Anda di halaman 1dari 9

Metodis

1. Tokoh Sentral:
- John Wesley (28 Juni 1703 - 2 Maret 1791) adalah seorang ulama Inggris, teolog dan
penginjil yang merupakan pemimpin gerakan kebangunan rohani di dalam Gereja
Inggris yang dikenal sebagai Metodisme. Masyarakat yang ia dirikan menjadi bentuk
dominan gerakan Metodis independen yang terus hadir.
Ia dididik di Charterhouse dan Gereja Kristus, Oxford, Wesley ditahbiskan sebagai
pendeta Anglikan dua tahun kemudian. Dia memimpin "Klub Suci", sebuah
masyarakat yang dibentuk untuk tujuan belajar dan mengejar kehidupan Kristen
yang taat; itu didirikan oleh saudaranya, Charles, dan menghitung George Whitefield
di antara para anggotanya.
Setelah pelayanan yang gagal selama dua tahun di Savannah di Koloni Georgia,
Wesley kembali ke London dan bergabung dengan masyarakat agama yang dipimpin
oleh orang-orang Kristen Moravia. Pada 24 Mei 1738 dia mengalami apa yang
kemudian disebut pertobatan evangelikal, ketika dia merasakan "hatinya anehnya
hangat". Dia kemudian meninggalkan Moravia, memulai pelayanannya sendiri.
- Charles Wesley (18 Desember 1707 - 29 Maret 1788) adalah seorang pemimpin
gerakan Metodis berbahasa Inggris, yang paling dikenal menulis sekitar 6.500
nyanyian rohani. Dia adalah adik lelaki pendiri Methodist John Wesley dan ulama
Anglikan Samuel Wesley the Younger. Sama seperti kakaknya, John Wesley, Ia juga
dididik di Oxford, dan ia membentuk "Klub Suci" di antara teman-temannya di tahun
1729. John Wesley kemudian bergabung dengan grup ini, seperti halnya George
Whitefield. Charles mengikuti ayah dan saudara lelakinya ke gereja pada 1735, dan ia
bepergian bersama John ke Georgia di Amerika, kembali setahun kemudian. Terlepas
dari kedekatan mereka, Charles dan John tidak selalu setuju pada pertanyaan yang
berkaitan dengan kepercayaan mereka. Secara khusus, Charles sangat menentang
gagasan pelanggaran dengan Gereja Inggris di mana mereka ditahbiskan.
- George Whitefield (27 Desember 1714 - 30 September 1770), adalah seorang ulama
dan penginjil Anglikan Inggris yang merupakan salah satu pendiri Methodisme dan
gerakan evangelis.
Ia dilahirkan di Gloucester, ia diterima sebagai mahasiswa di Pembroke College di
Universitas Oxford pada tahun 1732. Di sana ia bergabung dengan "Klub Suci" dan
diperkenalkan kepada saudara-saudara Wesley, John dan Charles, dengan siapa ia
akan bekerja sama dengan erat dalam pelayanannya nanti.
Whitefield ditahbiskan setelah menerima gelar Bachelor of Arts. Dia segera mulai
berkhotbah, tetapi dia tidak menetap sebagai menteri di paroki mana pun.
Sebaliknya ia menjadi pengkhotbah dan penginjil keliling. Pada 1740, Whitefield
melakukan perjalanan ke Amerika Utara, di mana ia mengkhotbahkan serangkaian
kebangunan rohani yang menjadi bagian dari "Kebangkitan Hebat". Metodenya
kontroversial dan ia terlibat dalam berbagai perdebatan dan perselisihan dengan
pendeta lainnya.
2. Sejarah:
John Wesley adalah seorang pendeta Anglikan di Inggris. Ia belajar di
Universitas Oxford dan menjadi pendeta. Selama itu, ia berusaha menemukan
kepuasan imannya dengan jalan melakukan semua perintah agama serta aturan
Gereja secara ketat. Namun pada suatu persekutuan doa di Aldersgate di Inggris
