Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM I

KIMIA ANALITIK ALKALIMETRI


Hari/tanggal : Selasa, 11 Februari 2020
Judul : Penetapan Kadar Asam Fosfat dengan Indikator TP Metode
Alkalimetri
Tujuan : Mahasiswa mampu menentukan kadar asam fosfat (H3PO4)
dengan NaOH dan menggunakan indikator TP
Dasar teori : Alkalimetri adalah metode penerapan suatu zat asam
dengan standar larutan basa sebagi alat ukurnya. Factor utama
untuk menentukan pengukuran adalah H+ dan OH-, oleh karena
itu untuk memersiapkann larutan pemeriksaaan harus
menggunakan aquades sebagai pelarut sebab aquades bersifat
netral (pH = 7). Dalam titrasi ini di dalam analat (titrat) baik
asam maupun basa telah memiliki pH tertentu. Perjalanan titrasi
dengan penambahan titran akan menyebabkan perubahan pH
dimana pada saat mek titrat – mek titran akan mempunyai pH.
pH dimana titik akhir titrasi tercapai adalah yang terpenting
untuk perhitungan. Untuk itu pemilihan indikator yang paling
sesuai dengan pH pada titik akhir titrasi amatlah penting.
Asam fosfat merupakan merupakan asam mineral
anorganik yang memiliki rumus kimia H3PO4. Asam fosfat juga
dikenal pula sebagai asam ortofosfat. Asam fosfat berwujud zat
padat dengan titik didih 280°C dan titik lebur 44,1°C. Pada
temperatur tinggi (1040 °C), asam fosfat mengalami disosiasi.
Sumber yang pada umumnya dari asam fosfat adalah larutan air
85%. Kelarutan senyawa asam fosfat menyebabkan terjadinya
interaksi suatu sistem biologis yang mengamati sifat interaksi
dari masing-masing molekul merupakan suatu proses yang
sangat kompleks dan akan sulit jika melalui percobaan.
Indikator asam basa adalah senyawa khusus yang
ditambahkan pada larutan, dengan tujuan mengetahui kisaran
pH dalam larutan tersebut. Indikator asam basa biasanya
adalah asam atau basa organik lemah. Salah satu indicator asam
basa adalah Timolftalein (TP). Rentang transisinya sekitar pH
8.3-10.5. Pada pH kurang dari 8.3, senyawa ini tidak berwarna.
Sedangkan pada pH lebih dari 10.5 senyawa ini berwarna biru.
Reaksi : H3PO4 + OH − → H3 PO4 − + H2O
H3PO4 + 2OH − → HPO4 2− + 2H2O
H3PO4 + 3OH − → HPO4 3− + 3H2O
Alat : 1. Nerca analitik 8. Gelas kimia
2. Botol timbang 9. Pipet volume
3. Corong 10. Erlenmeyer
4. Labu ukur 11. Buret
5. Pipet tetes 12. Stative dan klem
6. Kertas saring 13. Botol semprot
7. Corong
Bahan/reagen : 1. Aquades
2. Asam fosfat
3. NaOH
4. Asam Oksalat (C2H2O4.2H2O)
5. Indikator TP
Cara kerja : 1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Membilas alat yang akan digunakan utnuk melakukan
pembakuan menggunakan aquades minimal 2 kali.
3. Menimbang sampel asam fosfat yang telah disediakan
menggunakan neraca analitik.
4. Memasukkan hasil timbangan asam fosfat ke dalam labu
ukur menggunakan corong.
5. Menambahkan akuades menggunakan botol semprot ke
dalam labu ukur. Pertama ditambahkan aquades sebanyak ¼
bdan labu ukur kemudian menggoyangkannya secara
perlahan. Setelah itu, akuades ditambahkan hingga ¾ badan
labu ukur dan menggoyangkannya kembali. Kemudian,
aquades ditambahkan hingga 0,5 – 1 cm sebelum tanda garis
merah pada leher labu ukur.
6. Leher labu ukur dikeringkan menggunakan kertas saring.
Kertas saring tidak boleh mengenai larutan asam fosfat.
7. Menambahkan aquades menggunakan pipet tetes hingga
mencapai tanda merah pada labu ukur (miniskus bawah).
8. Labu ukur ditutup dan dihomogenkan.
9. Larutan asam fosfat pada labu ukur dituangkan ke dalam
gelas kimia agar lebih memudahkan saat memipet.
10. Pipet volume yang awalnya dibilas menggunakan aquades
kemudian dibilas kembali menggunakan larutan asam fosfat
sebanyak 2 kali. Setelah itu, larutan asam fosfat dipipet
sebanyak 25 mL dan dipindahkan ke erlenmeyer.
11. Buret dipasang ke stative. Sebelum dipasang, buret yang
awalnya telah dibilas menggunakan aquades, dibilas
kembali dengan larutan NaOH sebanyak 2 kali.
12. Setelah buret dipasang, larutan NaOH diisikan ke dalam
buret (miniskus bawah).
13. Membaca dan mencatat volume awal titrasi.
14. Larutan asam fosfat pada Erlenmeyer ditambahkan 3 tetes
indikator TP dan dititrasi dengan larutan NaOH.
15. Menghentikan titrasi ketika mencapai titik akhir titrasi
(TAT) ditandai dengan perubahan warna dari bening ke biru
muda.
16. Membaca dan mencatat volume akhir titrasi.
17. Melakukan perhitungan pencarian kadar asam fosfat.
Pengamatan : Pada saat mecapai titik akhir titrasi (TAT) warna larutan asam
fosfat + indikator TP yang awalnya berwarna putih dan
kemudian dititrasi menggunakan NaOH menjadi biru muda.
Data : A. Pembakuan NaOH
Volume Titrasi
Percobaan I II III
Titik akhir 25.23 23.17 41.13
Titik awal 0.47 0.57 16.47
Selisih 24.76 24.60 24.66
Rata-rata 24.67
B. Penentuan Kadar H3PO4
Volume Titrasi
Percobaan I II III
Titik akhir 26.87 26.70 36.10
Titik awal 0.50 0.23 9.40
Selisih 26.37 26.53 26.70
Rata-rata 26.53

