Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK I

ANGGOTA KELOMPOK :
1) DEVI YUNIKA MENDROFA (1810311120001)
2) INDAH PERMATA SARI (1810311120010)
3) MAULIDA FITRI (1810311220002)
4) NOVITA SARI (1810311320002)
5) ROSITA (1810311120002)
6) SYARIFAH LATIFAH JOHARIAH ALIDRUS (1810311120009)
7) SURATMI (1810311120012)
8) WIDHYA RAHMADHYANI (1810311320006)

1. Sebutkan/Jelaskan:
1).Pengertian Ekonomi Publik
Jawab :
 Public economics is thepositive and normative study of Government’seffecttheeconomy
atau Ekonomi publik adalah studi positif dan normatif mengenai pengaruh kebijakan
pemerintah terhadap perekonomian (Feldstein & Auerbach 2002). Mengapa pemerintah
membuat kebijakan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat
(perusahaan/produsendanrumahtangga/konsumen)
 Ekonomi Publik : Cabang ilmu ekonomi yang mempelajari kegiatan atau tindakan
pemerintah dan cara alternatif pemerintah membiayai pengeluaran
pemerintah(Badrudin,2017)
 Ekonomi Publik : Ilmu yang mempelajari bagaimana pemerintah melakukan pungutan
pajak dan retribusi dengan prinsip perpajakan dalam upaya meningkatkan anggaran
pendapatan dan belanja pemerintah (Suparmoko,2002).
 Ekonomi Publik : aktivitas ekonomi nasional guna mencapai kesejahteraan masyarakat,
yang tanggung jawab pengaturannya berada pada negara dan dilaksanakan oleh
penyelenggara negara, khususnya pemerintah(NoorH.F.,2015)
 Ekonomi Publik dalam konteks Negara Kesejahteraan (welfare state), merupakan sebuah
sistem kesejahteraan sosial yang memberi peran lebih besar kepada negara (pemerintah)
dalam mengalokasikan
danapublik(APBN/APBD)untukmenjaminterpenuhinyakebutuhandasarwarganya.
Ekonomi publik adalah Cabang ilmu ekonomi yang mempelajari atau menganalisis
(secara positif dan normatif) peran/tanggung jawab penyelenggara negara khususnya
pemerintah dalam membuat kebijakan dan mengelola Dana Publik/Keuangan Negara
(Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah) guna menggerakkan aktivitas
ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.
2).Unsur penting dari ekonomi publik
Jawab :
 Cabang dari Ilmu Ekonomi yang berkaitan dengan kepentingan publik, dipelajari
berdasar pendekatan analisis ilmu ekonomi positif(teoriekonomi)dan ilmu ekonomi
normatif(kebijakan)
 Pilihan Aktivitas ekonomi,yaitu produksi,konsumsi,distribusi komoditi(barang dan
jasa)
 Kebijakan Pemerintah untuk memenuhi kewajiban, peran dan fungsinya. Untuk
kebijakan ekonomi:
 Kebijakan Fiskal / Keuangan Negara (APBN / APBD); dengan unsur pendapatan
terbesar APBNadalahpajak.
 Kebijakan Moneter/Stabilitas nilai tukar (inflasi;kurs mata uang)
 Kebijakan lain, seperti Kebijakan dalam menentukan prioritas
kegiatan/proyek dan pendanaan pembangunan,
 Kebijakan administrasi demokratis untuk membentuk pola simetris
hubungan negara,pasar/privat dan masyarakat agar tidak merugikan
masyarakat.
 Tujuan negara : Indonesia mengant welfare state sesuai alinea 4 pembukaan UUD
1945 (Kesejahteraan Publik/masyarakat,Mencerdaskan kehidupan bangsa,hubungan
internasional)
3).Market failure dan penyebabnya
Jawab :
Kegagalan pasar(market failure)adalah gagalnya mekanisme pasar dalam mengalokasikan
sumber-sumber daya ekonomi (resources) secara efisien dan optimal dalam menghasilkan
barang-barang dan jasa untuk masyarakat.
 Tiga tipe pasar yang tidak efisien(Stiglitz,2000.Economics of thePublic Sector):
1. Product mix inefficiency, dimana pasar memproduksi sangat banyak satu barang dan sedikit
barang yang lain;
2. Exchange inefficiency, dimana beberapa barang yang diproduksi di pasar tidak mampu
mencapai keinginan dari individu;
3. Production inefficiency, ketika produksi suatu barang menjauhi dari batas
kemungkinanproduksi.
 Indikator Pasar Gagal(Noor,2015)
1. Distribusi kesejahteraan di Masyarakat Sangat Timpang
2. Tidak ada Stabilitas Ekonomi(Harga Barang dan Jasa sering Berubah)
3. Alokasi Sumber Daya Nasional tidak berjalan efisien
Faktor Penyebab Kegagalan Pasar
I.Faktor Ekonomi Mikro
 Syarat Pasar Persaingan Sempurna Tidak Terpenuhi
 Terjadinya pasar monopoli
 Adanya Barang Publik
 Terjadinya Eksternalitas
II.Faktor Ekonomi Makro (Pertumbuhan ekonomi lambat, inflasi tinggi dll), sehingga diperlukan
Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.
 Kebijakan fiskal dengan meningkatkan pengeluaran pemerintah.
 Kebijakan moneter dengan mengurangi pencetakan uang baru.
 Fiscal - Monetary mix diharapkan dapat mengurangi pengangguran, menekan
inflasi,danmeningkatkanpertumbuhanekonomi.

4).AlasancampurtanganPemerintahuntukmengatasikegagalanpasar
Jawab :
1) Adanyabarangkolektif(BarangPubik)
2) Perbedaanantarabiayaprivatdanbiayasosial,sertaantaramanfaat privatdanmanfaatsosial
3) Adanyarisikoyangsangatbesar
4) Sifatmonopolidarisuatukegiatan
5) Adanyainflasidandeflasi
6) Semakinberkembangnyaperusahaan-perusahaandanindustri
7) Adanyadisparitaspendapatan

5).FungsiPemerintahdalampenyediaanbarangpublik
Jawab :
 Alokasi : Dengan sumber daya yang terbatas, pemerintah membuat kebijakan untuk dapat
mengalokasikan produk barang/jasa yang akan dilakukan oleh pemerintah dan swasta
untuk memenuhi konsumsi masyarakat(Efisiensisumberdaya)
 Distribusi : Pemerintah membuat kebijakan dalam penyesuaian terhadap distribusi
pendapatan dan kekayaan (seperti pajak dan asuransi sosial) untuk menjamin pemerataan
dan keadilan terhadap masyarakat (mengurangiketimpanganpendapatan)
 Stabilisasi : Pemerintah membuat kebijakan anggaran untuk menjaga stabilitas dan
keseimbangan fundamental ekonomi, seperti meningkatkan
kesempatankerja,pertumbuhanekonomidll. SamuelsondanNordhaus(2001)menambahkan:
 Mengarahkan dan membuat kebijakan ekonomi internasional / ekonomi global

6).Komponen sector publik


Jawab :
1. SektorPemerintah
(1.PemerintahPusat;2.PemerintahProvinsidan 3.PemerintahKabupaten/Kota) 2.
PerusahaanPublikterdiridari:
1)PerusahaanPublikKeuangan
 Perusahaan Publik Moneter (Contoh : Bank Sentral, Bank Pemerintah,
PerusahaanPenyimpanan)
 Perusahaan Publik non Moneter (Contoh : BUMN/BUMD
Konstruksi,Migas,Penerbangandll)
2)Perusahaan Publik Non Keuangan (Institusi Pendidikan, Lembaga
Kesehatan,OrganisasiSosialdll)
7).Pengertian,persamaandanperbedaan sector public dan sector swasta
Jawab :
Pengertian Sektor Publik (Public Sector) dan Swasta (Privat Sector)
 Sektor Publik : suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan penyediaan
barangdanjasauntukmemenuhikebutuhandanhakpublik.
 Sektor Publik :ndust pelayanan yang menyediakan barang/jasa bagi masyarakat umum
dengan sumber dana dari pajak dan penerimaan ndust lainnya, di mana kegiatannya
diatur dengan peraturan (I Gusti Agung Ray, 2008). Dana tercantum
dalamAPBNdanAPBD.
 Sektor Swasta : Semua organisasi dalam ekonomi atau yurisdiksi yang tidak dikontrol
oleh pemerintah, termasuk milik pribadi atau bisnis dan tidak untuk organisasinirlaba.
 Sektor Swasta : bagian dari ekonomi di mana barang dan jasa diproduksi dan
didistribusikan oleh individu dan organisasi yang bukan bagian dari pemerintah
ataubirokrasinegara.
 Beberapa tugas/fungsi ndustndust dapat dilakukan swasta (contoh : komunikasi,
pendidikan,transportasidll)
 Tugas/fungsisektorpublikyangtidakdapatdilakukansektorswasta:yaitubirokrasi
pemerintahan(contohperijinan)
Persamaan OrganisasiSektorPublikdanSwasta
 Bagian tidak terpisahkan dari suatu ndust perekonomian nasional
 Menghadapi sumberdaya yang terbatas untuk mencapai tujuannya
Polamanajemenkeuanganrelatifsama
 Menggunakanakuntansiberbasisakrual
 Beberapamempunyaioutputprodukyangsama
 Diaturolehperaturanperundangan

8).PasarPersaingansempurna
Jawab :
 Merupakan jenis dan ciri pasar ideal dalam mengatasi market failure atau gagalnya
mekanisme pasar dalam mengalokasikan sumber-sumber daya ekonomi (resources)
secara efisien dan optimal dalam menghasilkan barang-barang dan jasa untuk masyarakat
 Jenispasardenganjumlahpenjualdanpembeliyangbanyakdanprodukyangdijualbersifathomo
gen.Persaingan akanterjadi apabila penjual dan pembeli dalam jumlah besar mengadakan
saling hubungan secara aktif dengan maksud memaksimumkan
keuntungandankepuasanatasdasarharga-
hargayangditentukanolehpenawarandanpermintaan.
 Pada kenyataannya tidak ada bentuk pasar berstruktur pasar persaingan sempurna, di
mana produsen menghasilkan barang ndustry dan memenuhi semua karakteristik tersebut.
Namun demikian, menilik karakteristiknya, ada beberapa ndustry yang mendekati bentuk
pasar persaingan sempurna, seperti produk pertanian, perkebunan, peternakan. Dengan
kata lain kondisi ideal (persaingan sempurna) sangat sulit untuk diwujudkan, yang ada
hanya ciri-ciri pasar yang mendekati persaingan sempurna.

2.Jelaskan:
1).Pengertian rivalry,nonrivalry,Excludable dan nonexcludable
Jawab :
 Rivalry : Manfaat atas konsumsi suatu barang berkurang bila dikonsumsi beberapa
individu
 Non Rivalry: Manfaat Atas Konsumsi Suatu Barang Tidakberkurangwalaupun
Dikonsumsi Beberapaindividu
 Exludable:Proseskonsumsi/Pemanfaatansuatu Barangdapatdikhususkanbagiindividu
 Non Exludable : Proses Konsumsi / Pemanfaatan Suatu Barang Tidak Dapat
Dikhususkan Bagindividu

2).Gambar keterkaitan point 1)diatas,selanjutnya buat pengertian dan berikan


contohnya barang/jasaPublik,Semi publik,Semi Privat dan barang/jasa Privat
Jawab :
Barang Publik Murni (Karakteristik)

(1) Non rivalry in consumption / non rivalness, artinya tidak ada pesaing

dalam berkonsumsi. Tambahan satu atau lebih orang untuk

berkonsumsi maka tidak akan mengurangi manfaat secara

keseluruhan. Dengan istilah lain disebut joint consumption, sehingga

akan menyebabkan Marginal Cost (MC) = nol atau Marginal Benefit

(MB) adalah positip.

(2) Non excludability in consumption, ialah konsumsi yang dilakukan oleh

satu orang tidak menghalangi orang lain untuk memanfaatkan barang

(jasa) tesebut.

Barang Privat Murni (Karakteristik)

(1)Rivalry in consumption / rivalness, artinya terdapat pesaing dalam

berkonsumsi. Tambahan satu atau lebih orang untuk berkonsumsi

maka akan mengurangi manfaat secara keseluruhan.

(2)Excludability in consumption, ialah konsumsi barang/jasa yang


dilakukan oleh satu orang akan menghalangi orang lain untuk

memanfaatkan barang (jasa) tesebut.Barang Campuran Privat-Publik (Mixed Goods)

• Barang campuran (mixed goods) merupakan salah satu barang yang

memiliki ciri-ciri barang publik dan barang privat.

• Misalnya pendidikan dan fasilitas kesehatan secara umum memiliki

kemanfaatan untuk konsumsi pribadi yang membuat konsumen individu

merasa nyaman, pada saat yang bersamaan kemanfaatan untuk

konsumsi publik atau eksternalitas yang menyebabkan anggota lain

dalam komunitas merasa nyaman.

3).Free Rider Problem dan Mengatasinya.


Jawab :
 Free rider didefinisikan sebagai orang yang menikmati manfaat dari barang publik yang
tersedia tanpa memberikan kontribusi apapun dalam pembiayaan untuk menyediakan
barang publik.
 Free rider berawal dari pemanfaatan barang publik yang disediakan oleh pemerintah
tanpa bersedia untuk membayar(pajak).
 Jika semua individu dalam suatu perekonomian memilih strategi free riding maka tidak
akan tersedia barang publik dalam suatu perekonomian.

Mengatasi Free Rider Problem :


1. Perlu diketahui kurva permintaan (demand) dari individu terhadap barang publik,sehingga
dapat ditentukan berapa besar harga yang akan dibebankan
2. Barang publik tidak mudah ditransver dari satu orang ke orang yang lainnya, sehingga dapat
diproteksi dari pihak yang tidak mau membayar
3. Diskriminisasi harga secara sempurna (perfect price discrimination), harga didasarkan pada
willingnesss to pay (keinginan masing-masing untuk membayar) setiap individu
4. Timbulnya rasa perhatian/keperdulian yang sama dari masyarakat
5. Pemerintah membuat peraturan agar masyarakat dapat berkontribusi terhadap pemanfaatan
barang publik

3. Sebutkan Kriteria, Keuntungan dan Kelemahan Teori Barang/Jasa Publik dan Privat dari
Efisiensi Pareto, Pigou,Bowen,Samuelson,Lindahl danTeori Anggaran
Jawab :
a) Teori Efisiensi Alokasi (Pareto)
Kriteria
 Pareto optimum bagi konsumen dan produsen pada pasar
persaingan sempurna
 Efisiensi alokasi dalam pertukaran terjadi ketika sumber
daya dialokasikan sedemikan rupa sehingga tidak mungkin
untuk membuat sesorang lebih sejahtera tanpa membuat
kesejahteraan orang lain berkurang.
 Pareto optimum akan dicapai bila setiap individu mencapai
titik keseimbangan, yaitu dimana bagi setiap individu MRS
mereka sama dengan harga relatif, dicapai bila kurva
indiferens kedua individu saling bersinggungan
 Kedudukan Pareto optimum diterjemahkan menjadi kurva
kemungkinan kepuasan (Utility Possibility Function)
Keuntungan
 Menjamin efisiensi dalam alokasi barang konsumen dan alokasi faktor produksi.
Kelemahan
 Tidak dapat memecahkan keadilan dan distribusi
b) Pigou
Kriteria
 Barang publik harus disediakan sampai suatu tingkat optimum, dimana kepuasan
marginal (marginal utility) akan barang publik sama dengan ketidakpuasan
marginal (marginal disutility).
 Pajak yang dipungut untuk membiayai program dan kegiatan pemerintah atau
untuk menyediakan barang publik.
Keuntungan
 Efisiensi alokasi dana Pemerintah
 Terdapat porsi Pemerintah dan Swasta untuk pengadaan barang/jasa
Kelemahan
 Kepuasan dan ketidakpuasan bersifat ordinal (tidak kuantitatif)
c) Bowen
Kriteria
 Penyediaan barang-barang publik didasarkan pada teori harga pada barang privat.
 Barang publik sebagai barang di mana pengecualian tidak dapat ditetapkan (non
excludability).
 Jumlah barang publik yang dikonsumsi oleh satu individu sama dengan jumlah
barang publik yang dikonsumsi oleh konsumen individu lainnya
 Barang Swasta : P = PA = PB dan X = XA + XB
 Barang Publik : P = PA + PB dan X = XA = XB
(P = Harga; X = Jumlah Barang/Jasa)
Keuntungan
 Perhitungan tidak saja barang publik tapi memperhitungkan juga barang privat.
Kelemahan
 Menggunakan analisis Permintaan dan Penawaran
 Prinsip Barang publik tidak ada pengecualian
 Masyarakat tidak mengemukakan kesenangannya terhadap barang, kurva
permintaan tidak ada.
d) Lindahl
Kriteria
 Pembayaran masing-masing konsumen tidak dalam bentuk harga absolut tapi
prosentase dari penyediaan barang publik
 Lindahl Equilibrium (kombinasi pembayaran individu A dan B yang besarnya
sama dengan biaya untuk produksi barang publik), menunjukkan terjadinya
pareto eficient outcome (tingkat penyediaan barang publik yang optimum)
Keuntungan

 Berguna membahas penyediaan barang publik yang optimum dan secara


bersamaan membahas alokasi pembiayaan barang publik antara anggota
masyarakat.
e) Samuelson
Kriteria
 Adanya barang publik dalam perekonomian dengan ciri non rivalness/rivalry dan
non excludable dapat mencapai kondisi pareto optimal (tingkat kesejahteraan
optimal).
 MRT = MRSA + MRSB
 MRT adalah marginal rate of transformation antara barang privat dan barang
publik ; MRSA dan MRSB adalah marginal rates of subtitution antara barang
privat dan barang publik antara individu A dan B

Keuntungan

 Dapat menunjukkan kondisi pareto optimal

Kelemahan

 Hasil analisis tergantung tingkat kesejahteraan individu yang dipilih


 Kondisi pareto optimal tercapai, namun tidak diketahui apakah menunjukkan
perbaikan atau penurunan kesejahteraan seluruh masyarakat
f) Anggaran
Kriteria
 Teori alokasi barang-barang publik melalui anggaran (budget)
 Didasarkan pada analisa di mana setiap orang membayar atas penggunaan barang
publik dengan jumlah yang sama, yaitu sesuai sistem harga untuk barang swasta

Keuntungan

 Sesuai dengan kenyataan karena bertitik tolak pada distribusi pendapatan awal
diantara individuindividu dalam masyarakat
 Dapat digunakan untuk menentukan beban pajak diantara para konsumen untuk
membiayai pengeluaran pemerintah

Kelemahan

 Menggunakan kurva indiferens, kurang bermanfaat untuk aplikasi dalam


kenyataan sehari-hari
 Belum mampu memecahkan masalah alokasi sumber ekonomi untuk
menghasilkan barang publik dan swasta secara empiris.