Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MANDIRI

KEPERAWATAN KELUARGA

DISUSUN OLEH

NAMA : NUR ELVIANA DAUD

NIM : 17111024110082

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR

TAHUN AJARAN 2019/2020


TUGAS 1

Menjelaskan apa saja 5 tugas keperawatan keluarga


1. Mengenal masalah kesehatan
Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa
kesehatan segala sesuatu tidak berarti dan karena kesehatanlah seluruh kekuatan sumber daya
dan dana keluarga habis. Orang tua perlu mengenal keadaan sehat dan perubahan-perubahan
yang dialami anggota keluarganya. Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga
secara tidak langsung akan menjadi perhatian dari orang tua atau pengambil keputusan dalam
keluarga (Suprajitno, 2004).
Mengenal menurut Notoadmojo (2003) diartikan sebagai pengingat sesuatu yang
sudah dipelajari atau diketahui sebelumnya. Sesuatu tersebut adalah sesuatu yang spesifik
dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Dalam mengenal
masalah kesehatan keluarga haruslah mampu mengetahui tentang sakit yang dialami pasien.
2. Memutuskan tindakan yang tepat bagi keluarga
Peran ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang
tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang
mempunyai keputusan untuk memutuskan tindakan yang tepat (Suprajitno, 2004). Friedman,
1998 menyatakan kontak keluarga dengan sistem akan melibatkan lembaga kesehatan
profesional ataupun praktisi lokal (Dukun) dan sangat bergantung pada:
a. Apakah masalah dirasakan oleh keluarga ?
b. Apkah kepala keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dihadapi salah satu
anggota keluarga ?
c. Apakah kepala keluarga takut akibat dari terapi yang dilakukan terhadap salah satu
anggota keluarganya ?
d. Apakah kepala keluarga percaya terhadap petugas kesehatan?
e. Apakah keluarga mempunyai kemampuan untuk menjangkau fasilitas kesehatan?
3. Membantu perawatan terhadap keluarga yang sakit
Beberapa keluarga akan membebaskan orang yang sakit dari peran atau tangung
jawabnya secara penuh, Pemberian perawatan secara fisik merupakan beban paling berat
yang dirasakan keluarga (Friedman, 1998).
Suprajitno (2004) menyatakan bahwa keluarga memiliki keterbatasan dalam
mengatasi masalah perawatan keluarga. Dirumah keluarga memiliki kemampuan dalam
melakukan pertolongan pertama. Untuk mengetahui dapat dikaji yaitu :
a. Apakah keluarga aktif dalam ikut merawat pasien?
b. Bagaimana keluarga mencari pertolongan dan mengerti tentang perawatan yang
diperlukan pasien ?
c. Bagaimana sikap keluarga terhadap pasien? (Aktif mencari informasi tentang perawatan
terhadap pasien)
4. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga
Pemberian secara fisik merupakan beban paling berat yang di rasakan keluarga
(friedman,1998) Suprajitno (2004) menyatakan bahwa keluarga memiliki keterbatasan dalam
mengatasi masalah keperawatan keluarga,Untuk mengetahui yang dapat di kaji yaitu
a. Pengetahuan keluarga tentang sumber yang dimiliki disekitar lingkungan rumah
b. Pengetahuan tentang pentingnya sanitasi lingkungan dan manfaatnya.
c. Kebersamaan dalam meningkatkan dan memelihara lingkungan rumah yang menunjang
kesehatan.
5. Menggunakan pelayanan kesehatan
Menurut Effendy (1998), pada keluarga tertentu bila ada anggota keluarga yang sakit
jarang dibawa ke puskesmas tapi ke mantri atau dukun. Untuk mengetahui kemampuan
keluarga dalam memanfaatkan sarana kesehatan perlu dikaji tentang :
a. Pengetahuan keluarga tentang fasilitas kesehatan yang dapat dijangkau keluarga
b. Keuntungan dari adanya fasilitas kesehatan
c. Kepercayaan keluarga terhadap fasilitas kesehatan yang ada
d. Apakah fasilitas kesehatan dapat terjangkau oleh keluarga.

Menurut Friedman (1998), terdapat lima fungsi keluarga, yaitu :


1. Fungsi afektif ( The Affective Function ) adalah fungsi keluarga yang utama untuk
mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan
orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota
keluarga.
2. Fungsi sosialisasi yaitu proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang
menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosialnya.
Sosialisasi dimulai sejak lahir. Fungsi ini berguna untuk membina sosialisasi pada anak,
membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan
meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
3. Fungsi reproduksi ( The Reproduction Function ) adalah fungsi untuk mempertahankan
generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.
4. Fungsi ekonomi ( The Economic Function ) yaiti keluarga berfungsi untuk memenuhi
kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan
individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
5. Fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan ( The Health Care Function ) adalah untuk
mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas
yang tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.

TUGAS 2
Dalil terkait usia mempengaruhi dalam berkomunikasi
1. QS. Al Isra’ ayat 23

‫ا‬::‫ ْل لَ ُه َم‬: ُ‫ا فَال تَق‬::‫سانًا إِ َّما يَ ْبلُ َغنَّ ِع ْندَكَ ا ْل ِكبَ َر أَ َح ُد ُه َما أَ ْو ِكال ُه َم‬
َ ‫ضى َربُّكَ أَال تَ ْعبُدُوا إِال إِيَّاهُ َوبِا ْل َوالِ َد ْي ِن إِ ْح‬
َ َ‫َوق‬
‫أُفٍّ َوال تَ ْن َه ْر ُه َما َوقُ ْل لَ ُه َما قَ ْوال َك ِري ًما‬
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-
duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau
mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan engkau membentak keduanya dan
ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”.
Dari ayat tersebut jelas bahwa kita diperintahkan untuk mengucapkan perkataan yang baik
atau mulia karena perkataan yang baik dan benar adalah suatu komunikasi yang menyeru
kepada kebaikan dan merupakan bentuk komunikasi yang menyenangkan.