang
setiap hari