Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH FORMULASI SEDIAAN MOISTURAIZER

DARI BUAH SEMANGKA

Dosen pengampu :

Tamara gusti ebtavanny, S.Farm.,Apt.,M.Farm

Disusun oleh :

Yuni Laili Puspita Sari (201802057)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK

Tahun Pelajaran 2019/2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena
limpahan Rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah sesuai yang diharapkan. Dalam
makalah ini kami membahas “Formula Sediaan Mosturaizer Dari Sari Semangka ”.

Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas Biokimia yang diberikan oleh
sekolah sebagai sarana mempermudah pemahaman tentang protein.

Kami menyadari bahwa masih banyak kesalahan yang ada dalam penyusunan
dan pembuatan makalah ini, kami mohon kritin dan sarannya dalam pembuatan makalah ini.
Sekian terima kasih.

Gresik, 31 Maret 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI

COVER ................................................................................................................................... 1

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... 2

DAFTAR ISI .......................................................................................................................... 3

BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 4

1 Alasan Pemilihan Bahan Aktif Dari Sediaan Yang Dibuat ....................................... 4


2 Dasar Dilakukan Penelitian ......................................................................................... 5
BAB II FORMULASI SEDIAAN ........................................................................................ 6
1 Formula yang dibuat ................................................................................................... 6
2 Cara pembuatan/formulasi ......................................................................................... 7
3 Alat dan Bahan yang digunakan ................................................................................. 7
BAB III HASIL PENELITIAN .......................................................................................... 10
1 Cara pengujian sediaan jadi ....................................................................................... 10
2 Hasil yang didapatkan ............................................................................................... 12
BAB IV KESIMPULAN ...................................................................................................... 13
BAB V DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 14
LAMPIRAN .......................................................................................................................... 15

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Alasan Pemilihan Bahan Aktif Dari Sediaan Yang Dibuat


Buah semangka merupakan buah tropis yang kaya akan kandungan karbohidrat jenis
gula-gulaan yaitu sukrosa, glukosa dan fruktosa yang dapat berfungsi untuk
melembabkan kulit. Adanya kandungan karotenoid seperti lycopene yang dapat berfungsi
sebagai antioksidan pada buah semangka juga dapat melindungi kulit dari efek radikal
bebas. Pelembab (moisturizer) merupakan sediaan yang digunakan untuk memperbaiki
kulit yang kering. Sediaan ini dapat menurunkan Trans Epidermal Water Loss (TEWL)
dengan membentuk lapisan lemak tipis di permukaan kulit sebagai barier dan
mengembalikan kelembutan kulit. Ekstrak buah semangka pada penelitian ini
diformulasikan menjadi sediaan krim pelembab. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak buah semangka terhadap mutu fisik, efektivitas,
keamanan, aseptabilitas dan stabilitas sediaan krim pelembab.
Pada umumnya buah semangka hanya dikonsumsi pada bagian daging yang berwarna
mencolok saja (misalnya merah, merah muda, dan kuning) , sedangkan pada bagian
lapisan putih kurang diminati masyarakat untuk dikonsumsi dan hanya dibuang menjadi
limbah yang kurang dimanfaatkan. Padahal tidak hanya pada bagian daging yang
berwarna mencolok saja, bagian lapisan putih kulit semangka pun mempunyai kandungan
yang dibutuhkan dalam tubuh. Pemanfaatan lapisan putih buah semangka saat ini
tergolong masih kurang maksimal. Lapisan putih buah semangka ini sebenarnya banyak
mengandung zat-zat yang berguna bagi kesehatan, salah satunya zat tersebut yaitu
sitrulin. Sitrulin merupakan salah satu zat antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan
kulit, disisi lain saatinibanyak orang menggunakan masker wajah tertentu dengan tujuan
untuk sekedar merawat atau memperbaiki masalah kulit. Namun bahan yang digunakan
sering kali justru membahayaka bagi kesehatan penggunanya sendiri. Saat ini, masker
wajah yang beredar harganya semakin mahal dan banyak yang mengandung zat-zat kimia
berbahaya, seperti merkuri. Sehingga perlu adanya suatu inovasi terkait dengan masker
wajah yang aman digunakan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan lapisan putih
kulit buah semangka menjadi masker wajah yang kaya antioksidan.
Kulit buah semangka dapat dijadikan alternatif pengobatan beberapa penyakit seperti
bengkak karena timbunan cairan pada penyakit ginjal, diabetes melitus, gatal karena
tanaman beracun, kulit kasar, dan luka bakar. Selain itu, kulit semangka juga dapat

4
digunakan untuk mencegah kerontokan rambut, menghaluskan kulit, dan menghilangkan
flek hitam di wajah. Hal tersebut dikarenakan kulit buah semangka kaya akan vitamin,
mineral, enzim, dan klorofil .

1.2 Dasar Dilakukan Penelitian


Penelitian sebelumnya lebih banyak mempelajari mengenai aktivitas antioksidan dari
buah semangka dan belum ada penelitian yang mempelajari efektivitas ekstrak buah
semangka dalam suatu sediaan krim pelembab dengan mempertimbangkan kandungan
gula dalam buah semangka. Menurut Wijaya (1996), senyawa radikal bebas dapat
merusak serabut kolagen kulit dan matrik dermis sehingga kulit menjadi kering sehingga
penggunaan antioksidan juga baik untuk pencegahan kulit kering. Dengan diperbaikinya
struktur kulit, maka kulit dapat mengurangi terjadinya penguapan air dan dengan adanya
gula pada ekstrak maka akan dapat membantu menarik air ke dalam kulit dan
mengembalikan kelembaban kulit. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
terhadap kemampuan ekstrak buah semangka sebagai pelembab dan juga aktivitas
antioksidannya untuk memperoleh suatu sediaan yang efektif untuk mengatasi kulit
kering.

5
BAB II
FORMULASI SEDIAAN

2.1 Formula yang akan dibuat


2.1.1 Formula Sediaan Krim Pelembab
Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu buah semangka merah (Surabaya,
Jawa Timur), asam stearat (PT. Sumi Asih, Indonesia),gliseril monostearat (Croda
Pto Ltd,Singapore),trietanolamin (Loba Chemie PVT, LTD), gliserin(PT. Sumi
Asih, Indonesia), propilen glikol (DowChemical Pacific, Singapore), metil
paraben(Amresco, LLC), propil paraben (Amresco, LLC)dan akuadest (PT.
Brataco Chemica, Indonesia),etanol (PT. Brataco Chemica, Indonesia),
DPPH(Sigma-Aldrich, Singapore), metanol pa(Mailinckrodt Baker Inc,
Philipsburg).
2.1.2 Formula Bahan Sediaan Body Lotion
Kulit semangka, Asam stearate, Parafin cair, Setil alkohol ,Metil paraben, Propyl
paraben,Gliserin, Trietanolamin, Aquades, Parfum dan etanol 96%.
2.1.3 Formula Sediaan Gel Semangka
Aquadest, Kulit putih Semangka (Citrullus Lanatus), etanol 70%, HPMC, Metil
Paraben, propil paraben dan Propilenglikol.
2.1.4 Formula Sediaan Gel Anti Jerawat
Bahan yang digunakan pada proses formulasi antara lain carbopol 940, trietilamina
(TEA), propilenglikol (PEG), metil paraben, propil paraben, dan akuades.

2.2 Cara Pembuatan /Formulasi


2.2.1 Cara Pembuatan Formula Sediaan Krim Pelembab
Fase minyak yaitu asam stearat dan gliseril monostearat dilebur pada suhu
70°C. Metil paraben dan propil paraben dilarutkan dalam propilen glikol. Fase
air yaitu trietanolamin,gliserin,propilen glikol dipanaskan pada suhu 700C.
Fase minyak dan fase air dicampurkan ke dalam mortir panas kemudian
digerus hingga membentuk massa krim. Ekstrak kental buah semangka
ditambahkan secara perlahan pada basis krim yang telah terbentuk selanjutnya
diaduk hingga homogen. Formula sediaan krim pelembab ekstrak air
buahSemangka.

6
2.2.2 Cara Pembuatan Formula Sediaan Body Lotion
Buah semangka dicuci bersih, kemudian dipotong untuk memisahkan daging
pada kulit semangka. Lalu, ambil kulit buah semangka potong-potong lalu
dijemur dibawah sinar matahari sampai kering. Kulit semangka kemudian
diblender sampai halus, setelah itu masukkan dalam wadah dan maserasi
selama 5 hari dengan etanol 70% dengan sesekali dilakukan pengadukan.
Setelah itu dilanjutkan penyaringan untuk memisahkan maserat dari ampas.
Maserat yang dihasilkan kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator
sampai terbentuk ekstrak kental. Formula dasar lotion yang digunakan
dimodifikasi dengan penambahan pengawet (Propyl paraben) dan Parfum.
Asam stearat, setil alcohol dan metal paraben juga dilakukan modifikasi
karena hasilnya terlalu cair.
2.2.3 Cara Pembuatan Formula Sediaan Gel Semangka Masker Wajah
Kulit putih Semangka (Citrullus Lanatus) di beli dipajak Helvetia Medan,
dengan buah yang segar dan tidak termakan ulat. Setelah sampel terkumpul
kemudian ditimbang dan dibersihkan, setelah itu dilakukan sortasi basah untuk
memisahkan kulit dengan isinya, kemudian sampel di potong-potong lalu
dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kadar airnya berkurang. Setelah
itu dikeringkan di dalam ruangan dengan suhu 30-50oC. Setelah bahan kering
kemudian diblender sampai di dapat serbuk dengan kehalusan tertentu,
kemudiaan dilakukan ekstraksi dengan pelarut etanol dalam metode maserasi.
2.2.4 Cara Pembuatan Formula Gel Anti Jerawat
Kulit buah semangka yang sudah dikeringkan dengan menggunakan sinar
matahari langsung selama 3-5 hari, kemudian diserbukkan dengan
menggunakan blender lalu diayak dengan pengayak No. 100. Ekstraksi Kulit
Buah Semangka Sampel sebanyak 150 gram dimasukkan ke dalam bejana
maserasi dan ditambah dengan 450 ml pelarut kloroform, lalu ditutup dengan
alumunium foil. Maserasi dilakukan selama 5 hari dan setiap 24 jam pelarut
diganti, dengan melalukan pengadukan sebanyak 3 kali sehari. Hasil maserasi
disaring dan diuapkan dalam rotary evaporator dengan suhu 50 0C hingga
pelarut menguap dan ekstrak menjadi kental.
2.3 Alat Dan Bahan
2.3.1 Alat dan bahan sediaan krim pelembab

7
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain neraca analitik
(Sartorius BP 110S, Jerman), pH meter (Methrom 620,
Switzerland),viscometer Brookfield (Synchro-Letic LVT,
USA),spektrofotometer UV-Vis (Hitachi tipe U-1100,Jepang), blender,
thermostat waterbath(Memmert, Germany), oven (Memmert,Germany),
mortir, stamper, termometer, krus porselen, anak timbangan, alat-alat gelas
dan alat penunjang lain.
Bahan yang digunakan pada penelitian iniyaitu buah semangka merah
(Surabaya, JawaTimur), asam stearat (PT. Sumi Asih, Indonesia),gliseril
monostearat (Croda Pto Ltd, Singapore),trietanolamin (Loba Chemie PVT,
LTD), gliserin(PT. Sumi Asih, Indonesia), propilen glikol (DowChemical
Pacific, Singapore), metil paraben(Amresco, LLC), propil paraben (Amresco,
LLC)dan akuadest (PT. Brataco Chemica, Indonesia),etanol (PT. Brataco
Chemica, Indonesia), DPPH(Sigma-Aldrich, Singapore), metanol
pa(Mailinckrodt Baker Inc, Philipsburg).
2.3.2 Alat Dan Bahan Sediaan Body Lotion

Alat : Timbangan digital, montir dan stamper, blender, penagas air, erlemeyer,
cawan penguap, gelas ukur, sudip, pipet tetes, batang pengaduk, wadah, label
sediaan.

Bahan : Kulit semangka, Asam stearate, Parafin cair, Setil alkohol ,Metil
paraben, Propyl paraben,Gliserin, Trietanolamin, Aquades, Parfum dan etanol
96%.

2.3.3 Alat Dan Bahan Sediaan Gel Semangka Masker Wajah

Alat : Batang pegaduk, erlen meyer, cawan porselen, backer glass, lumpang,
kaca arloji, pipet tetes, pH meter, spatula, timbangan digital, pisau, blender,
dan penyaringan sari kulit putih semangka.

Bahan : Aquadest, Kulit putih Semangka (Citrullus Lanatus), etanol 70%,


HPMC, Metil Paraben, propil paraben dan Propilenglikol.

2.3.4 Alat Dan Bahan Sediaan Gel Anti Jerawat

Peralatan yang digunakan pada proses ekstraksi dan uji kandungan senyawa
antara lain toples maserasi, alat pengaduk, kain penyaring, rotary evaporator.
Peralatan yang digunakan pada proses formulasi antara lain timbangan
analitik, seperangkat alat kaca, penangas air, alat untuk test daya sebar gel, alat
untuk test daya lekat gel, kertas pH. Sedangkan alat yang digunakan untuk uji

8
aktivitas antara lain seperangkat alat kaca, ose tumpul, yellow tip, alumunium
foil, kompor listrik, incubator, autoklaf, Laminar air flow (LAF).

Bahan-bahan yang digunakan pada proses ekstraksi dan uji kandungan


senyawa antara lain kulit buah semangka, kloroform, n-heksana, larutan FeCl
3%, serbuk Mg, HCl pekat, H2SO4 pekat, larutan HCl 2N, reagen
Dragendroff, reagen Mayer, reagen Wagner. Bahan yang digunakan pada
proses formulasi antara lain carbopol 940, trietilamina (TEA), propilenglikol
(PEG), metil paraben, propil paraben, dan akuades. Bahan yang digunakan
pada proses uji aktivitas bakteri antara lain nutrient agar (NA), kapsul
klindamisin 300 mg, bakteri P. acne dan S. aureus, larutan dimetil sulfoksida
(DMSO), tween 80, dan antibiotik gel Mediklin.

9
BAB III

HASIL PENELITIAN

3.1. Cara Pengujian Sediaan Jadi


3.1.1. Hasil Penelitian Dari Sediaan Krim Pelembab

Hasil standarisasi spesifik dan non spesifik pada ekstrak kental buah semangka
memberikan hasil yang dapat digunakan sebagai bahan baku utama dalam
formulasi sediaan krim pelembab. Pemeriksaan organoleptis sediaan bertujuan
untuk melihat bentuk, warna dan bau dari sediaan krim pelembab ekstrak air
buah semangka yang dihasilkan. Semua sediaan yang diuji berbentuk krim,
berbau khas semangka (F1,F2 dan F3), berbau khas basis (B1 dan B2). Warna
sediaan untuk F1 merah muda kecoklatan, F2 dan F3 berwarna merah
kecoklatan dan B1 dan B2 berwarna putih karena tidak mengandung ekstrak.
Perbedaan warna sediaan tersebut dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak buah
semangka yang berbeda pada masing-masing formula. Semakin tinggi
konsentrasi ekstrak maka intensitas warna sediaan yang dihasilkan juga
semakin tinggi. Hasil pemeriksaan Pemeriksaan pH sediaan krim pelembab
dilakukan untuk melihat derajat keasaman dari sediaan. Apabila sediaan krim
memiliki pH yang terlalu basa maka dapat menyebabkan kulit menjadi
bersisik, begitupun sebaliknya, apabila sediaan krim memilki pH sediaan yang
terlalu asam maka dapat menimbulkan iritasi pada kulit

3.1.2. Hasil Penelitian Dari Sediaan Body Lotion

Hasil penyarian 250 g serbuk simplisia putih kulit semangka dengan


menggunakan pelarut etanol 70% secara maserasi diperoleh ekstrak cair yang
dipekatkan dengan alat rotary evaporator pada suhu sampai diperoleh ekstrak
kental sebanyak 20 g. Pengamatan homogenitas dapat dilakukan dengan
mengoleskan sediaan pada sekeping kaca atau bahan transparan lain, lalu
ratakan, jika tidak ada butiran-butiran maka sediaan dapat dikatakan homogen.
Penggunaan kosmetik yang tidak baik pada kulit dapat menyebabkan berbagai
reaksi (efek Samping). Untuk mengetahui ada atau tidaknya efek samping
tersebut maka dilakukan uji iritasi terhadap kulit. Penentuan pH sediaan yang
dilakukan dengan menggunakan alat pH meter yang telah dikalibrasi dengan
menggunakan larutan dapar standar netral (pH 7,01) san larutan dapar pH
asam (4,01) hingga dapat menunjukkan harga pH. Elektroda yang telah dicuci
dengan air suling dikeringkan dengan tisu. Sampel yang dibuat dengan
konsentrasi 3% ditimbang sebanyak 1 gram dan dilarutkan dalam 100 ml air
suling. Elektroda dicelupkan dalam larutan, biarkan alat menunjukkan pH
sampai harga konstan.