pada tanggal 24 Mei 1738, ia merasakan ada sesuatu di dalam hatinya yang
membakar dirinya. Saat itu ia merasa diingatkan oleh kata-kata Rasul Paulus di
dalam Surat Roma bahwa ia tidak mungkin menemukan kesempurnaan imannya dan
keteduhan kehidupannya selain melalui iman kepada kasih Allah.
Sejak itu John Wesley mengajarkan pengalamannya yang baru ini dan banyak
orang yang sebelumnya tidak ke gereja mulai tertarik akan ajarannya. Banyak orang
yang meminta Wesley untuk mengajar dan mengarahkan kehidupan dan iman
mereka. Wesley mengumpulkan orang-orang ini dalam “persekutuan-persekutuan
untuk berdoa bersama, mendengarkan firman, dan saling mengawasi di dalam kasih,
agar mereka dapat mengerjakan keselamatan mereka masing-masing.” Persekutuan
yang dinamai Holy Club ini dipimpin oleh John Wesley dan Charles Wesley. Mereka
menetapkan jadwal doa harian, jam-jam untuk mengunjungi orang-orang sakit dan
para tahanan di penjara, membuka sekolah-sekolah untuk orang-orang miskin, dan
menjalankan jam-jam doa Gereja. Tiga kali sehari mereka berdoa dengan suara keras
dan setiap jam mereka menghentikan pekerjaan mereka untuk berdoa di dalam hati.
Aturan-aturan ini menyebabkan mereka diejek oleh teman-teman mereka sebagai
orang-orang yang “bermetode” atau “Methodis.”
Gerakan ini segera menyebar ke Irlandia dan belakangan ke Amerika. Wesley
tidak bermaksud mendirikan gereja baru, melainkan sekadar menata kelompok-
kelompoknya di dalam Gereja Inggris. Para pengkhotbahnya tidak ditahbiskan, dan
anggota-anggotanya diharapkan berpartisipasi dalam sakramen-sakramen Gereja
Anglikan (baptisan, perjamuan kudus, pernikahan, pengakuan dosa, perminyakan,
dll.). Namun demikian, Uskup London tidak mau menahbiskan para pendeta yang
akan melayani dalam perhimpunan-perhimpunan Metodis. Ia pun tidak mau
menahbiskan tempat-tempat pertemuan mereka. Melihat keadaan ini, Wesley
menyadari bahwa kalau ia ingin mengembangkan pelayanannya, ia harus melanggar
aturan-aturan Gerejanya sendiri, seperti menahbiskan para pendeta dan tempat-
tempat perhimpunannya.
Selain itu, Wesley juga diperhadapkan dengan pengikut-pengikutnya di
Amerika, yang tidak lagi dilayani oleh pendeta-pendeta Anglikan yang telah kembali
ke Inggris karena pecahnya Perang Kemerdekaan Amerika. Untuk mengatasi masalah
itu, Wesley kembali menghubungi Uskup London untuk menahbiskan pendeta-
pendeta di Amerika. Namun sekali lagi permintaan Wesley ditolak, sehingga akhirnya
Wesley sendiri memutuskan untuk menahbiskan dua orang untuk memimpin jemaat
di Amerika. Di bawah kepemimpinan mereka, Gereja Episkopal Methodis di Amerika
dibentuk di Baltimore, Maryland pada tanggal 24 Desember 1784.
3. Ajaran:
-   Pembenaran Oleh Iman
Pembenaran oleh iman adalah pengampunan dosa. Allah membenarkan
manusia melalui karya pendamaian oleh darah anak-Nya. Dalam hal ini Allah
menunjukkan keadilan-Nya dengan penghapusan dosa yang sudah lalu (Roma 3:25).
Jadi, Pembenaran oleh iman dan pengampunan dosa itu tidaklah sesuatu yang hanya
dipahami, tetapi harus dialami. Karena yang dialami John Wesley di Aldersgate
(London) tanggal 24 Mei 1738, hari itu diperingati sebagai pertobatannya. Atas dasar
inilah John Wesley memberi teknan pada pengalaman sebagai pilar teologi
Methodis, disamping Alkitab, akal budi dan tradisi.

