Anda di halaman 1dari 12

Dari tabel di atas, sebagian besar (52,94%) penggunaan waktu Luang lansia di RW 04 adalah

berkebun. Hal ini sesuai dengan kondisi yang ada di wilayah RW. 04, di mana hampir semua
keluarga memiliki pekarangan yang dapat dimanfaatkan sebagai kebun.

Analisis Data

No. Data Subjektif Data Objektif Masatah Kesehatan


1. Lingkungan Fisik 1. Letak kandang yang berada di Risiko timbutnya
datam rumah 1,41%. penyakit menular
Lingkungan yang 2. Sistem pembuangan air Umbah (diare,
kurang sehat di RT. sembarangan 5,71%. DHF, typhoid,
3. Jarak pembuangan sampah ISPA,
01 dan RT. 02 RW. dengan rumah 30,29%. , dan lain-Lain}
4 Desa X. 4. Tidak mempunyai tempat berhubungan
pembuangan sampah sementara dengan
29,14%. kurangnya
5. Membuang sampah di pengetahuan
sembarang tempat 18,86%. masyarakat dalam
6. Tempat Penampungan sampah memetihara
terbuka 58,29%. Lingkungan
7. Penampungan air datam kondisi yang memenuhi
terbuka 4%. syarat kesehatan.
8. Kondisi air berwarna 1,14%.
9. Jarak sumber air dengan septik
tank kurang dari 10 meter
10,8%.
10. Rumah yang tidak mempunyai
jendeta 4,57%.
11. Rumah yang pencahayaannya
remang-remang 10,28%.
12. Membuang sampah di
sembarang tempat 18,86%.
13. Kasus penyakit yang paling
Bering diderita adalah batuk
pilek 67,42%.
14. Tidak mempunyai tempat
penampungan sampah
sementara 29,14%.
15. Tempat penampungan sampah
terbuka 58,29%.
2. Usia Lanjut 1. Jumlah usia lanjut sebanyak 51 orang. Risiko terjadinya

Sebagian besar 2. Lansia yang mengalami keluhan penyakit 70,59% peningkatan


3. Jenis penyakit yang derita lansia di antaranya angka kesakitan
dari jumlah lansia
penyakit : pada lansia di RW.
di RT. 01 clan RT.
asma 5,88%, TB Paru 3,92%, hipertensi 27,45%,
02 RW. 04 Desa 04 berhubungan
DM 3,92%, rematik 31,37%, katarak 1,95%, lain lain
dengan kurangnya
X mengalami 25,49%.
pengetahuan
keluhan berbagai i
4. Upaya lansia untuk mencegah penyakit secara non
penyakit. masyarakat dalam
medis 13,88% dan diobati sendiri 8,33%.
mernelihara
5. Lansia yang tidak mengisi waktu Luang dengan
kesehatan lansia.
kegiatan tertentu 23,5%.
6. Belurn adanya posyandu lansia.

3. Potensi masyarakat 1. Hampir seluruhnya balita dibawa ke posyandu Potensi masyarakat


untuk meningkatkan setiap bulan (91,14%). RW. 08 Desa. X
kesehatan balita. 2. Hampir seluruhnya balita telah mendapatkan dalam meningkatkan
imunisasi lengkap (86,08%). kesehatan balita
3. Hampir seluruhnya balita memiliki KMS (92,41%) yang berhubungan
4. Sebagian besar balita dalam garis hijau dengan tingginya
(71,23%). kesadaran ibu
terhadap kesehatan
balita yang
ditunjang keaktifan
kader kesehatan dan
petugas.

