Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KELOMPOK

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


TENTANG SISTEM GERAK (OTOT)

Kelompok 1 :
1. Khusnia Agustin 2181000220013
2. Nur Cahyono 2181000220029
3. Yati 2181000220053
4. Faisal Muhaidin 2181000220056

Dosen Pengampu :
Nuril Hidayati, S.Pd., M.Pd.

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI


INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN
TAHUN AJARAN 2019/2020
SISTEM OTOT

KEGIATAN 1. Pendefinisian Masalah

Otot merupakan salah satu bagian penyusun tubuh manusia. Otot disebut sebagai
alat gerak aktif sedangkan tulang/rangka merupakan alat gerak pasif. Benarkah
pernyataan tersebut ? Berikan penjelasan saudara mengapa otot bisa disebut
sebagai alat gerak aktif ?

JAWABAN :

Karena otot pada tubuh manusia mampu melakukan relaksasi dan kontraksi sesuai
dengan stimulus yang diberikan ataupun bekerja tanpa sadar seperti otot polos dan
otot jantung.

KEGIATAN 2. Mengkaitkan dengan Kehidupan Nyata

Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Pergerakan disebabkan oleh
kontraksi otot penyusun tubuh manusia. Jika seseorang mengalami kematian dan
setelah 72 jam tubuh orang tersebut akan mengalami kekakuan atau disebut rigor
mortis.

3. Rigor mortis berkaitan dengan meningkatnya permeabilitas membran


terhadap ion Ca2+ dan ATP, bagaimana keterkaitan antara Ca2+, ATP, dan
kontraksi sel otot!
4. Berikan contoh mekanisme pergerakan tubuh dan identifikasi otot yang
terlibat!

JAWABAN :

3. Kaitan Rigor Mortis dengan meningkatnya permeabilitas membrane


terhadap ion Ca2+, ATP, dan kontraksi sel otot, yaitu :
a. Adanya ion Ca2+ yang dipicu oleh adanya asetilkolin (Ach) dari ujung
sinaps sel saraf dengan sel otot rangka.
b. Ion Ca2+ akan menstimulus sisi aktif aktin, Ca2+ kemudian akan
berikatan dengan troponin.
c. Sisi aktif aktin akan berikatan dengan miosin dengan bantuan enzim
ATP ase pada miosin yang akan menghasilkan energi.
d. Miosin menempel pada aktin akan menyebabkan kontraksi sel otot
polos dengan memendekkan sarkomer pada sel otot rangka.
e. Relaksasi terjadi ketika ATP digunakan untuk memompa Ca2+ keluar
sel sehingga kepala miosin akan lepas dari aktin.

4. Mengangkat buku menggunakan kedua tangan. Otot yang berperan dalam


kegiatan ini adalah sel otot bisep dan trisep yang mengalami kontraksi dan
relaksasi. Sehingga bisa dikatakan bahwa dalam mengangkat buku dengan
kedua tangan melibatkan sel otot rangka atau otot lurik.

KEGIATAN 3. Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan.

5. Jika benar otot merupakan alat gerak aktif. Bagaimana Saudara


membuktikan bahwa otot merupakan alat gerak aktif yang menggerakkan
tulang/rangka, bagaimana dengan otot polos dan otot jantung!

JAWABAN :

Otot merupakan alat gerak yang aktif, sementara rangka tubuh adalah merupakan
sistem alat gerak gerak pasif. Otot adalah jaringan kontraktil yang dikelompokan
ke dalam sistem kordinasi untuk efensiasi yang lebih besar. gerakan organ tubuh
yang terjadi adalah kerja sama yang rumitd ari serabut otot. Rangka tubuh
manusia dibungkus oleh otot yang disebut daging. Dengan adanya otot, maka
rangka tubuh dapat digerakan.

KEGIATAN 4. Menganalisis dan Menginterpretasi Data

Dari kegiatan 3,

6. Identifikasi contoh pergerakan tubuh pada no 4 dengan menuliskan otot-


otot apa saja yang terlibat dalam pergerakan tersebut ?
7. Hitung jumlah dan identifikasi nama otot yang bekerja antagonis dan
sinergis!
8. Hitung dan identifikasi organ yang disusun oleh jaringan otot polos!
9. Hitung dan identifikasi organ yang disusun oleh jaringan otot jantung!

JAWABAN :

6. Pada no. 4 contonya adalah mengangkat buku di situ terdapat dua otot
yang saling berkontaksi dan relaksasi, dan otot yang terlibat dalam
pergerakan tersebut adalah otot bisep dan otot trisep. Otot bisep dan trisep
termasuk otot lurik atau rangka.

