Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

KONSEP DASAR ETIKA KEPERAWATAN


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Etika dan Hukum Kesehatan
Dosen : Siti Santy Sianipar, S.Kep., M.Kes

Disusun oleh :
Cindy Masdy
NIM : 2019.C.11a.1002

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PRODI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Konsep
Dasar Etika Keperawatan. Dalam penyusunan makalah mungkin ada sedikit
hambatan. Namun berkat bantuan dan dukungan dari teman-teman serta
bimbingan dari dosen pembimbing. Sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik.
Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat membantu proses
pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Penulis juga
tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan, dukungan
dan doanya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca.
Makalah ini mungkin kurang sempurna untuk itu penulis mengharap kritik dan
saran untuk penyempurnaan makalah ini.

Palangka Raya, 1 April 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................... 1
1.3 Tujuan ...................................................................................... 1
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Prinsip dan Fungsi Kode Etik ................................................... 2
2.2 Pendekatan Teoritis Terhadap Bioetik ..................................... 7
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................... 11
3.2 Saran ......................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 12

3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengertian etika keperawatan adalah cabang utama filsafat yang
mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi study mengenai standar penilaian
moral. Etika mencangkup analisid dan penerapan konsep seperti benar, salah,
baik, buruk, dan tanggung jawab. (Agus:2015)
Prinsip etika profesi merupakan sikap dasar yang harus dimiliki oleh setiap
profesi. Prinsip etika profesi dapat juga diartikan sebagai tuntunan yang harus
diamalkan oleh profesi dalam menjalankan tugas keprofesiannya terutama dalam
melayani kliennya. Bagi profesi keperawatan merupakan amalan yang baik yang
harus dilakukan. (Siswanto:2013)
Praktek keperawatan sebagai suatu pelayanan profesional diberikan
berdasarkan ilmu pengetahuan, menggunakan metodologi keperawatan dan
dilandasi kode etik keperawatan. Kode etik keperawatan mengatur hubungan
antara perawat dan pasien, perawat terhadap petugas, perawat terhadap sesama
anggota tim kesehatan, perawat terhadap profesi dan perawat terhadap
pemerintah, bangsa dan tanah air. Pada hakikatnya keperawatan sebagai profesi
senantiasa mangabdi kepada kemanusiaan, mendahulukan kepentingan
masyarakat diatas kepentingan pribadi, bentuk pelayanannya bersifat humanistik,
menggunakan pendekatan secara holistik, dilaksanakan berdasarkan pada ilmu
dan kiat keperawatan serta menggunakan kode etik sebagai tuntutan utama dalam
melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Prinsip dan Fungsi Kode Etik ?
2. Apa Pendekatan Teoritis Terhadap Bioetik ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui Prinsip dan Fungsi Kode Etik
2. Mengetahui bagaimana Pendekatan Teoritis terhadap Bioetik

4
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Prinsip dan Fungsi Kode Etik


Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang menurut Araskar dan
David (1978) berarti “kebiasaan” model perilaku atau standar yang diharapkan
dan kriteria tertentu untuk suatu tindakan. Penggunaan istilah etika sekarang ini
banyak diartikan sebagai motif atau dorongan yang mempengaruhi perilaku (Erni
Suhaemi). Menurut kamus Webster etik adalah suatu ilmu yang mempelajari
tentang apa yang baik dan apa yang buruk secara moral. Dari pengertian diatas
etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya
manusia hidup didalam masyarakat yang menyangkut aturan-aturan atau prinsip-
prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar, yaitu baik dan buruk serta
kewajiban dan tanggung jawab (Ismani, 2001).
Etika adalah kode perilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi
kelompok tertentu, etika juga merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan
yang benar. Etika berhubungan dengan hal yang baik dan hal yang tidak baik dan
dengan kewajiban moral. Etika berhubumgan dengan peraturan untuk perbuatan
atau tindakan yang mempunyai prinsip benar dan salah serta prinsip moralitas
karena etika mempunyai tanggung jawab moral, menyimpang dari kode etik
berarti tidak memiliki perilaku yang baik dan tidak memiliki moral yang baik.
Etika bisa diartikan juga sebagai yang berhubungan dengan pertimbangan
keputusan benar atau tidaknya suatu perbuatan karena tidak ada undang-undang
atau peraturan yang menegaskan hal yang harus dilakukan, etika berbagai profesi
digariskan dalam kode etik yang bersumber dari martabat dan hak manusia (yang
memiliki sikap menerima) dan kepercayaan dari profesi. Profesi menyusun kode
etik berdasarkan penghormatan atas nilai dan situasi individu yang dilayani.
Kode etik disusun dan disahkan oleh organisasi atau wadah yang membina
profesi tertentu baik secara nasional maupun internasional. Kode etik menerapkan
konsep etis karena profesi bertanggung jawab pada manusia dan menghargai
kepercayaan serta nilai individu. Kata seperti etika, hak asasi, tanggung jawab,
mudah didefinisikan, tetapi kadang-kadang tidak jelas letak istilah tersebut
diterapkan di suatu situasi. Contoh: benarkah dipandang dari segi etis, hak asasi,