Penapisan Masalah

Kriteria Penapisan
Ketersediaan Sumber
kesehatanKemungkinan untuk pendidikan

Sesuai dengan program pemerintah


Kemungkinan untuk diatasi
Sesuai dengan peran perawat

Jumlah yang beresiko

Sumber daya manusia


Sumber daya tempat
Minat masyarakat[o

sumber daya waktu

Sumber daya dana

Diagnasis
Besarnya resiko

Sumber daya peralatan

Jumlaj skor

Keperawatan
Komunitas
komunitas

Risiko timbutnya penyakit 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 4 4 55


Risiko terjadi peningkatan angka
5 3 3 3 4 4 5 4 3 4 3 3 44
kesakitan pada lansia
Potensial masyarakat dalam
5 4 5 5 5 4 5 5 3 5 5 4 55
meningkatkan kesehatan balita
Keterangan:
Skor 0-5
0 Paling rendah
5 Paling tinggi

Prioritas Masalah

1. Risiko timbulnya penyakit: diare, DHF, typhoid, ISPA, clan lain-lain yang berhubungan
dengan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memelihara lingkungan yang
memenuhi syarat kesehatan ditandai dengan:
a. Letak kandang di dalam rumah 1,41%.
b. Sistem buang air limbah sembarangan 5,71%.
c. Jarak pembuangan sampah dengan rumah 30,29%.
d. Tidak mempunyai tempat pembuangan sampah sementara 29,14%.
e. Membuang sampah di sembarang tempat 18,86%.
f. Tempat penampungan sampah terbuka 58,29%.
g. Penampungan air dalam kondisi terbuka 4%.
h. Kondisi air berwarna 1,14%.
i. Jarak sumber air dengan septik tank kurang dari 10 meter 10,8%.
j. Rumah yang tidak mempunyai jendela 4,57%.
k. Rumah yang pencahayaannya remang-remang 10,28%.
l. Kasus penyakit yang paling banyak diderita adalah batuk pilek sebesar 67,42%.
m. Tidak mempunyai tempat penampungan sampah sementara 29,14%.
n. Tempat penampungan sampah terbuka 58,29%.
2. Potensi masyarakat RW.08 Desa X dalam meningkatkan kesehatan balita yang
berhubungan dengan tingginya kesadaran ibu terhadap kesehatan balita yang ditunjang
keaktifan kader kesehatan clan petugas yang ditandai dengan:
a. Hampir seluruhnya balita dibawa ke posyandu setiap bulan 91,14%.
b. Hampir seluruhnya balita telah mendapatkan imunisasi lengkap 86,08%.
c. Hampir seluruhnya balita memiliki KMS 92,41%.
d. Sebagian besar balita dalam garis hijau 71,23%.
3. Risiko terjadinya peningkatan angka kesakitan pada lansia di RW.08 yang berhubungan
dengan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memelihara kesehatan lansia, yang
ditandai dengan:
a. Jumlah usia lanjut 51 orang.
b. Lansia yang mengalami keluhan penyakit 70,59%.
c. Jenis penyakit yang diderita lansia: asma 5,88%; TB paru 3,92%; hipertensi 27,45%;
DM 3,92%; rematik 31,37%; katarak 1,95%; lain-lain 25,49%.
d. Upaya lansia untuk mencegah penyakit lewat jalan non-medis 13,88% clan diobati
sendiri 8,33%.
e. Lansia yang tidak mengisi waktu luang dengan kegiatan tertentu 23,5%.
f. Belum adanya posyandu lansia.

Diagnosis Keperawatan
1 Risiko timbulnya penyakit: diare, DHE typhoid, ISPA, dan lain-lain berhubungan
dengan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memelihara lingkungan yang
memenuhi syarat kesehatan, ditandai dengan: letak kandang di dalam rumah
1,41%, sistem pembuangan air limbah sembarangan 5,71%, jarak pembuangan
sampah dengan rumah 30,29%, tidak mempunyai tempat pembuangan sampah
sementara 29,14%, membuang sampah di sembarang tempat 18,86%, tempat
penampungan sampah terbuka 58,29%, penampungan air dalam kondisi terbuka
4%, kondisi air berwarna 1,14%, jarak sumber air dengan septik tank kurang dari 10
meter 10,8%, rumah yang tidak mempunyai jendela 4,57%, rumah yang
pencahayaannya remang-remang 10,28%, kasus penyakit yang paling Bering diderita
adalah batuk pilek 67,42%, tidak mempunyai tempat penampungan sampah
sementara 29,14%, tempat penampungan sampah terbuka 58,29%.

