Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH NERACA MASSA DAN

ENERGI

Disusun oleh :
1. Yesi Kurniawati (40040118650004)
2. Zulfa Wulandari Rasyid (40040118650005)
3. Mirza Muhammad Faisal (40040118650027)
4. Anindita Nur Aisiyah (40040118650046)

Universitas Diponegoro
Tahun Ajaran
2019-2020
Neraca Massa
A. Neraca Massa
Neraca massa merupakan perhitungan semua bahan yang ada dalam proses. Ada
kalanya bahan yang dikenakan proses berubah bentuk menjadi senyawa lain atau menjadi
konsumsi dalam sistem itu, tetapi jumlah massanya tidak berubah. Massa yang tumbuh
dan massa yang terambil diartikan bila terjadi reaksi kimia, maka bahan yang satu bisa
terambil dan membentuk senyawa lain. Sebelum masuk pada neraca massa, diperlukan
pengertian-pengertian tentang sistem, proses, dan aliran. Perhitungan neraca massa
meliputi neraca massa tanpa dan dengan reaksi kimia. Pada bab ini dibahas neraca massa
tanpa reaksi kimia. Pada contoh-contoh perhitungaan neraca massa tanpa reaksi kimia
diberikan kepadaa proses-proses pemisahan secara fisis seperti, pencampuran,
pengeringan, kristalisasi, keseimbangan fase, distilasi, dan evaporasi. Alat-alat ini akan
dipelajari lebih lanjut pada mata kuliah berikutnya dan dalam perencanaan alat.
Kehilangan massa dimungkinkan dalam reaksi inti (nuklir) sesuai dengan teori
yang dikemukakan oleh Einsten (teori relativitas), bahwa massa yang hilang berubah
menjadi energi. Hal yang sebenarnya, bahwa kekekalan massa haruslah terpadu dengan
energi, sehingga berbunyi kekekalan massa dan energi. Sebab keduanya tidak bisa
dipisahkan. Massa adalah suatu bentuk energi. Namun, pada bahasan berikut ini
dipisahkan antara neraca massa dan neraca energi dan sebagai awal pelajaran akan
membahas neraca massa terlebih dahulu. Secara keseluruhan, bentuk persamaan neraca
massa adalah: Massa yang tumbuh dan massa yang terambil diartikan bila terjadi reaksi
kimia, maka bahan yang satu bisa terambil dan membentuk senyawa lain
Pengertiaan-pengertian
1. Sistem
Sering kali mendengar kata “sistem”, tapi apa maknanya?. Sistem dapat
diartikan sebagai suatu kesatuan yang kompak dari satu atau beberapa sub sistem.
Misalnya, komputer merupakan satu sistem yang terdiri atas keyboard, CPU, dan
manitor, tetapi CPU juga merupakan sistem yang di dalamnya terdapat komponen-
komponen pembentuk sistem (CPU) itu. Di dalam proses terdapat pengertian sistem
tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup dapat dikatakan sebagai sistem atau
proses “batch” yang dijelaskan pada bagian tentang proses. Dalam sistem tertutup
tidak ada bahan yang masuk atau keluar, massa dalam sistem tertutup harus tetap.
Sistem terbuka adalah sistem yang mengalir atau kontinu. Sistem dikelilingi oleh
pembatas atau “boundary”, di luar itu disebut “sekeliling”.
2. Proses
Sebelum masuk pada perhitungan neraca massa dan energi, terlebih dahulu
diperkenalkan tentang proses dan macamnya. Proses merupakan suatu kondisi atau
keadaan yang mengalami pengolahan untuk menghasilkan produk tertentu. Dalam
industri, proses merupakan pengolahan bahan baku menjadi produk.
Macam proses:
a. Batch
Proses “batch” merupakan suatu pengolahan yang terdiri atas beberapa
kegiatan, yaitu pemasukan bahan ke dalam alat, pengolahan, dan pengeluaran
hasil. Di dalam industri, waktu satu batch ini amat berarti dalam pengelolaan
waktu secara keseluruhan produksi. Pada umumnya produksi berjalan secara
terus menerus tak terputus. Oleh karena itu, kapasitas proses batch sangat
menentukan produk yang dihasilkan secara kontinu. Apakah diperlukan proses
batch itu dilakukan secara seri untuk memenuhi seluruh kapasitas produksi?.
Hal itu diperlukan perhitungan waktu dan kapasitas yang dibutuhkan.
Proses kontinu seperti yang telah disebut di atas, yaitu proses yang berjalan
secara terus menerus tanpa henti. Neraca massa pada proses ini berada dalam
keadaan “steady”, sehingga berlaku: massa masuk = massa keluar.
3. Aliran
Pada proses yang kontinu, terdapat dua arah aliran, yaitu aliran searah
(cocurrent) dan tidak searah atau berlawanan arah (counter current). Masing-masing
aliran memiliki kelemahan dan keunggulan. Hal itu juga tergantung pada jenis proses
yang ada, apakah dilakukan pada proses perpindahan panas atau perpindahan massa.
