Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN HASIL LITERATUR REVIEW

OLEH :

NI KOMANG AYU WIDYASARI


NIM. 193223082

PROGRAM STUDI ALIH JENJANG S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKES WIRA MEDIKA BALI
2020
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PASIEN
HEMODIALISA

A. LATAR BELAKANG

Chronic kidney disease (CKD) merupakan kegagalan dalam fungsi


ginjal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan
elektrolit akibat kerusakan struktur ginjal yang progresif (Muttaqin, 2011).
Chronic kidney disease adalah masalah kesehatan pada masyarakat global
dengan prevalensi dan insiden yang meningkat. Kasus ini meningkat
sebanyak 8% setiap tahunnya, 6-20 juta orang penduduk Amerika Serikat
diperkirakan mengalami CKD fase awal. Jepang dan Asia tercatat sebagai
negara yang memiliki populasi CKD tahap akhir tertinggi di dunia yaitu
sebanyak 1.800 kasus per juta penduduk, serta 220 kasus baru per tahunnya
(Dharma, 2015). Pravalensi CKD berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia
sebesar 0,2% (Riskesdas, 2013), sedangkan di provinsi Bali kejadian CKD
yang tercatat sebanyak 0.2% (Riskesdas, 2013). Data World Health
Organizations (WHO) pada tahun 2014 menyebutkan kematian akibat CKD
di Indonesia mencapai 2,93% populasi atau sekitar 41.000 orang (Amiranti,
2015). Penderita CKD tahap akhir memerlukan terapi untuk dapat
menggantikan fungsi ginjal sehingga kehidupan dapat dipertahankan, adapun
salah satu terapinya adalah hemodialisa (HD), hemodialisa merupakan tindakan
atau usaha untuk membersihkan darah dari bahan beracun yang tidak dapat
dikeluarkan oleh ginjal dari dalam tubuh (Suwitra, 2010).

Data Indonesian Renal Regristry (IRR) dari 249 renal unit yang
melaporkan, bahwa tercatat 30.554 pasien aktif menjalani hemodialisa pada
tahun 2015 (Kementerian RI, 2017). Pada pasien chronic kidney disease
keseimbangan cairan dalam tubuh akan terganggu, sehingga intervensi yang
dapat dilakukan adalah pembatasan asupan cairan. Jika pasien tidak
melakukan pembatasan asupan cairan, maka akan mengakibatkan
penumpukan cairan pada tubuh. Kepatuhan terhadap pembatasan cairan
merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan tingkat kesehatan
dan kesejahteraan pasien dengan hemodialisa. Pembatasan cairan menjadi hal
sangat sulit untuk dilakukan dan membuat pasien stres serta depresi, terutama
jika mereka mengkonsumsi obat-obatan yang dapat membuat membran
mukosa kering seperti diuretik, sehingga menyebabkan rasa haus dan pasien
berusaha untuk minum (Praticia &Potter, 2005). Efe & Kocaoz (2015) dalam
penelitiannya menyebutkan 95% pasien tidak patuh dalam menjalani
pembatasan cairan.

Kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan dipengaruhi beberapa faktor


