Anda di halaman 1dari 35

RUANG BERSIH INDUSTRI FARMASI

Rani Prabandari, M.Farm., Apt.


Pendahuluan
◦ Pembuatan produk steril dilakukan di area bersih,
◦ Memasuki area steril harus melalui ruang penyangga udara untuk personil dan/atau
peralatan dan bahan.
◦ Area bersih dijaga tingkat kebersihannya sesuai standar kebersihan yang ditetapkan dan
dipasok dengan udara yang telah melewati filter dengan efisiensi yang sesuai.

◦ Berbagai kegiatan persiapan komponen, pembuatan produk dan pengisian dilakukan di


ruang terpisah di dalam area bersih.

◦ Kegiatan pembuatan produk steril dapat digolongkan dalam dua kategori;


1. produk yang disterilkan dalam wadah akhir dan disebut juga sterilisasi akhir,
2. produk yang diproses secara aseptis pada sebagian atau semua tahap.
◦ Area bersih untuk pembuatan produk steril digolongkan berdasarkan karakteristik
lingkungan yang dipersyaratkan.

◦ Tiap kegiatan pembuatan membutuhkan tingkat kebersihan ruangan yang sesuai


dalam keadaan operasional untuk meminimalkan resiko pencemaran oleh
partikulat dan/atau mikroba pada produk dan/atau bahan yang ditangani.

◦ Kondisi “operasional” dan “nonoperasional” ditetapkan untuk tiap ruang


bersih.
◦ Keadaan “nonoperasional” : kondisi di mana fasilitas telah terpasang dan
beroperasi, lengkap dengan peralatan produksi tetapi tidak ada personil.

◦ Kondisi “operasional” : kondisi di mana fasilitas dalam keadaan berjalan


sesuai modus pengoperasian yang ditetapkan dengan sejumlah tertentu
personil yang sedang bekerja.

◦ Agar tercapai kondisi “operasional” maka area tersebut didesain untuk


mencapai tingkat kebersihan udara tertentu pada kondisi
“nonoperasional”.
4 Kelas Kebersihan pada Pembuatan Produk Steril
1). Kelas A : Zona untuk kegiatan yang berisiko tinggi,

Contoh : - zona pengisian, wadah tutup karet, ampul dan vial terbuka,
- penyambungan secara aseptis.

◦ Kondisi ini dicapai dengan memasang unit aliran udara laminar (laminar air flow)/ LAF di
tempat kerja.
◦ Sistem udara laminar mengalirkan udara dengan kecepatan merata berkisar 0,36 – 0,54
m/detik (nilai acuan) pada posisi kerja dalam ruang bersih terbuka.
◦ Keadaan laminar yang selalu terjaga dibuktikan dan divalidasi.
◦ Aliran udara searah berkecepatan lebih rendah dapat digunakan
pada isolator tertutup dan kotak bersarung tangan.
2). Kelas B: Untuk pembuatan dan pengisian secara aseptis.
Kelas ini adalah lingkungan latar belakang untuk zona Kelas A.

3&4). Kelas C dan D: Area bersih untuk melakukan tahap proses


pembuatan yang mengandung risiko lebih rendah.
Koridor
Ketentuan Jumlah Partikel dlm Ruang Steril

◦ Jumlah maksimum partikulat udara yang diperbolehkan untuk tiap Kelas kebersihan adalah
sebagai berikut:

◦ Alat yang digunakan : Particle Counter


◦ Batas mikroba yang disarankan untuk pemantauan area bersih selama kegiatan
berlangsung :