7. - Antagonis :
1. Lengan atas (otot bisep dan trisep)
2. Paha (bisep femoris dan rektus femons)
3. Gerakan tangan sejajar dengan bahu dan sikap sempurna (trapezium
dan deltol)
4. Gerakan kepala dengan menunduk dan menengadah (levator scaplae
dan sternocleidomastoid)

- Sinergis :
1. telapak tangan mengadah menelangkup (otot fleksor retibaculim dan
ekstensor retinaculum)

8. a. Organ pencernaan pencernaan : lambung, usus halus dan usus besar dan
anus.
b. Organ pernafasan : Paru – paru
c. Organ reproduksi : Rahim

9. Organ yang yang di susun oleh otot jantung adalah jantung


KEGIATAN 5. Membuat Sebuah Kesimpulan Sementara.

10. Tuliskan konsep yang Saudara pahami dari hasil kegiatan 4 yang telah
saudara lakukan!

JAWABAN :

Salah satu contoh pergerakan tubuh yakni menagkat buku, dalam


pergerakan tersebut terdapat dua otot yang saling berkontaksi dan relaksasi, yang
dimana otot yang terlibat dalam pergerakan tersebut adalah otot bisep dan otot
trisep yang terdapat pada bagian lengan atas. Otot bisep dan trisep termasuk otot
lurik atau otot rangka.

Adapun otot – otot yang bekerja secara antagoni dan sinergis. Contoh yang
bekerja secara angonis, yakni : Lengan atas ( otot bisep dan trisep), Paha (bisep
femoris dan rektus femons), Gerakan tangan sejajar dengan bahu dan sikap
sempurna (trapezium dan deltol), dan Gerakan kepala dengan menunduk dan
menengadah (levator scaplae dan sternocleidomastoid). Selain itu, ada beberapa
organ yang disusun oleh otot polos antra lain organ pecernaan, organ pernafasan
dan organ reproduksi. Sedangkan organ yang di susun oleh otot jantung adalah
jantung.

KEGIATAN 6. Mendesain Alternatif Penyelesaian Masalah.

11. Identifikasi persamaan dan perbedaan mekanisme kontraksi sel otot


rangka, polos, dan jantung ?

JAWABAN :

- Persamaan mekanisme kontraksi sel otot rangka, polos, dan jantung :


Persamaannya yaitu sama – sama menggunakan ion Ca2+ untuk membantu
mrkanisme kontraksi otot dan menggunakan ATP serta fosfagen yang
berperan sebagai sumber energi pada mekanisme kontraksi pada sel otot.
- Perbedaan mekanisme kontraksi sel otot rangka, polos, dan jantung :
Pada mekanisme kontraksi otot pada sel otot :
1. Rangka :
Adanya asetilkolin mengakibatkan permeabilitas ion Ca2+ meningkat,
sehingga ketika ion Ca2+ masuk ke sel otot akan menstimulus potensial
aksi pada sel otot dan menghantarkan impuls di sepanjang sel otot,
tubulus T, sarkoplasma dan retikulum sarkoplasma. Hal ini
menyebabkan filamen aktin dan miosin saling menyelip dan
memendekkan sarkomer sehingga terjadi kontraksi.

2. Polos :
Ion Ca2+ yang mengaktifkan kontraksi otot sebagian besar berasal dari
cairan ekstraseluler. Depolarisasi pada sarkolema menyebabkan
permeabilitas terdapat Ca2+ meningkat sehingga Ca2+ yang berada di
luar sel berdifusi masuk ke sarkoplasma untuk memulai kontraksi.
3. Jantung :
Pada otot jantung setelah diberi stimulus kemudian Ion Ca 2+ masuk ke
sitosol dari retikulum sarkoplasma maupun dari cairan ekstraseluler.
Sehingga keseluruhan strukturnya akan berkontraksi sebagai suatu
unit yang disebut sebagai synsitium.

KEGIATAN 7. Mendiskusikan Solusi yang Diperoleh.