- Kelahiran Baru
Menurut John Wesley, ajaran pembenaran oleh iman dengan kelahiran baru
ibarat satu mata uang dengan dua sisi. Keduanya tidak dapat dipisahkan walau dapat
dibedakan. Dia mengatakan pada saat Allah mengampuni kita saat itu juga Allah
mengampuni kita, saat itu juga Allah menciptakan kita secara baru. John Wesley
mencontohkan kelahiran baru itu dengan kelahiran manusia secara jasmaniah.
Kelahiran jasmani (tubuh) ialah momentum permulaan hidup secara fisik dalam
dunia ini. Bukti bahwa seseorang telah lahir baru ialah mempunyai iman,
pengharapan, dan kasih (1 Kor 13:13). Kelahiran baru, adalah syarat mutlak untuk
memperoleh hidup yang kekal. Siapa yang tidak dilahirkan kembali, dia tidak dapat
masuk ke dalam kerajaan Allah, kata Yesus kepada Nikodemus dalam Yohanes 3:5.

- Kepastian Keselamatan
Menurut John Wesley, manusia mengetahui bahwa Allah telah
membenarkannya, bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosanya dan bahwa Allah
telah menciptakannya menjadi manusia baru .dasar Alkitabnya yaitu:
· Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak
Allah (Roma 8:16)
· Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam
dirinya (Galatia 4:6; Roma 5:5)
Kepastian keselamatan ialah kesaksian Roh Kudus kepada roh kita yang
meyakinkan bahwa kita adalah anak Allah, bahwa kita dikasihi Yesus Kristus, bahwa
Yesus Kristus telah menyerahkan hidup-Nya untuk kita, bahwa semua dosa kita telah
diampuni dan kita diperdamaikan dengan Allah. Gereja Methodis meyakini
sebagaimana John Wesley bahwa kehidupan orang Kristen merupakan kehidupan
yang berdasarkan hubungan pribadi dengan Krsitus. Jadi kepastian itu adalah
kepastian yang lahir secara berangsur-angsur, berkembang setahap demi setahap
sampai pada kepastian keselamatan akan hidup yang kekal.

-       Kesempurnaan Kristen


Ketika manusia mengalami lahir baru, maka kesucian hati dimulai dan
bertumbuh kearah Dia yang adalah kepala kita (Efesus 4:16). Ajaran tentang
kesempurnaan ini berhubungan dengan kasih. Ini menyangkut pertumbuhan kasih
Kristiani yang dimiliki seseorang. Sejauh mana seseorang mengasihi Allah dengan
segenap hati, jiwa, akal budi dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri,
sejauh itulah kesempurnaan hidup seseorang. Kita menuju kasih yang sempurna itu.
John Wesley sendiri tidak mengatakan dia sudah sempurna, tetapi itu menjadi
tujuannya, menuju kesempurnaan.

- Kehilangan Kasih Karunia


Penebusan dan keselamatan disediakan bagi semua orang, dan kendati
seseorang telah menerimanya, bisa saja bahwa pada akhir hidupnya ia murtad.
Dengan ini sekaligus ditolak pandangan Calvin, bahwa bila seseorang telah
ditetapkan dan dipilih Allah sejak semula untuk selamat, ia tidak akan mungkin
kehilangan keselamatan itu. Tentu umat Metodis bersama seluruh umat kristiani
bersukacita kalau tak seorangpun yang telah datang kepada Kristus menjadi Murtad.
Tetapi kodrat manusia adalah lemah dan dosa masih berkuasa. Karena adanya
kemungkinan untuk jatuh dan kehilangan kasih karunia ini, maka Gereja Metodis
senada dengan ajaran Tuhan Yesus tentang hal berdoa selalu mengingatkan umat
beriman agar waspada dan berdoalah agar kamu jangan jatuh kedalam pencobaan.

