Anda di halaman 1dari 2

Nama : Khoerunnisak

No. Kel :4
Nama Kel : Mega

MANAJEMEN ISU DAN URGENSI MEDIA

Isu sendiri berarti berbagai hal yang berkembang yang biasanya terjadi didalam arena
publik dan apabila isu berlanjut dapat mempengaruhi secara signifikan mengenai operasional
atau kepentingan di organisasi dalam jangka panjang. Sehingga, apabila isu tidak dikelola
dengan baik hal tersebut akan menjadi titik awal munculnya konflik yang itu sangat
merugikan organisasi itu sendiri. Isu dapat muncul ketika terjadi ketidaksesuaian antara
pengharapan publik dengan praktik organisasi yang dilakukan dan apabila hal ini diabaikan
bisa berdampak merugikan bagi organisasi itu sendiri. Isu bisa meliputi masalah, perubahan,
peristiwa, situasi, kebijakan atau nilai.

Manajemen isu dapat didefinisikan sebagai proses proaktif dalam mengelola isu-isu
yang ada, tren atau peristiwa yang memiliki potensi, eksternal dan internal yang memiliki
dampak negatif maupun positif dan manjemen isu sendiri bisa menjadi peluang untuk
ditingkatkannya reputasi organisasi. Manajemen isu adalah sebuah proses dimana organisasi
berupaya untuk mengetahui serta mengantisipasi hal-hal yang menjadi isu atau opini publik
serta mendeteksi dengan tepat dan merespon tren atau perubahan dalam lingkungan sosial
agar tidak mengalami kerugian di organisasi tersebut.

Dengan demikian, memanajemen isu itu sangatlah penting. Ada 5 langkah model
dalam manajemen isu yang dikembangkan oleh Chase, Jones dan Crane, yaitu:
1. Identifikasi isu (issue identification)
Mengidentifiksi isu sejak dini menjadi hal utama untuk manajemen isu.
Dimana didalam identifikasi isu pihak manajemen dapat memikirkan strategi
antisipasi terhadap isu agar isunya tidak berkembang. Identifikasi isu sendiri juga
memilliki tujuan dimana dapat membantu untuk memilih isu mana yang potensial
untuk ditangani.
2. Analisis isu (issue analysis)
Setelah tahap identifikasi, selanjutnya dilakukan analisis isu dimana dalam
menganalisis isu diperlukan pengetahuan data dan informasi yang mendukung
peranan manajemen, dan apabila sumber data tidak mendukung, maka diperlukan
untuk mengembangkan dalam menganalisis situasi terhadap isu. Dengan hal
tersebut, akan dapat memperbaiki problem statement.
3. Pilihan strategi perubahan isu (issue change strategi options)
Ada 4 kemungkinan respon terhadap isu, yaitu:
a. Reaktif (melawan perubahan)
b. Akomodatif (mengadaptasi perubahan)
c. Proaktif (mempengaruhi perubahan)
d. Interaktif (menyesuaikan diri terhadap perubahan)
4. Pemograman aksi isu (issue action programming)
Pada metode ini, manajemen harus menerapkan kebijakan untuk dapat
mendukung strategi yang telah dipilih.
5. Evaluasi hasil (result evaluation)
Pada tahap ini menjadi bagian pentinig dari proses manajemen isu. Hal ini
dikarenakan untuk mengetahui keberhasilan program aksi yang sudah dilakukan.
Didalam organisasi, selain pentingnya bisa memanajemen isu dengan baik. Urgensi
media juga menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan dari semua itu. Urgensi media sendiri
adalah pentingnya media dalam memberikan informasi kepada publik mengenai kegiatan atau
hal-hal yang dilakukan oleh organisasi itu sendiri.

Urgensi media sebagai perwujudan tanggung jawab sosial organisasi. Dimana


menjalin hubungan dengan media menjadi salah satu cara untuk dapat menaikkan citra atau
reputasi sebuah organisasi. Hubungan baik dengan media tentunya disertai harapan agar
berbagai kegiatan yang telah dijalankan organisasi dapat diliput dimedia secara jujur, akurat
dan berimbang. Dalam mencapai hal tersebut, sebuah organisasi harus mengembangkan
hubungan yang kokoh dan erat dengan medai cetak, penyiaran, dan juga media online.

Sumber : Manajemen isu dan hubungan massyarakat. Universitas Muhammadiyah.


eprints.umpo.ac.id