5
dan tangung jawab bila profesional kesehatan menghentikan upaya penyelamatan
hidup pada pasien yang mengidap penyakit yang pasti membawa kematian?
Faktor teknologi yang meningkat, ilmu pengetahuan yang berkembang
(pemakaian mesin dan teknik memperpanjang usia, legalisasi abortus,
pecangkokan organ manusia, pengetahuan biologi dan genetika, penelitian yang
menggunakan subjek manusia) ini memerlukan pertimbangan yang menyangkut
nilai, hak-hak asasi dan tanggung jawab profesi. Organisasi profesi diharapkan
mampu memelihara dan menghargai, mengamalkan, mengembangkan nilai
tersebut melalui kode etik yang disusunnya.
Kadang-kadang perawat dihadapkan pada situasi yang memerlukan
keputusan untuk mengambil tindakan. Perawat memberi asuhan kepada klien,
keluarga dan masyarakat, menerima tangung jawab untuk membuat keadaan
lingkungan fisik, sosial dan spiritual yang memungkinkan untuk penyembuhan
dan menekankan pencegahan penyakit, serta meningkatkan keesehatan dan
penyuluhan kesehatan.
Pelayanan kepada umat manusia merupakan fungsi utama perawat dan dasar
adanya profesi keperawatan. Kebutuhan pelayanan keperawatan adalah universal.
Pelayanan profesional berdasarkan kebutuhan manusia karena itu tidak
membedakan kebangsaan, warna kulit, politik, status sosial dan lain-lain.
Keperawatan adalah pelayanan vital terhadap manusia yang menggunakan
manusia juga, yaitu perawat. Pelayanan ini berdasarkan kepercayaan bahwa
perawat akan berbuat hal yang benar, hal yang diperlukan, dan hal yang
menguntungkan pasien dan kesehatannya. Oleh karena manusia dalam interaksi
bertingkah laku berbeda-beda maka diperlukan pedoman untuk mengarahkan
bagaimana harus bertindak.
Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk
dalam hubungan dengan orang lain. Etik merupakan studi tentang perilaku,
katakter dan motif yang baik serta ditekankan pada penetapan apa yang apa yang
baik dan berharga bagi semua orang. Etik merupakan suatu pertimbangan yang
sistematis tentang perilaku benar atau salah, kebijakan atau kejahatan yang
berhubungan dengan perilaku.