- Penginjilan dan Semangat Injil


Wesley yang mengobarkan kebangunan rohani dan semangat menginjili yang
membuat dia dan pengikut-pengikutnya dipandang sebagai pelopor gerakan injili,
maka gereja Metodis mendorong umatnya jadi bukan hanya penginjil professional
namun semua juga dikobarkan oleh semangat yang sama. Setiap jemaat lokal harus
punya perhatian dan upaya yang konkret di bidang ini. Tujuannya terutama adalah
menjangkau orang-orang yang belum mendengar injil, agar pada akhirnya sebanyak
mungkin orang mendapat tempat didalam kerajaan Allah yang dipenuhi dengan
damai sejahtera. Metode penginjilan bisa bermacam-macam tapi prinsipnya tetap
sama: mengkomunikasikan kebenaran Allah kepada manusia. Diantara sekian banyak
metode, yang sering digunakan adalah khotbah kebangunan rohani (revival
preaching) dan kunjungan penginjilan (visitation evangelism).

- Ijin Untuk Mengangkat Sebuah Injil


Pada pasal terakhir dari 25 pokok-pokok kepercayaan Methodis menentukan
pendapat berbagai gereja bebas antara lain  kaum Anabaptis, Wesley menegaskan
bahwa orang Kristen dapat mengangkat sumpah. Wesley dan umat Methodis yakin
bahwa Alkitab tidak melarang orang Kristen melakukan hal itu di hadapan
pemerintah dan pengadilan, “asalkan sumpah itu sesuai dengan iman, kasih di dalam
keadilan (kharitas) dan kebenaran”.

4. Organisasi:
- Pemerintahan
Gereja didesentralisasi dengan Konferensi Umum menjadi badan pemerintahan
resmi. Namun, secara administratif gereja memiliki struktur yang mirip dengan
pemerintah Amerika Serikat:
 General Conference - Cabang legislatif yang membuat semua keputusan
untuk doktrin dan pemerintahan.
 Dewan Uskup - Dewan Uskup terdiri dari semua uskup yang aktif dan
pensiunan dan bertemu dua kali setahun. "Menurut Book of Discipline 2000,"
Gereja para Uskup berbicara kepada Gereja dan Gereja kepada dunia, dan
untuk memberikan kepemimpinan kepada persatuan Kristen dan hubungan
antaragama. Dewan dipimpin oleh Presiden yang menjabat selama dua
tahun. Presiden tidak memiliki wewenang resmi selain memimpin. Pekerjaan
administratif ditangani oleh sekretaris dewan.
 Dewan Yudisial - Cabang yudisial terdiri dari orang-orang yang dipilih oleh
General Conference untuk memutuskan masalah-masalah konstitusionalitas
dalam hukum dan praktik gereja.

- Konferensi Umum
Gereja United Methodist diorganisasi ke dalam konferensi. Tingkat tertinggi disebut
Konferensi Umum dan satu-satunya organisasi yang dapat berbicara secara resmi
untuk gereja. Konferensi Umum dilakukan setiap empat tahun. Perubahan legislatif
dicatat dalam Kitab Disiplin yang direvisi setelah setiap Konferensi Umum. Resolusi
non-legislatif dicatat dalam Buku Resolusi, yang diterbitkan setelah setiap Konferensi
Umum, dan delapan tahun kedaluwarsa kecuali disahkan oleh sesi selanjutnya dari
Konferensi Umum. Konferensi umum terakhir diadakan di Portland, Oregon pada
2016. Acara ini saat ini berada di antara yurisdiksi gereja di AS. Para uskup, dewan,
komite, dewan, penatua, dll. Tidak diizinkan untuk berbicara atas nama United
Methodist sesuai dengan Kitab Disiplin.

