Anda di halaman 1dari 7

PELATIHAN PENYUSUNAN ISNTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK

BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR GUGUS V KECAMATAN


KUBU DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

I Gusti Ngurah Pujawan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Universitas Pendidikan Ganesha

email: ngurahpujawan67@gmail.com

ABSTRAK
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk 1) Meningkatkan pemahaman konsep
guru-guru SD Gugus V Kecamatan Kubu tentang penilaian autektik dan 2) Meningkatkan kemampuan
guru-guru SD Gugus V Kecamatan Kubu untuk membuat dan menggunakan instrument penilaian
autentik. Program ini diinpirasi oleh rencana implementasi Kurikulum 3013 di SD Gugus V Kecamatan
Kubu namun d sisi lain pihak sekolah khsusnya para guru merasa belum siap untuk melaksanaknnya.
Permasalhan utama yang dihadapi Gugus V Kecamatan Kubu saat ini adalah kurangnya pemahaman
dan kemampuan guru-guru SD Gugus V Kecamatan Kubu dalam menyusun dan menggunakan
instrument penilaian autektik. Program pengambdian ini telah dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2014
di SD N 3 Ban dalam bentuk pelatihan sehari yang terdiri dari sesi pemaparan materi, diskusi,
pengembangan instrument penilaian autektik dan simulasi penggunaannya. Hasil pelaksanaan
kegiatan adalah terjadi peningkatan pemahaman dan kemampuan guru-guru SD di gugus V
Kecamatan Kubu dalam menyusun dan menggunakan istrumen penilaian autektik.

Kata Kunci: Penilaian Autektik, Kurikulum, Sekolah Dasar.

ABSTRACT
This ommunity service program aims to 1) Improve the understanding of the concept of primary
teachers Cluster V Kubu district of autektik ratings and 2) Improving the ability of the teachers Cluster
V Kubu district to make and use authentic assessment instrument. This program diinpirasi by the
planned implementation of Curriculum 3013 in SD Cluster V d Kubu district, but the other side
khsusnya school teachers feel unprepared to melaksanaknnya. The major Permasalhan Cluster V
Kubu district today is the lack of understanding and the ability of the teachers Cluster V Kubu district in
developing and using assessment instrument autektik. Pengambdian program has been held on July
19, 2014 in SD N 3 tires in the form of one-day training session consists of exposure of the material,
discussion, development and simulation assessment instrument autektik use. The results of the
activities was an increase understanding and ability of the teachers in cluster V Kubu district in
developing and using assessment instruments tend autektik.

Keywords: Autektik Assessment, Curriculum, Elementary School.

1. Pendahuluan salah satu penentu keberhasilan kurikulum


Implementasi kurikulum 2013 telah 2013. Harus ada kesesuaian kompetensi
dimulai secara bertahap dan terbatas guru dengan kurikulum dan buku teks.
mulai tahun ajaran 2013/2014. Guru harus dipersiapkan dengan matang
Pelaksanaannya diutamakan pada untuk mampu mengimplementasikan
sekolah-sekolah yang sudah siap dan kurikulum baru agar pelaksanaan di
sekolah eks RSBI/SBI. Pelaksanaan lapangan sesuai dengan elemen
terbatas maksudnya untuk tahun ajaran ini perubahan yang digariskan.