◦ Catatan: (*) Nilai rata-rata


◦ (**) Cawan papar dapat dipaparkan
◦ kurang dari 4 jam
Ruangan Produksi Steril

◦Ruangan produksi steril adalah tempat yang


disiapkan secara khusus dari bahan-bahan dan
tata bentuk yang harus sesuai dengan Cara
Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
◦Ruangan ini dipersiapkan untuk produksi obat
steril sehingga harus memenuhi persyaratan
khusus.
Ruangan Produksi Steril
◦Obat atau bahan obat yang akan diproduksi harus
dipastikan bahwa obat/bahan obat tersebut tidak
terkontaminasi
◦Menurut CPOB, ruangan steril dikategorikan dalam
ruang kelas I dan II atau sering disebut white area,
yang harus memenuhi syarat jumlah partikel dan
mikroba
◦Kelas I sebenarnya berada dalam ruangan kelas
II, tetapi dalam ruang kelas I memiliki alat LAF
(laminar air flow), yaitu alat yang menjamin
ruangan dalam kondisi steril dan dapat dipakai
untuk pembuatan secara aseptik
Persyaratan Ruangan Produksi Steril
◦ Bebas mikroorganisme aktif
◦ Udara yang ada di dalam ruangan produksi steril disaring
dengan HEPA (high efficiency particulate air) filter supaya
mendapatkan udara yang bebas mikroorganisme dan
partikel.
◦ Tekanan positif, yaitu tekanan udara di dalam ruangan lebih
besar daripada tekanan udara di luar sehingga udara di
dalam mengalir ke luar (udara yang di luar (lebih kotor)
tidak dapat masuk ke dalam ruangan yang lebih bersih)
◦ Petugas yang akan bekerja di dalam ruangan produksi steril harus
mengganti baju dan membersihkan diri menggunakan cairan
antiseptic di dalam ruangan clean changing area dan dibilas dengan
udara steril sehingga diharapkan petugas bebas dari kotoran dan
mikroorganisme
◦ Petugas yang akan bekerja di dalam ruangan produksi steril saat masuk
ke ruangan changing area, harus mengganti baju, sepatu, memakai
topi dan kaca mata steril yang sudah tersedia. Setelah itu, petugas
baru masuk ke ruangan clean filling room atau ruangan preparation
area.
◦ Laminar air flow (LAF) merupakan tempat bekerja secara aseptik, untuk
uji sterilitas, aseptic dispensing, dan i.v. admixture (pencampuran obat
suntik)
◦ Tekanan yang ada di dalam LAF dibuat menjadi tekanan negatif,
artinya aliran udara yang ada mengalir kembali ke dalam ruangan LAF
Ketentuan Bangunan dan Fasilitas
◦ Semua bangunan dan fasilitas didesain untuk mencegah personil masuk tp tidak diperlukan, personil dapat
melakukan pengawasan atau pengendalian,.

◦ Area Kelas A dan B didesain agar semua kegiatan dapat diamati dari luar.

◦ Di area bersih, semua permukaan yang terpapar halus, kedap air dan tidak retak untuk mengurangi pelepasan
atau akumulasi partikel atau mikroba dan memungkinkan penggunaan berulang bahan pembersih dan bahan
disinfektan.

◦ Untuk mengurangi akumulasi debu dan memudahkan pembersihan, tidak ada bagian yang sukar dibersihkan
dan lis yang menonjol,

◦ Rak, lemari serta peralatan dalam jumlah terbatas.

◦ Pintu didesain untuk menghindarkan bagian yang tersembunyi dan sukar dibersihkan, pintu sorong dihindarkan
karena alasan tersebut.
◦ Pipa dan saluran serta sarana pendukung lain dipasang dengan tepat sehingga tidak
menimbulkan tempat tersembunyi yang sukar dibersihkan.

◦ Bak cuci dan drainase dilarang di area Kelas A/B.

◦ Di area lain, penyekat udara dipasang di antara mesin atau bak cuci dan drainase.

◦ Saluran pembuangan untuk daerah yang lebih rendah tingkat kebersihannya, jika
dipasang, dilengkapi dengan jebakan yang efektif atau penutup air untuk mencegah aliran
balik.

◦ Semua saluran air terbuka dan mudah dibersihkan serta dihubungkan dengan drainase
luar dengan tepat untuk mencegah cemaran mikrobiologis masuk.
◦ Ruang ganti pakaian hanya digunakan untuk personil dan tidak digunakan
untuk lalu lintas bahan, wadah dan peralatan.

◦ Ruang ganti pakaian didesain seperti ruang penyangga udara dan digunakan
sebagai pembatas fisik untuk berbagai tahap penggantian pakaian dan
memperkecil cemaran mikroba dan partikulat terhadap pakaian pelindung.

◦ Ruang ganti dibilas secara efektif dengan udara yang telah tersaring. Tahap
terakhir dari ruang ganti, pada kondisi ”nonoperasional”, mempunyai tingkat
kebersihan yang sama dengan ruang berikutnya.

◦ Pada umumnya hendaklah fasilitas pencucian tangan disediakan hanya


pada tahap awal ruang ganti pakaian.
◦ Pintu-pintu ruang penyangga udara tidak dibuka secara bersamaan.

◦ Sistem interlock atau sistem peringatan visual dan/atau audio dioperasikan untuk
mencegah lebih dari satu pintu terbuka pada saat yang bersamaan.

◦ Pasokan udara yang disaring dapat menjaga perbedaan tekanan positif dan aliran udara ke
area sekelilingnya yang berkelas kebersihan lebih rendah pada seluruh kondisi “operasional”
dan dapat membilas area tersebut dengan efektif.

◦ Ruang bersebelahan dengan kelas kebersihan yang berbeda mempunyai perbedaan


tekanan berkisar 10 - 15 pascal (nilai acuan).

◦ Perhatian khusus diberikan untuk perlindungan kepada zona yang mempunyai risiko tertinggi,
yaitu, daerah yang udaranya berhubungan langsung dengan produk dan komponen yang
telah dibersihkan yang akan bersentuhan dengan produk.
◦ Perlu dibuktikan bahwa pola aliran-udara tidak menimbulkan risiko pencemaran,

◦ Sistem peringatan tersedia untuk mengindikasikan kegagalan pasokan udara.


