Anda di halaman 1dari 2

P1

2. Apa dampak atau pengaruh anak dalam sebuah keluarga?

Apabila anak sudah lahir maka kehadiran anak ditengah keluarga akan memberikan
dampak yang baik buat ayah dan ibu, karena akan menambah rasa tanggung jawab terhadap
keluarga dengan adanya kehadiran anak. Peran sebagai orang tua dimulai ketika anak hadir di
tengah kehidupan pasangan suami istri. Kartono (1992) justru dengan kehadiran dan
kalahiran anak tersebut nantinya, akan semakin membuat matang fungsi keayahan dan
semakin matang pula fungsi keibuan.
Nilai anak bagi orang tua dalam kehidupan dapat diketahui antara lain dari adanya
kenyataan bahwa anak menjadi tempat orang tua untuk mencurahkan kasih sayang. Di
samping itu anak juga merupakan sumber kebahagiaan keluarga, terkadang anak dijadikan
pertimbangan oleh orang tua untuk membatalkan niatnya bercerai. Terhadap anak nilai-nilai
didalam keluarga disosialisasikan dan harta kekayaan keluarga diwariskan. Anak juga
menjadi tempat orang tua untuk mewujudkan berbagai harapan, Ihromi (1999).

P2
8. Apakah masalah keperawatan yang dapat diambil dari kurangnya komunikasi?
Agar tujuan pernikahan tercapai, maka semua bentuk keadaan disharmoni harus
dihindari atau diminimalisir. Menurut penelitian, metodenya ialah membuat keluarga menjadi
prioritas utama, menjaga keutuhan anggota keluarga, komunikasi antaranggota keluarga,
saling pengertian, sabar, jujur, saling percaya, tidak mudah berprasangka buruk terhadap
pasangan, menghormati pendapat pasangan, harus saling mencintai dan menyayangi seluruh
anggota keluarga, bersyukur atas nikmat Tuhan dengan ikhlas, bekerja keras dengan ulet,
tidak mudah putus asa, dan penuh kesabaran dalam menghidupi keluarga (Azizah, 2009:16).
Selain itu, matang secara emosi dan usia pada saat menikah (Nurpratiwi, 2010:2-3),
pengungkapan emosi dalam bentuk kasih sayang dan kelembutan menimbulkan keintiman
dan kepercayaan dalam hubungan (Rahmiati, 2010:6). Nilai dalam perkawinan dan pemaafan
merupakan faktor yang berpengaruh dalam mewujudkan keluarga harmonis (Nancy, 2013:4-
5). Terdapat hubungan yang positif komunikasi antarpribadi pasangan suami istri dengan
keharmonisan dalam perkawinan (Dewi & Sudhana, 2013:1).
secara otomatis dan natural. Semua upaya mewujudkan keluarga harmonis seperti di
atas, barangkali dapat dirangkum ke dalam berbagai langkah sebagaimana diidentifikasi oleh
Stinnet & DeFrain (dalam Kustini (ed.), 2007:51), yaitu: melestarikan kehidupan beragama
dalam keluarga; meluangkan waktu yang cukup bersama keluarga; interaksi sesama anggota
keluarga seperti komunikasi yang baik dan sikap demokratis; saling menghargai; persatuan;
dan berorientasi pada prioritas keutuhan rumah tangga. Karena itu keharmonisan perkawinan
sangat bergantung dengan komunikasi dimana pasangan suami istri mampu berkomunikasi
secara efektif. DeVito (1997:259) mengatakan komunikasi efektif akan menciptakan
hubungan antarmanusia yang superior yang ditekankan pada kualitas keterbukaan, empati,
sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Altaira & Nashori menunjukkan ada
hubungan sangat signifikan antara kualitas komunikasi dengan kepuasan dalam pernikahan
(Altaira & Nashori, 2008:18).
Dapus : Pangaribuan lisbon.(2016). Kualitas Komunikasi Pasangan Suami Istri Dalam Menjaga
Keharmonisan Perkawinan. Jurnal Simbolika/Volume 2/Nomor 1.Sumatera Utara.

P3
3. Apa saja masalah keperawatan yang akan muncul pada tahap keluarga pemula?