dilaksanakan hanya pada kelas I, IV, VII Elemen perubahan kurikulum 2013
dan X. Keberhasilan implementasi sebagai hasil pembaharuan kurikulum
kurikulum sangat ditentukan oleh berbagai sebelumnya mencakup 4 standar
faktor. Kemendikbud (2013) menyatakan perubahan yaitu standar kompetensi
bahwa guru selaku pendidik merupakan lulusan, standar proses, standar isi dan
27
standar penilaian. Dalam permendikbud hasil wawancara dengan ketua Gugus V,
Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Ibu Cening Lencari, S.Pd. SD., terungkap
Proses disebutkan bahwa penilaian bahwa selama ini guru-guru di gugus V
proses pembelajaran menggunakan penilaiannya cenderung menggunakan
pendekatan penilaian autentik yang paper and pencil tes seperti pilihan ganda,
menilai kesiapan siswa, proses, dan hasil menjodohkan, menjawab singkat dan
belajar secara utuh. Keterpaduan bentuk-bentuk tes lainnya. Tentu saja
penilaian ketiga komponen tersebut akan penilaian yang demikian tidak diartikan
menggambarkan kapasitas, gaya, dan tetapi rasanya kurang tepat kita
perolehan belajar siswa atau bahkan mengambil keputusan akademik hanya
mampu menghasilkan dampak intruksional berdasarkan hasil tes tersebut sebab
(instructional effect) dan dampak bentuk tes seperti itu belum cukup untuk
pengiriman (nurturant effect) dari mengungkap kemampuan yang dimiliki
pembelajaran. Secara lebih Ekplisit, siswa secara utuh yakni aspek sikap,
tentang penilaian autentik teruang pada pengetahuan dan keterampilannya. Bila
Permendikbud Nomor 66 tentang standar kondisi ini dibiarkan, tentunya peran guru
penilaian. Hal ini semakin mengukuhkan sebagai pengawal implementasi kurikulum
bahwa penilaian autektik merupakan suatu 2013 tidak optimal. Perlu dilakukan
standar dalam melakukan penilaian pelatihan kepada guru-guru dalam
autektik merupakan suatu standar dalam menyusun dan menggunakan instrument
melakukan penilaian terhadap proses dan penilaian autektik sehingga mampu
hasil belajar. menilai proses dan hasil belajar secara
Asesmen autentik memiliki utuh pada aspek sikap, pengetahuan dan
relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah keterampilan.
dalam pembelajaran karena, asesmen Cepat atau lambat, siap atau tidak,
seacam ini mampu menggambarkan ke depan SD-SD di Gugus V Kecamatan
peningkatan hasil belajar peserta didik, Kubu pasti akan mengimplementasikan
baik dalam rangka mengobservasi, kurikulum 2013. Oleh karenanya langkah-
menalar, mencoba, membangun jejaring, langkah strategis yang mesti ditempuh
dan lain-lain. Asesmen autektik cenderung adalah mempersiapkan guru-guru sedini
fokus pada tugas-tugas kompleks atau mungkin agar dapat mengadaptasi ide-ide
kontekstual, memungkinkan peserta didik pembaharuan di kurikulum baru dan salah
untuk memajukan kompetensi mereka satu aspek terpenting adalah penilaian
dalam pengaturan yang lebih autekik. autektik pada proses dan hasil belajar
Karenanya, asesmen autektik sangat peserta didik. Penilaian harus
relevan dengan pendekatan tematik mencangkup tiga ranah yaitu sikap,
terpadu dalam pembelajaran, khususnya pengetahaun, dan keterampilan secara
jenjang sekolah dasar atau untuk mata terpadu. Guru sebagai ujung tombak
pelajaran yang sesuai. dalam implementasi kurikulum 2013 harus
Dengan demikian, guru sebagai memiliki pemahaman yang benar terhadap
barisan paling depan dalam implementasi konsep penilaian autektik serta mampu
kurikulum 2013 harus memiliki menyusun instrument penilaian autektik
pemahaman yang benar terhadap konsep menggunakan dalam pembelajaran di
penilaian autektik serta mampu menyusun kelas. Namun fakta lain terungkap dari
instrument penilaian autektik dan pernyataan Gugus V Kecamatan Kubu
menggunakannya dalam pembelajaran di bahwa:
kelas. Namun kondisi di lapangan masih 1. SD-SD di Gugus V Kecamatan Kubu
jauh dari harapan. Penilaian yang untuk tahun pelajaran 2013/2014
dilakukan guru sebagaian besar masih masih menggunakan KTSP.
tradisional. Hasil penelitian Gunarto (2010) 2. Sekolah terutama guru-guru belum
menunjukkan bahwa pemahaman guru dipersiapkan secara matang
tentang penilaian autektik masih minim, kompetensinya guna dapat
dari 8 guru yang diteliti hanya 2 orang mengimplementasikan kurikulum
yang memahami konsep penilaian 2013 sesuai yang ditetapkan.
autektik. Hal yang sama juga terjadi di 3. Pemahaman guru-guru terhadap
gugus V Kecamatan Kubu. Berdasarkan konsep penilaian autentik sangat
28
minim, penilaian pembelajaran yang 2) Tiga orang tim anggota pengabdian,
digunakan selama ini didominasi yaitu Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,
penggunaan paper and pencil test. M.Kes., Drs. I Made Sugiarta, M.Si
Permaslahan kekurangansiapan sekolah dan Dra. Gusti Ayu Mahayukti, M.Si,
khususnya guru dalam implementasi merupakan pakar pendidikan di
kurikulum 2013 ini dapat diatasi dengan bidang Matematika dan telah
mengadakan pelatihan khususnya tentang mendapat pembekalan sebagai
penyusunan dan penggunaan penilaian instruktur kurikulum 2013.
autentik. Kegiatan diklat merupakan solusi 3) Menentukan tempat dan jadwal
terbaik bagi permasalahan di Gugus V. kegiatan diklat.
