Anda di halaman 1dari 2

tika menjadi kebutuhan penting bagi semua profesi yang ada, termasuk profesi akuntan,

khususnya akuntan publik. Dalam kaitannya dengan profesi, etika tersebut mencakup
prinsip perilaku untuk orang-orang profesional yang dirancang baik untuk tujuan praktis
maupun untuk tujuan idealistis.
Di samping itu, kode etik tersebut akan berpengaruh besar terhadap reputasi serta
kepercayaan masyarakat pada profesi yang bersangkutan. Jika anggota profesi seperti para
akuntan publik, menjalankan kode etik sesuai dengan yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) dalam aturan etika kompartemen akuntan publik, penulis yakin dengan
sepenuhnya tidak akan ada lagi penilaian dari masyarakat yang akhir-akhir ini menuduh
akuntan sebagai penyebab terjadinya krisis ekonomi (Media Akuntansi : 1999). Adanya
tuduhan tersebut tentu saja menimbulkan berbagaai respon dikalangan masyarakat, ada
yang pro dan ada yang kontra.
Terlepas dari pro dan kontra, kalau seandainya kita mau mengintrospeksi diri masing-
masing, akan mencoba melihat realita. Yang jelas kalau sudah adanya tuduhan seperti itu
terhadap akuntan publik, tanpa memandang fakta itu valid atau tidak seperti yang
dikemukakan pada Media Akuntansi tersebut, sedikit tidaknya masyarakat sudah mulai
kurang percaya terhadap mutu pekerjaan akuntan, termasuk akuntan publik. Kalau
fenomena seperti ini sudah ada, ini tentu seharusnya menjadi bumerang bagi para akuntan,
khususnya akuntan publik. Sebenarnya adanya krisis kepercayaan ini sungguh tidak kita
harapkan. Tetapi kita juga harus bisa menyadari, bahwa masyarakat pengguna jasalah yang
menilai kita. Melihat kasus yang menimpa 10 akuntan publik seperti yang diberitakan oleh
Warta Ekonomi (edisi 13 Agustus 2001), itu merupakan suatu bukti bahwa tuduhan
masyarakat selama ini terhadap mutu pekerjaan akuntan benar adanya, berdasarkan hasil
evaluasi menunjukkan bahwa ada 10 akuntan publik yang melanggar standar audit dan
kepada mereka telah dikenakan sanksi peringatan

. Berikut ini adalah beberapa macam-macam akuntan yang perlu diketahui:

1. Akuntan Publik
Akuntan independen yang dapat memberikan jasa-jasanya atas sebuah
dasar dalam pembayaran yang tertentu adalah seorang akuntan publik.
Mereka bekerja secara bebas dan biasanya mendirikan sebuah kantor
akuntan. Akuntan jenis ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan atau
audit, memberikan jasa perpajakan dan memberikan jasa konsultasi
manajemen. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai macam jasa
bagi masyarakat, yang dapat digulongkan ke dalam dua kelompok:

 Jasa  Assurance

Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan


mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa assurance ini lebih
dikenal dengan jasa audit.

 Jasa Atestasi

Salah satu tipe jasa assurance yang disediakan oleh profesi akuntan


publik adalah jasa atestasi. Atestasi atau (attestation) adalah suatu
pernyataan pendapat atau pertimbangan orang yang independen dan
kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai, dalam suatu hal
yang material, dengan kriteria yang ditetapkan.

 Jasa  Nonassurance

Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang


di dalamnya tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif,
ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Jenis
jasa nonassurance yang dihasilkan olah akuntan publik adalah jasa
kompilasi, jasa perpajakan dan jasa konsultasi.
2. Akuntan Internal
Akuntan internal adalah akuntan yang bekerja di dalam sebuah
perusahaan yang biasanya disebut juga dengan akuntan perusahaan.
Tugas utama akuntan internal adalah menyusun sistem akuntansi,
menyusun laporan keuangan yang ditujukan atau disiapkan untuk
menghadapi audit eksternal, menyusun anggaran, menangani masalah
perpajakan serta melakukan audit internal perusahaan.

3. Akuntan Pemerintah
Akuntan yang bekerja dalam lembaga-lembaga di pemerintahan disebut
akuntan pemerintah. Diantaranya seperti di kantor Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksaan Keuangan
(BPK).

4. Akuntan Pendidik
Akuntan yang bertugas dalam bidang pendidikan akuntansi, melakukan
penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar dan menyusun
kurikulum pendidikan akuntansi di sebuah perguruan tinggi. Dapat diartikan
pula bahwa akuntan pendidik sebagai tenaga pengajar di institusi
pendidikan dan bertugas untuk mengembangkan pendidikan akuntansi.
Pada umumnya, mereka tidak semata-mata mengajar tetapi merangkap
dengan pekerjaan lain, seperti membuka praktik untuk melayani kebutuhan
masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkan keahliannya.