3.1.3. Hasil Penelitian Dari Sediaan Gel Semangka Masker Wajah

10
Gel dari ekstrak kulit putih semangka diharapkan berwarna putih. Penilaian
dilihat dari warna, dilihat dari indera penglihatan (mata). Sediaan gel ekstrak
kulit putih semangka menunjukan warna coklat karena di dalam buah
semangka terkandung vitamin C dan tanin, jika teroksidasi akan berubah
warna menjadi coklat, dengan meningkatnya kosentrasi esktrak kulit
semangka, maka warna pada kosentrasi 1%, 2%, dan 3% terjadi perubahan
warna. Gel dari ekstrak kulit putih semangka diharapkan beraroma khas
semangka, penilaiaan dari aroma dapat dilihat dari indera penciuman (hidung).
Maka aromanya menunjukkan semangka.Sediaan gel ekstrak kulit putih
semangka memiliki aroma khas semangka. Gel dari ekstrak kulit putih
semangka diharapkan berstektur padat. Penilaian ini dapat dilihat dari indra
peraba (tangan). Sediaan gel ekstrak kulit putih semangka memiliki tekstrur
semi padat karna menggunakan gelling agent yaitu HPMC.

3.1.4. Hasil Penelitian Dari Sediaan Gel Anti Jerawat


Ekstrak kulit buah semangka dibuat menggunakan metode maserasi yaitu
metode ekstraksi dingin dengan cara perendaman. Metode ini memiliki
beberapa kelebihan yaitu alat yang digunakan relatif sederhana, biaya relatif
rendah, dan proses penyarian yang tergolong hemat. Hasil maserasi diperoleh
berupa ekstrak kental yang berwarna hijau kecoklatan dengan bobot 10 gram
dari setiap 600 gram serbuk halus kulit buah semangka, sehingga hasil
randemen yang didapatkan sebanyak 1,67%. Uji Kandungan Senyawa Uji
kandungan senyawa dilakukan dengan menggunakan metode fitokimia, antara
lain uji alkaloid, uji triterpenoid, uji fenol, dan uji saponin. Sediaan gel ekstrak
kulit buah semangka memenuhi persyaratan homogenitas gel dalam
penyimpanan 7 hari yaitu gel tetap homogen dan tidak terdapat butiran kasar.
Persyaratan homogenitas gel dimaksudkan agar bahan aktif dalam gel
terdistribusi merata. Selain itu agar gel tidak mengiritasi ketika dioleskan di
kulit. Uji daya sebar sediaan gel dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan
menyebar suatu gel pada saat dioleskan pada kulit. Dari hasil pengukuran,
diameter daya sebar gel ekstrak kulit buah semangka dari formulasi 1,
formulasi 2 dan formulasi 3 memiliki daya saya sebar yang baik, karena dari
ketiga formulasi tersebut memenuhi persyaratan daya sebar yang telah
ditentukan yaitu sebesar 5-7 cm. Pemeriksaan pH merupakan parameter
fisikokimia yang harus dilakukan untuk sediaan topikal, karena pH berkaitan
dengan efekivitas zat aktif, stabilitas zat aktif dan sediaan, serta kenyamanan
kulit sewaktu digunakan. Dari hasil pengamatan uji pH terlihat bahwa dari
ketiga konsentrasi tersebut memiliki pH yang baik, hal ini karena gel ekstrak
kulit buah semangka memenuhi Viskositas merupakan suatu pernyataan
tekanan dari suatu cairan untuk mengalir, makin rendah viskositas maka
semakin tinggi tahanannya. Hasil pengujian viskositas dari formulasi I (5%)
tidak memenuhi persyaratan viskositas yang baik, sedangkan untuk formulasi
II (10%) dan formulasi III (15%) memenuhi persyaratan viskositas yang baik.

11
3.2. Hasil Yang Didapatkan
3.2.1 Hasil Yang Didapatkan Dari Sediaan Krim Pelembab

Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak kental


buah semangka berpengaruh secara signifikan (P<0,05)terhadap organoleptis,
pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, daya tercucikan air, daya melembabkan,
aktivitas antioksidan dan aseptabilitas. Sediaan yang terbaik adalah sediaan
dengan konsentrasi ekstrak 30% (Formula 3).