Guru bukan hanya diberi pemahaman 4) Melaksanakan pelatihan sesuai
konsep tentang pembelajaran penilaian jadwal yang ditentukan.
autektik tapi juga secara langsung dilatih 5) Evaluasi secara keseluruhan untuk
untuk meggunakannya dalam mengetahuai tingkat keberhasilan
pembelajaran. program.
Ada dua aspek yang dievaluasi pada
2. Metode Pelaksanaan Pengabdian kegiatan ini
Desa Ban merupakan salah satu a) Aktivitas peserta selama pelatihan
dari Sembilan desa yang ada di wilayah berlangsung. Keberhasilan dapat
Kecamatan Kubu Kabupaten dilihat dari aktivitasnya selama
Karangasem. Kondisi topografi desa kegiatan baik bertanya, menjawab
berupa perbukitan tandus dan jurang. pertanyaan dan diskusi.
Akses jalan dan juga persediaan air bersih b) Produk istrumen penilaian autentik.
sangat minim sehingga saat ini desa ini
masih dikategorikan sebagai Daerah Sulit. 3. Hasil dan Pembahasan
Ada delapan sekolah dasar (SD) negeri karya utama kegiatan pengabdian
yang tersebar di Desa Ban. Kedelapan SD kepada masyarakat ini adalah
tersebut tergabung menjadi satu gugus dilaksanakannya “Pelatihan Penyusunan
yaitu Gugus V Kecamatan Kubu. Guru- Instrumen Penilaian Autentik bagi guru-
guru kelas SD di Desa Ban seluruhnya guru Sekolah Dasar Gugus V Kecamatan
tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Kubu” yang dilaksanakan di SD N 3 ban,
(KKG) Gugus V Kecamatan Kubu. Kepala pada tanggal 19 Juli 2014. Adapun hasil
SD Inti di Gugus V secara otomatis akan pelaksanaan kegiatan dapat dipaparkan
menjadi ketua KKG di gugus tersebut. sebagai berikut.
Ketua KKg saat ini adalah Ibu Cening 1) Registrasi
Lencari, S.Pd. SD, beliau adalah kepala Banyak peserta yang lahir dalam
SD Ban. Pada kegiatan P2M kali ini diklat ini adalah 25 orang yang terdiri dari
sasaran dari kegiatan ini adalah masing- 24 orang guru dan Ketua Gugus V
masing 3 orang guru kelas dari SD di Kecamatan Kubu. Banyak peserta guru
Gugus V Kecamatan Kubu dengan yang hadir tepat sesuai dengan jumlah
didampingi ketua gugus dan pengawas yang diundang. Hal ini menunjukkan minat
sekolah di gugus tersebut. dan apresiasi yang tinggi dari guru-guru di
Menjawab permasalahan yang Gugus V terhadap pelatihan yang
disampaikan Ketua KKG Gugus V diselenggarakan.
Kecamatan Kubu, berkaitan dengan 2) Pembukaan
kekurangsiapan guru-guru dalam Acara ini dibuka secara resmi oleh
mengimplementasikan kurikulum 2013 Pengawas Sekolah Gugus V, Bapak Drs. I
khususnya berkenaan belum memadainya Made Putu Kawi Suardana. Mengawali
kemampuan dalam melaksanakan sambutannya beliau menyampaikan
penilaian autentik maka adapun kerangka kondisi SD binaannya yang nota bene
pemecahan masalahn yang ditempuh berada pada daerah sulit terjangkau
adalah sebagai berikut: transpotasi, minim prasarana dan bahkan
1) Menyusun modul “Implementasi masih ada sekolah yang belum tersentuh
Autentik pada Proses dan Hasil listrik. Beberapa sekolah memiliki kelas
Belajar” jauh (pilial) untuk mengurangi angka putus
sekolah. Terkait dengan implementasi
29
kurikulum 2013, SD-SD di Gugus V, untuk Pujawan M.Kes. menyampaikan riwayat
kelas I, II, III, IV, dan V mulai tahun hidup narasumber pelatihan. Adapun
pelajaran 2014/2015 mulai pembicara pada pelatihan ini adalah Prof.