◦ Indikator perbedaan tekanan udara dipasang di antara area/ruangan

◦ Perbedaan tekanan udara ini dicatat secara teratur atau didokumentasikan.

◦ Suhu dan kelembaban ruangan dijaga pada tingkat yang tidak menyebabkan personil
berkeringat secara berlebihan dalam pakaian kerjanya.

◦ Sistem mekanis atau elektris untuk komunikasi lisan dari dan ke area kegiatan steril didesain
dan dipasang dengan tepat

◦ Area bersih untuk kegiatan produksi steril tidak digunakan untuk melaksanakan kegiatan
pengujian sterilitas dan pengujian mikrobiologis lain.
Ruang Produk Steril
◦ Terpisah, dirancang & dibangun khusus
◦ Diperlukan ruang2 terpisah:
◦ Pembukaan kemasan komponen
◦ Pencucian peralatan & wadah
◦ Pengolahan
◦ Pengisian & penutupan wadah langsung
◦ R.penyangga udara (R.ganti – R.pengisian)
◦ R.ganti pakaian steril
AREA PRODUKSI
Permukaan (dinding,lantai, langit) :
◦ Licin, bebas dr keretakan & sambungan terbuka
◦ Tidak terdapat sambungan
◦ Tidak mudah ditumbuhi mikroba
◦ Mudah dibersihkan
◦ Thn bhn pembersih
◦ Kayu : dicat epoksi/enamel
◦ Khusus lantai : kedap air
◦ Sudut dinding, lantai & langit-langit : melengkung
CONT’ AREA PRODUKSI
◦ R.produksi ttn (penisilin, hormon, sitotoksik, prod
biologi) → mencegah kontaminasi silang
◦ Produk racun (pestisida, herbisida) → terpisah dari
R.produksi obat
◦ Luas area kerja/penyimpanan memadai
◦ ↓ Resiko kekeliruan
◦ ↓ Pencemaran silang
◦ ↓ Resiko terlewatnya tahap produksi
◦ Tata letak
◦ Satu area yg berhub sesuai thp prod & klas ruangan
◦ Mencegah kesesakan & ketidakteraturan
◦ Komunikasi & pengawasan
AREA PRODUKSI
◦ Pemasangan Pipa, fitting lampu, titik ventilasi HINDARI CERUK, BISA DIJANGKAU DILUAR
AREA PRODUKSI
◦ Diventilasi efektif (filter udara, pengendali suhu, kelembaban)
◦ Area pengemasan dirancang khusus utk mencegah campur-baur & pencemaran
DI BAGIAN PRODUKSI
Ruang Produksi Steril
◦ Suhu 16-25°C
◦ RH 45-55 %
◦ Efisiensi penyaringan udara 99,995%
◦ Pertukaran udara 20-40 kali/jam
◦ Kelas 100 (I) dan 10000 (II)

Ruang tablet
◦ RH 45-70 %
◦ Suhu 20-28°C
◦ Efisiensi saringan udara 90 – 95 %
◦ Kelas ruangan 100.000 (III)
◦ Pertukaran udara 5 – 20 kali/jam
Tekanan udara
◦ Tidak sama setiap ruang
◦ Menghindari kontaminasi silang
◦ Selisih tekanan 1-1,5 mm kolom air atau 10-15 Pa.S
KONTAMINASI SILANG

PENCEGAHAN
Keg prod dlm bangunan terpisah / ruang terisolasi
Mengendalikan cemaran udara (perbedaan tek
udara yg tepat)
Peralatan khusus utk produk ttn
Pengurungan cemaran: penyangga udara, ganti
baju, dekontaminasi barang
Black zone (Kls E, F):
◦ Ruang masuk karyawan
◦ Daerah gudang: penerimaan bhn awal,gd bhn awal dan obat jadi
◦ Ruang energi bengkel
◦ Ruang ganti pakaian luar
◦ Ruang ganti pakaian kerja
◦ Ruang istirahat
◦ Kantin, kamar mandi, toilet
◦ Laboratorium
◦ Pengemasan sekunder
Grey Zone (Kls C,D)
◦ Ruang pengolahan & pengemasan obat non steril, pembuatan salep kecuali salep
mata
◦ Pengolahan bahan higroskopis
◦ Pembuatan obat steril (dg sterilisasi akhir)
◦ Ruang Penimbangan Bahan
White Zone (Kls A, B)
◦ Penyaringan steril
◦ Pengolahan obat steril
◦ Pengolahan & pengisian salep mata
◦ Pengisian bubuk steril
◦ Pengisian suspensi steril
◦ Pengolahan aseptik