Anda di halaman 1dari 2

OMSK

Epidemiologi

Prevalensi otitis media supuratif kronis di seluruh dunia adalah 65 hingga 330 juta
orang, dan 39 hingga 200 juta (60%) dari orang-orang tersebut memiliki gangguan
pendengaran signifikan secara klinis. Insiden keseluruhan diperkirakan sekitar sembilan per
100.000 orang. Kejadiannya serupa pada anak-anak dan orang dewasa.1
OMSK paling banyak dilaporkan di negara-negara berkembang. WHO membagi
prevalensi OMSK secara global berdasarkan klasifikasi regional. Negara dengan prevalensi
paling tinggi (›4%) yaitu Tanzania, India, Solomon Islands, Australia Aborigin dan
Greenland. Negara dengan prevalensi tinggi (2-4%) adalah Nigeria, Angola, Korea, Thailand,
Filipina, Malaysia, Vietnam, China dan Eskimo. Negara dengan prevalensi rendah (1-2%)
yaitu Brazil dan Kenya. Negara dengan prevalensi paling rendah (‹1%) adalah Gambia, Saudi
Arabia, Israel, Australia, Inggris, Denmark,Finlandia, dan Amerika.2
Algoritma Diagnosis

Gambar 1. Algoritma Diagnosis3

Riwayat keluarnya cairan dari telinga, terutama bila disertai dengan sakit
tenggorokan, batuk atau gejala infeksi saluran pernapasan atas lainnya, meningkatkan
kecurigaan OMSK. Riwayat nyeri telinga menunjukkan AOE atau AOM, tidak biasanya
OMSK (24). Penunjang diagnosis OMSK lain juga dapat dilihat menggunakan otoskop,
adanya discharching tympanic perforation. Ini hanya mungkin dilakukan dengan
menghilangkan kotoran telinga, debris atau massa yang menghalangi di saluran pendengaran
eksternal dan memvisualisasikan seluruh hamparan gendang telinga.3
Daftar Pustaka

1. Morris P. Chronic suppurative otitis media. BMJ Clin Evid. 2012; 2012: 0507.
2. Edward Y, Novianti D. Biofilm Pada Otitis Media Supuratif Kronik. Volume 3. 2015:
68– 78
3. Brophy-Williams S, Jarosz K, Sommer J. Preventative and medical treatment of ear
disease in remote or resource-constrained environments. The Journal of Laryngology
& Otology. 2019: 133(1):1-14.