mengimplementasikan kurikulum 2013. Dr. I Made Ardana, M.Pd. Beliau adalah
Kepala sekolah dan sebagian guru sudah instruktur nasional kurikulum 2013 yang
pernah mengikuti diklat kurikulum 2013. telah mendapatkan diklat di tingkat pusat.
Dan difasilitasi KKG Gugus V, beberapa Adapun pemaparan materi yang dilakukan
kali telah mengadakan pertemuan untuk secara garis besar adalah 1) Rasional
membahas persiapan-persiapan Kurikulum 2013, 2) Empat Elemen
implementasi kurikulum 2013. perubahan, dan 3) Penilaian autentik
Berpedoman pada Permendikbud No. 81A Beberapa poin materi yang beliau
tentang Implementasi Kurikulum, melalui sampaikan terkait rasional kurikulum 2013
KKG telah dibahas tentang Kurikulum diantaranya tentang tantangan internal
Tingkat Satuan Pendidikan, dan tantangan eksternal yang dihadapi
Pengembangan Muatan Lokal, dunia pendidikan khususnya dan bangsa
pelaksanaan proses pembelajaran dan Indonesia umumnya. Pengembangan
pengembangan teknik dan instrumen kurikulum 2013 yang merupakan
penilaian autentik. Namun beliau kelanjutan dari kurikulum 2006 dengan
menyampaikan bahwa sebenernya di menekankan pada penyempurnaan pola
kalangan guru-guru masih terdapat dua pikir serta keseimbangan antara sikap,
hal yang memerlukan pemantapan keterampilan dan pengetahuan untuk
pemahamannya lebih lanjut agar bisa membangun soft skill dan hard skill.
mengimplementasikan kurikulum 2013 Berikutnya dilanjutkan dengan paparan 4
dengan baik yaitu dalam hal pelaksanaan elemen perubahan. Secara singkat dan
pembelajaran tematik integratif dengan jelas beliau menyampaikan perubahan-
pendekatan saintifik dan pengembangan perubahan mendasar pada kurikulum baru
teknik dan instrumen penilaian autentik. yaitu pada standar kompetensi lulusan,
Oleh karenanya, Bapak Drs. I Made Putu standar isi, standar proses dan standar
Kawi Suardana sangat mengapresiasi apa penilaian. Khusus untuk perubahan pada
yang dilakukan oleh Undiksha standar penilaian, selanjutnya dibahas
khususnyatim pengabdian atas secara mendalam sebagaimana menjadi
kepeduliannya terhadap permasalah yang target dari pelatihan ini.
dihadapi guru-guru SD Gugus V dengan Adapun poin-poin yang dipaparkan
mengadakan pelatihan ini. Implementasi dalam penilaian autentik adalah sebagai
Kurikulum Baru dengan baik sesuai berikut.
amanat perubahan merupakan suatu i. Definisi,
tantangan besar bagi Gugus V, dan beliau ii. Penilaian Autentik dan Tuntutan
berharap melalui pelatihan ini meghasilkan Kurikulum 2013,
suatu pemahaman guna menghadapi iii. Penilaian Autentik dan Pembelajaran
tantangan tersebut. Di akhir sambutannya Autentik,
beliau berpesan kepada guru-guru agar iv. Jenis-jenis Penilaian Autentik
mengikuti pelatihan secara penuh dan Dan akhirnya sesi ini berakhir lebih dari
serius dan mengajukan permasalahan- waktu yang diberikan yaitu pukul 10.40
permasalahan yang dihadapi kepada WITA. Pemaparan tentang jenis-jenis
narasumber untuk dibahas solusinya penilaian autentik membutuhkan waktu
sehingga mereka bisa yang lebih karena narasumber langsung
mengimplementasikan kurikulum 2013 memberikan contoh konkrit dari instrumen
dengan baik. penilaian baik ranah sikap, pengetahuan
3) Sesi I maupun keterampilan. Dan akhirnya sesi
Sesi I tepat dimulai pukul 09.00 yaitu ini ditutup dengan sesi diskusi.