Demikian juga, apakah dilakukan dengan cara kontak langsung atau tidak. Hal itu
juga tergantung pada sifat bahan yang akan diproses baik secara fisik maupun kimia.
B. Neraca massa “steady” dan “unsteady”
Suatu gambaran proses kontinu adalah pengisian sebuah tempat dengan air yang
dialirkan melalui pengaturan katub/kran. Dibayangkan, mula-mula tempat itu yang bisa
berupa sebauh ember atau tangki penampung yang kosong dan padanya terdapat lubang
kecil/bocor. Kemudian air dikeluarkan dengan membuka katub. Dengan demikian, ember
itu akan terisi air secara terus menerus dan keluar akibat kebocoran juga secara terus
menerus. Kalau kebocoran (yang keluar) itu lebih kecil daripada pemasukannya, maka
lama kelamaan air dalam ember semakin banyak. Hal itu menunjukkan adanya akumulasi
air dalam ember, dan tidak terjadi reaksi kimia, maka tidak ada pembentukan dan
pengambilan massa, sehingga: Akumulasi = Massa masuk - Massa keluar.
Setelah beberapa lama kemudian, air dalam ember penuh dan meluap keluar.
Dalam hal ini, yang keluar dari ember itu adalah karena kebocoran dan luapan. Neraca
massanya menjadi: Bahan masuk = bahan keluar. Neraca massa disebut dengan keadaan
“unsteady”, artinya suatu keadaan yang tergantung pada waktu. Dengan bertambahnya
waktu akumulasi makin banyak atau keadaan selalu berubah dengan waktu. Dalam hal
peristiwa di atas, dengan bertambahnya waktu, volum air dalam ember bertambah. Pada
suatu saat tertentu, keadaan itu selalu tetap atau air yang ada dalam ember tidak berubah
volumnya. Kondisi semacam ini disebut keadaan “steady” atau “ajeg” atau “tunak”.
C. Neraca massa tanpa reaksi kimia
Pembahasan neraca masa berikut ini ditandaskan dalam keadaan ajeg. Neraca
massa dihitung untuk semua bahan yang ada dalam proses. Perhitungan akan menjadi
kompleks kalau prosesnya rumit dan dalam unit yang besar. Beberapa hal perlu
diperhatikan dalam melakukan perhitungan neraca massa secara mudah, mengacu pada
hal yang telah disebut di bagian depan tentang langkah-langkah logis penyelesaian
masalah.
1. Visualisasi
Visualisai merupakan gambar diagram alir proses secara sederhana yang
dapat menunjukkan perubahan – perubahan fisis yang terjadi.
2. Objektif
Objektif adalah data yang relevan cantumkan pada diagram, misal
kecepatan alir bahan, komposisi, suhu, tekanan, dan data fisik lainnya.
3. Rencana
Rencana merupakan pelajari data proses dan kembangkan hubungan
kuantitas yang diketahui dan yang tidak diketahui dalam neraca massa. Hubungan
ini biasanya dalam bentuk persamaan matematik. Pastikan jumlah bilangan yang
tidak diketahui dengan jumlah persamaan yang ada. Samakan satuan antar
kuantitas yang satu dengan lainnya. Pada neraca massa dalam sistem: disetiap titik
yang mengalami perubahan pasti ada persamaan yang menyertainya.
4. Menghitung
Menghitung merupakan Pilih basis yang sesuai bila diperlukan. Selesaikan
hubungan-hubungan persamaan di atas. Neraca massa berdasarkan pada hukum
kekekalan massa dan energi: bahwa massa tidak dapat diciptakan dan tidak ada
kehilangan massa kecuali menjadi energi (menurut Einstein).
Neraca massa tanpa reaksi kimia dijumpai pada banyak peristiwa operasi teknik
kimia. Neraca massa ini menjadi titik tolak perhitungan yang lainnya sampai pada
perencanaan alat proses. Oleh karena itu, dalam perhitungan awal ini tidak boleh
salah. Umumnya, operasi teknik kimia merupakan proses pemisahan bahan untuk
dimurnikan. Proses-proses yang akan dipelajari untuk perhitungan neraca
massanya yang dituangkan dalam contoh-contoh soal, diantaranya:
1. Pencampuran
2. Pengeringan
3. Kristalisasi
4. Keseimbangan fase
5. Distilasi
6. Evaporasi
Selain itu ada yang berpendapat bahwa Neraca Massa adalah cabang
keilmuan yang mempelajari kesetimbangan massa dalam sebuah sistem. Dalam
neraca massa, sistem adalah sesuatu yang diamati atau dikaji. Neraca massa adalah
konsekuensi logis dari Hukum Kekekalan Massa yang menyebutkan bahwa di
alam ini jumlah total massa adalah kekal; tidak dapat dimusnahkan ataupun
diciptakan. Contoh dari pemanfaatan neraca massa adalah untuk merancang
reaktor kimia, menganalisa berbagai alternatif proses produksi bahan kimia, dan
untuk memodelkan pendispersian polusi.
Massa yang masuk ke dalam suatu sistem harus keluar meninggalkan
sistem tersebut atau terakumulasi di dalam sistem. Konsekuensi logis hukum
kekekalan massa ini memberikan persamaan dasar neraca massa :
[massa masuk] = [massa keluar] + [akumulasi massa]
dengan [massa masuk] merupakan massa yang masuk ke dalam sistem, [massa
keluar] merupakan massa yang keluar dari sistem, dan [akumulasi massa]
merupakan akumulasi massa dalam sistem. Akumulasi massa dapat bernilai
negatif atau positif. Pada umumnya, neraca massa dibangun dengan
memperhitungkan total massa yang melalui suatu sistem. Pada perhitungan teknik
kimia, neraca massa juga dibangun dengan memperhitungkan total massa
komponen-komponen senyawa kimia yang melalui sistem (contoh: air) atau total
massa suatu elemen (contoh: karbon). Bila dalam sistem yang dilalui terjadi reaksi
kimia, maka ke dalam persamaan neraca massa ditambahkan variabel [produksi]
sehingga persamaan neraca massa menjadi:
[massa masuk] + [produksi] = [massa keluar] + [akumulasi massa]
Variabel [produksi] pada persamaan neraca massa termodifikasi
merupakan laju reaksi kimia. Laju reaksi kimia dapat berupa laju reaksi
pembentukan ataupun laju reaksi pengurangan. Oleh karena itu, variabel
[produksi] dapat bernilai positif atau negatif. neraca adalah alat pengukur massa
pada suatu benda,dan neraca memiliki beberapa jenis.
Neraca massa dapat berjenis integral atau diferensial. Suatu neraca massa
integral menggunakan pendekatan kotak hitam dan berfokus pada karakteristik
menyeluruh dari sistem. Sementara itu, neraca massa diferensial berfokus pada
detail yang terjadi dalam sistem (yang juga memengaruhi karakteristik
menyeluruh). Untuk membuat suatu neraca massa integral, pada awalnya harus
diidentifikasi batasan sistem, bagaimana sistem terhubung dengan lingkungan dan
bagaimana lingkungan memengaruhi sistem. Pada beberapa sistem, batasan sistem
dengan mudah dapat diidentifikasi. Contohnya adalah suatu tangki reaktor dengan
dinding tangki sebagai batas sistem. Pada tangki reaktor ini, lingkungan
memengaruhi sistem melalui saluran masuk tangki dan saluran keluar tangki.
Untuk kasus seperti studi tanah perhutanan, penetapan vegetasi sebagai eksternal
atau internal sistem (pendefinisian batasan sistem) sangat tergantung dari fokus
dan tujuan studi yang dilakukan. Untuk membuat suatu neraca massa diferensial,
pada awalnya perlu diidentifikasi detail yang ada dalam sistem. Reaksi yang
terjadi dalam sistem dan senyawa kimia apa saja yang terlibat di dalamnya perlu
dengan jelas diketahui.
D. Neraca massa dengan reaksi kimia
Pada kuliah terdahulu telah diberikan contoh kasus neraca massa tanpa reaksi
kimia. Berikut ini akan dibahas neraca massa dimana reaksi terjadi di dalam sistem yang
ditinjau. Dalam reaksi kimia, stoikiometri reaksi kimia harus diperhatikan.
Contoh suatu persamaan reaksi :
aA+bB
cC+dD
Reaksi di atas mempunyai arti:
1. Kualitatif, yaitu bahan apa yang direaksikan dan yang dihasilkan.
Bahan A dan B merupakan reaktan atau pereaksi.
Bahan C dan D merupakan produk atau hasil reaksi.
2. Kuantitatif, yaitu perbandingan mol-mol sebelum dan sesudah reaksi.
Jika 1 mol A bereaksi maka (b/a) mol B yang bereaksi.
Di dalam praktek, jarang terdapat peristiwa dimana reaksi berjalan secara
stoikiometri tepat. Biasanya, salah satu reaktan berada dalam jumlah yang berlebihan,
sehingga reaksi tidak bisa berjalan stoikiometris. Pada akhir reaksi masih ada sisa-sisa
jenuh reaktan. Dalam perhitungan kuantitatif sistem reaksi yang demikian, perlu
diketahui beberapa istilah seperti di bawah ini :
1. limiting reactant (reaktan pembatas) Reaktan yang jumlah molnya paling sedikit
bila ditinjau dari segi stoikiometri. Atau reaktan yang akan habis terlebih dulu
dibanding reaktan lainnya.
2. Excess reactant (zat reaktan yang berlebihan).
3. Percent excess of reactant = persen kelebihan reaktan yang berlebih.
jumlah mol kelebihan darikebutuhan teoritis
%excess= x 100 %
jumlah mol kebutuhanteoritis
Jumlah mol kelebihannya = ( mol umpan ) – ( mol kebutuhan teoritisnya )
4. Konversi.
jumlah mol reaktan yang bereaksi
Konversi= x 100 %
jumlah mol reaktan yang masuk reaktor
nilai konversi = 0 sampai dengan 100% ( =1,00)
5. Yield/rendemen.
berat hasil
yield= x 100 %
berat umpan