Perhitungan : A. Pembakuan NaOH


1. NaOH 0,1 N dalam 2.5 L
Berat yang harus ditimbang:
𝑔𝑟 1000
𝑁 = 𝑥
𝐵𝐸 𝑣
𝑔𝑟 1000
0.1 = 𝑥
40 2500
𝑔𝑟 = 0.1 𝑥 100
= 10 𝑔𝑟
Hasil penimbangan = 10,0667 gram.
2. C2H2O4 0,1 N dalam 250 mL
Berat yang harus ditimbang:
𝑔𝑟 1000
𝑁 = 𝑥
𝐵𝐸 𝑣
𝑔𝑟 1000
0.1 = 𝑥
63.035 250
𝑔𝑟 = 1.5759
≈ 1.6 𝑔𝑟
Hasil penimbangan = 1.5045 gram.
3. N C2H2O4
𝑔𝑟
(𝐵𝐸 )
𝑁=
𝑣
1.5045
( )
𝑁 = 63.035 = 0.0955 𝑁
0.25
4. Pembakuan NaOH
a) Rata – rata normalitas NaOH
1) Tritasi 1
𝑁1 . 𝑉1 = 𝑁2 . 𝑉2
0.0955 𝑥 25 = 𝑁2 𝑥 24.67
0.0955 𝑥 25
𝑁2 = = 0.0965 𝑁
24.67
2) Titrasi 2
𝑁1 . 𝑉1 = 𝑁2 . 𝑉2
0.0955 𝑥 25 = 𝑁2 𝑥 24.60
0.0955 𝑥 25
𝑁2 = = 0.0971 𝑁
24.60
3) Tirasi 3
𝑁1 . 𝑉1 = 𝑁2 . 𝑉2
0.0955 𝑥 25 = 𝑁2 𝑥 24.66
0.0955 𝑥 25
𝑁2 = = 0.0968 𝑁
24.66
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑁 𝑁𝑎𝑂𝐻
0.0965 + 0.0971 + 0.0986
=
3
= 0.0968
Selisih N rata-rata:
Titrasi 1 : 0.0968 – 0.0965 = 0.0004
Titrasi 2 : 0.0971 – 0.0968 = 0.0003
Titrasi 3 : 0.0968 – 0.0968 = 0
0.0004 + 0.0003 + 0
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑖𝑠𝑖ℎ =
3
= 0.00023
b) BTR
𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑖𝑠𝑖ℎ
𝐵𝑇𝑅 = 𝑥 1000
𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑁 𝑁𝑎𝑂𝐻
0.00023
= 𝑥 1000
0.0968
= 2.3760
B. Penetapan kadar asam fosfat
Gram H3PO4 hasil penimbangan adalah 1.4588 gram
1) Rata – rata kadar asam fosfat
a) Titrasi 1
𝑁𝑁𝑎𝑂𝐻 𝑥 𝑉𝑡𝑖𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑥 𝐵𝐸𝐻3 𝑃𝑂4 𝑥 𝑓𝑝
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
𝑚𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
0.0968 𝑥 26.37 𝑥 49 𝑥 10
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
1458.8
1250.78184
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
1458.8
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 85.7405
b) Titrasi 2
𝑁𝑁𝑎𝑂𝐻 𝑥 𝑉𝑡𝑖𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑥 𝐵𝐸𝐻3 𝑃𝑂4 𝑥 𝑓𝑝
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
𝑚𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
0.0968 𝑥 26.53 𝑥 49 𝑥 10
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
1458.8
1258.37096
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
1458.8
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 86.2607
c) Titrasi 3
𝑁𝑁𝑎𝑂𝐻 𝑥 𝑉𝑡𝑖𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑥 𝐵𝐸𝐻3 𝑃𝑂4 𝑥 𝑓𝑝