Sesi pleno dipimpin oleh uskup aktif yang telah dipilih oleh komite delegasi untuk
konferensi. Bukan hal yang aneh bagi uskup yang berbeda untuk memimpin pada
hari yang berbeda. Petugas ketua biasanya didampingi oleh anggota parlemen

- Konferensi yurisdiksi dan pusat


Di bawah Konferensi Umum adalah konferensi yurisdiksi dan pusat yang juga
bertemu setiap empat tahun. Amerika Serikat dibagi menjadi lima yurisdiksi: Timur
Laut, Tenggara, Tengah Utara, Tengah Selatan dan Barat. Di luar Amerika Serikat
gereja dibagi menjadi tujuh konferensi sentral: Afrika, Kongo, Afrika Barat, Eropa
Tengah & Selatan, Jerman, Eropa Utara dan Filipina. Tujuan utama yurisdiksi dan
konferensi pusat adalah untuk memilih dan mengangkat uskup, kepala administrasi
gereja. Dengan demikian para uskup yang terpilih melayani wilayah-wilayah
keuskupan, yang terdiri dari satu atau lebih konferensi tahunan. Keputusan di antara
pertemuan empat tahun dibuat oleh Dewan Misi (biasanya terdiri dari uskup gereja).

- Dewan Yudisial
Dewan Yudisial adalah pengadilan tertinggi dalam denominasi. Ini terdiri dari
sembilan anggota, baik kaum awam dan pendeta, yang dipilih oleh General
Conference untuk masa jabatan delapan tahun. Rasio umat awam dengan pendeta
bergantian setiap delapan tahun. Dewan Yudisial mengartikan Kitab Disiplin antara
sesi-sesi Konferensi Umum, dan selama Konferensi Umum, Dewan Yudisial mengatur
tentang konstitusionalitas undang-undang yang disahkan oleh Konferensi Umum.
Dewan juga menentukan apakah tindakan gereja lokal, konferensi tahunan, lembaga
gereja, dan uskup sesuai dengan hukum gereja. Dewan meninjau semua keputusan
hukum yang dibuat oleh para uskup. Dewan Yudisial tidak dapat membuat undang-
undang apa pun; itu hanya bisa menafsirkan undang-undang yang ada. Dewan
bertemu dua kali setahun di berbagai lokasi di seluruh dunia. Dewan Yudisial juga
mendengar banding dari orang-orang yang telah dituduh melakukan pelanggaran
yang dapat mengakibatkan pembongkaran atau pencabutan keanggotaan.

- Konferensi Tahunan
Konferensi Tahunan, kira-kira setara dengan keuskupan dalam Komuni Anglikan dan
Gereja Katolik Roma atau sinode dalam beberapa denominasi Lutheran seperti
Gereja Lutheran Injili di Amerika, adalah unit dasar organisasi dalam UMC. Istilah
Konferensi Tahunan sering digunakan untuk merujuk pada wilayah geografis yang
dicakupnya serta frekuensi pertemuan. Klerus adalah anggota Konferensi Tahunan
mereka dan bukan kongregasi lokal mana pun, dan diangkat ke gereja lokal atau
pejabat lainnya setiap tahun oleh Uskup residen konferensi tersebut pada
pertemuan Konferensi Tahunan. Dalam banyak hal, Gereja United Methodist
beroperasi dalam organisasi yang terhubung dengan Konferensi Tahunan, dan
tindakan yang diambil oleh satu konferensi tidak mengikat yang lain.
- Distrik
Konferensi tahunan selanjutnya dibagi menjadi Distrik, masing-masing dilayani oleh
Pengawas Distrik. Para pengawas distrik juga ditunjuk setiap tahun dari para penatua
yang ditahbiskan oleh Konferensi Tahunan oleh uskup. Pengawas distrik, setelah
menyelesaikan dinas mereka sebagai pengawas, secara rutin kembali untuk melayani
sidang-sidang setempat. Kabinet Konferensi Tahunan terdiri dari uskup dan
pengawas distrik.

