Anda di halaman 1dari 4

STUDI PENYAKIT NCP

KELOMPOK 1
Ank. M ridwan dirawat dirumah sakit diruangan kemuning 2/BA/3. Pasien didiagnosa post
appendictomy per laparatomi ai peritonitis local ec perforasi appendic POD II. Pasien adalah
anak pertama. Ibu pasien sudah lama meninggal. Pasien hanya tinggal bersama ayahnya. Sejak ±
3 hari SMRS pasien mengeluh nyeri perut, mual, muntah, BAB mencret, demam. Pasien
dioperasi tgl 27/4/14 (18.00-20.00). Hasil pemeriksaan lab Hb: 9.6, Ht 30, Lekosit 20.900,
eritrosit 4.78, Trombosit 242.000, Na 128, Cl 9.6, dengan keterangannya Hb turun, Ht turun,
Lekosit turun, Na turun, Cl turun. Hasil antropometri pasien Lila 12.5 (persentil 69.8), BB
( 27/4/14) 14 kg, BB (29/4/14) : 13 kg, TB 107 cm, BMI/U : < -3 SD. Data klinis pasien Kes :
CM, KU tenang, Nadi 84x/mnt, RR: 8x/mnt, S : 36.5, BU +, TF clear water + dan pasien
mengalani Penurunan nafsu makan. SMRS, Pola makan tidak teratur, porsi tidak menentu 8-10
sdm nasi, lauk telur setiap hari, tahu tempe jarang, tidak menyukai sayur. MRS pasien masih
puasa POD II dan saat ini os sedang TF. Status gizi pasien malnutrisi.

KELOMPOK 2
Ny. Marsini berusia 43 tahun dengan BB: 55 kg ; TB: 157 cm; BBI :57 kg ; IMT: 22.3 ; status
gizi normal. Dirawat di rumah sakit dengan ruangan/kelas kemuning 3/3. Pasien merupakan
seorang IRT sehari-hari membantu suami berjualan di warung. Pasien tinggal bersama 5 orang
anak berserta suaminya. Pasien merasakan lemah badan sejak 3 bulan dan lemah badan semakin
berat. Ternyata pasien memiliki riwayat ca cervix 2 tahun yang lalu dan telah melakukan kemo
sebanyak 13 kali. Sebelum masuk rumah sakit pola makan 3 kali sehari, serta pasien
menghindari makanan yang bersifat keras seperti daging, roti, pisang, dll) dan tidak memiliki
alergi makanan. Kebiasaan pasien selalu memasak menggunakan vetsin. Menurut Diagnosa
medis pasien mengidap ca cervix residif, CKD ec obstruktif uropati, post kolonoskopi, anemia.
Hasil recall pasien setelah masuk rumah sakit : E: 644.8 (20.9%); P : 8 (19.3%); L : 17.5 (25.6%)
;KH : 87.5 (15.26%).
Hasil pemeriksaan Biokimia Hb 5.7 , Ht 18 ,Eritrosit 2.13, Ureum 103 , Kreatinin 4.00, Na 117.
Hasil keterangan pemeriksaan biokima pasien mengalami Hb turun, Ht turun, Eritrosit turun,
Ureum naik, Kreatinin naik, Natrium naik. Data klinis pasien TD120/70 ,KU sakit sedang, Kes
CM, Nadi 88x/mnt, RR 200x/m, Suhu afebris, Lemah badan (bedrest), Pucat , Mual, Muntah.

KELOMPOK 3
Ny. Nani suhartini berusia 66 tahun. Dirawat di rumah sakit dengan ruangan/kelas kemuning
3/3. Pasien Di diagnosa mengalami Ca ovarium post inadequate surgical treatment dengan
metastasis ke KGB coili sinistra. Sebelum masuk rumah sakit pasien makan sehari 3 kali @ 1
centong nasi dan tidak memiliki alergi serta pantangan terhadap makanan. Hasil Recall asupan
makan di RS :E: 857.5 kkal (70.7%) ; P: 43.7 g(96.2%) ; L : 24.9 g(92.5%); KH: 93.2 g(47.3%).
BB pasien 34.9 kg,TB 147 cm ,IMT 16.15, pasien mengalami penurunan BB 6% dalam 1
minggu. Hasil pemeriksaan lab Hb 8.2, Ht 25, Lekosit 3100, Trombosit 341000, SGOT 32,
SGPT 5, Ureum 48, Kreatinin 1.09, Na 137, K 4.1 kemudian data clinis pasien sebagai berikut:
Kes: CM, TD 120/70, N 84x/mnt, R 20x/mnt, Suhu : afebris , Mual.

