Anda di halaman 1dari 7

LANGKAH LANGKAH PELAKSANAAN PASIEN SAFETY DI

RUMAH SAKIT

RIZKY FADILAH HASIBUAN / 181101015

rfadilahhsb@gmail.com

ABSTRAK

Latar belakang : Rumah sakit sebagai tempat penyelanggaraan pelayanan kesehatan


yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitative) mempunyai potensi yang
besar dalam penularan penyakit, baik dari pasien ketenaga kesehatan atau sebaliknya, dari
pasien ke alat/ fasilitas kesehatan atau sebaliknya, dan dari tenaga kesehatan kealat /fasilitas
kesehatan. Tujuan : Untuk mengtahui langkah-langkah pelaksanaan pasien safety di rumah
sakit. Metode : Langkah langkah pelaksanaan patient safety, Sembilan solusi
keselamatan pasien di RS Hasil : Diharapkan evaluasi pelaksanaan Patient Safety
dilingkungan rumah sakit agar dapat meningkatkan budaya Patient Safety yaitu adanya SOP.
Pembahasan : Keselamatan pasien di rumah sakit adalah sistem pelayanan dalam suatu rumah
sakit yang memberikan asuhan pasien menjadi lebih aman, termasuk didalam mengatur risiko,
identifikasi dan pengelolaan risiko terhadap pasien, analisa insiden, kemampuan untuk belajar
dan menindak lanjuti insiden serta menerapkan solusi untuk mengurangi risiko. Penutup :
Keselamatan pasien merupakan suatu sistem yang sangat dibutuhkan mengingat saat ini banyak
pasien yang dalam penanganannya sangat memperhatikan, dengan adanya sistem ini diharapkan
dapat meminimalisir kesalahan dalam penanganan pasien baik pada pasien UGD, rawat inap
maupun pada pasien poliklinik.

Kata kunci : Keselamatan pasien, tenaga, rumah sakit

A. LATAR BELAKANG dalam penularan penyakit, baik

Rumah sakit sebagai dari pasien ketenaga kesehatan

tempat penyelanggaraan atau sebaliknya, dari pasien ke

pelayanan kesehatan yang alat/ fasilitas kesehatan atau

bersifat penyembuhan (kuratif) sebaliknya, dan dari tenaga

dan pemulihan (rehabilitative) kesehatan kealat /fasilitas

mempunyai potensi yang besar kesehatan.


Kesalahan dalam kejadian tidak diharapkan
penanganan pasien yang justru (KTD/ Adverse Event).
meugikan pasien sejauh mungki Menindak lanjuti pene,uan ini
harus dihindari, baik yang tahun 2004, WHO
dilakukan oleh dokter, perawat mencanangkan World Alliance
serta petugas rumah sakit lain. for Patient Safety, program
Untuk itu pasien dan bersama dengan berbagai negara
keluarganya membutuhkan suatu untuk meningkatkan
jaminan hukum bagi keselamatan pasien di rumah
penanganan petugas rumah sakit.
sakit. Sehingga hal hal Di Indonesia telah
penanganan pasien diluar dikeluarkan pula Kepmen nomor
istandar sejauh mungkin bisa 496/ Menkes/ SK/ IV/ 2005
dihindarkan. (wahyati, 2012) tentang Pedoman Audit Medis di
Pada November 1999, Rumah Sakit, yang tujuannya
the American Hospital adalah untuk tercapaiinya
Asosiation (AHA) Board of pelayanan medis prima di rumah
Trustees mengidentifikasikan sakit yang jauh dari medikal
bahwa keselamatan dan error dan memberikan
keamanan pasien (patient safety) keselamatan bagi pasien.
merupakan sebuah prioritas Perkembangan ini di ikuti oleh
strategik. Mereka juga Perhimpunan Rumah Sakit
menetapkan capaian capaian Seluruh Indonesia (PERSI) yang
peningkatan yang terukur untuk berinisiatif melakukan
medication safety sebagai target pertemuan dan mengajak semua
utamanya. Tahun 2000, Institute stekaholder rumah sakit untuk
of Medicine, Amerika Serikat lebih memperhatikan
dalam “TO ERR IS HUMAN, keselamatan pasien dirumah
Building a Safer Health System” sakit.
melaporkan bahwa dalam Mempertimbangkan
pelayanan pasien rawat inap betapa pentingnya misi rumah
dirumah sakit ada sekitar 3-16% sakit untuk memberikan
pelayanan kesehatan yang evaluasi terhadap pelaksanaan
terbaik terhadap pasien patient safety yang dilakukan
mengkaruskan rumah sakit oleh tenaga medis sarana
untuk berusaha mengurangi prasaana yang memadai,
medikal erorr sebagai bagian melakukan pelatihan tentang
dari penghargaannya terhadap budaya keselamatan pasien
kemanusiaan, maka secara berkesinambungan, serta
dikembangkan sistem patien sistem pelaporan setiap insiden
safety yang dirancang mampu terarah dan ditindak lanjuti.
menjawab permasalahan yang
ada. E. PEMBAHASAN
Keselamatan pasien di
B. TUJUAN rumah sakit adalah sistem
Untuk mengtahui pelayanan dalam suatu rumah
langkah-langkah pelaksanaan sakit yang memberikan asuhan
pasien safety di rumah sakit pasien menjadi lebih aman,
termasuk didalam mengatur
C. METODE risiko, identifikasi dan