6
Etika merupakan aplikasi atau penerapan teori tentang filosofi moral
kedalam situasi nyata dan berfokus pada prinsip-prinsip dan konsep yang
membimbing manusia berpikir dan bertindak dalam kehidupan yang dilandasi
oleh nilai-nilai dianutnya. Banyak pihak yang menggunakan istilah etik untuk
menggambarkan etika suatu profesi dalam hubungannya dengan kode etika
profesional seperti Kode Etik PPNI.
Moral istilah ini berasal dari bahasa latin yang berarti adat dan kebiasaan.
Pengertian moral adalah perilaku yang diharapkan oleh masyarakat yang
merupakan standar perilaku dan nilai-nilai yang harus diperhatikan bila seseorang
menjadi anggota masyarakat.
Etiket atau adat merupakan sesuatu yang dikenal, diketahui, diulang serta
menjadi suatu kebiasaan di dalam suatu masyarakat, baik berupa kata-kata atau
suatu bentuk perbuatan yang nyata.
Secara umum, terminologi, yang berbeda dengan moral adalah sama. Etik
memiliki terminologi yang berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan
terminologinya untuk penyelidikan filosofis atau kajian tentang masalah atau
dilema tertentu, moral mendeskripsikan perilaku aktual, kebiasaan dan
kepercayaan sekelompok orang atau kelompok tertentu.
Prinsip-Prinsip
1. Otonomi (autonomy)
Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa indidividu mampu
berfikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap
kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki
berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain.atau
dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan tidak bertindak secara rasional.
Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut
perbedaan diri. Praktik profesional merefleksikan otonomi saat perawat
menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.
2. Berbuat baik (beneficience)
Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan
pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan

7
dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi
pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi.
3. Keadilan (Justice)
Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapainya sesuatu yang sama dan adil
terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan
kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam praktik profesional ketika perawat
bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktik dan keyakinan
yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.
4. Tidak Merugikan (Non maleficience)
Prinsip ini bearti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis
selama perawat memberikan asuhan keperawatan pada klien dan keluarga.
5. Kejujuran (Veracity)
Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai diperlukan oleh
pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien
dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity
berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran.
Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprehensif, dan objektif untuk
memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang
sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan
keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Walaupun demikian, terdapat
beberapa argumen mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika
kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan
paternalistik bahwa “doctors know best” sebab individu memiliki otonomi,
mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya.
Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya.
6. Menepati Janji (Fidelity)
Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan
komitmennya terhadap orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati
janji serta menyimpan rahasia klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban
seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan,
menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa

8
tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehata,
mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan.
7. Kerahasiaan (Comfidentiality)
Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus
dijaga privasi klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan
kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada
seorang pun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien
dengan bukti persetujuan. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan,
menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan
lain harus dihindari.
8. Akuntabilitas (Accountability)
Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang
profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali.
Fungsi Kode Etik
Fungsi kode etik keperawatan menurut Nisya & Hartanti sebagai berikut:
 Menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat diharuskan memahami dan
menerima kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan kepada perawat
oleh masyarakat.
 Menjadi pedoman bagi perawat untuk berperilaku dan menjalin hubungan
keprofesian sebagai landasan dalam penerapan praktik etika. 
 Kode etik perawat menetapkan hubungan profesional yang harus dipatuhi yaitu
hubungan perawat dengan pasien sebagai advocator (pelindung), perawat
dengan tenaga profesi lain sebagai teman sejawat dan dengan masyarakat
sebagi perwakilan dari asuhan keperawatan.
 Kode etik keperawatan memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi.
Menurut pandangan Hypocrates, fungsi kode etik adalah:
 Menghindari ketegangan antar manusia
 Memperbaiki status kepribadian
 Menopang pertumbuhan dan perkembangan kehidupan.
Beranjak dari pandangan Hypocrates tersebut, kode etik merupakan hal yang
penting dalam sistem pelayanan kesehatan serta dlam pelayanan praktik
keperawatan.

