Anda di halaman 1dari 7

Nama : Sof’Roul Ardianti Rahman

NIM : P27825019037

ANATOMI GIGI dan GINGIVA


Nama : Sof’Roul Ardianti Rahman
NIM : P27825019037

 Peradangan Jaringan Periodontal


A. Perikoronitis

Pengertian
Peradangan gingiva disekeliling mahkota gigi yang sedang tumbuh.
Penyebab:
Gangguan pada erupsi gigi, terutama gigi M3
Gejala-gejala:
 Penderita demam
 Sakit pada daerah gigi yang tumbuh
 Sukar menelan
 Trismus dari ringan sampai berat
Tanda-tanda klinis :
 Gusi di sekeliling gigi yang sedang tumbuh berwarna merah
 Sakit
 Bengkak
Rencana perawatan :
 Rontgen foto
 Kumur antiseptik, seperti air garam hangat, betadine
 Pemberian analgetik, antibiotik.
 Pencabutan gigi penyebab kalau posisi gigi miring dan kekurangan
tempat.

B. Operkulitis

Pengertian
Peradangan pada sebagian gingiva yang masih menutupi gigi.
Operculum= sebagian gingiva masih menutupi permukaan gigi.
Penyebab
Gangguan pada erupsi gigi dan adanya trauma gigi antagonis.
Tanda-tanda klinis
 Operkulum yang tebal pada gigi bagian distal.
 Penumpukan sisa makanan
 Erupsi yang belum sempurna
 Trismus dari ringan sampai berat.
Gejala-gejala
 Sakit saat oklusi
 Sukar menelan
 Demam
Rencana perawatan
 Kumur antiseptik dengan: air garam hangat, betadine
 Pemberian antibiotik, analgetik
 Operkulektomi
 Pencabutan gigi apabila posisi miring dan kekurangan tempat
C. Granuloma

= Periapikal granuloma
= Dental granuloma
Pengertian
Granuloma adalah suatu pertumbuhan jaringan granulasi yang ada
hubungannya dengan jaringan periodontium sebgai akibat dari rangsangan
yang terus menerus dari bakteri, toksin, gas gangren, zat kimia misal obat
saluran akar dari saluran akar ke foramen apical.
Penyebab
Kematian pulpa yang diikuti oleh iritasi kronis melalui jaringan periapikal
yang nekrotik. Granuloma tidak memberikan simptom yang jelas atau spesifik,
hanya dapat dilihat dengan foto rontgen.
Akibat lanjut
 Resorbsi tulang alveolar
 Abses
 Kista
Therapy dari granuloma
 Perawatan saluran akar dan apex resectie (biasanya untuk gigi depan)
 Pencabutan gigi
Kalau serangan kuman begitu hebat, maka gigi tidak sempat mebuat jaringan
granuloma, dan bakteri akan menyebar secara diffuse sehingga terjadi
pembengkakan yang disertai dengan adanya pus (nanah). Granuloma ini
merupakan blokade terhadap kuman-kuman yang masuk.
 Penyakit/kelainan Jaringan Lunak Mulut
A. Cheilitis : Infeksi yang mengenai sudut bibir

Macam-macam Cheilitis :
 Cheilitis Actinic
Cheilitis aktinokeratosis adalah suatu lesi klini dari bibir bawah
akibat dari kerusakan radiasi matahari yang berlebihan. Pada tahap
dini, bibir bawah menderita keratotik ringan dengan percampuran
yang tak nyata darri tepi vermillion dan kulit sekitarnya. Dengan
makin banyak terpajan matahari , maka daerah-daerah putih yang
mempunyai batas-batas yang jelas atau difus menjadi nyata. Perlahan-
lahan bibir menjadi keras, bersisik, sedikit membengkak dan
membalik. Ulserasi dengan keropeng adalah khas dari keadaan kronis.
 Cheilitis Lichenoid
Adalah peradangan pada bibir yang berkaitan dengan Candida
albicans dan kebiasaan menjilat bibir. Dipercaya bahwa organisme
candida dapat jalan masuk ke lapisan-lapisan permukaan dari epitel
bibir setelah mukosa rusak, yang disebabkan oleh keadaan basah dan
kering yang berulang-ulang dari jaringan bibir. Akibatnya terjadi
pengelupasan epitel permukaan dan dapat dilihat sisik keputihan halus
yang terdir atas mukus liur kering. Keadaan yang kronis ditandai oleh
fissura vertikal yang sakit dan berulseras serta lambat sembuhnya.
Reaksi hipersensitivitas terhadap bahan-bahan yang terdapat di dalam
balsam bibir membuat keadaan tersebut sulit dihilangkan.
 Cheilitis Angular
Cheilitis angular adalah luka di bibir yang diutandai dengan
pembengkakan dan bercak merah di bagian sudutnya. Kondisi iuniu
bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada bayi. Penyebab utama
adalah infeksi jamur Candida. Selain itu luka di bibir juga dapat
disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu.
 Cheilitis Glandularis
Merupakan penyakit yang jarang dijumpai dengan menyerang
bibir terutama bibir bawah yang ditandai dengan pembesaran dari
kelenjar saliva minor dengan derajat inflamasi yang bervariasi.
Umumnya bibir bawah jauh lebih besar dari bibir atas. Penyebab dari
cheilitis glandularis ini susah dipastikan namun beberapa ahli
menyatakan bahwa sipilis, infeksi bakteri, radiasi matahari, tembakau,
kebersihan rongga mulut yang buruk dan faktor keturnan yang
merupakan penyebab terjadinya cheilitis glandularis.
 Cheilitis Exfoliative
Adalah kelainan atopik pada bibir terjadi karena kontak dengan agent
tertentu. Infeksi mikroorganisme, efek samping pengobatan. Tanda-
tanda berupa kusta pada batas bibir dengan kulit wajah, tampak
gambaran keradangan ringan, tidak memiliki keluhan sakit.
 Cheilitis Granulomatosa
Cheilitis Granulomatosa merupakan pembesaran bibir kronis
yang merupakan inflamasi granulomatosa tanpa diketahui penyeubab
pastinya. Cheilitis Granulomatosa ini merupakan salah satu gejala dari
Melkersson-Rosenthal Syndrome.
B. Celah bibir

Celah bibir adalah cacat bawaan berupa celah pada bibir (labiochisis) dapat
terjadi bilateral atau unilateral, terjadi kegagalan penyatuan antara prosesus lasalis dan
prosesus maxilaris pada embrio trimester pertama.