Anda di halaman 1dari 3

Dialog komunikasi terapeutik pada pasien lansia dengan gangguan

penglihatan

Perawat 1 : Mellysa

Perawat 2 : Amalia Islami

Lansia : Hardiyanti

Di sebuah panti werda terdapat seorang lansia bernama Ny. Hardi yang
berumur 60 tahun, pasien tersebut mengalami gangguan penglihatan sejak
beberapa bulan belakangan, Ny. Hardi mengalami rabun dan kesulitan dalam
beraktivitas sehari-hari, ditambah lagi dengan keluhan lain seperti nyeri pada
beberapa bagian ekstremitas, awalnya Ny. Hardi sering berinteraksi dengan
lansia lain, namun semenjak penglihatannya menurun, Ny. Hardi menjadi lebih
pendiam, sensitif, dan tidak mau diganggu orang lain karena merasa dirinya
selalu merepotkan. Pada pagi hari kedua perawat yang berdinas di panti
tersebut akan melakukan terapi pada pasien lansia tersebut menggunakan
komunikasi terapeutik. Perawat akan mencoba membuat Ny. Hardi bisa
beraktivitas kembali dengan normal agar Ny. Hardi menjadi produktif kembali.

Perawat 1 dan 2 menyiapkan alat yang akan di gunakan saat terapi, setelah
selesai menyiapkan alat perawat 1 dan 2 mencari informasi tentang pasien
dengan menemui pasien.

Perawat 1 : Permisi bu, perkenalkan saya perawat lisa dan ini teman saya
perawat amel, disini kami ingin menanyakan sesuatu kepada ibu,
karena kami akan melakukan terapi pada mata ibu, apakah ibu
bersedia

Pasien : Terapi apa ya sus? Mata saya ini kan sudah rabun, mana bisa di
terapi segala macem?

Perawat 2 : Ibu tidak perlu khawatir, disini kami tidak langsung menyembuhkan
penglihatan ibu, tapi kami akan memijatnya dengan air hangat supaya
ibu bisa lebih tenang dan nyerinya berkurang.
Pasien : Begini sus saya kalo di ajak berbicara seperti ini harus mengetahui
suster di mana apakah tepat berada di depan saya atau tidak karena
saya sudah tidak bisa melihat dengan jelas sesuatu di depan saya
sus, dan sesuatu yang ada di depan saya harus di beritahukan dulu
bendanya apa baru saya bisa tau sus

Perawat 1 : Baiklah bu kalau begitu, kami akan melakukan terapi pada mata ibu
agar mata ibu bisa lebih rileks dan tidak sakit jika bangun tidur, kami
juga akan melakukan sedikit pijatan pada mata ibu, kami membawa
baskom berisi air hangat, dan handuk kecil, ini juga bisa di lakukan di
rumah nanti, bisa di bantu dengan keluarga. Nah waktu terapinya
kurang lebih 10 menit. bagaimana apakah ibu bersedia?

Perawat 2 : Sebelumnya terimakasih untuk informasi yang ibu berikan, bisa kita
mulai terapinya bu

Pasien : baiklah sus, silahkan

Perawat 2 : (sambil melakukan terapi) ibu selama ini kan suka sekali merawat
bunga dan tanaman lain, apakah ibu masih ingin melakukannya ?

Pasien : saya mau aja suster, tapi semenjak saya rabun, saya jadi sering
menghancurkan pot bunga saya.

Perawat 2 : Tidak apa apa kok bu, saya mengerti, lain kali nanti saya bantu ya
bu. Supaya ibu tidak bosan di kamar terus.

Perawat 1 : Iya bu, nanti saya akan ajak teman teman ibu untuk membantu

Pasien : Tapi kalau bunganya rusak lagi bagaimana? Nanti saya dimarahin

Perawat 2 : Siapa memangnya yang memarahi ibu (sambil memegang tangan


pasien) ?

Pasien : Itu kemarin ada perawat galak yang marahin saya

Perawat 1 : Oh begitu, nanti saya coba tegur ya bu perawatnya. Ibu tidak perlu
takut lagi ya.
Perawat 2 : Nah bu kami sudah melakukan terapi pada mata ibu, bagaimana
sekarang perasaan ibu

Pasien : iya suster, enak ya sus mata saya jadinya habis di pijit

Perawat 2 : Alhamdulillah kalau begitu,

Pasien : mata saya sudah terasa segar dari yang kemaren sus

Perawat 1 : Syukurlah kalau begitu, yasudah ibu, kami pamit dulu ya, nanti ibu
jangan lupa makan, nanti sore kita akan mulai lagi merawat bunga
kesukaan ibu

Pasien : Yang benar sus ?

Perawat 1 : Iya benar, nanti saya bantu deh

Pasien : Baiklah suster, terima kasih banyak sudah perhatian sama saya.

Perawat 2 : Sama-sama ibu, kalau begitu kami permisi dulu ya

Pasien : Iya suster.

Perawat membereskan alat dan mereka pun meninggalkan ruangan pasien.


Setelah itu pasien pun kembali beraktivitas seperti biasa, meskipun pasien memiliki
penurunan fungsi penglihatan, namun berkat dukungan dari perawat dan lansia lain
yang ada di Panti, Ny. Hardi menjadi lebih bersemangat dan lebih produktif.

Anda mungkin juga menyukai