12. Jelaskan mekanisme kontraksi dan relaksasi pada Sel otot rangka, Sel otot
polos, Sel otot jantung !

JAWABAN :

a. Mekanisme Kontraksi pada Sel Otot Rangka


Kontraksi otot rangka dimulai dari adanya stimulus berupa
asetilkolin (merupakan salah satu tipe dari neurotransmitter yang
dihasilkan oleh neuron motorik) yang secara cepat berdifusi melewati
celah sinaptik dan terikat pada molekul protein spesifik (reseptor) pada
membran serabut otot yang mengakibatkan meningkatnya permeabilitas
ion Ca2+.
Masuknya ion Ca2+ ke sel otot akan menstimulus potensial aksi
pada sel otot dan menghantarkan impuls di sepanjang sel otot, tubulus T,
sarkoplasma dan retikulum sarkoplasma. Hal ini menyebabkan filamen
aktin dan miosin saling menyelip dan memendekkan sarkomer sehingga
terjadi kontraksi. Ketika serabut otot dalam kondisi istirahat, kompleks
troponin dan tropomyosin memblok sisi aktif molekul aktin dan mencegah
sambungan kepala miosin.

b. Mekanisme Kontraksi pada Sel Otot Polos


Pada otot polos Ca2+ berasal dari cairan ekstraseluler dan potensial
aksi tidak dibutuhkan untuk pelepasan Ca2+. Pada otot polos tidak
memiliki troponin, maka sinyal Ca2+ akan menginisiasi jalur khusus yang
berakhir dengan fosforilasi pada miosin. Pada sistem tubulus T dan
retikulum sarkoplasma yang tidak berkembang, maka hubungan eksitasi
kontraksi otot polos berbeda dengan otot rangka. Ion Ca 2+ yang
mengaktifkan kontraksi otot sebagian besar berasal dari cairan
ekstraseluler. Depolarisasi pada sarkolema menyebabkan permeabilitas
terdapat Ca2+ meningkat sehingga Ca2+ yang berada di luar sel berdifusi
masuk ke sarkoplasma untuk memulai kontraksi. Kontraksi berakhir jika
Ca2+ dikeluarkan dari sarkoplasma dengan memompa kembali Ca2+ ke luar
sel.
Mekanisme kontraksi dimulai pada saat naiknya konsentrasi Ca2+
pada sitosol, Ca2+ akan mengikat calmodulin merupakan protein pengikat
yang ditemukan pada sitosol. Kompleks Ca2+-calmodulin, mengaktifkan
enzim yang disebut dengan miosin light chain kinase (MLCK). MLCK
akan meningkatkan aktivitas ATPase melalui fosforilasi rantai protein
dekat kepala miosin. Ketika aktivitas ATPase tinggi, aktin terikat pada
kepala miosin dan terjadi jembatan silang (menempelnya kepala myosin ke
aktin). Hal ini yang menyebabkan kontraksi otot polos.
Relaksasi otot polos melalui beberapa tahap yakni tahap pertama,
ion Ca2+ di sitoplasma menurun ketika adanya pompa ATPase memompa
Ca2+ kembali ke retikulum sarkoplasma. Menurunnya ion Ca2+ pada
sitosol, menyebabkan Ca2+ tidak dapat berikatan dengan calmodulin
sehingga enzim miosin light chain kinase tidak aktif. Relaksasi juga
dibantu oleh adanya enzim miosin pospatase yang menghilangkan pospat
pada miosin sehingga menurunkan aktivitas ATPase pada miosin.

c. Mekanisme Kontraksi pada Sel Otot Jantung.


Ketika satu bagian dari otot jantung distimulus, impuls akan
melewati bagian lain dari serat otot jantung, dan keseluruhan strukturnya
akan berkontraksi sebagai suatu unit yang disebut sebagai synsitium, oleh
karena itu respon jaringan untuk simulasi dalam bentuk all or none.
Prinsip all or none berarti jika sel otot jantung diberi stimulus yang cukup
kuat maka sel otot akan berkontraski dengan kekuatan kontraksi penuh,
sedangkan jika stimulus berada di bawah ambang tidak akan menghasilkan
kontraksi sama sekali.
Ion Ca2+ masuk ke sitosol dari retikulum sarkoplasma maupun dari
cairan ekstraseluler selama eksitasi jantung. Jantung memperlihatkan
aktivitas pengatur irama yaitu membangkitkan potensial aksinya sendiri
tanpa pengaruh eksternal sama sekali. Otot jantung dikontrol oleh sistem
saraf otonom. Periode refraktori dari otot jantung lebih lama dari pada otot
rangka. Tidak terjadi kelelahan pada otot jantung.

Pembagian Tugas :

- Khusnia Agustin : Kegiatan 1 & 2


- Yati : Kegiatan 3
- Nur Cahyono : Kegiatan 4 & 5
- Faisal Muhaidin : Kegiatan 6 & 7