Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

HAK-HAK PASIEN
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Etika dan Hukum Kesehatan
Dosen : Siti Santy Sianipar, S.Kep., M.Kes

Disusun oleh :
Kelomok 1

1. Adyendy NIM : 2019.C.11a.0995


2. Adella Putri NIM : 2019.C.11a.0996
3. Ahmad Junaidi NIM : 2019.C.11a.0997
4. Cindy Masdy NIM : 2019.C.11a.1002
5. Elvant Olrando Darlin NIM : 2019.C.11a.1007
6. Erlisa NIM : 2019.C.11a.1008
7. Janwaria Changrila NIM : 2019.C.11a.1013
8. Malisa NIM : 2019.C.11a.1017
9. Muhammad Aldy Irfani NIM : 2019.C.11a.1018
10.Muntiara Sri Mampung NIM : 2019.C.11a.1019

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PRODI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Hak-Hak
Pasien. Dalam penyusunan makalah mungkin ada sedikit hambatan. Namun
berkat bantuan dan dukungan dari teman-teman serta bimbingan dari dosen
pembimbing. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat membantu proses


pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Penulis juga
tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan, dukungan
dan doanya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca.
Makalah ini mungkin kurang sempurna untuk itu penulis mengharap kritik dan
saran untuk penyempurnaan makalah ini.

Palangka Raya, 4 April 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................... 1
1.3 Tujuan ...................................................................................... 1
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Kebebasan dan Tanggung Jawab Pasien .................................. 2
2.2 Hak dan Kewajiban Pasien ....................................................... 4
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................... 10
3.2 Saran ......................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 11

3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan merupakan hak asasi manusia, dimana dalam Pasal 25
Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan
setiap orang berhak atas taraf hidup yang memadai untuk kesehatan dan
kesejahteraan diri serta keluarganya (KKI, 2009).
Menurut Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 Bab III tentang
Hak dan Kewajiban Pasien dalam Pasal 8 menyatakan bahwa pasien mempunyai
hak untuk memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk
tindakan dan pengobatan yang akan diterima maupun yang telah diterima oleh
pasien dari tenaga kesehatan merupakan salah satu kebutuhan yang perlu
diketahui oleh pasien.
Hak-hak untuk memperoleh informasi merupakan hak asasi pasien yang
paling utama bahkan dalam tindakan khusus diperlukan Informed Consent
(persetujuan tindakan medis) (Notoatmodjo, 2010).
Informed consent berarti suatu izin (consent) atau pernyataan setuju dari
pasien yang diberikan dengan bebas dan rasional, sesudah mendapatkan informasi
dari dokter dan sudah mengerti oleh pasien. Informasi didalam informed consent
mengenai pengungkapan dan penjelasan (disclosure and explanation) kepada
pasien dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pasiennya tentang penegakkan
diagnosis, sifat dan prosedur atau tindakan medis yang diusulkan, kemungkinan
timbulnya resiko, manfaat dari tindakan medis, dan alternatif dari tindakan medis
tersebut, serta harus didokumentasikan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Kebebasan dan Tanggung Jawab Pasien?
2. Apa Hak dan Kewajiban Pasien?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui Kebebasan dan Tanggung Jawab Pasien
2. Mengetahui Hak dan Kewajiban Pasien

4
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Kebebasan dan Tanggung Jawab Pasien


a. Kebebasan
Kebebasan diekspresikan sebagai hak orang-orang untuk hidup sesuai
dengan pilihannya dalam batas-batas yang ditentukan. Beauchamp dan Childress
mendefinisikan tiga kondisi bagi otonomi, yaitu maksud, pemahaman dan
kebebasan dari pengaruh apapun. Dari berbagai definisi kebebasan, yang paling
umum dikenal adalah “dapat berbuat sesuai dengan kehendak seseorang”. Definisi
ini menganggap bahwa kehendak seseorang bukan hasil manipulasi, sementara
dalam realita, kehendak biasanya merupakan hasil manipulasi. Oleh karena itu,
definisi kebebasan yang lebih mudah diterima adalah “dapat berbuat sesuai
dengan apa yang mungkin menjadi kehendak seseorang” (Profesor Toon
Vandevelde dalam kuliah, Universitas Leuven, Belgia, 2006).
Definisi kebebasan ini paling baik digambarkan dalam sebuah kasus yang
dilaporkan oleh seorang dokter dalam edisi New Yorker Magazine bulan Oktober
1999. Seorang pria berusia akhir tiga puluhan dengan pneumonia bakterial, yang
tengah berada dalam kondisi gagal nafas serius, menolak intubasi walaupun telah
dibujuk sekuat tenaga oleh staf medis rumah sakit. Dokter yang menanganinya
menghormati keputusan tersebut, namun segera setelah pasien kehilangan
kesadaran, ia mengintubasi sang pasien, menghubungkannya ke alat bantu napas
dan membiusnya. Ketika kondisinya membaik 24 jam kemudian, pembiusan
dihentikan dan pipa napas dicabut. Kata-kata pertama sang pasien adalah “terima
kasih”. Seperti ditegaskan Profesor Shimon Glick, otonomi tidak berarti apa-apa
bagi orang mati. Dengan membiarkan pasien meninggal padahal seandainya ia
diselamatkan (berlawanan dengan kehendaknya) ia akan bersyukur, kita
mengabulkan keinginan otonom jangka pendeknya dan tidak mengacuhkan
otonomi jangka panjangnya.