berupa pemaparan materi tentang 4) Sesi II
kurikulum 2013 dam implikasinya berupa Oleh moderator sesi diskusi
penilaian autentik pada proses dan hasil dilakukan dengan cara pemberian
belajar. Sebelum pemaparan dilakukan tanggapan langsung narasumber setelah
terlebih dahulu moderator dalam hal ini pertanyaan disebutkan. Sebagai penanya
ketua pengabdian, Dr. I Gusti Ngurah pertama Ibu Endang Purwati dari SD N 4
30
Ban, pertanyaannya berkaitan dengan pengetahuuan, dan aspek keterampilan.
dilema kekurangan jam bagi guru-guru Pendekatan yang digunakan diantaranya
bersertifikasi terutama di kelas rendah acuan patokan dan ketuntasan belajar
dikarenakan dari 30 jam pelajaran yang yaitu untuk KD pada KI-3 dan KI-4 tuntas
adaakan digunakan 8 jam untuk pelajaran jika nlai nilai ≥ 2.66 dari hasil tes formatif
seni budaya dan penjas sehingga jam sedangkan KD sikap pada KI-1 dan KI-2
yang dimiliki hanya 22 jp kurang dari 24 jp. ketuntasan memperhatikan profil sikap
Menanggapi hal ini narasumber belum peserta didik secara umum pada kategori
bisa memberikan solusi yang pas baik (B). Metode penilaian bisa dilakukan
terkaitmasalah yang dihadapi Ibu Endang dengan tes maupun nontes. Metode tes
dan gurur-gurur lainnya di kelas 1, namun dipilih bila respons yang dikumpulkan
beliau berjanji untuk menyampaikan dapat dikategorikan benar atau salah (KD-
permasalahan Ibu Endang dalam forum- KD pada KI-3 dan KI-4). Bila respons yang
forum terkait. dikumpulkan tidak dapat dikategorikan
Selanjutnya pertanyaan benar atau salah digunakan metode
diutarakan oleh Bapak I Made nontes (KD-KD pada KI-1 dan KI-2).
Suwirtawan, juga dari SD N 4 Ban, beliau Teknik dan intrumen yang disusun oleh
bertanya terkait penilaian yang dilakukan masing-masing kelompok yaitu penilaian
apakah per tema atau per mata pelajaran. kompetensi sikap yang dapat berupa :
Terkait pertanyaan tersebut, Prof. Dr. I - Observasi dengan menggunakan
Made Ardana menyampaikan bahwa lembar pengamatan
penilaian yang dilakukan adalah per tema - Penilaian diri
tetapi beliau menambahkan ada baiknya - Penilaian antar peserta didik
juga guru-guru menyiapkan penilaian per - Jurnal harian
mata pelajaran untuk jaga-jaga jika Penilaian kompetensi pengetahuan,
diminta data tentang kemampuan siswa di berupa:
masing-masing mata pelajaran. - Tes tulis berupa soal pilihan
Pertanyaan berikutnya oleh Bapak I Ketut ganda, essai, menjodohkan, benar
Ngurah Diatmika, SD N 1 Ban. Beliau salah dan jawaban singkat yang
menanyakan cara pengisian nilai di raport dilengkapi pedoman penskoran.
siswa. raport siswa format kurikulum 2013 - Tes lisan berupa daftar
merupakan hal yang benar-benar baru pertanyaan.
baginya. Oleh narasumber pertanyaan ii - Penugasan berupa PR dan Proyek
dijawab dengan menampilkan format Penilaian kompetensi keterampilan yang
raport kemudian narasumber memadu apa berupa:
yang mesti diisi oleh guru pada setiap - Tes praktik
baris dan kolomnya. Topik diskusi ini - Projek
memakan waktu yang panjang - Penilaian portofolio
dikarenakan banyak umpan balik dari Selama alokasi waktu yang ada, secara
guru-guru lainnya berkaitan dengan teknis berkelompok guru bekerja. Dalam bekerja
yang disampaikan narasumber. Dan tidak guru lebih banyak mengacu pada buku
terasa waktu untuk sesi diskusi telah habis guru. Dalam buku sudah secara eksplisit
dan berikutnya diteruskan pada sesi tertera instrument penilaian sehingga yang
workshop penyususnan instrumen lebih banyak dilakukan guru adalah
penilaian autentik setelah diselingi istirahat mendiskusikan instrument penilaian yang
terlebih dahulu. ada apakah sudah lengkap untuk
5) Sesi III mengukur aspek sikap, pengetahuan dan
Sesi III adalah penyususnan keterampilan. Dan diskusi juga mengarah
instrument penilaian autentik. Untuk pada bagaimana menggunakan dan
memudahkan guru bekerja dan berdiskusi, mengolah skornya menjadi nilai.