KELOMPOK 4
Ank. Dina berumur 12 th. Dirawat dirumah sakit diruangan kemuning 3/3. Pasien didiagnosa
susp. Ca ovarium std III C. Data antropometri pasien BB 40 kg, TB 153 cm, IMT 19.04 (1 SD).
Pada pemeriksaan biokimia pasien belom pernah melakukan pemeriksaan laboratorium. Data
klinik pasien KU : lemah, Kes: CM, TD 120/80 mmHg, N: 88 x/mnt, RR : 20x/mnt, BU +, Test
feeding. Pasien tidak mempunyai alergi dan pantangan terhadap makanan. Diet awal: makanan
gizi seimbang standar RS bentuk nasi dan os selalu menghabiskan makanan yang disediakan dari
RS tersebut. Hasil Recall sebelum operasi(16-4-14): E: 1915.75 kkal P: 67.25 g L: 60.2 g KH:
284.96 g. Hasil Recall pasien setelah operasi POD II, Asupan 0 % (os masih TF). Diagnosa gizi
pasien NI 2.1 Asupan oral tidak adekuat berkaitan dengan post opp POD II ditandai dengan os
masih test feeding (TF). Status gizi pasien baik.

KELOMPOK 5
Ny. Euis Sri S berusisa 53 tahun dirawat di rumah sakit dengan ruangan/kelas kemuning 3/3.
Pasien memiliki LILA : 14.5 (persentil 48.5%); TB 159 cm; BB(estimasi LILA) = 27.79 kg..
SMRS pola makan os sehari 2-3 kali @ 1 cukil nasi.
Diet MRS : nasi
Recall asupan di RS:
E= 1129 kkal
P= 35.6 gram
L = 27 gram
K = 179.9 gram

KELOMPOK 6
Ny. Jelita sitorus berusia 33 tahun. Dirawat di rumah sakit diruangan Hasil antropometri TB:
155, LILA : 26 (persentil 93.8%), Estimasi BB (berdasarkan LILA): 50.8 kg. Hasil pemeriksaan
biokimia Hb 12.4 mg/dl, Ht : 37, Lekosit 16200, Eritrosit 3.81, Trombosit 190.000. Data klinis
pasien TD 100/70 , Kes CM, Nadi 80x/mnt, RR 20 x/mnt, Suhu : afebris , BU (-). Pasien hanya
mengkonsumsi Asupan makan 0% karena pasien post opp dan belum ada bising usus.

KELOMPOK 7
Tn. Tedi berumur 23 tahun. Dirawat dirumah sakit diruangan kemuning 2/BS/Kls 3, dengan
diagnosis MOD HI à mild ZI+ EDH ar temporal dx + confusion bifrontal + SBF. Data
antropometri pasien BB 53, TB 163, IMT 19.9. Pasien belom pernah melakukan pemeriksaan
laboratorium. Data klinis pasien GCS 15, Suhu : afebris. Pasien mengalami keluhan nafsu makan
berkurang, mual, kembung, konstipasi. Pasien sebelum masuk rumah sakit kebiasaan makan 3 x
sehari, tidak ada pantangan dan alergi makanan dan menyukai semua jenis makanan. Pasien pagi
hari mengkonsumsi nasi: ½ Porsi, LH: TH, LN :1/2 , SY : TH. Hasil analisa recall makan pagi:
E:193.75 kkal, P : 5.25 g, L : 1.25 g, KH = 111.75. Status gizi pasien normal.

