Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

SISTEM KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

“ROUTING STATIC DAN DINAMIC”

PENYUSUN
JTD 3D

1 KELFIN AGUNG SATRIAWAN 1741160087


2 MIKHAEL RIKO DWI ANUGRAH 1741160082
3 MUHAMMAD ILHAM MAHARDIKA 1741160093

PROGRAM STUDI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

melimpahkan Kasihkarunia – Nya sehingga Makalah tentang Routing static dan dinamic ini

dapat kami selesaikan sebagaimana mestinya.

Penyusunan makalah ini kami tujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem

Keamanan Jaringan Komputer Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital Politeknik

Negeri Malang dengan dosen pengampu bidang studi Sistem Kemanan Jaringan Komputer,

agar para mahasiswa dapat mengetahui dan memahami materi perkuliahan tentang Routing

Static dan Routing Dinamic.

Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah Sistem

Kemanan Jaringan Komputer Bapak Bayu Firmanto yang senantiasa mendampingi dan

membimbing kami dalam penyusunanan makalah ini. Tak lupa juga kami ucapkan terima

kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah memberikan dukungan dan semangatnya

kepada kami, sehingga makalah ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya.

Penulis menyadari akan kekurangan penyusunan makalah ini, untuk itu kami

mengharapkan masukan, saran dan kritik yang sifatnya membangun demi penyempurnaan

makalah ini dikemudian hari. Akhirnya, semoga makalah ini dapat menjadi referensi dalam

pembelajaran Sistem Keamanan Jaringan Komputer.

Malang, Maret 2020

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari
satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route
secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara
statis ke router lain. Seorang administrator memilih suatu protokol routing dinamis
berdasarkan keadaan topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan,
bandwidth yang tersedia, proses power dalam router, merek dan model dari router,
dan protokol yang digunakan dalam jaringan. Routing juga dapat diartikan sebagai
proses dimana suatu router memforward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router
membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router
menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing
tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router
menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain atau
tetangganya. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual. Pada
jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat
membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing.
Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil.
Sedangkan routing dinamis bisa diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan
kemampuan lebih dari administrator. Algoritma routing adalah dasar dari routing
dinamis. Kapanpun topologi jaringan berubah karena perkembangan jaringan,
konfigurasi ulang atau terdapat masalah di jaringan, maka router akan mengetahui
perubahan tersebut. Dasar pengetahuan ini dibutuhkan secara akurat untuk melihat
topologi yang baru.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dibahas di atas dapat diambil beberapa
rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah itu routing dan tabel routing?
2. Apa jenis-jenis dari routing?
3. Apa macam-macam routing dinamis?
4. Bagaimana cara kerja routing statis dan routing dinamis?
5. Apa saja keuntungan dan kerugian dari masing-masing routing?
6. Kelas-kelas apa sajakah yang ada dalam routing dinamis protokol?
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang dibahas, ada beberapa masalah-masalah yang
dibatasi sebagai berikut:
1. Materi yang dibahas hanya seputar Routing.
2. Tabel Routing hanya akan diterangkan pengertiannya saja.
3. Setiap jenis-jenis routing akan dijelaskan pengertian, ciri-ciri, cara kerja,
keuntungan, dan kerugian dari masing-masing jenis routing.
1.4 Tujuan Pembahasan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui teori routing dan pengertian tabel routing.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis dari routing.
3. Untuk mengetahui macam-macam routing dinamis protokol.
4. Untuk mengetahui kelas-kelas yang ada dalam routing dinamis protokol.
1.5 Landasan Teori
Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-
komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU),
berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi (peramban web).
Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian
dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang
meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim
layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan
digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah 1
jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai
routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet
Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI. Router berfungsi sebagai penghubung
antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan
lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat
untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Routing
Routing merupakan proses pencarian path atau proses memindahkan informasi
dari host sumber (source address) ke host tujuan (destination address) melalui koneksi
internetwork. Routing tidak dapat diakukan apabila jaringan tidak memiliki router.
Implementasi Routing akan menjadi sangat kompleks dalam jaringan-jaringan besar,
dikarenakan setiap pilihan harus dipertimbangkan untuk dilewati oleh paket-paket data
guna mencapai tujuan final. Seringkali, data-data tidak tersampaikan ke tujuan akhir
karena banyaknya faktor penghambat. Langkah -langkah yang harus diperhatikan dalam
membangun routing, yaitu :
1. Mengetahui alamat tujuan.
2. Mengenali sumber-sumber informasi.
3. Menemukan rute-rute.
4. Memilih jalur atau rute.
5. Memelihara dan menverifikasi informasi routing.
2.2 Tabel Routing
Semua router menggunakan routing table biasanya untuk pengambilan keputusan
bagaimana paket-paket di-forward, ke mana paket-paket dikrim dan melalui interface
mana mereka lalui atau tuju. Tabel routing terdiri atas entri-entri rute dan setiap entri rute
terdiri dari IP address, tanda untuk menunjukkan routing langsung atau tak langsung,
alamat router, dan nomor interface. Contoh Tabel routing sebagai berikut :

