Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL BOOK REPORT

DI AJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH :

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS

DOSEN PENGAMPU : HUSNA. P TAMBUNAN, M.Pd

DISUSUN OLEH :

NAMA : LORENSIA SIMARMATA

KELAS : B EKSTENSI

NIM : 1163311054

JURUSAN : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya saya
mampu menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu dan sesuai pada waktunya. Dalam mata
kuliah Pengembangan Bahan Ajar dan Media IPS ini saya meriview sebuah buku yang
berkaitan dengan mata kuliah tersebut. Segala bentuk pembahasan serta buku ini akan saya
kupas dalam laporan Critical Book Review ini.

Tentu tidak mudah mengkritisi sebuah buku yang telah sah dapat di edarkan dan
menjadi sebuah buku yang cukup laris dikalangan akademisi .Oleh karena itu masih banyak
kekurangan dari kritikan buku ini baik dalam penulisan maupun pemaparan yang saya
tuangkan dalam kelebihan dan kekurangan isi buku ini. Maka saya memerlukan kritik dan
saran dari teman-teman sekalian untuk pelengkap laporan kritik buku ini, tentu saya juga
mengharapkan arahan dan bimbingan dari Bapak dosen agar lebih memperkaya saya dalam
melengkapi hal-hal yang kurang dari laporan ini.

Akhir kata , saya ucapkan Terima kasih dan mohon maaf apabila ada kekurangan penulisan
serta kekurangan lainnya.

Medan, 11 Maret 2019


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..............................................................................................................ii

BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................................1

1. LATAR BELAKANG MASALAH...............................................................................1


2. TUJUAN PENULISAN.................................................................................................1
3. MANFAAT PENULISAN.............................................................................................2

BAB 2 IDENTITAS BUKU......................................................................................................3

BAB 3 RINGKASAN ISI..........................................................................................................4

BAB 4 PEMBAHASAN..........................................................................................................5

1. KEUNGGULAN BUKU..............................................................................................7
2. KELEMAHAN BUKU................................................................................................7
3. PERBANDINGAN KEDUA BUKU...........................................................................7

BAB 5 PENUTUP....................................................................................................................9

1. KESIMPULAN............................................................................................................9
2. SARAN........................................................................................................................9
BAB I

PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 adalah sebuah
kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh, dan dilaksanakan di masing-masing
satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada
Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar, dan
menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
masing-masing Nomor 22 Tahun 2006, dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan
Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Salah satu perubahan yang menonjol pada KTSP dibanding dengan kurikulum
sebelumnya adalah KTSP bersifat desentralistik. Artinya, segala tata aturan yang
dicantumkan dalam kurikulum, yang sebelumnya dirancang dan ditetapkan oleh pemerintah
pusat, dalam KTSP sebagian tata aturan dalam kurikulum diserahkan untuk dikembangkan
dan diputuskan oleh pihak di daerah atau sekolah. Meski terdapat kebebasan untuk
melakukan pengembangan pada tingkat satuan pendidikan, namun pengembangan kurikulum
harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP).

2. TUJUAN PENULISAN
1. Menganalisis keseluruhan isi buku serta ringkasan-ringkasan dari setiap babnya dan
menuangkannya dalam laporan critical book review.
2. Meriview keunggulan dan kelemahan yang terdapat pada isi buku yang menjadi
landasan laporan critical book ini.
3. Menelaah pembahasan yang berkaitan dengan metodologi penelitian dan
membandingkannya dengan buku pembanding.
4. Menganalisis isi buku pembanding yang dapat melengkapi isi buku utama.

3. MANFAAT PENULISAN
1. Dapat menganalisis isi buku serta ringkasannya.
2. Dapat meriview keunggulan dan kelemahan buku.
3. Dapat menelaah pembahasan isi buku dan membandingkannya dengan buku
pembanding.
4. Dapat menganalisis isi buku pembanding sebagai pelengkap isi buku utama
BAB II

IDENTITAS BUKU

BUKU UTAMA

1. Judul Buku : Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


2. Pengarang : Karsidi
3. Penerbit : PT. Tiga Serangkai Mamdiri
4. Tahun terbit : 2007
5. Kota terbit : Solo
6. Tebal buku : 28 halaman

BUKU PEMBANDING

1. Judul Buku : Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013


2. Pengarang : Prof.Dr.H.E.Mulyasa, M.Pd
3. Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya
4. Tahun terbit : 2016
5. Kota terbit : Bandung
6. Tebal Buku : 231

ISBN 978-979-692-447-9
BAB III

RINGKASAN ISI
BAB I TUJUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi


sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan
mandiri. Selain itu juga menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan keragaman karakteristik peserta didik,
kondisi daerah, dan jenjang. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis.

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan


(stakeholders) untuk menjamin relevansi di pendidikan dengan kebutuhan kehidupan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian, keilmuan,
dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua
jenjang pendidikan. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan
formal, nonformal, dan informal dengan memerhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang
selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seluruhnya.

Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dan kepentingan


daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan
nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan
motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BAB II TUJUAN PENDIDIKAN

Dalam merumuskan visi, pihak-pihak terkait (stakeholders) melakukan musyawarah


sehingga visi tersebut benar-benar mewakili aspirasi semua pihak yang terkait. Harapannya,
semua pihak yang terkait dalam kegiatan pembelajaran (guru, karyawan, peserta didik, dan
wali murid) benar-benar menyadari visi tersebut untuk selanjutnya memegang komitmen
terhadap visi yang telah disepakati bersama.