peserta dikelompokkan menjadi 4 grup 6) Sesi IV
masing-masing beranggotakan 6 orang. Sesi IV adalah simulasi penggunaan
Cakupan dalam penilaian meliputi 4 instrument penilaian autentik. Untuk
kompetensi dimana setiap materi pokok simulasi ditunjuk perwakilan peeserta
akan muncul 4 KD yang meliputi aspek dari salah satu kelompok yang ada.
sikap spiritual, aspek sikap sosial, aspek Oleh peserta guru, didaulat Bapak I
31
Gede Masta dari SD N 8 Ban untuk kurikulum 2013. Guru sangat tertarik
mempresentasikan hasil kerja dengan materi pelatihan. Pelatihan telah
kelompoknya. Instrumen yang dibuat dilaksanakan dengan metode yang tepat
oleh kelompoknya berupa instrumen sehingga semua guru mengikuti kegiatan
unjuk kerja dalam membuat poster hingga pelatihan berakhir.
“Indahnya Kebersamaan” Untuk kelas Ditinjau dari aktivitas peserta selama
IV tema 1. Lembar Pengamatan Sikap pelatihan, hasil pengamatan selama
(toleransi, tekun dan teliti) dan tes tulis kegiatan berlangsung nampak bahwa para
jawaban singkat. Setelah simulasi, peserta sangat antusias dan aktif baik
diskusi terjadi pada penilaian aspek bertanya, merespon pancingan-pancingan
sikap terutama sikap spiritual, dari narasumber serta kontribusi dalam
bagaimana cara mengukurnya? Oleh kerja kelompok. Pada saat sesi
narasumber, diambil jalan tengah pengembangan instrument, masih ada
karena agak sulit memang mengukur beberapa guru yang awam dengan
kadar spiritual dari siswa maka instrumen penilaian terutama ranah sikap
sementara cukup diukur sampai pada dan keterampilan, namun dengan adanya
ranah sikap sosial. diskusi kelompok dan pendampingan dari
7) Penutup narasumber dan tim pengabdian secara
Penutupan dilakukan oleh ketua gugus keseluruhan semua guru sudah mampu
V, Ibu Cening Lencari, S.Pd. SD. Dalam menyusun dan menggunakan instrumen
sambutannya beliau mengucapkan instrument penilaian autentik. Hal ini
terimakasih yang setingginya kepada LPM nampak dari produk intrumen penilaian di
Undiksha khususnya tim P2M serta masing-masing kelompok yang sudah
narasumber karena kegiatan pelatihan dibuat dengan mencakup tiga ranah dan
yang dilakukan benar-benar merupakan lengkap dengan pedoman penskoran
sesuatu yang dibutuhkan guru dan telah beserta rubriknya. Begitu juga pada saat
menjawab kegalauan guru selama ini presentasi Penggunaannya, nampak
khususnya terkait penilaian autentik di bahwa tidak ada kesulitan berarti terkait
kurikulum 2013. Tak lupa beliau bagaimana menggunakan instrumen
menyampaikan permohonan maaf, bila tersebut dalam pmbelajaran di kelas.
selama memfasilitasi kegiatan ini, mungkin Dengan demikian, secara umum
ada tempat, penyambutan atau kata-kata kegiatan umum”Pelatihan Penyusunan
yang kurang berkenan. Beliau sangat Instrumen Penilaian Autentik bagi Guru-
berharap tetap dilibatkan dalam kegiatan guru Sekolah Dasar Gugus V Kecamatan
sejenis di tahun yang mendatang karena Kubu dalam Rangka Implementasi
masih banyak lagi permasalahan lain yang Kurikulum 2013” telah mampu
dihadapi oleh guru yang tentunya meningkatkan pemahaman kemampuan
membutuhkan bimbingan solusi dari pihak guru dalam membuat dan menggunakan
Undiksha sebagai pakar di bidangnya. instrumen penilaian antentik.