2.3 Jenis – Jenis Routing


Routing berlangsung pada network layer. Dalam membangun rute paket – paket,
router di antarnya harus mengetahui address tujuan, router – router lain yang disekitarnya,
rute – rute yang memungkinkan ke network dan rute yang terbaik. Router – router
menggunakan empat mekanisme dasar untuk membangun dan menggunakan router table,
yaitu :
2.3.1 Direct Connection
Direct Connection adalah bentuk koneksi segmen jaringan di mana router
dikoneksikan secara langsung, dan secara otomatis ditambahkan ke router table.
2.3.2 Routing Statis
1. Pengertian Routing Statis
Routing statis adalah bentuk routing manual. Di sini administrator
menginstrusikan router – router untuk menggunakan rute yang diberikan guna
menuju address tujuan.
2. Ciri-ciri Routing Stastis
Static routing menggunakan tabel routing pra-konfigurasi, dan nilanya
berlaku untuk masa waktu tidak tentu, sampai administrator bersangkutan
mengubahnya sendiri.
3. Cara kerja Routing Statis
User – user harus secara manual mengubah tabel routing pada satu atau
beberapa mesin guna merefleksikan perubahan topologi jaringan dan
addressing. Biasanya, paling sedikit terdapat satu entri dalam interface
jaringan, dan normalnya dibuat otomatis saat interface tersebut dikonfigurasi.
4. Keuntungan Routing Statis
- Tidak ada overhead dalam CPU router
- Tidak ada keterlibatan bandwidth di antara router
- Jaminan security; di mana administrator hanya membuka routing untuk
yang network – network spesifik
5. Kerugian Routing Statis
- Untuk membangun static routing,administrator dituntut untuk benar –
benar menguasai atau mengerti konsep internetwork, bagaimana setiap
router dikoneksikan dan bagaimana mengonfigurasinya dengan benar.
- Seandainya dilakukan penambahan network baru pada internetwork,
administrator harus menambahkan rute baru ke semua router.
2.3.3 Routing Dinamic
1. Pengertian Routing Dinamis
Routing dinamis adalah ketika routing protocol digunakan untuk menemukan
network dan melakukan update routing table pada router. Dan ini lebih mudah
daripada menggunakan routing statis dan default, tapi ia akan membedakan
anda dalam hal proses – proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari
link jaringan.
2. Macam-macam Routing Dinamis
- RIP (Routing information Protocol)
- IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
- BGP (Border Gateway Protocol)
- OSPF (Open Shortest Path First)
- EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing)
3. Keuntungan Routing Dinamis
- Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya
(kaki-kakinya).
- Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
- Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router
mengkonfigurasi. Hanya router-router yang berkaitan.
4. Kerugian Routing Dinamis
- Beban kerja router lebih berat karena selalu memperbarui ip table pada
setiap waktu tertentu.
- Kecepatan pengenalan dan kelengkapan ip table terbilang lama karena
router membroadcast ke semua router sampai ada yang cocok. Sehingga
setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router
mendapat semua alamat ip yang ada.
- Susah melacak permasalahan pada suatu topologi jaringan lingkup besar.
2.3.4 Routing RIP
Rip terbagi RIP memiliki 2 versi yaitu :
1. RIPv1
2. RIPv2
a. RIPv1
RIP versi 1 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop
terpendek atau router terbaik,rip versi 1 juga merupakan class pul routing. rip
versi 2 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau
router terbaik,rip versi2 juga merupakan classless routing.
RIP memiliki beberapa kekurangan, antara lain: METRIC: Hop Count.
RIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu hop
count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisa saja RIP
memilih jalur jaringan yang lambat. Hop Count Limit RIP tidak dapat mengatur
hop lebih dari 15. Hal ini digunakan untuk mencegah loop pada jaringan. Classful
Routing Only RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP tidak dapat
mengatur classless routing. RIP versi 1 Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam
RFC 1058, classful menggunakan routing. Update routing periodik tidak
membawa informasi subnet, kurang dukungan untuk Variable Length Subnet
Mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet
berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua
subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada
dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai
serangan.
Informasi yang diperlukan dalam RIP Berupa
- Host
- Network
- Subnet
- Rute default
Versi 1 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau
router terbaik.
Ciri – Ciri RIP versi 1.
- Hanya mendukung routing classfull
- Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing
- Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
- Perbaikan routing broadcast.
- RIPv1 adalah Distance-Vector Routing protocol.
- RIPv1 adalah Classful routing protocol. Classful routing protocols hanya
support di dalam network yang tidak menggunakan subnet. Classful routing