2 Potensi masyarakat RW. 04 Desa X dalam meningkatkan kesehatan balita berhubungan


dengan tingginya kesadaran ibu terhadap kesehatan balita yang ditunjang keaktifan
kader kesehatan clan petugas yang ditandai dengan: hampir seluruh balita setiap
bulan dibawa ke posyandu (91,14%), hampir seluruh balita telah mendapat imunisasi
lengkap (86,08%), hampir seluruh balita memiliki KMS (92,41%), clan sebagian besar
balita berada pada garis hijau (71,23%).
3 Risiko terjadinya peningkatan angka kesakitan pada lansia di RW. 04 berhubungan
dengan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memelihara kesehatan lansia, yang
ditandai dengan: jumlah usia lanjut 51 orang; lansia yang mengalami keluhan penyakit
70,59%; jenis penyakit yang diderita lansia antara lain penyakit asma 5,88%, TB
paru 3,92%, hipertensi 27,45%, DM 3,92%, rematik 31,37%, katarak 1,95%, lain-lain
25,49%; upaya lansia untuk mencegah penyakit secara nonmedis 13,88% dan diobati
sendiri 8,33%; lansia yang tidak mengisi waktu luang dengan kegiatan tertentu 23,5%,
Berta belum adanya posyandu lansia.
Perencanaan

