Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Kuku kuda adalah bagian paling distal dari ekstrimitas kuda dilindungi oleh kuku, yang
terbentuk dari keratinisasi epitel kulit. Strukur ini tidak dilalui buluh darah dan bersifat insensitif.
Kuku kuda merupakan pertumbuhan lanjutan dari kulit pada corona kuku. Corona kuku
mengandung banyak pembuluh darah, berbentuk garis melingkar diantara ujung atas kuku dan
batas rambut. Kuku kuda bersifat keras, kuat, dan elastis. Kuku kuda terdiri dari paries ungulae
(wall), solea ungulae (sole), dan cuneus ungulae (frog) (Kacker dan Panwar 1996).
Paries ungulae merupakan bagian kuku yang paling luar dan dapat dilihat saat kuda
berdiri. Berdasarkan topografinya, paries ungulae terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian dorsal
(toe), bagian medial dan lateral (quarter), dan bagian palmar/plantar yang biasa disebut heel.
Paries ungulae terdiri dari tiga lapis, yaitu lapis terluar atau stratum externum, lapis tengah atau
stratum medium, dan lapis dalam atau stratum internum (Dyce et al. 1996). Struktur dinding
terluar dari kuku kuda terdiri dari tubulus-tubulus yang sangat kecil. Ruangan antar tubulus ini
diisi oleh lapisan sel tanduk yang sangat rapat, sehingga terdapat hubungan yang kompak
diantara tubulus (Emery et al. 1977). Bagian ini mempunyai konsistensi yang sangat keras dan
semakin lunak pada lapisan dalam terutama pada bagian yang berhubungan dengan lamina
(Kacker dan Panwar 1996). Permukaan bagian tengah (stratum medium) merupakan bagian yang
paling besar dan berpigmen, sedangkan lapis dalam (stratum internum) tidak berpigmen. Stratum
internum terdiri dari 500-600 lapisan tanduk yang berhubungan dengan lapis sensitif (Hickman
dan Humphrey 1987).
Solea ungulae merupakan bagian terbesar dari permukaan kuku bagian bawah. Struktur
ini membatasi paries ungulae dan cuneus ungulae. Solea ungulae dan paries ungulae dibatasi
oleh white line (Emery et al. 1977). Solea ungulae berbentuk konkaf, sehingga hanya tepi paries
ungulae dan cuneus ungulae yang berhubungan langsung dengan permukaan tanah (Dyce et al.
1996). Solea ungulae terdiri dari bagian sensitif dan insensitif. Bagian sensitif berhubungan
langsung dengan periosteum dari os phalanx III, sedangkan bagian insensitif terbuat dari tubulus
tanduk yang pendek yang tumbuh dari papilla sensitif solea ungulae (Hammer 1993). Pada kuku
kuda yang normal, tubulus pada solea ungulae tumbuh dengan sudut yang hampir sama dengan
tanah (Hickman dan Humphrey 1987). Sudut ini dibentuk antara quarter dengan bar yang biasa
disebut angle of the sole (Dyce et al. 1996). Fungsi utama solea ungulae adalah sebagai
pelindung area sensitif di bagian dorsalnya, dan menahan berat di sekitar batas sensitif area
(Hickman dan Humphrey 1987).
Cuneus ungulae merupakan suatu bantalan lunak, elastis, dan berbentuk segitiga
(Hickman dan Humphrey 1987). Cuneus ungulae terletak diantara solea ungulae dan bar,
mengisi bagian Paries ungulae, Cuneus ungulae, dan Solea ungulae palmar kuku. Salah satu
bagian kuku ini terdiri atas jaringan lunak dan elastis, didukung oleh sekresi lemak dari suatu
kelenjar yang terdapat di bawah lapisan bantalan kuku (pulvinus digitalis). Sekresi lemak ini
berfungsi untuk menjaga konsistensi cuneus ungulae (Dyce et al. 1996). Dengan konsistensinya
yang lunak dan elastis, cuneus ungulae dapat berfungsi membantu memompa darah kembali ke
arah kaki (Hammer 1993).
DAFTAR PUSTAKA
Dyce KM, Sack WO, Wensing CJG. 1996. Textbook of Veterinary Anatomy. Edisi kedua.
Philadephia (PA): WB Saunders Company.
Emery L, Jim M, Nyles VH. 1977. Horseshoeing Theory and Hoof Care. Philadelphia (PA): Lea
& Febiger.
Hammer D. 1993. Care of The Stabled Horse. London (US): BT Batsford Ltd.
Hickman J, Humphrey M. 1987. Horse Management. Edisi kedua. San Diego (CA): Academic
Press.
Kacker RN, Panwar BS. 1996. Textbook of Equine Husbandry. New Delhi (IRI): Vikos
Publishing House PVT.