protocols tidak mengirimkan informasi subnet mask dengan routing yang
update. Dengan kata lain, jika kita punya sebuah jaringan yg menggunakan
subnetting di dalam routing domain RIPv1, maka RIPv1 bakal
menginformasikan ke network yg lain sebagai unsubnetted network.
- RIPv1 tidak support VLSM (Variable Length Subnet Masking).
- RIPv1 support maksimal metric (hop count) sebanyak 15 hop. Semua router
yang berada di urutan lebih dari 15 hops bakal di deteksi sebagai unreachable.
- RIPv1 mengirim routing updates berkala setiap 30 detik sebagai broadcast
menggunakan IP address tujuan sebagai IP address broadcast limited
255.255.255.255. Dikarenakan setiap update yg dikirim menggunakan IP
address tujuan dari broadcast IP limited 255.255.255.255, setiap router butuh
memproses pesan routing update (mau menggunakan RIPv1 atau bukan).
- RIPv1 tidak support autentikasi dari update messages (plain-text or MD5).
b. RIPv2
Rip versi 2 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop
terpendek atau router terbaik,rip versi2 juga merupakan classless routing. Karena
kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2) dikembangkan pada tahun
1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini termasuk kemampuan untuk
membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain
Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop dari 15 tetap.
RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal
jika semua protokol Harus Nol bidang dalam pesan RIPv1 benar ditentukan.
Selain itu, aktifkan kompatibilitas fitur memungkinkan interoperabilitas halus
penyesuaian.
Dalam upaya untuk menghindari beban yang tidak perlu host yang tidak
berpartisipasi dalam routing, RIPv2 me-multicast seluruh tabel routing ke semua
router yang berdekatan di alamat 224.0.0.9, sebagai lawan dari RIP yang
menggunakan siaran unicast. Alamat 224.0.0.9 ini berada pada alamat IP versi 4
kelas D (range 224.0.0.0 - 239.255.255.255). Pengalamatan unicast masih
diperbolehkan untuk aplikasi khusus. (MD5) otentikasi RIP diperkenalkan pada
tahun 1997. RIPv2 adalah Standar Internet STD-56.
Ciri-ciri RIP versi 2 :
- Mendukung routing classfull dan routing classless
- Info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
- Mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
- Perbaikan routing multicast
- Pada dasarnya adalah sebuah Distance-Vector protocol dimana mempunyai
beberapa karakteristik dari Link State routing protocols.
- RIPv2 adalah classless routing, dimana yang memungkinkan kita untuk
menggunakan subnetted network. RIPv2 punya pilihan utk mengirim network
mask di dalam proses update untuk memungkinkan classless routing.
- RIPv2 support VLSM (Variable Length Subnet Masking).
- RIPv2 support maksimal metric (hop count) sejumlah 15 hops. Semua router
yang berada di urutan lebih dari 15 hops bakal di deteksi sebagai unreachable.
- RIPv2 supports melakukan updates yang didasari oleh sebuah pemicu.
- RIPv2 routing updates dikirim sebagai Multicast traffic pada multicast address
tujuan 224.0.0.9. Multicast updates mengurangi traffic pada network.
Multicast routing updates juga membantu mengurangi memprosesan pesan
routing updates yang berlebihan di dalam router yang tidak menggunakan
RIPv2. Hanya router yang menggunakan RIPv2 yang dapat join ke dalam
multicast group 224.0.0.9. Router lain yang tidak menggunakan RIPv2 hanya
dapat menyaring update routing paket pada Layer 2.
- RIPv2 support otentikasi dari pesan update RIPv2 (plain-text or MD5).
Otentikasi membantu dalam konfirmasi bahwa update yang diterima berasal
dari sumber yang terpercaya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa
routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan
meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya.
Selain itu, routing merupakan suatu protokol yang digunakan untuk
mendapatkan rute atau jalur dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini
disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke
router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain
informasi tersebut bisa disebut juga dengan Table Routing. Fungsi routing
adalah membawa data melewati sekumpulan jaringan dengan cara memilih
jalur yang terbaik untuk dilewati data.
Routing terbagi menjadi 2 jenis yaitu routing statis dan routing
dinamis. Routing statis dan routing dinamis memiliki keuntungan dan
kekurangan masing – masing .Cara kerja sistem routing dan dinamis pun
berbeda. Routing dinamis memiliki berbagai macam protokol. Protokol-
protokol ini memiliki tipe-tipe yang berbeda berdasarkan keuntungan dan
kekurangan masing-masing.
Jadi, konsep dasar dari routing adalah router meneruskan paket-paket
IP berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Lalu
router mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan
menemukan kecocokan entri, suatu entri yang menyatakan kepada router ke
mana paket selanjutnya harus diteruskan.
DAFTAR PUSTAKA
- https://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer (diakses pada tanggal 9 Maret