3.2.2 Hasil Yang Didapatkan Dari Body Lotion


Berdasarkan hasil pengukuran pH sediaan lotion pada saat selesai dibuat,
diperoleh pH pada sediaan F1 (5,9), F2 (5,8) dan F3 (5,7). Menurut Balsam
dan Sagarin (1972), pH untuk kulit adalah 4-7, maka sediaan diatas memenuhi
syarat untuk lotion pelembab kulit sehingga aman untuk digunakan.
Penggunaan kosmetik yang tidak baik pada kulit dapat menyebabkan berbagai
reaksi (efek Samping). Untuk mengetahui ada atau tidaknya efek samping
tersebut maka

3.2.3 Hasil Yang Didapatkan Dari Gel Semangka Masker Wajah

Hasil penelitian yang dapat dilakukan dengan mengoleskan sediaan pada


sekeping kaca atau bahan transparan lain, lalu diratakan, jika tidak ada butiran-
butiran maka sediaan dapat dikatakan homogen Masker wajah ekstrak kulit
putih semangka dalam sediaan gel menunjukan homogenitas yang baik dimana
tidak terdapat butiran-butiran kasar yang diamati pada objek glass. Pada
pemakaian masker wajah yang tidak tepat pada kulit dapat menimbulkan
berbagai reaksi (efek samping). untuk mengetahui ada atau tidaknya efek
samping, dilakukan dengan cara kosmetika dioleskan pada kulit belakang
telinga, kemudian dibiarkan sampai dilihat perubahan yang terjadi berupa
kemerahan, gatal dan pengkasaran pada kulit. dilakukan untuk mengetahui ada
tidaknya efek samping yang dihasilkan oleh sediaan masker gel ekstrak kulit
putih semangka, dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan pada kulit
telinga belakang yang dibuat pada lokasi letakan pada luas tertentu, dibiarkan
terbuka dan diamati apa yang terjadi. Reaksi iritasi positif ditandai oleh adanya
kemerahan, gatal-gatal, atau bengkak pada kulit telinga belakang yang diberi
perlakukuan. Dari tabel diatas tidak terlihat efek samping berupa kemerahan
dan gatal pada kulit yang ditimbulkan oleh sediaan.

3.2.4 Hasil Yang Didapatkan Dari Gel Anti Jerawat


Formulasi ekstrak kulit buah semangka sudah mampu menghambat bakteri
dengan konsentrasi 5%, namun untuk hasil yang efektif pada bakteri
Propionibacterium acne yaitu pada formulasi III dengan konsentrasi 15%
dengan zona hambat sebesar 4,96 mm, sedangkan untuk formulasi yang efektif
pada bakteri Staphylococcus aureus yaitu pada formulasi II dengan konsentrasi
10% dengan zona hambat sebesar 5,84 mm.

12
Bab IV

KESIMPULAN

Kesimpulan Dari Krim Pelembabab


Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak kental
buah semangka dalam sediaan berpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadap hasil evaluasi
sediaan yaitu uji organoleptis, nilai pH, nilai viskositas, daya sebar, daya lekat, daya
tercucikan air, daya melembabkan, aktivitas antioksidan dan kesukaan. Sediaan yang
memiliki uji organoleptis, nilai pH, nilai viskositas, daya sebar, daya lekat, daya tercucikan
air, daya melembabkan, aktivitas antioksidan dan aseptabilitas terbaik adalah sediaan dengan
konsentrasi ekstrak 30%

Kesimpulan Dari Body Lotion Semangka


Putih kulit semangka ( citrullus vulgaris Schard) dapat diformulasikan kedalam bentuk
sediaan lotion. Sediaan lotion yang dihasilkan semuanya homogen, pH sediaan pada
konsentrasi 3% memiliki pH 5.9, pada konsentrasi 5% memiliki pH 5,8, dan pada konsentrasi
7 % memiliki pH 5,7 dan tidak memiliki iritasi pada kulit.
Kesimpulan Dari Gel Semangka

Ekstrak kulit putih semangka dapat diformulasikan sebagai sediaan gel dalam bentuk masker
wajah, sediaan gel dihasilkan semua homogen, memiliki pH 6,5-6,7, sedian gel ekstrak kulit
putih semangka tidak menyebabkan iritasi pada kulit dan sediaan gel Ekstrak kulit putih
semangaang memenuhi untuk pH kulit hanya kosentrasi 3%.