KELOMPOK 8
Ny. Nesih berumur 57 tahun. Dirawat dirumah sakit diruangan kemuning 3/3. Pasien didiagnosis
CKD ec obstruksi uropati ec ca cervix residif + susp. Fistula rectovagina + post total
kisterektomi. Pasien seorang IRT(ibu rumah tangga), suami seorang petani. Sakit sejak 1 bulan
yang lalu dan berobat ke Rumah sakit daerah lalu dirujuk ke RSHS. Pasien dijadwalkan cuci
darah tgl 3/4/14. Hasil pemeriksaan Hb 8.4, Ht 26, Eritrosit 3.18, Ureum 172, kreatinin 6.78.
Pada hasil pemeriksaan biokim keterangan pasien Hb turun, Ht turun, Eritrosit turun, Ureum
tinggi, Kreatinin tinggi. Data klinik pasiem Kes: CM, KU : sakit sedang, TD : 130/80 mg/dl,
RR : 18x/mnt, S: afebris. Hasil antrolometri pasien LiLa: 21.5 cm (persentil 70.9%), BB estimasi
38 kg, TB 150 cm, BBI 45. Keadaan pasien terlihat kurus, perut membesar, kulit lengan atas
menggelambir, lemah badan (mobilisasi di tempat tidur), pasien mengalami keluhan mual dan
hilang nafsu makan. Pasien sebelum masuk rumah sakit tidak memiliki pantangan dan alergi
pada makanan. Kebiasaan pasien makan tanpa kuah dan kurang menyukai minum(sedikit
minum). Setelah masuk rumah sakit sejak 2 hari yang lalu hanya minum air putih 180 cc dan
sonde ½ cup (100 cc) dengan ashpan makan: 100 kkal. Status gizi pasien kurang.

KELOMPOK 9
Ny. Cicih berumur 54 tahun. Dirawat dirumah sakit diruangan kemuning 3/3. Diagnosis pasien
ca mamae post kemo ke 6. Pasien seorang IRT(Ibu Rumah Tangga) suami bekerja sebagai buruh.
Pasien sakit sejak ± 1 tahun yang lalu, pasien berobat melalui poli rawat jalan. Pasien
dijadwalkan operasi besok (04/04/2014). Hasil pemeriksaan biokimia Hb 11.8, Ht 34, Eritrisit
3.79, Lekosit 2300, Trombosit 67000, Kreatinin 0.9. Hasil keterangan pemeriksaan biokim
pasien mengalami Hb turun, Ht turun, Lekosit turun, Trombosit turun, Kreatinin naik. Data klinis
pasien Kes : CM, KU : tenang, TD 120/80, pasien mengalami keluhan perut terasa begah (2 hari
belum BAB). BB pasien 48.3, TB 149, IMT 21.7 pasien mengalami penurunan BB 19.5% dalam
6 bulan. Pasien sebelum masuk rumah sakit frekuensi makan 3- 4 kali sehari. Pasien mengalami
keluhan nafsu makan kurang setelah post kemo, suka dan sering mengkonsumsi mie. selalu
memasak menggunakan vetsin. Kebiasaan makan sebelum tidur. Hasil Recall pasien dirumah
sakit E= 75 %, P= 75%, L=86%, KH = 72 %. Status gizi pasien baik.

KELOMPOK 10
Pelajar bernama Idrus berumur 13 tahun 4 bulan yang dirawat dirumah sakit diruangan
kemuning 2/BS/3. Pasien didiangnosis Post Craniotomy EV A/1 mild HI. Pasien adalah seorang
pelajar SMP, merupakan anak ke – 2 dari 4 bersaudara. Ayah petani Ibu tidak bekerja. 15 jam
sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengendarai motor dari Cianjur. Tidak memakai helm.
Pasien hilang keseimbangan sehingga terjatuh dengan kepala membentur aspal. Riwayat pingsan
+, muntah +, pasien dibawa ke RS cimahi. Kemudian dirujuk ke RSHS. Lila 20 persentil= 80,9%
.Hasil pemeriksaan biokimia Hb 13, Ht 39, Lekosit 11.500, Eritrosit 4,61, Trombosit 312.000.
Data klinis pasien TD 110/70, N 92 x/m, R 22 x/m, Suhu afebris, pasien terpasang NGT, GCS 9.
Pasien sebelum masuk rumah sakit makan 3x sehari (2 cukil nasi) dan sayuran setiap hari tempe
tahu 2 – 3 x seminggu, MRS : MC 1200 kkal. Pagi = MC(makanan cair) ½ P, Siang = MC 1 P,
Sore = MC 1 P. Kbutuhan Energi pasien = 1000 kkal, P = 55 gram, L = 42,5 gram, KH = 25
gram. Status gizi pasien kurang.