No Diagnosis Evatuasi
Keperawatan Tujuan Sasaran Strategi Rencana Kegiatan Hari, tangga[ Tempat
Komunitas Kriteria Standar
1 Setelah Ibu PKK KIE a. Berikan penyuluhan Minggu, BaLai RW. 08 Verbal a. Pengertian ISPA.
Risiko
timbutnya dilakukan pada Ibu anggota 25/12/08 b. Tanda dan gejala ISPA.
penyakit: diare, tindakan PKK. c. Tindakan yang dapat dilakukan
DHF, typhoid, keperawatan b. Diskusikan bersama bila anggota sakit.
ISPA yang setama 1 kah anggota PKK
berhubungan pertemuan tentang tanda dan
dengan diharapkan gejala ISPA.
kurangnya masyarakat RW. c. Diskusikan bersama
pengetahuan 08 mampu: angota PKK tentang
masyarakat a. mengidentifikasi tindakan yang dapat
datam jenis sampah; dilakukan oleh Ibu-
memetihara Ibu bila ada anggota
b. memisahkan yang sakit.
kesehatan
sampah keying d. Berikan
tingkungan
dan basah; reinforcement
yang sehat
terhadap
c. membuang
keberhasitan ibu
sampah sesuai
menjelaskan kembati
dengan jenis
materi yang
dan tempat
diberikan.
yang telah
disediakan;
d. memelihara Ibu PKK KIE a. Berikan penyutuhan Minggu Batai RW. 08 a. Verbal a. Jenis sampah.
dan tentang dampak b. Psikomotor b. Dampak pembuangan sampah
tingkungan pembuangan sampah 25/12/08 Lingkungan sekitar yang
pars bapak. yang tidak sehat dan kurang sehat.
yang sehat. pengetolaan sampah Minggu RW. 08 dan tempat c. PengetoLaan sampah yang benar.
yang benar.
b. Diskusikan dengan /25/12/08 pembuangan
warga tentang sampah.
dampak yang
ditimbulkan bila
sampah berserakan.
c. Diskusikan cars
pengelolaan sampah
yang sehat.
d. Lakukan kerja bakti
massal bersama
dengan seluruh warga
RW. 08.
e. Berikan
reinforcement
terhadap kemampuan
warga menjetaskan
kembali tentang
dampak sampah dan
pengetotaan sampah
yang benar.
2 Potensi Setelah dilakukan Ibu yang KIE a. Berikan penyuluhan Kamis Balai RW. 08 Verbal a. Pertumbuhan dan perkebangan
masyarakat tindakan punya tentang proses 12/1/08 anak.
untuk keperawatan 3 balita. pertumbuhan dan b. Nutrisi pada anak.
meningkatkan kah pertemuan perkembangan balita. c. Kriteria balita sehat.
kesehatan para Ibu dapat b. Diskusikan dengan
balita yang meningkatkan warga tentang nutrisi
berhubungan kesehatan pada balita.
dengan balitanya. c. Diskusikan dengan
tingginya warga cara membaca
kesadaran KMS.
ibu terhadap d. Berikan
kesehatan balita reinforcement kepada
yang ditunjang kader dan para ibu
dengan atas keberhasilan
keaktifan kader yang selama ini sudah
kesehatan dan tercapai.
petugas.
3 Peningkatan Setelah dilakukan Kader KIE a. Lakukan Minggu ke-3 Dalai RW. 08 Psikomotor a. Terbentuk posyandu lansia.
angka kesakitan tindakan Posyandu pembentukan Psikomotor b. Terbentuknya kader
pada lansia di keperawatan 3 lansia posyandu lansia. Psikomotor posyandu lansia.
RW. 04 b.d kah masyarakat b. Lakukan pelatihan Verbal
kurangnya mampu kader posyandu
pengetahuan memberikan lansia.
masyarakat perawatan c. Berikan penyuluhan
dalam pada lansia kesehatan lansia pada
memehhara di RW. 04 Kel. pelaksanaan
kesehatan Balasklumprik posyandu.
lansia. d. Berikan kenang-
kenangan alat
posyandu lansia.
Implementasi dan Evaluasi
No Diagnosis TGL Implementasi Evaluasi
1 Risiko timbulnya 25 /1/08 Penyuluhan tentang ISPA pada para ibu PKK Evatuasi struktur:
penyakit a. rencana penyuluhan telah Rakukan semingu sebelum acara
:diare, DHF, typoid, dilaksanakan;
ISPA, dan lain-lain b. undangan penyuluhan disebarkan tiga hari sebeum acara
berhubungan dengan dilaksanakan.
kurangnya pengetahuan Evaluasi proses:
masyarakat dalam a. peserta yang hadir sebanyak 49 orang;
memehhara kesehatan b. 15% peserta aktif bertanya terhadap materi penyuluhan;
lingkungan yang sehat. c. penyuluhan dilaksanakan di batai RW. 08 Desa Kandangan Cerme
Gresik;
Evaluasi hasil:
Warga dapat memahami tentang ISPA.
8/2/08 Kerja bakti massal di lingkungan RT. 02 dan Evaluasi struktur:
penyuluhan tentang kesehatan lingkungan. rencana sudah disiapkan seminggu sebelum pelaksanaan dan sebagai
penanggung jawab adalah ketua
pokjakes dan ketua RW. 08.
Evaluasi proses:
a. kerja bakti massal di RT. 02 RW. 08 diikuti oteh 34 orang dengan
lokasi di sekitar pembuagan
sampah;
b. kegiatan kerja bakti berjalan dengan lancar dan tertib;
c. lingkungan di sekitar pembuangan samaph tampak bersih.
Evaluasi hasil:
masyarakat belum siap untuk membuang sampah pada tempat yang sesuai
dan sampai saat ini masyarakat
masih membuang sampah di tempat semuta.
8/2/08 Penyuluhan Tentang DHF dan Diane pada Ibu-ibu Evatuasi struktur:
10/2/08 PKK di RT. 01 dan 02. rencana kegiatan telah dipersiapkan 4 hari sebelum kegiatan dan informasi
Penyuluhan DHF pada ibu-ibu di RT. 03. ke pengurus 2 hari sebelum
kegiatan.
Evaluasi proses:
kegiatan berlangsung tancar 80% peserta aktif datam diskusi.
Evaluasi hasil:
warga memahami pencegahan penyakit demam berdarah.
2.
15/2/08 Keda bakti massal di tingkungan RT. 01 dan Evaluasi struktur
penyuluhan tentang kesehatan tingkungan.
a. kegiatan tetah direncanakan 2 minggu sebetum kegiatan ditaksanakan;
b. kegiatan kerja bakti dikoordinatori oteh ketua RW. 08 dan ketua RT. 01.
Evaluasi proses:
a. kegiatan bertangsung dengan tancar;
b. kegiatan dihadiri oleh 40 orang;
c. kegiatan kerja bakti difokuskan pada parit dan sekitar pembuangan sampah
RT. 01.
Evaluasi hasil
Lingkungan tampak bersih dan parit menjadi tancar.
Potensi masyarakat 12/2/08 penyuluhan tentang tumbang anak pada ibu-ibu Evaluasi struktur:
untuk yang membawa batita ke posyandu RT.03 RW. 08
meningkatkan kesehatan a. Kegiatan direncanakan bersama-sama dengan kader posyandu 1 minggu
Dusun Sumberan
batita berhubungan sebetum acara.
dengan tingginya b. Mated penyuluhan Berta teflet tetah dipersiapkan 2 hari sebetum
kesadaran ibu terhadap pelaksanaan.
kesehatan batita yang c. Tempat dipersiapkan sebetum acara dimutai.
ditunjang keaktifan
d. Masyarakat diinformasikan jauh hari sebelum acara dimutai.
kader
Evaluasi proses:
kesehatan dan petugas.
a. Acara berjalan dengan tertib dan tancar.
b. Acara di hadiri oteh ibu-ibu batita, 70% dari jumlah batita yang ada.
c. 25% para Ibu batita bertanya tentang kondisi anaknya.
Kendala:
a. penyuluhan berbarengan dengan kegiatan posyandu sehingga para ibu di
samping mendengarkan
penyuluhan jugs sibuk mengurusi
batitanya;
b. banyak anak-anak berkeharan.
c. tempat duduk terbatas sehingga banyak ibu-ibu yang berdiri.
Evaluasi hasil
Para ibu mengerti dan memahami tentang tumbuh kembang anak.
3 Peningkatan angka Evatuasi struktur:
kesakitan pada tansia undangan telah disebar 2 had sebetum acara ditaksanakan.
7/2/08 Pembentukan Posyandu Lansia
di RW. 08 berhubungan
dengan kurangnya
pengetahuan masyarakat Evatuasi proses:
datam memetihara
a. acara dihadiri oteh seturuh pengurus pokjakes, ketua RT. 01, RT. 02, dan
kesehatan lansia.
RT. 03 beserta Ketua RW. 08;
b. acara berjalan dengan lancar;
c. acara dimulai jam 20.00-22.30 WIB;
d. semua kader kesehatan dapat mengikuti petatihan kader.