5
b. Masalah mengenai kebebasan
Masalah mengenai kebebasan diantaranya, menghentikan pengobatan,
penghentian pemberian makanan dan cairan, euthanasia, transplantasi organ serta
beberapa permasalahan etik yang langsung berkaitan dengan praktek keperawatan.
Kebebasan melawan penanganan dan pencegahan bahaya. Contoh masalahnya:
seorang pasien berusia lanjut yang menolak untuk mengenakan sabuk pengaman
sewaktu berjalan. Ia ingin berjalan dengan bebas. Pada situasi ini, perawat pada
permasalahan upaya menjaga keselamatan pasien yang bertentangan dengan
kebebasan pasien.
c. Tanggung jawab pasien
1) Memberikan informasi yang akurat dan lengkap tentang keluhan penyakit
sekarang, riwayat medis yang lalu, hospitalisasi, medikasi/pengobatan dan
hal-hal lain yang berkaitan dengan kesehatan pasien.
2) Mengikuti rencana pengobatan yang diadviskan oleh dokter termasuk
instruksi para perawat dan profesional kesehatan yang lain sesuai perintah
dokter.
3) Memperlakukan staf rumah sakit dan pasien lain dengan bermartabat dan
hormat serta tidak melakukan tindakan yang akan mengganggu pekerjaan
rumah sakit.
4) Menghormati privasi orang lain dan barang milik rumah sakit.
5) Tidak membawa alkohol, obat-obat yang tidak mendapat persetujuan dan
senjata tajam ke dalam rumah sakit.
6) Menghormati bahwa rumah sakit adalah area bebas rokok
7) Mematuhi jam kunjungan dari rumah sakit
8) Meninggalkan barang berharga di rumah dan membawa hanya barang-
barang yang penting selama tinggal di rumah sakit.
9) Memastikan bahwa kewajiban finansial atas asuhan pasien dipenuhi
sebagaimana kebijakan rumah sakit
10) Tidak melepaskan gelang tanda pengenal hingga waktu kepulangan Anda
dari rumah sakit.
11) Bertanggungjawab atas tindakan-tindakannya sendiri bila mereka menolak
pengobatan atau advis dari dokter.

6
2.2 Hak dan Kewajiban
1). Hak-hak pasien
Pentingnya mengetahui hak-hak pasien dalam pelaksanaan asuhan
kesehatan baru muncul pada akhir tahun 1960. Tujuan dari hal tersebut adalah
untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan dan membuat sistem asuhan
kesehatan yang responsive terhadap kebutuhan klien. Pasien/klien dapat meminta
untuk membuat keputusan sendiri dan mengendalikan diri sendiri bila ia sakit.
Persetujuan, kerahasiaan hak klien untuk menolak pengobatan, merupakan aspek
dari pengambilan keputusan untuk diri pasien/klien sendiri.
Penyertaan hak-hak pasien (Patient’s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The
American Hospital Association pada 1973 dengan tujuan untuk meningkatkan
kesadaran tentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien yang akan dirawat di
rumah sakit.
Pernyataan tentang hak-hak tersebut adalah :
a) Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai asuhan
keperawatan yang akan diterimanya.
b) Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya
berkaitan dengan diagnosis, pengobatan dan prognosis dalam arti pasien
layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya.
c) Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu
persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan, serta risiko
penting yang kemungkinan akan dialaminya, kecuali dalam situasi yang
darurat.
d) Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diijinkan oleh hukum dan
diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya.
e) Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang
menyangkut program asuhan medis, konsultasi dan pengobatan yang
dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan.
f) Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang
asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya.