- Gereja lokal
Artikel utama: Daftar gereja-gereja Methodis lokal
Book of Discipline adalah buku panduan untuk gereja-gereja lokal dan para pendeta
dan menjelaskan secara rinci struktur organisasi gereja-gereja United Methodist
setempat. Semua gereja UM harus memiliki dewan pengawas dengan setidaknya
tiga anggota dan tidak lebih dari sembilan anggota dan direkomendasikan bahwa
tidak ada jenis kelamin yang dapat memegang lebih dari 2/3 mayoritas. Semua
gereja juga harus memiliki komite nominasi, komite keuangan dan dewan gereja
atau dewan administrasi. Komite lain disarankan tetapi tidak diharuskan seperti
komite misi, atau penginjilan atau komite ibadah. Batas jangka waktu ditetapkan
untuk beberapa komite tetapi tidak untuk semua. Konferensi gereja adalah
pertemuan tahunan semua pejabat gereja dan anggota yang tertarik. Komite ini
memiliki kekuatan eksklusif untuk menetapkan gaji pendeta (paket kompensasi
untuk keperluan pajak) dan untuk memilih petugas ke komite.

- Kantor administrasi
Tidak ada markas resmi gereja meskipun banyak kantor administrasi terbesarnya
berada di Nashville, Tennessee dan secara fisik terletak di dekat Universitas
Vanderbilt (yang memiliki ikatan Metodis yang bersejarah tetapi tidak lagi
berhubungan dengan gereja).
Walaupun General Conference adalah satu-satunya organisasi yang secara resmi
dapat berbicara untuk The United Methodist Church secara keseluruhan, ada 13
agensi, dewan dan komisi dari gereja umum. Organisasi-organisasi ini membahas
bidang-bidang topik khusus yang menjadi perhatian denominasi dengan kantor
administrasi di seluruh Amerika Serikat.

5. Praktek Ibadah:
Ibadah metodis di mana-mana sebagian bersifat liturgi dan sebagian spontan.
Pola umum didirikan oleh John Wesley, yang secara teratur menggunakan Buku Doa
Umum Anglikan (yang ia adaptasi untuk digunakan di Amerika Serikat) dan
melakukan layanan yang mencakup doa tanpa persiapan. Tradisi ini berlanjut dalam
Metodisme Inggris ke abad ke-20, ketika ia mengalami perubahan. Praktek doa pagi
Anglikan dihilangkan terlebih dahulu, dan selama Gerakan Liturgi, ketika gereja-
gereja Katolik Roma dan Protestan merevisi liturgi mereka, Komuni Suci Anglikan
dibatalkan. Gerakan Liturgi juga mempengaruhi Buku Layanan Metodis (1975) dan
Buku Ibadah Metodis (1999) di Inggris dan, di Amerika Serikat, Kitab Ibadah (1965),
Ordinal (1980), dan Hymnal Serikat Metodis, subtitle The Book of United Methodist
Worship (1988). Reformasi memberikan peluang baru bagi partisipasi jemaat. Ibadah
Minggu, atau Perjamuan Kudus, memulihkan pola empat kali lipat tradisional —
persembahan roti dan anggur, ucapan syukur, pemecahan roti, dan pembagian
unsur-unsur. Layanan non-liturgis, yang merupakan mayoritas, mengklaim sebagai
spontan tetapi tidak. Di Inggris tetapi tidak dalam Metodisme Amerika, banyak
kebaktian dilakukan oleh pengkhotbah awam.
Nyanyian pujian penting dalam semua cabang Metodisme. Nyanyian pujian
terpenting dari Metodologi Inggris adalah nyanyian Charles Wesley, yang bercampur
dengan banyak nyanyian kontemporer serta nyanyian dari tradisi lain. Dalam
Nyanyian dan Mazmur (1983), perubahan tertentu dibuat untuk menghilangkan
nuansa yang dianggap kaum Methodis sebagai seksis. Buku-buku Amerika
mengandung lebih sedikit nyanyian pujian oleh Wesley.
Penginjilan dan Semangat Injil Gereja Methodist mendorong umatnya agar
memiliki semangat penginjilan. Setiap jemaat lokal harus punya perhatian dan upaya
konkret di bidang ini. Tujuan terutama adalah menjangkau orang yang belum
mendengar Injil agar pada akhirnya sebanyak mungkin orang mendapat tempat di
dalam Kerajaan Allah yang dipenuhi dengan damai sejahtera. Metode penginjilan
bisa bermacam-macam tetapi prinsipnya tetap sama: mengkomunikasikan
kebenaran Allah kepada manusia. Diantara sekian banyak metode, yang sering
digunakan adalah kotbah kebangunan rohani (revival preaching) dan perkunjungan
penginjilan ( visitation evangelism )
Izin untuk mengangkat sumpah. Wesley dan umat Metodis menegaskan
bahwa orang Kristen dapat mengangkat sumpah. Mereka yakin bahwa Alkitab tidak
melarang orang Kristen melakukan hal itu di hadapan pemerintah dan pengadilan,
asalkan sumpah itu sesuai dengan iman, kasih di dalam keadilan dan kebenaran.
aliran metodis menganut sistem episkopal. Dalam organisasinya, lembaga
tertinggi adalah Konferensi Agung sedangkan pimpinan eksekutif tertinggi adalah
seorang Bishop. Bishop bersama para pimpinan Distrik membentuk kabinet, dan
untuk pekerjaan di kantor pusat didampingi sejumlah staf. Di lapangan, secara
hierarkhis terdapat Konferensi Distrik yang dipimpin Pimpinan Distrik, Konferensi
Resort yang dipimpin Pendeta Resort dan Konferensi Jemaat yang dipimpin Majelis
jemaat ( termasuk di dalamnya pendeta jemaat dan guru Injil )
Dalam hal Sakramen, Wesley mengajarkan kepada para pengikutnya bahwa
baptisan dan persekutuan kudus tidak hanya sakramen tetapi juga pengorbanan
kepada Allah.
Untuk Misi dan Penginjilan, Gereja Methodis memberi tekanan besar pada
pekerjaan misionaris dan bentuk-bentuk lain dari penyebaran Firman Allah dan
kasihnya kepada orang lain.
Dalam hal Ibadah Umum Metodis mempraktikkan ibadah sebagai tugas dan
hak istimewa manusia. Mereka percaya itu penting untuk kehidupan Gereja, dan
bahwa berkumpulnya umat Allah untuk beribadah diperlukan untuk persekutuan
Kristen dan pertumbuhan rohani.
Berikut adalah Tata ibadah Metodis:

1.      Ucapan Selamat
2.      Prelididum (saat teduh)
3.      Bernyanyi
4.      Votum atau Panggilan berbakti
5.      Bernyanyi
6.      Doa Pengakuan Dosa
7.      Firman Penyegaran Iman
8.      Doa Bapa Kami
9.      Bernyanyi
10.  Responsoria
11.  Gloria Patri
12.  Pengakuan Iman Rasuli
13.  Bernyanyi
14.  Pembacaan Epistel
15.  Warta Jemaat
16.  Doa Syafaat
17.  Persembahan
18.  Penyerahan Persembahan
19.  Bernyanyi
20.  Khotbah
21.  Bernyanyi
22.  Doxology/ Berkat
23.  Bersalaman
Namun, tata ibadah dalam Gereja Methodis tidak semua sama. Tata ibadah
dalam setiap Gereja tersebut tergatung kepada konteks Gereja itu berdiri, namun
meski berbeda makna harus tetap sama.

6. Gereja-gereja yang masuk aliran ini:


Gereja Methodist Indonesia (GMI), Gereja metodis terbesar yang berkantor pusat di
Medan, Sumatera Utara, Gereja Wesley Indonesia, Gereja Kristus yang berasal dari Gereja
Tionghoa yang dulunya bernama Chung Hua Chi Tu Chiao Hui juga berkembang dari misi
Gereja Methodis di Indonesia.