9
2.2 Pendekatan Teoritis Terhadap Bioetik
Bioetik adalah studi tentang isu etik dalam pelayanan kesehatan (Hudak &
Gallo, 1997). Bioetik adalah etika yang menyangkut kehidupan dalam lingkungan
tertentu atau etika yang berkaitan dengan pendekatan terhadap asuhan kesehatan
(Ismani Nila, 2001). Bioetik  merupakan evaluasi etik pada moralitas treatment
atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada
lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang
mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap
perasaan takut dan nyeri, yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan
tindakan pengobatan dan biologi.
Dapat disimpulkan bahwa bioetik lebih berfokus pada dilema yang
menyangkut perawatan kesehatan modern, aplikasi teori etik dan prinsip etik
terhadap masalah-masalah pelayanan kesehatan.
Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi
dalam etik, menyangkut masalah biologi dan dalam kaitannya dengan pengobatan.
Lebih lanjut bioetik difokuskan kepada pertanyaan etik yang muncul tentang
hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik, hukum dan
theologi. Isu bioetik yang muncul antara lain peningkatan mutu genetik, etika
lingkungan, pmberian pelayananan kesehatan
Profesi keperawatan mempunyai kontrak sosial dengan masyarakat yang
berarti masyarakat memberikan kepercayaan kepada keperawatan untuk
memberikan pelayanan yang dibutuhkan. Konsekuensi dari hal tersebut tentunya
setiap keputusan dari tindakan keperawatan harus mampu dipertanggungjawabkan
dan setiap pengambilan keputusan tentunya tidak hanya berdasarkan pada
pertimbangan ilmiah semata, tetapi juga pada pertimbangan etik.
Kemajuan ilmu dan teknologi terutama di bidang biologi dan kedokteran
telah menimbulkan berbagai permasalahan atau dilema etik kesehatan yang
sebagaian besar belum teratasi (Catalano, 1991).
Tenaga keperawatan memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan
asuhan keperawatan yang berkualitas berdasarkan standar perilaku yang etis
dalam praktek asuhan profesional.

10
Pengetahuan tentang perilaku etis dimulai dari pendidikan perawat dan
berlanjut pada diskusi formal maupun informal dengan rekan sejawat atau teman
di lingkungan sekitar baik kampus ataupun lingkungan tempat tinggal. Dalam hal
ini keperawatan seringkali menggunakan 3 pendekatan yaitu : pendekatan
teleologik, deontologik dan intuitionism.
a. Pendekatan teleologik
Pendekatan teleologik adalah suatu doktrin yang menjelaskan fenomena dan
akibatnya, dimana seseorang yang melakukan pendekatan terhadap etika
dihadapkan terhadap konsekuensi dan keputusan-keputusan etis. Dengan kata lain
pendekatan ini mengemukakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan the
end justifies the means (pada akhirnya membenarkan secara hukum tindakan atau
keputusan yang diambil untuk kepentingan medis).
Contoh : Dalam situasi dan kondisi dimana seorang pasien harus segera dioperasi,
sedangkan tidak ada ahli bedah yang berpengalaman dalam bidang tersebut,
dokter ahli bedah yang belum bepengalaman sekalipun tetap dibenarkan untuk
melakukan tindakan pembedahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Hal ini dilakukan demi keselamatan pasien tersebut.
b. Pendekatan deontologik
Pendekatan deontologi merupakan suatu teori atau studi tentang kewajiban
moral. Contoh : Seorang perawat yang berkeyakinan bahwa menyampaikan suatu
kebenaran merupakan hal yang sangat penting dan tetap harus disampaikan tanpa
peduli apakah hal tersebut mengakibatkan orang lain tersinggung atau tidak.
c. Pendekatan intuitionism
Pendekatan ini menyatakan pandangan atau sifat manusia dalam mengetahui
hal yang benar atau salah. Hal tersebut terlepas dari pemikiran rasional atau
irasional suatu keadaan.
Contoh : Seorang perawat sudah tentu mengetahui bahwa menyakiti pasien
merupakan tindakan yang tidak benar. Hal tersebut tidak perlu diajarkan lagi
kepada perawat karena sudah mengacu pada etika dari seorang yang diyakini
dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dilakukan.

11
d. Isu bioetik dalam keperawatan
Kelalaian Perawat dalam menjalankan tugas. dalam menjalankan tugas
keprofesiannya, perawat bisa saja melakukan kesalahan yang dapat merugikan
klien sebagai penerima asuhan keperawatan, bahkan bisa mengakibatkan
kecacatan dan lebih parah lagi mengakibatkan kematian, terutama bila pemberian
asuhan keperawatan tidak sesuai dengan standar praktek keperawatan. Kejadian
ini dikenal dengan malpraktek dan hal ini merupakan kelalaian perawat dalam
menjalankan tugas.
Bioetika keperawatan. Keperawatan merupakan salah satu profesi yang
mempunyai bidang garap pada kesejahteraan manusia yaitu dengan memberikan
bantuan kepada individu yang sehat maupun yang sakit untuk dapat menjalankan
fungsi hidup sehari-harinya. Salah satu yang mengatur hubungan antara perawat
pasien adalah etika. Istilah etika dan moral sering digunakan secara bergantian.
Etika dan moral merupakan sumber dalam merumuskan standar dan prinsip-
prinsip yang menjadi penuntun dalam berprilaku serta membuat keputusan untuk
melindungi hak-hak manusia. Etika diperlukan oleh semua profesi termasuk juga
keperawatan yang mendasari prinsip-prinsip suatu profesi dan tercermin dalam
standar praktek profesional (Dohey et al, 19820.
Profesi keperawatan mempunyai kontrak sosial dengan masyarakat, yang
berarti masyarakat memberi kepercayaan kepada profesi keperawatan untuk
memberikan pelayanan yang dibutuhkan. Konsekuensi dari hal tersebut tentunya
setiap keputusan dari tindakan keperawatan harus mampu dipertanggungjawabkan
dan dipertanggunggugatkan dan setiap pengambilan keputusan tentunya tidak
hanya berdasarkan pada pertimbangan ilmiah semata tetapi juga dengan
mempertimbangkan etika.
Kemajuan ilmu dan teknologi terutama di bidang biologi dan kedokteran
telah menimbulkan berbagai permasalahan atau dilema etika kesehatan yang
sebagian besar belum teratasi (catalano, 1991).
Isu bioetik keperawatan mencakup banyak hal, sesuai dengan kewenangan
perawat, sesuai dengan bidang kerjanya. Diantaranya keperawatan anak, gerontik,
bedah, maternitas, komunitas, keluarga dan lain-lain.

12
Masalah bioetik semakin berkembang dengan munculnya berbagai sistem
pelayanan kesehatan baru, seperti nursing care (perawat rumah), telenursing
(perawatan jarak jauh), dan lain-lain.
Contoh kasus isu bioetik keperawatan :
1. Keperawatan maternitas :
- Aborsi
- Kehamilan remaja
- Penanganan bayi berisiko tinggi.
2. Keperawatan gerontologi :
- Penganiayaan lanjut usia
- Euthanasia
- Penanganan pasien HIV/AIDS

13
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Etik merupakan kesadaran yang sistematis terhadap perilaku yang dapat
dipertanggung jawabkan, etik bicara tentang hal yang benar dan hal yang salah
dan didalam etik terdapat nilai-nilai moral yang merupakan dasar dari prilaku
manusia (niat). Prinsip- prinsip moral telah banyak diuraikan dalam teori
termasuk didalamnya bagaimana nilai-nilai moral di dalam profesi keperawatan.
Penerapan nilai moral professional sangat penting dan sesuatu yang tidak boleh
ditawar lagi dan harus dilaksanakan dalam praktek keperawatan.
Bioetik merupakan etika yang menyangkut kehidupan dalam lingkungan
tertentu atau etika yang berkaitan dengan pendekatan terhadap asuhan kesehatan.
Etika keperawatan dalam pelaksanaanya mengacu kepada bioetik yang terdiri dari
tiga pendekatan, yaitu pendekatan teleologik, pendekatan deontologik dan
pendekatan intuitionism.

3.2 Saran
Kode etik di Indonesia yang sudah ada perlu didukung dengan adanya
perangkat-perangkat aturan yang jelas agar dapat dilaksanakan secara baik
dilapangan.
Dengan adanya bahasan mengenai isu bioetik seperti ini, kita akan
diingatkan batapa kejinya perbuatan yang melanggar aturan itu. Dan kita juga
diajarkan tentang bagaimana menyikapi segala bentuk dilema dalam praktik
keseharian kita.

14
DAFTAR PUSTAKA

Ismani Nila. 2001. Etika Keperawatan. Jakarta. Bidya Medika


Suhaemi, Mimin Emi,2004. Etika Keperawatan Aplikasi Pada Praktik, Jakarta,
EGC.
Sudrajat, D.A. (2014). Aspek Hukum Praktik Keperawatan
Nisya, R. 2013. Prinsip-prinsip Dasar Keperawatan. Jakarta: Dunia Cerdas
Etika Keperawatan/ Ermawati Dalami, S.Kp, Ns, Rochimah, S.Kep, Ketut Rai
Suryani, SK, Jakarta : TIM, 2010

15