Anda di halaman 1dari 3

Berdasarkan kitab tajwid

“Tuhfatul Athfal”, karya Syekh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Al – Jamzuri
PEMBAGIAN MAD LAZIM

Mad lazim itu dibagi menjadi empt, yaitu: 1. Mad Lazim Kili Mukhaffaf; 2. Mad Lazim Kilmi
Mutsaqqal; 3. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf; 4. Mad Lazim Harfi Mutsaqqal.

Apabila ada huruf bertasydid jatuh sesudah huruf mad dan berkumpul dalam satu kalimat, maka
bacaannya disebut mad lazim kilmi mutsaqqal. Contoh :

Apabila ada huruf mati jatuh sesudah huruf mad, maka hukum bacaannya disebut mad lazim
kilmi mukhaffaf. Contoh;

َ‫اآْلاَن‬
Adapun bacaannya Panjang 3 alif atau 6 harakat
Apabila ada permulaan surah terdapat salah satu atau lebih dari antara delapan huruf yang
terkumpul dalam kalimat ini:

‫سلك ام‬ َ َ‫نَق‬


َ َ‫صع‬
Hukum bacaannya disebut Mad lazim harfi mutsaqqal. Contoh:

Adapun bacaannya Panjang 3 alif atau 6 harakat


Apabila ada permulaan surah terdapat huruf:

َ ‫ي‬
‫طا ِهر‬ ٌّ ‫َح‬
Maka bacaannya disebut mad lazim harfi mukhaffaf. Contoh:

Adapun bacaannya 1 alif atau dua harakat


Note:
Perlu diketahui, bahwa mad itu tidak hanya yang sudah disebutkan diatas asja, tapi masih ada
yang belum disebutkan, diantaranya yaitu:
Apabila ada huruf mad muqaddar (tersimpan) didalam ha’ dhammir yang dibaca dahammah atau
kasrah dan sebelumnya ha’ dhammir berupa huruf hidup, sedang sesudahnya tidak ada hamzah
washal atau hamzah qatha’, maka hukum bacaannya disebut mad shilah qashirah. Contoh:

Adapun bacaannya 1 alif atau dua harakat


Apabila huruf yang sebelum ha’ dhammir berupa huruf yang mati, atau ha’ dhammir tadi
dirangkaikan denga kalimat sesudahnya, maka bacaannya harus pendek. Contoh:

Apabila ada huruf mad muqaddar (tersimpan) pada ha’ dhammir yang dibaca dhammah atau
kasrah dan sebelumnya berupa huruf hidup, sedang sesudahnya berupa hamzah qatha’, maka
hukum bacaannya disebut mad shilah thawilah. Contoh:
Adapun bacaannya ada dua macam
1. Dibaca Panjang dua setengah alif atau lima harakat.
2. Dibaca Panjang 1 alif atau 2 harakat
Menurut qira’ah masyhurah (imam Hafsah dari ashim) mad shilah thawilah it harus dibaca
Panjang dua setengah alif / 5 harakat.
Apabila ada wakaf huruf bertanwin fathah, maka hukum bacaannya disebut mad iwadh. Contoh:

Adapun bacaannya 1 alif atau dua harakat


Diatas diterangkan bahwa mad itu ada yang Namanya mad lazim harfi mutsaqqal, tetapi di dalam
kitab lain memakai istilah mad lazim harfi musyabba’. Yaitu huruf-huruf yang terdapat
permulaan surah berupa huruf:

‫سلكم‬ َ َ‫نق‬
َ ‫ص َع‬
Contoh:

Adapun bacaannya Panjang 3 alif atau 6 harakat


Mad lazim harfi musyabba’ itu dibagi menjadi dua, yaitu; 1. Mad lazim harfi musyabba’
mutaqqal; 2. Mad lazim harfi musyabba’ mukhaffaf.
1. Mad lazim harfi musyabba’ mutaqqal yaitu apabila huruf permulaan surah itu
diidghamkan pada huruf sesudahnya. Contoh:

2. Mad lazim harfi musyabba’ mukhaffaf, yaitu apabila huruf permulaan surah itu tidak
diidghamkan pada huruf sesudahnya. contoh: