Anda di halaman 1dari 5

Nama : Bella Samya Dwi Putri

NIM : P05120218052

Kelas : 2B DIII Keperawatan


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kata Triage berasal dari bahasa perancis trier yang berarti memisahkan,
memilah, dan memilih. Triase atau triage adalah proses seleksi korban untuk
menentukan prioritas penanganan berdasarkan pada kriteria tertentu, sedang
pananganan pra-rumah sakit adalah tahap penanganan yang dilakukan sebelum
korban mencapai rumah sakit. Berbeda dengan fase pra-rumah sakit  yang
mengutamakan tindakan resusitasi dan stabilisasi, pada fase rumah sakit juga
direncanakan penanganan sampai tahap definitif. Ketiga proses tersebut, triase –
penanganan pra-rs – penanganan intra rs, merupakan proses yang berurutan,
sehingga memerlukan kesamaan konsep dan koordinasi yang baik dari para
petugasnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan triage ?
2. Apakah tujuan triage ?
3. Bagaimanakah prinsip dalam triage ?
4. Bagaimanakah klasifikasi dalam triage ?
5. Bagaimanakah metode triage pada bencana ?
6. Bagaimankah sistem dalam penanganan triage ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi triage
2. Untuk mengetahui tujuan triage
3. Untuk mengetahui prinsip dalam triage
4. Untuk mengetahui klasifikasi triage
5. Untuk mengetahui metode triage pada bencana
6. Untuk mengetahui sistem dalam penanganan triage

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Triage adalah suatu sistem seleksi pasien yang menjamin supaya tidak ada
pasien yang tidak mendapatkan perawatan medis. Proses khusus memilah pasien
berdasarkan beratnya cedera atau penyakit : menentukan jenis perawatan gawat
darurat serta transportasi. Triage adalah suatu proses yang mana pasien digolongkan
menurut tipe dan tingkat kegawatan kondisinya. Triase (Triage) adalah Tindakan
untuk memilah/mengelompokkan korban berdasar beratnya cidera, kemungkinan
untuk hidup, dan keberhasilan tindakan berdasar sumber daya (SDM dan sarana) yang
tersedia.
B. Tujuan
1. Bahwa dengan sumber daya yang minimal dapat menyelamatkan korban
sebanyak mungkin.
2. Untuk menetapkan tingkat atau derajat kegawatan yang memerlukan pertolongan
kedaruratan
3. Agar pasien mendapatkan prioritas pelayanan sesuai dengan tingkat
kegawatannya, dapat menangani korban/pasien dengan cepat, cermat dan tepat
sesuai dengan sumber daya yang ada.
C. Prinsip Triage
“Time Saving is Life Saving (respon time diusahakan sependek mungkin), The
Right Patient, to The Right Place at The Right Time serta melakukan yang terbaik
untuk jumlah terbanyak” dengan seleksi korban berdasarkan : Ancaman jiwa
mematikan dalam hitungan menit, Dapat mati dalam hitungan jam, Trauma ringan ,
dan Sudah meninggal

2
D. Klasifikasi
Klasifikasi berdasarkan pada pengetahuan, data yang tersedia, dan situasi yang
berlangsung. sistem klasifikasi menggunakan nomor, huruf atau tanda. adapun
klasifikasinya yaitu prioritas 1 atau emergensi, prioritas 2 atau urgent, prioritas 3 atau
non urgent dan prioritas 0 atau 4 kasus kematian. kode warna international dalam
triage yaitu warna hitam : priority 0 (dead), merah : priority 1, jingga : priority 2, dan
hijau : priority 3
E. Metode Triage Pada Bencana
1. Mettag (Triage tagging system)
Triase dan pengelompokan berdasar Tagging.
a. Prioritas Nol (Hitam) : Pasien mati atau cedera fatal yang jelas dan tidak
mungkin diresusitasi.
b. Prioritas Pertama (Merah) : Pasien cedera berat yang memerlukan penilaian
cepat serta tindakan medik dan transport segera untuk tetap hidup (misal :
gagal nafas, cedera torako-abdominal).
c. Prioritas Kedua (Kuning) : Pasien memerlukan bantuan, namun dengan
cedera yang kurang berat dan dipastikan tidak akan mengalami ancaman jiwa
dalam waktu dekat. Pasien mungkin mengalami cedera dalam jenis cakupan
yang luas (misal : cedera abdomen tanpa shok, cedera dada tanpa gangguan
respirasi, fraktura mayor tanpa shok,).
d. Prioritas Ketiga (Hijau) : Pasien degan cedera minor yang tidak
membutuhkan stabilisasi segera, memerlukan bantuan pertama sederhana
namun memerlukan penilaian ulang berkala (misal : cedera jaringan lunak,
fraktura dan dislokasi ekstremitas).
e. Prioritas Keempat (Biru) yaitu kelompok korban dengan cedera atau penyaki
kritis dan berpotensi fatal yang berarti tidak memerlukan tindakan dan
transportasi.
f. Prioritas Kelima (Putih)yaitu kelompok yang sudah pasti tewas. Bila pada
Retriase ditemukan perubahan kelas, ganti tag / label yang sesuai dan
pindahkan kekelompok sesuai.
2. Start (Simple Triage And Rapid Transportation).
3
a. Prioritas 1(Merah), Merupakan prioritas utama, diberikan kepada para
penderita yang kritis keadaannya seperti gangguan jalan napas,
gangguan pernapasan, perdarahan berat atau perdarahan tidak terkontrol,
penurunan status mental
b. Prioritas 2(Kuning), Merupakan prioritas berikutnya diberikan kepada para
penderita yang mengalami keadaan seperti luka bakar tanpa gangguan saluran
napas atau kerusakan alat gerak, patah tulang tertutup yang tidak dapat
berjalan, cedera punggung.
c. Prioritas 3(Hijau), Merupakan kelompok yang paling akhir prioritasnya,
dikenal juga sebagai ‘Walking Wounded” atau orang cedera yang dapat
berjalan sendiri.
d. Prioritas 0(Hitam), Diberikan kepada mereka yang meninggal atau
mengalami cedera yang mematikan.
F. Sistem Dalam Penanganan Triage
a. Non Disaster : Untuk menyediakan perawatan sebaik mungkin bagi setiap
individu pasien
b. Disaster : Untuk menyediakan perawatan yang lebih efektif untuk pasien dalam
jumlah banyak

4
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Triage adalah pengelompokan atau digolongkan menurut tipe dan tingkat
kegawatan, kondisi korban/pasien berdasarkan berat ringannya trauma atau penyakit
serta kecepatan penanganan atau pemindahan. Triase merupakan suatu sistem yang
digunakan dalam mengidentifikasi korban dengan cedera yang mengancam jiwa untuk
kemudian di berikan prioritas untuk dirawat dan di evakuasi ke fasilitas kesehatan.
B. Saran
Sebagai seorang perawat hendaknya dapat memahami konsep triage dan
mengaplikasikannya ke lapangan sesuai prinsip yang berlaku baik penanganan korban
disaster ataupun non disaster. Selain itu juga diperlukan pelatihan- pelatihan untuk
meningkatkan ketrampilan dalam pelaksanaan manajemen triase dan harus dapat
menentukan organ mana terganggu dan dapat menyebabkan kematian serta menentukan
penanggulangannya.