Untuk mencapai visi sebagai sokolah yang terdepan, terbaik, dan terpercaya, perlu
dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas dan sistematis.
Tujuan sekolah dijabarkan berdasarkan tujuan umum pendidikan, visi, dan misi sekolah.
BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh
oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar
kompetensi lulusan. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan
daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru.
Pengembangan diri bertujuan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap
peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada setiap jenjang diselenggarakan


dengan mengikuti kelender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah
pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pengajaran
yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran
efektif, dan hari libur.

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pelajaran setiap minggu, meliputi jumlah
jam pelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal ditambah jumlah jam
untuk kegiatan pengembangan diri. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan/atau Keputusan Menteri Agama dalam hal yang
terkait dengan hari raya keagamaan. Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota dan/atau
organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah
semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur
umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
BAB III

PEMBAHASAN

1. KELEBIHAN BUKU

Keterkaitan antar bab dalam penjelasan materi yang dibahas dalam Buku ini sangat
lengkap ,karena memberikan pembahasan secara detail dan mengacu langsung kepada inti
dalam topik pembahasan karena inti pembahasan adalah Kurikulum KTSP dan Kurikulum
2013Buku ini juga baik untuk dibaca, baik oleh para mahasiswa, akademisi, profesional yang
terkait dengan dunia pendidikan. Buku ini pun sangat cocok menambah wawasan kepada
calon guru atau bahkan guru yang profesionalnya sangat di butuhkan.karena pembahasannya
yang cukup lengkap dan memadai dalam Apresiasi Sastra di Sekolah Dasar.

Dalam segi penyajian materi, buku in sudah sangat memadai karena inti dalam
pembahasannya sangat rinci dan poin-poin yang dipaparkan juga sangat mengacu. Selain itu,
bahasa yang digunakan juga bahasa baku yang masih dapat dimengerti ( ringan ) dan
pemaparannya pun tiidak berkesan bertele-tele.

2. KELEMAHAN BUKU

Dari segi perincian materi serta pembahasan yang dikupas setiap babnya dalam buku ini
selalu dikaitkan dengan contoh yang berkaitan dan juga peristiwa-peristiwa juga cukup
logis dan berkaitan. Namun, dalam memahami beberapa contoh dan ilustrasi tersebut
memerlukan pemahaman khusus untuk lebih merinci maksud dari pembahasan yang sedang
dibahas. Namun, contoh kasus yang menjadi latar belakang sebuah masalah. untuk beberapa
orang pembaca yang belum paham akan kesulitan menemukan maksud dan tujuan
pembahasan tersebut.
3. PERBANDINGAN BUKU
Jika dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan kurikulum dikembangkan
berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan
kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri.
Sedangkan dalam pasal 31 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan agar
pemerintah menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang sesuai dengan cita-cita
mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan umum, maka dari itu
perlu adanya pedayagunaan untuk mempengaruhi pola, dan sikap serta gaya hidup
masyarakat, guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya.
Pendayagunaan tersebut lahir jika adanya penekanan pembangunan mentalitas secara
khusus yang disalurkan melalui pendidikan, pendidikan bukan lagi menjadi ajang persaingan
kecerdasar namun lebih kepada menjunjung tinggi nilai moral yang berlaku di masyarakat
dan negara.
Jika dalam KTSP tujuan umum pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sedangkan dalam kurikulum 2013 pendidikan nasional
bertujuan untuk menjadikan manusia yang beretika, selalu menggunakan nalar,
berkemampuan komunikasi yang positif dan memiliki sumber daya manusia yanng sehat dan
tangguh. Secara mikro pendidikan nasional bertujuan membentuk manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beretika, memiliki nalar, dan bertanggung jawab.
Dalam KTSP visi dan misi pendidikan nasional adalah sbb :

1. Menyiapkan generasi yang unggul di bidang imtak dan iptek

2. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga terbangun insan yang cerdas,
cendekia, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia

3. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif, dan berprestasi sesuai
dengan perkembangan zaman

4. Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat

5. Melaksanakan pembelajaran yang efektif

Namun jika dalam Kurikulum 2013 visi dan misi kemendiknas 2014 adalah
terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional yang meliputi :

1. Tersedia secara merata diseluruh pelosok nusantara


2. Terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
3. Berkualitas/bermutu dan relevan dengan kebutuhan kehidupan bermasyarakat, dunia
usaha, dan dunia industri.
4. Setara bagi warga negara Indonesia dalam memperoleh pendidikan berkualitas
dengan memperhatikan keberagaman latar belakang sosial budaya.
5. Menjamin kepastian bagi warga negara Indonesia mengenyam pendidikan dan
menyesuaikan diri dengan tuntutan msyarakat.
BAB V

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu


pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, standar kompetensi lulusan,
tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian
pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI)
dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan
dalam mengembangkan kurikulum.

Pengembangan Kurikulum 2013 ditetapkan sesuai dengan standar kompetensi dan


standar mutu pendidikan nasional yang menjadi acuan penyelenggaraan serta bentuk
akuntabilitas sekolah dan pemerintah daerah kepada masyarakat. Standar kompetensi lulusan
adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama Pengembangan
Standar Isi, Standar Penilaian Pendidikan, standar Pendidik dan Tenaga Pendidikan, standar
sarana dan prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan.

2. Saran

Dalam pengembangan dan keberhasilan kurikulum 2013 yang paling penting adalah:

1. Kepemimpinan Kepala Sekolah


2. Kreativitas Guru
3. Aktifitas Peserta Didik
4. Sosialisasi Kurikulum 2013
5. Fasilitas dan Sumber Belajar
6. Lingkungan yang kondusif akademik
7. Partisipasi warga sekolah