Anda di halaman 1dari 2

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Enzim dapat ditemukan baik pada hewan maupun pada tumbuhan. Salah
satu enzim yang terdapat pada tumbuhan adalah Amilase. Nama lain dari amilase
adalah Diatase. Enzim tersebut dapat menghidrolisis amilum menjadi gula.
Amilase dihasilkan oleh daun atau biji yang sedang berkecambah. Aktivitas
amilase dipengaruhi oleh garam-garam anorganik, pH, suhu, dan cahaya. pH
optimum dari amilase adalah 4,5-4,7 (Tim Penyusun, 2016).
Reaktan yang digarap oleh enzim disebut sebagai substrat (substrate)
enzim. Enzim berikatan dengan substrat (substrat-substrat, jika ada dua atau lebih
reaktan), akan membentuk komplek-kelompok enzim-substrat (enzyme-substrate
complex). Ketika enzim dan substrat bergabung, kerja katalik enzim mengubah
substrat menjadi produksi reaksi (Campbell, 2008).
Pemanfaatan enzim sebagai katalisator reaksi-reaksi biologi dalam bidang
industri pertanian termasuk pangan, farmasi dan kedokteran terbukti memberikan
manfaat dan keuntungan yang luar biasa bagi manusia. Teknologi pemanfaatan
enzim berkembang dengan sangat pesat di dunia ini dan mendapat prioritas untuk
dikembangkan di Indonesia (Buda, 2010).
Reaksi yang dikatalisis oleh setiap enzim bersifat sangat spesifik; enzim
bisa mengenali substrat spesifiknya bahkan diantara senyawa-senyawa yang
berkaitan dekat, misalnya isomer. Contohnya, sukrase hanya akan menganggap
sukrosa dan tidak akan berikatan dengan disakrida lain, misalnya maltosa. Enzim
merupakan protein, dan protein merupakan makromolekul dengan konfigurasi
berdimensi tiga yang unik (Campbell, 2008).
Enzim selulase sangat penting penting peranannya dalam hidrolisis
selulosa untuk menghasilkan glukosa, yang laku dipasarkan dan dibutuhkan untuk
berbagai keperluan baik untuk keperluan penbuatan zat-zat kimia yang lain yang
bernilai ekonomis lebih tinggi seperti etanol, aseton, dan asam-asam organik,
maupun digunakan sebagai sumber karbon (Buda, 2010).
Enzim-enzim restriksi yang paling berguna akan memotong tulang
punggung gula fosfat di kedua untai DNA secara tidak merata, seperti yang telah
diindikasikan. Fragmen restriksi beruntai-ganda yang dihasilkan setidaknya
memiliki satu ujung beruntai tunggal, disebut ujung lengket (Sticky end).
Penjuluran-penjuluran pendek ini dapat membentuk pasangan basa berikatan
hydrogen dengan ujung lengket yang komplementer pada molekul DNA lain yang
dipotong dengan enzim yang sama. Sambungan yang terbentuk dengan cara ini
hanyalah sementara, namun dapat dibuat permanen dengan enzim DNA ligase.
Enzim mengatalisis pembentukan ikatan-ikatan kovalen yang menyambungkan
tulang punggung gula fosfat dari untai DNA (Campbel, 2008).
Enzim atau biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh
sel.Enzim sangat penting dalam kehidupan, karena semua reaksi metabolisme
dikatalis oleh enzim. Jika tidak ada enzim, atau aktivitas enzim terganggu maka
reaksi metabolisme sel akan terhambat hingga pertumbuhan sel juga
terganggu.Reaksi-reaksi enzimatik dibutuhkan agar bakteri dapat memperoleh
makanan/ nutrient dalam keadaan terlarut yang dapat diserap ke dalam sel,
memperoleh energi Kimia yang digunakan untuk biosintesis, perkembangbiakan,
pergerakan, dan lain-lain. Pada Enzim amilase dapat memecah ikatan pada
amilum hingga terbentuk maltosa.Ada tiga macam enzim amilase, yaitu α amilase,
β amilase dan γ amilase. Yang terdapat dalam saliva (ludah) dan pankreas adalah
α amilase. Enzim ini memecah ikatan 1-4 yang terdapat dalam amilum dan
disebut endo amilase sebab enzim ini bagian dalam atau bagian tengah molekul
amilum (Poedjiadi, 2006).