202020; 19.10)

- http://www.academia.edu/5377233/MANAJEMEN_JARINGAN_DAN_SERVER_

Routing_dengan_IP_Tables_Di_Linux (diakses pada tanggal tanggal 9 Maret

202020; 19.15)

- http://www.catatanteknisi.com/2011/05/pengertian-cara-kerja-router.html (diakses

pada tanggal tanggal 9 Maret 202020; 19.35)

- Anjik Sukmaaji, S.Kom. & Rianto, S.Kom. Jaringan Komputer. Penerbit : Andi

Yogyakarta. Yogyakarta. 2008 (diakses pada tanggal 9 Maret 202020; 19.25)

- Rahmat Rafiudin. Mengupas Tuntas Cisco Router. Penerbit : PT.Elex Media

Komputindo. Jakarta. 2003(diakses pada tanggal 9 Maret 202020; 19.23)

http://mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/03/apa-itu-routing-pengertian-dan-

jenisrouting.html (diakses pada tanggal 9 Maret 202020; 19.20)

- https://wilfritzsianturi.wordpress.com/apakah-pebedaan-routing-statis-dinamis

(diakses pada tanggal 17 November 2015; 20.30)

- http://tutorial-mj.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-routing-protocol.html (diakses

pada tanggal 9 Maret 202020; 19.40)

- https://id.wikipedia.org/wiki/Routing_Information_Protocol (diakses pada tanggal 9

Maret 202020; 19.45)

- http://santekno.blogspot.co.id/2013/01/igrp-interior-gateway-routing-protocol.html

(diakses pada tanggal 9 Maret 202020; 19.50)

- https://rzdraco.wordpress.com/2016/08/29/perbedaan-routing-protocol-ripv1-

dengan-ripv2/ (diakses pada tanggal 9 Maret 202020; 19.59)