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
𝑚𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
0.0968 𝑥 26.70 𝑥 49 𝑥 10
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
1458.8
1266.4344
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
1458.8
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 86.8134
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑟
85.7405 + 86.8607 + 86.8134
=
3
259.4146
=
3
= 86.4715%
Selisih kadar :
Titrasi 1 : 86.4715 – 85.7405 = 0.7310
Titrasi 2 : 86.4715 – 86.2607 = 0.2108
Titrasi 3 : 86.8134 – 86.4715 = 0.3419
0.7310 + 0.2108 + 0.3419
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑖𝑠𝑖ℎ =
3
= 0.4279 %
2) BTR
𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑖𝑠𝑖ℎ 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑟
𝐵𝑇𝑅 = 𝑥1000
𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑟
0.4279
= 𝑥1000
86.4715
= 4.9485
Pembahasan : Pada praktikum alkalimetri ini, sampel yang ditentukan
konsentrasi atau kadarnya adalah senyawa asam lemah yaitu
asam fosfat (H3PO4).
25 mL H3PO4 + 3 tetes indikator TP

Tabung erlenmeyer

Ditirasi dengan NaOH

TAT diamati

Titik akhir titrasi (TAT) merupakan titik dimana TP


berubah warna menjadi biru muda, karena indikator ini dapat
berubah warna dalam keadaan basa. Data yang telah terkumpul
digunakan untuk mencari volume rata-rata titrasi dan
menentukan kadar asam fosfat. Perhitungan kadar dari asam
fosfat fapat digunakan rumus:
𝑁𝑁𝑎𝑂𝐻 𝑥 𝑉𝑡𝑖𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑥 𝐵𝐸𝐻3𝑃𝑂4 𝑥 𝑓𝑝
% 𝐻3 𝑃𝑂4 = 𝑥 100
𝑚𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
sehingga dari hasil perhitungan tersebut, kadar H3PO4 adalah
85.90 %.
Reaksi yang terjadi pada praktikum alkalimetri ini adalah:
H3PO4 + OH − → H3 PO4 − + H2O
H3PO4 + 2OH− → HPO4 2− + 2H2O
H3PO4 + 3OH− → HPO4 3− + 3H2O
Kesimpulan : 1. Terjadi perubahan warna larutan asam fosfat + indikator pp
dari tak berwarna menjadi biru muda saat tercapai titik
akhir titrasi (TAT).
2. Normalitas pembakuan NaOH adalah 0.0968 N ≈ 0.1 𝑁
3. Kadar asam fosfat adalah 86.4715%.
4. BTR (bias kesalahan) sebesar 4.9485 ppt.
Yogyakarta, 11 Februari 2020
Pembimbing Praktikan

(……………………………..) Hanifah Etikawati


NIM. P07134219006