Merupakan metode pengelolaan risiko terhadap

pengumpulan data dengan cara pasien, analisa insiden,

membaca buku-buku dan jurnal kemampuan untuk belajar dan

internet yang mendukung dan menindak lanjuti insiden serta

menunjang dalam pembuatan menerapkan solusi untuk

kajian. mengurangi risiko. Keselamatan


pasien merupakan suatu sistem

D. HASIL yang sangat dibutuhkan


mengingat saat ini banyak
Diharapkan evaluasi
pasien yang dalam
pelaksanaan Patient Safety
penanganannya sangat
dilingkungan rumah sakit agar
memperhatikan, dengan adanya
dapat meningkatkan budaya
sistem ini diharapkan dapat
Patient Safety yaitu adanya
meminimalisir kesalahan dalam
SOP, media monitoring dan
penanganan pasien baik pada i. Tingkatkan kebersihan
pasien UGD, rawat inap maupun tangan untuk mencegah
pada pasien poliklinik. infeksi nasokomial.
Dalam buku manajemen
Tujuh standar keselamatan
rumah sakit (Febri & Stefanus,
pasien (mengacu pada “Hospital
2019) Langkah langkah
Patient Safety Standards” yang
pelaksanaan patient safety
dikeluarkan oleh Joint
Sembilan solusi keselamatan
Commision on Accreditation of
pasien di RS (WHO
Health Organizations, Illinois,
Collaborating Centre for Patient
USA, tahun 2002) yaitu :
Safety, 2007) yaiu
a. Perhatikan nama obat, rupa 1. Hak pasien
dan ucapan mirip (look- Standarnya adalah pasien
alike, sound-alike dan keluarga mempunyai
medication names) hak untuk mendapatkan
b. Pastikan identitas pasien informasi tentang rencana
c. Komunikasi secara benar dan hasil pelayanan
saat serah terima pasien termasuk kemungkin
d. Pastikan tindakan yang terjadinya KTD ( Kejadian
benar pada sisi tubuh yang Tidak Diharapkan)
benar 2. Mendidik pasien dan
e. Kendalikan cairan elektrolit keluarga
yang pekat Standarnya adalah RS harus
f. Pastikan akurasi pemberian mendidik pasien dan
obat pada pengalihn keluarganya tentang
pelayanan kewajiban dan tanggung
g. Hindai salah kateter dan jawab pasien dalam asuhan
salah sambung siang pasien.
h. Gunakan alat injeksi sekali 3. Keselamatan pasien dan
pakai kesinambungan pelayanan
Standarnya adalah RS
menjamin kesinambungan
pelayanan dan menjamin staf anda untuk melakukan
koordinasi agar tenaga dan analisis akar masalah untuk
antar unit pelayanan. belajar bagaimana dan
4. Penggunaan metode metode mengapa kejadian itu
peningkatan kinerja untuk timbul”
melakukan evaluasidan 7. Cegah cedera melalui
program peningkatan implementasi sistem
keselamatan pasien. keselamatan pasien,
Standarnya adalah RS harus “gunakan informasi yang
mendesign proses baru atau ada tentang kejadian /
memperbaiki proses yan ada, masalah untuk melakukan
memonitor dan perubahan pada sistem
mengevaluasi kinerja pelayanan.
melalui pengumpulan data,
menganalisi secara intensif F. PENUTUP
KTD, dan melakukan Keselamatan pasien
perubahan untuk merupakan suatu sistem yang
meningkatkan kinerja serta sangat dibutuhkan mengingat
keselamatan pasien. saat ini banyak pasien yang
5. Peran kepemimpinan dalam dalam penanganannya sangat
meningkatkan keselamatan memperhatikan, dengan adanya
pasien sistem ini diharapkan dapat
Standarnya adalah pimpinan meminimalisir kesalahan dalam
mendorong dan menjamin penanganan pasien baik pada
implementasi program pasien UGD, rawat inap maupun
keselamatan pasien melalui pada pasien poliklinik.
“penerapan 7 langkah Sembilan solusi keselamatan
menuju keselamatan pasien pasien di RS (WHO
RS” Collaborating Center for Patient
6. Belajar dan berbagi safety)
pengalaman tentang 1. Perhatikan nama obat, rupa
keselamatan pasien, “dorong dan ucapan mirip.
2. Pastikan identifikasi pasien. Dinarti & Yuli Mulyanti. (2017).
3. Komunikasi secara benar Dokumentasi Keperawatan.
saat serah terima pasien. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan.
4. Pastikan tindakan yang
Depkes RI. 2006. Panduan Nasional
benar pada sisi tubuh yang
Keselamatan Pasien Rumah
benar.
Sakit. Jakarta: Depkes RI.
5. Kendalikan cairan elektrolit
pekat. Ismainar, H. (2019). Keselamatan
6. Pastikan akurasi pemberian Pasien di Rumah Sakit.
obat pada pengalihan Yogyakarta : Deepublish
pelayanan.
Kusmanto. (2004). Pengantar profesi
7. Hindari salah kateter dan
dan praktek keperawatan
sambung slang.
profesional. Jakarta: EGC.
8. Gunakan alat injeksi sekali
pakai. Komalawati, Veronica. 2010.
9. Tingkatkan kebersihan Community & patient safety
tangan untuk pencegahan Dalam Perspektif Hukum
infeksi nosokomial. Kesehatan.