7/2/08 Petatihan Kader kesehatan tansia Evatuasi hasit:


a. posyandu tansia terbentuk dan sebanyak 7 orang terpitih sebagai kader
kesehatan;
b. kader dapat metakukan pemeriksaan tekanan darah;
c. kader dapat mengisi KMS tansia.

Evalusi struktur:
22/2/08 Mengadakan posyandu lansia
a. rencana telah disiapkan 2 minggu sebelumnya;
b. rencana dibuat oleh pokjakes bersama mahasiswa;
c. rencana dikoordinasi oleh ketua koodinator kesehatan lansia.

Evatuasi proses:
22/2/08 Metaksanakan senam lansia
a. posyandu dan senam diikuti oteh 40 orang dari 51 tansia yang ada;
b. kegiatan bedatan tancar, dimutia dari jam 08.00 dan berakhir jam 10.00
WIB;
c. kegiatan dibuka oteh Kepata Keturahan Batas Klumprik.
Evatuasi hasil
a. para lansia mengatakan senang mengikuti senam dan mengharap untuk
ditaksanakan setiap butan
sekati;
b. para lansia mengatakan badan terasa lebih segar setetah mengikuti senam;
c. terdapat 8 orang yang menderita penyakit tekanan darah tinggi.
Evalusi Struktur:

(a)rencana te[ah disiapkan 2 minggu sebelumnya;

(b)rencana dibuat oleh pokjakes bersama mahasiswa;


(a)rencana dikoordinasi oleh ketua koodinator kesehatan lansia.
Evaluasi Proses:

(a)posyandu dan senam diikuti oleh 40 orang dari 51 lansia yang ada;
(b)kegiatan berjalan lancar, dimulia dari jam 08.00 dan berakhir jam 10.00 WIB
(a)kegiatan dibuka oleh Kepa[a Kelurahan Balas Klumprik.
Evaluasi Hasil:
(a)para lansia mengatakan senang mengikuti senam dan mengharap untuk dilaksanakan setiap bulan sekah;
(b)para lansia mengatakan badan terasa lebih segar setelah mengikuti senam;
(a)terdapat 8 orang yang menderita penyakit tekanan darah tinggi.