Kesimpulan Dari Gel Anti Jerawat

Semangka dapat diformulasikan dengan baik setelah melalui beberapa uji, di antaranya uji
organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH, dan uji viskositas.
Formulasi ekstrak kulit buah semangka sudah mampu menghambat bakteri dengan
konsentrasi 5%, namun untuk hasil yang efektif pada bakteri Propionibacterium acne yaitu
pada formulasi III dengan konsentrasi 15% dengan zona hambat sebesar 4,96 mm, sedangkan
untuk formulasi yang efektif pada bakteri Staphylococcus aureus yaitu pada formulasi II
dengan konsentrasi 10% dengan zona hambat sebesar 5,84 mm.

13
BAB V

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, D., Malik, M., dan Susiladewi, M. 2011, Formulasi Krim Serbuk Getah Buah
Pepaya (Carica papaya L) Sebagai Anti Jerawat, Jurnal Fakultas Farmasi Universitas
Andalas,Riau.
Baumann, L. 2002, Cosmetic Dermatology Principles and Practice, The McGraw-Hill
Companies Inc, New York, USA.
Buhse, L. 2003, „Presented at the Advisory Committee for Pharmaceutical Science Meeting
On March 12‟, Diaksespada 10
Desember 2015, http:///www.fda.gov/ohrms/dockets/
ac/03/slides/3926S1_11_Buhse.ppt.

Levin J, Miller,R. 2011, “A Guide to the Ingredients andPotential Benefits of Over-the-


Counter Cleansers andMoisturizers for Rosacea Patients”, J Clin Aesthet Dermatol,4(8):31-
49.

Rawlings, A.V., Harding, C.R., Watkinson, A., and Scott, I.R.,2000, Dry and Skin Condition,
Skin Moisturization, MarcelDekker Inc, New York, p 120.

Simion, F.A., Abrutyn, E.S., Draelos, Z.D. 2005, Ability ofmoisturizers to reduce dry skin
and irritation and to preventtheir return, J. Cosmet.Sci., (56):427-444.
Ulaen, Selfie, P.J., Banne, Yos Suatan dan Ririn, A. 2012,Pembuatan Salep Anti Jerawat dari
Ekstrak RimpangTemulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), Jurnal IlmiahFarmasi, 3(2):
45-49
Rizqiani Nur Husni Afifah G. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Asam Retinoat Dan Uji
Kualitatif Merkuri Pada Sediaan Krim Pemutih Yang Beredar Di Beberapa Tempat Di Kota
Bandung. 2017.
Arum M. Analisis Kandungan Merkuri (Hg) dalam Handbody Lotion Whitening dan Cream
Bleaching. 2017;
Rahmawati I, Mahadi I. Pembuatan Fruitghurt Dari Lapisan Putih (Mesocarp) Kulit
Semangka (Citrullus Vulgaris) Berdasarkan Lama Fermentasi Dan Analisis Potensi
Rancangan Lembar Kerja Siswa Pada Pembelajaran Biologi SMA. J Online Mhs Bid Kegur
dan Ilmu Pendidik. 2017;3(2):1–15.
Nurhidayat I. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak kosmetik
pada penari studio Fantasi di Dunia Fantasi Ancol, Jakarta-Utara tahun 2013. 2013;
Damhaz Uk, Widayati Ri. Efektivitas Campuran Ekstrak Aloe Veradan Tea Tree Oildalam
Formulasi Pelembab Pada Kekeringan Kulit. Faculty of Medicine; 2015.
Khairunnissa L. Formulasi sediaan krim sari buah mangga (Mangifera indica L.) sebagai
pelembab kulit. 2016;
Agustina W. Kandungan Vitamin C Dan Uji Organoleptik Fruithgurt Kulit Buah Semangka
Dengan Penambahan Gula Aren Dan Kayu Secang. Universitas Muhammadiyah Surakarta;
2015.
Ansel, H.C. 1989. Pengantar Buku Sediaan Farmasi. Edisi 4. Jakarta: UI Press.
Buang, A. 2013. Formulasi krim masker wajah menggunakan lapisan putih kulit semangka
(Citrullus vulgaris Schard) sebagai pelembab. Media Farmasi, 11(18):36-41.

14
LAMPIRAN

15
16
17
18
19
20
21
22
23