Lestari, Trisasi. Knteks Mikro dalam


G. REFERENSI Implementasi Patient Safety :

Anwari dkk. 2008. Keselamatan Pasien Delapan Langkah Untuk

(Patient Safety) Tujuh langkah Mengembangkan budaya

Menuju Keselamatan Pasien Patient Safety. Buletin IHQN

Implementasi di Pavililyun Vol II/ Nomor. 04/ 2006 Hal. 1-

Kartika RSPAD Gatot Soebroto. 3

Tesis Muninjaya, Gde. 1999. Manajemen

Cahyono, J. B. S. (2012). Membangun Kesehatan. Jakarta : EGC

Budaya Keselamatan Pasien Pabuti, Aumas. 2011. Tujuh Langkah


dalam Praktek Kedokteran. Menuju Keselamatan Pasien
Yogyakarta. Kanisius Rumah Sakit. Proceedings of
expert lecture of medical student
of Block 21 of Andalas Journal Of Scientific &
University, Indonesia Technology Research. 8(9) :
1884-1886.
Rifai, Fridayanti, dkk. (2016). Faktor
yang Berhubungan dengan Wijono, Joko. 1999. Manajemen Mutu
Implementasi Kesehatan Pasien Pelayanan Kesehatan.
di RSUD Ajjappannge Soppeng Surabaya : Airlangga University
tahun 2015. Jurnal Kebijakan Press.
Kesehatan Indonesia, vol.5.
Yusuf, M. (2017). Penerapan Patient
152-157.
Safety di Ruang Rawat Inap
Rutami & Setiawan. (2012). Rumah Sakit Umum Daerah Dr.
Pelaksanaan Proses Pengkajian Zainoel Abidin. Jurnal Ilmu
Keperawatan Di Ruang Rawat Keperawatan. 5 (1), 84-85
Inap RSUP Adam Malik Medan.
Jurnal Fakultas Keperawatan
Universitas Sumatera Utara.

Simamora, R. H. (2019). Buku ajar


pelaksanaan identifikasi pasien.
Uwais Inspirasi Indonesia.

Simamora, R. H. (2019). Pengaruh


Penyuluhan Identifikasi Pasien
dengan Menggunakan Media
Audiovisual Terhadap
Pengetahuan Pasien Rawat Inap.
Keperawatan silampari. 3(1) :
342-351

Simamora, R. H. (2019).
Documentation of patient
identification into the electronic
system to improve the quality of
nursing services. International