E. PENYUSUNAN DAN PENYELESAIAN NERACA MASSA


Konsep neraca massa = persamaan yang disusun berdasarkan hokum kekekalan
massa (law conservation of mass), yaitu ”mass can neither becreated or destroyed”.
Persamaan umum neraca massa untuk suatu sistem proses :
Satuan di setiap arus adalah satuan massa atau mol atau (massa/waktu atau mol/waktu).
Satuan di setiap kotak atau suku di atas harus sama semua. Bayangkan, bisakah 5 cm - 5
gram =?
Akumulasi adalah perubahan massa terhadap waktu.
Untuk proses Staedy state maka akumulasi = 0.
Untuk proses USS maka akumulasi tidak sama dengan nol.
Untuk proses fisis SS, maka kec masuk – kec keluar =0.
Untk proses kimia SS, maka akumulasi =0.
Dalam menyusun neraca massa, perlu disebutkan ”apa yang dineracakan” dan ”dimana
neraca disusun”. Neraca massa dapat disusun untuk :
1. neraca massa total atau campuran.
2. neraca massa komponen tertentu.
3. neraca massa unsur atau elemen tertentu
Langkah-langkah penyusunan dan penyelesaian NM dan NP :
1. Membuat diagram alir proses, lengkapi dengan data-data :
a. kualitatif dan kuantitatif yang tersedia.
b. Kondisi arus masuk dan keluar sistem.
2. Tandai variabel aliran yang tidak diketahui pada diagram alir.
a. Buatlah permisalan variabel.
3. Menentukan basis perhitungan.
Pilihlah suatu laju alir proses sebagai basis perhitungan. Basis perhitungan dapat diambil
berdasarkan banyaknya bahan yang masuk atau berdasarkan bahan keluar system. Basis
perhitungan dapat dinyatakan dalam satuan berat atau satuan mol. Jika terjadi proses
kimia dalam sistem yang ditinjau, lebih mudah bila basis perhitungan menggunakan
satuan mol. Jika terjadi proses fisis, basis perhitungan dapat menggunakan satuan berat
atau satuan mol.
4. Konversikan laju alir volumetrik menjadi laju alir massa atau molar.
Jika terdapat proses kimia ( reaksi ), perhitungan menggunakan satuan molar,
sedangkan proses fisis dapat menggunakan satuan massa atau molar.
5. Susunlah persamaan NM / NP.
Dalam menyusun neraca, perlu disebutkan apa yang dineracakan dan dimana neraca itu
disusun.
Persamaan neraca dapat disusun untuk : sebuah unit saja, multi unit, atau unit keseluruhan
( overall ).
6. Selesaikan persamaan NM / NP .