7
g) Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ke tempat lain yang
lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan
tersebut, dan rumah sakit yang ditunjuknya dapat menerima.
h) Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan rumah sakit
instansi lain, seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya
sehubungan dengan asuhan yang diterimanya. Contoh: hubungan individu
yang merawatnya, nama yang merawatnya dan sebagainya.
i) Pasien berhak untuk menerima pendapat atau menolak bila diikut sertakan
sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau
pengobatannya.
j) Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari
dokternya kepada dokter lain, bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya.
k) Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya yang
diperlukan untuk asuhan kesehatannya.
l) Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan rumah sakit yang
harus dipatuhinya sebagai pasien selama ia dirawat.
Sedangkan National League For Nursing (1997) menyakini bahwa hak-hak
pasien adalah sebagai berikut:
a) Hak memperoleh asuhan kesehatan sesuai standar profesional tanpa
memandang tatanan kesehatan yang ada.
b) Hak untuk diperlakukan secara sopan dan santun, serta keramahan dari
perawat yang bertugas tanpa membedakan ras, warna kulit, derajat di
masyarakat, jenis kelamin, kebangsaan, politis dan sebagainya.
c) Hak memperoleh informasi tentang diagnosis penyakitnya, prognosis,
pengobatan, termasuk alternatif asuhan yang diberikan, risiko yang
mungkin terjadi agar pasien dan keluarganya memahami dan dapat
memberikan persetujuan atas tindakan medis yang akan dilakukan
kepadanya.
d) Hak legal untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan tentang asuhan
keperawatan yang akan diberikan kepadanya.
e) Hak untuk menolak observasi dari tim kesehatan yang langsung terlibat
dalam asuhan kesehatannya.

8
f) Hak mendapatkan privasi selama wawancara, pemeriksaan kesehatan dan
pengobatan.
g) Hak mendapatkan privasi untuk berkomunikasi dan menerima kunjungan
dari orang-orang yang benar disetujuinya.
h) Hak untuk menolak pengobatan atau partisipasi dalam pelaksanaan
penelitian dan eksperimen yang dilakukan tanpa jaminan hukum bila
terjadi dampak yang merugikan.
i) Hak terhadap koordinasi dan asuhan kesehatan yang berkelanjutan.
j) Hak menerima pendidikan/instruksi yang tepat dari petugas kesehatan
untuk mengangkatkan pengetahuan tentang kebutuhan kesehatan dasar
secara optimal.
k) Hak kerahasiaan terhadap dokumen serta hasil komunikasi, baik secara
lisan ataupun secara tulisan, yang diberikan kepada petugas kesehatan,
kecuali untuk kepentingan umum.
2). Kewajiban Pasien
Kewajiban adalah seperangkat tanggungjawab seseorang untuk melakukan
sesuatu yang memang harus dilakukan agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai
dengan haknya. Agar pelaksanaan asuhan kesehatan dan keperawatan dapat
dilakukan semaksimal mungkin, diperlukan kewajiban sebagai berikut:
a) Pasien atau keluarganya wajib menaati segala peraturan dan tata tertib
yang ada diinstitusi kesehatan dan keperawatan yang memberikan
pelayanan kepadanya.
b) Pasien diwajibkan mematuhi segala kebijakan yang ada, baik dari dokter
ataupun dari perawat yang memberikan asuhan.
c) Pasien atau keluarganya berkewajiban untuk memberikan informasi yang
lengkap dan jujur tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter atau
perawat yang merawatnya.
d) Pasien atau keluarga yang bertanggungjawab terhadapnya, berkewajiban
untuk menyelesaikan biaya pengobatan, perawatan dan pemeriksaan yang
diperlukan selama perawatannya.

9
e) Pasien atau keluarganya berkewajiban untuk memenuhi segala sesuatu
yang diperlukan sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah
disetujui sebelumnya.
a. Hakikat hak dan jenisnya
Hak merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang mempunyai
hak terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan
yang berdasarkan keadilan, moralitas atau legalitas. Hak dapat dipandang dari
sudut hukum dan pribadi (C. Fagin, 1975).
Hak terdiri dari 3 jenis, yaitu :
1). Hak-hak kebebasan
Hak mengenai kebebasan diekspresikan sebagai hak orang-orang untuk
hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang ditentukan. Misalnya,
seorang perawat wanita yang bekerja disuatu rumah sakit, dapat memakai seragam
yang dia inginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih dan sopan sesuai
dengan batas-batas.
Dalam contoh tersebut terdapat 2 hal penting, yaitu sebagai berikut:
a) Batas-batas kesopanan tersebut merupakan kebijakan rumah sakit.
b) Warna putih dan sopan merupakan norma yang diterapkan untuk perawat.
2). Hak-hak kesejahteraan
Hak-hak yang diberikan secara hukum untuk hal-hal yang merupakan
standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu.
Misalnya, hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan, hak penduduk
untuk memperoleh air yang bersih, dan lain-lain.
3). Hak-hak legistalif
Hak-hak legislatif diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan.
Misalnya, seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena-
mena oleh suaminya. Badman dan Badman (1986), menyatakan bahwa hak-hak
legislatif mempunyai 4 peranan di masyarakat, yaitu membuat peraturan,
mengubah peraturan, membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil,
memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan.