Secara keseluruhan pelaksanaan Permasalahan yang dihadapi guru-guru
kegiatan pengabdian masyarakat SD di Gugus V Kecamatan Kubu berkaitan
“Pelatihan Penyusunan Instrumen dengan kekurangsiapan guru dalam
Penilaian Autentik bagi Guru-guru Sekolah mengimplementasikan kurikulum 2013
Dasar Gugus V Kecamatan Kubu dalam karena belum memadainya kemampuan
rangka Implementasi Kurikulum 2013” untuk menyusun dan menggunakan
telah berjalan dengan baik sesuai dengan instrumen penilaian autentik dalam
rencana awal yang ditetapkan. Sasaran pembelajaran. Dalam sambutannya di
pelatihan yaitu sebanyak 3 orang akhir kegiatan Ketua Gugus V
perwakilan dari masing-masing SD di mengatakan bahwa kegiatan pelatihan
Gugus V Kecamatan Kubu seluruhnya semacam ini benar-benar merupakan
hadir memenuhi undangan. Mereka hadir sesuatu yang dibutuhkan guru sebagai
lebih awal dan mengikuti kegiatan secara ujung tombak dalam implementasi
penuh dan sangat antusias pada setiap kurikulum 2013. Sebenarnya masih
sesinya. Hal ini merupakan respons yang banyak lagi masalah lain yang dihadapi
sangat positif dari para guru terutama guru dalam rangka menwujudkan
dalam menyongsong diberlakukannya pembelajaran yang berkualitas, oleh
32
karenannya besar harapan beliau agar DAFTAR PUSTAKA
kembali diadakan kegiatan sejenis untuk
Kemendikbud. 2013. Materi Pelatihan
tahun-tahun mendatang.
Guru Implementasi Kurikulum 2013
SD Kelas 1. Jakarta: Badan
4.Penutup
Pengembangan Sumberdaya
Beberapa hal yang dapat
Manusia Pendidikan dan
disimpulkan dari hasil P2M, sebagai
Kebudayaan.
berikut.
Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang
1) Pemahaman konsep guru-guru SD
Standar Proses
Gugus V Kecamatan Kubu tentang
Permendikbud No. 66 Tagun 2013 tentang
penilaian autentik telah meningkat
Standar Penilaian
2) Kemampuan guru-guru SD Gugus V
Rustaman, N.Y. 2010. Penilaian Otentik
Kecamatan Kubu untuk membuat dan
dan Penerapannya dalam Pendidikan
menggunakan instrumen penilaian
Sains. Bandung: UPI
autentik telah meningkat.
Siswono, T Y. 2002. Penilaian Autentik
Hasil kegiatan pengabdian pada
dalam Pembelajaran Kontekstual.
masyarakat ini akan memberikan
Jurnal Nasional” Matematika atau
kontribusi positif terhadap usaha
Pembelajarannya” Tahun VIII.
peningkatan kualitas pendidikan
Universitas Negeri Malang
khususnya dalam kaitan implementasi
kurikulum 2013 di SD. Secara eksplisit
kontribusi hasil kegiatan pengabdian
masyarakat ini dapat dijabarkan sebagai
berikut.
1. Para guru sekolah dasar peserta
diklat, program ini sangat bermanfaat
dalam meningkatkan pemahaman
guru tentang penilaian auntentik serta
kemampuan dalam menyusun dan
menggunakan instrumen penilaian
autentik dalam pembelajaran di kelas
dan diharapkan pula bahwa
pengalaman itu dapat ditularka pada
guru sejawat.
2. Pemerintah Kab;upaten Karangasem,
khususnya Dinas Pendidikan dan
Olah Raga bahwa program ini dapat
membantu merealisasikan salah satu
program yang telah disusun dalam
rencana pembangunan pendidikan
Karangasem, khususnya pada
jenjang SD, yakni implementasi
kurikulum 2013 yang segera
diberlakukan secara nasional.
3. Undksha, program ini sangat
bermanfaat dalam menjalin
kerjasama yang mutualistis LPTK
dengan kalangan masyarakat luas,
sehingga tenaga dan berbagai
potensi yang ada dapat
disumbangkan kepada kalayak luas
khususnya yang berkenaan dengan
sektor pendidikan.

33