Contoh 2:
Ingin dibuat larutan NaOH 1 M sebanyak 250 mL dari Kristal NaOH. Berapa
gram NaOH yang seharusnya dilarutan dengan akuades sampai 250 mL?
Penyelesaian:
a. Skema diagram alir:

b. Penyetaraan satuan (ingat satuan NM adalah massa atau mol)

c. Neraca Massa NaOH di sekitar mixer:

d. Kesimpulan
Jadi dibutuhkan 10 gram NaOH.
 Pentingnya penyusunan neraca
Neraca massa atau panas suatu sistem proses dalam industri merupakan perhitungan
kuantitatif dari semua bahan-bahan yang masuk, yang keluar, yang terakumulasi (tersimpan)
dan yang terbuang dalam sistem itu. Perhitungan neraca digunakan untuk mencari variable
proses yang belum diketahui, berdasarkan data variable proses yang telah
ditentukan/diketahui. Oleh karena itu, perlu disusun persaman yang menghubungkan data
variable proses yang telah diketahui dengan varaiabel proses yang ingin dicari.
Dalam banyak kasus, diskripsi verbal (narasi) yang menjelaskan proses perlu
disajikan dalam diskripsi visual, yaitu dalam bentuk gambar proses atau diagram alir proses.
Beberapa definisi penting yang akan dibahas antara lain : variable proses, diagram alir proses,
sistem, dan proses –proses di industri kimia.

Variabel Proses.
Beberapa variable proses yang berhubungan erat dengan bidang teknik kimia antara lain:
1. Massa dan volum
Hubungan massa dan volum adalah berat jenis atau densitas. Seringkali juga
dinyatakan dalam specific volume dan specific gravity.
2. Kecepatan alir (flow rate)
Proses yang berlangsung sinambung atau kontinyu memerlukan data kecepatan bahan
yang disebut kecepatan alir. Alat yang dapat mengukur kecepatan alir antara lain,
pitot tube, orifice meter, venturi meter, flow nozzle, dan rotameter.
Macam-macam jenis kecepatan alir :
a. kecepatan alir linier rata-rata dalam pipa, dinyatakan dalam satuan panjang
linier setiap satuan waktu.
b. Kecepatan alir volumetric (volumetric flow rate), kecepatan alir yang
dinyatakan dalam banyaknya volum fluida yang mengalir setiap satuan waktu.
c. Keceparan alir massa ( mass flow rate), kecepatan alir yang dinyatakan dalam
banyaknya massa yang mengalir setiap satuan waktu.
3. Komposisi kimia
Berat atom dan berat molekul merupakan hubungan mol dengan massa bahan. Bahan
campuran berisi lebih dari satu komponen, untuk itu perlu diketahui isi (atau
komposisi) masing-masing komponen penyusun bahan itu. Komposisi dapat
dinyatakan dalam beberapa cara, yaitu:
a. fraksi massa atau fraksi bera, Biasanya untuk komposisi bahan berbentuk cair
atau padat dinyatakan dalam fraksi massa. Total fraksi massa adalah 1,00.
b. fraksi mol, Komposisi bahan dalam fase gas biasanya dinyatakan dalam fraksi
mol. Total fraksi mol = 1,0.
c. konsentrasi, Konsentrasi adalah banyaknya bahan dalam campuran setiap
satuan volum. Ppm = part per million = bagian per sejuta.
4. Tekanan
Hubungan tekanan yang ditunjukkan alat ukur (gauge) dengan tekanan sesungguhnya
(absolute) adalah:
Tekanan absolute = tekanan gauge + tekanan atmosfer.
1 atm = 14,696 psi = 760 mmHg = 10,333 mH2O.
1. Temperatur.
Contoh :
Suatu botol bertuliskan larutan HCl teknis 28% (w/w). Tentukan dalam % mol larutan itu.
Penyelesaian:
Misal 100 g larutan HCl 28% maka:
Kompone
% Berat Berat, g Mol % Mol
n
HCl 28 28 28/36.5=0.77 (0.77/4.77)×100%=16.14
7
H2O 72 72/18=4 (4/4.77)×100%=83.86
2
Total 100 100 4.77 100
Jadi larutan itu larutan HCl 16,14% (%mol).