10
b. Hak yang bersifat absolute
Hak mutlak adalah suatu hak yang berlaku dan harus dihormati oleh setiap
orang, artinya hak yang memberikan suatu kewenangan kepada seseorang untuk
melakukan suatu tindakan. Hak mutlak disini memuat kekuasaan untuk bertindak.
Dalam hal ini perawat memiliki hak mutlak yaitu memberikan asuhan
Ada beberapa hak yang termasuk dalam hak mutlak, antara lain:
1) Hak-hak kepribadian
Hak yang dimiliki oleh dirinya sendiri, diantaranya hak asasi manusia atas
dirinya sendiri.
2). Hak-hak keluarga
Hak-hak yang muncul dari hubungan keluarga , seperti ikatan perkawinan.
3). Hak mutlak atas suatu benda
Suatu hak yang memberikan kekuasaan langsung atas sutu benda yang dapat
dipertahankan terhadap setiap orang.keperawatan yang tidak dapat dilakukan
oleh tenaga kesehatan yang lainnya.
c. Hubungan antara hak dan kewajiban
 Hak : Kekuasaan/kewenangan yang dimiliki oleh seseorang atau suatu
badan hukum untuk mendapatkan atau memutuskan untuk berbuat sesuatu.
 Kewajiban : Sesuatu yang harus diperbuat atau yang harus dilakukan oleh
seseorang atau suatu badan hukum.
 Pasien : Penerima jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit baik dalam
keadaan sehat maupun sakit.
 Hak dan kewajiban pasien adalah suatu kewenangan yang bersifat mutlak
yang harus diterima dan dilaksanakan oleh seorang pasien dalam
pelayanan kesehatan. Didalam pelayanan kesehatan seorang pasien berhak
menerima pelayanan medis yang sesuai dengan Standar Operasional
Prosedur (SOP) Profesi dan juga sorang pasien mempunyai kewajiban
yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah
sakit.

11
d. Teori dan hak individualisme
Keberatan yang tidak jarang dikemukakan terhadap teori tentang hak bahwa
teori itu mengandung suatu individualisme yang merugikan solidaritas dalam
masyarakat. Hak manusia adalah hak untuk menyendiri. Dalam hal ini Marx
berpendapat bahwa menurut deklarasi dari revolusi Prancis itu hak atas milik
dianggap sebagai hak yang paling penting. Bagi Marx hak atas milik adalah
prorotipe segala hak. Ia melihat hak atas milik sebagai sumber semua hak lain
dalam masyarakat borjuis. Dan ia mengeritik dengan tajam cara hak ini
dirumuskan dalam Undang- Undang Dasar Prancis Dari tahun 1973, dimana
dikatakan: “Hak milik adalah hak setiap warga Negara untuk dengan sewenang-
wenang menikmati dan menggunakan barang milik , pendapat serta buah hasil
pekerjaan dan kerajinannya”.
e. Siapa yang memiliki hak?
Manusia merupakan subyek hak dalam arti yang sebenarnya. Hanya
makhluk yang mempunyai kesadaran dan dapat menyebut diri “aku”, bisa
dianggap pemilik hak. Yang memiliki hak pada prinsipnya juga tahu bahwa ia
memiliki hak. Tidak selalu ada kesepadanan timbal balik antara hak dan
kewajiban. Kewajiban tidak selalu perlu dikaikan dengan hak, bisa juga kewajiban
dikaitkan dengan tanggung jawab, karena tanggung jawab juga merupakan
kerangka acuan untuk membahas kewajiban.

12
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hak merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang mempunyai
hak terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan
yang berdasarkan keadilan, moralitas atau legalitas. Hak dapat dipandang dari
sudut hukum dan pribadi (C. Fagin, 1975). Hak terdiri dari 3 jenis, yaitu hak
kebebasan, hak kesejahteraan, dan hak legislatif. Peran hak dan kewajiban, yaitu
hak dapat digunakan sebagai pengekspresian kekuasaan dalam konflik antara
seseorang, hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu
tindakan, dan hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan.
Hak perawat yaitu perawat berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum
dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Sedangkan hak dan
kewajiban pasien atau klien yaitu pentingnya mengetahui hak-hak pasien dalam
pelaksanaan asuhan kesehatan baru muncul pada akhir tahun 1960.

3.2 Saran
Dalam konteks pelayanan kesehatan hubungan perawat dan pasien
hendaknya saling memperhatikan antara hak dan kewajiban dalam pelayanan
kesehatan secara profesional.

13
DAFTAR PUSTAKA

Dalami, Ermawati, dkk. 2010. Etika Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.
Sumijatun. 2011. Membudidayakan Etika dalam Prakti Keperawatan. Jakarta:
Salemba Medika.
Rustiyanto, Eri. 2009. Etika Profesi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Potter & Perry. 2009. Fundamental of Nursing, Buku 1 Edisi 7. Jakarta. Salemba
Medika.
Bertens.k.(2004). Etika.Jakarta: Gramedia pustaka utama.

14