salah satunya dukungan keluarga (Victoria, Evangelos, & Sofia, 2015). Dukungan
keluarga merupakan bentuk dorongan dengan selalu memberikan bantuan apabila
pasien membutuhkan (Akhmadi, 2009). Keluarga merupakan faktor eksternal
yang memiliki hubungan yang paling kuat dengan pasien. Keberadaan keluarga
mampu memberikan dukungan yang sangat bermakna pada pasien disaat pasien
memiliki berbagai permasalahan pola kehidupan yang sedemikian rumit dan
segala macam program kesehatan (Syamsiah, 2011). Keluarga juga menjadi
pendorong dalam usaha belajar untuk mengikuti perubahan dalam kehidupan
(Victoria, Evangelos & Sofia, 2015). Kehilangan dukungan dari keluarga dapat
meningkatkan kecemasan, stres, dan perubahan psikologis yang dapat
meningkatkan masalah kesehatan lainnya bahkan kematian bagi penderita
CKD yang menjalani hemodialisis ((Efe & Kocaöz, 2015). Hasil studi
pendahuluan yang dilakukan di salah satu RS di daerah Tabanan Bali
diketahui bahwa pada tahun 2015-2017 jumlah pasien chronic kidney disease
yang menjalani hemodialisa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu
tahun 2015 jumlah pasien sebanyak 2467, kemudian meningkat menjadi 2472
pada tahun 2016 dan pada tahun 2017 meningkat sebesar 2560. Studi
pendahuluan yang dilakukan dari 60 pasien yang menjalani hemodialisa
terdapat 33 orang (55%) mengalami peningkatan berat badan > 2kg, padahal
menurut informasi perawat, pasien dan keluarga telah sering diberikan info
mengenai pembatasan cairan, pada studi pendahuluan lainnya diketahui bahwa
pasien didampingi oleh keluarga pada saat melakukan terapi hemodialisa,
namun belum diketahui secara pasti apakah dukungan keluarga memiliki efek
yang signifikan terhadap kepatuhan pembatasan cairan karena hasil studi
sebelumnya menunjukkan tingginya angka ketidak patuhan dalam pembatasan
cairan pada pasien CKD yang dihemodialisa.
Dari fenomena tersebut adanya penambahan berat badan lebih dari 2 kg
mengindikasikan, bahwa pasien CKD yang menjalani hemodialisa belum
dapat mengontrol asupan cairan yang masuk ke tubuh, maka dari itu peneliti
melakukan penelitian hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan
pembatasan cairan pada pasien chronic kidney disease yang menjalani
hemodialisa

B. TUJUAN
Tujuan dari pembahasan ini adalah mengidentifikasi dan mensintesis
literature tentang hubungan kepatuhan pembatasan cairan pasien hemodialisa

C. METODE
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan rancangan cross
sectional. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu dengan teknik
puposive sampling. Penelitian ini dilakukan kurang lebih selama satu bulan
Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan observasi perubahan berat
badan. Data dianalisis dengan menggunakan uji rank spearman dengan
tingkat kepercayaan 95%.

D. SINTESIS JURNAL TERKAIT


NO JUDUL PENULIS NO. JURNAL METHODE ANALISIS
& TAHUN
1 Hubungan Ni Luh Health sciences Penelitian ini menggunakan Populasi :
dukungan keluarga Gede Intan journal, vol. 10 metode deskriptif Populasi dalam penelitian ini adalah
dengan kepatuhan Saraswati no. 01, juni korelasional dengan pasien CKD yang menjalani
pembatasan cairan 2019 rancangan cross sectional. , Hemodialisis di RSUD Wangaya
pada pasien sample diambil menggunakan
chronic kidney teknik sampling non probality Intervensi :
disease yang dengan consecutive sampling Penelitian ini menggunakan desain
menjalani deskriptif korelasi dengan rancangan
hemodialisa cross sectional. Teknik yang digunakan
dalam pengambilan sampel yaitu dengan
teknik puposive sampling. . Pengambilan
data dilakukan dengan kuesioner dan
observasi perubahan berat badan.
Comparison/ Control : Dukungan yang
rendah mengenai dukungan
informasional dan dukungan emosional
mengarahkan pasien pada ketidakpatuhan
dalam pembatasan cairan. Hal ini
diperkuat oleh penelitian Kara et el
(2007), dalam penelitian ini didapatkan
p=0,012 yang menyatakan bahwa
dukungan keluarga yang rendah
berhubungan secara
signifikan terhadap ketidakpatuhan
pembatasan cairan.

Outcome :
Hasil penelitian menunjukkan dari 69
responden didapatkan sebagian besar
yaitu 39 orang (56,5%) tidak patuh
terhadap pembatasan cairan yang
diberikan. Berdasarkan hasil penelitian
pada 69 responden, didapatkan bahwa
sebagian besar responden mendapat
dukungan keluarga tidak baik sebanyak
53 orang (76,8%). Berdasarkan hasil uji
statistik Rank Spearman bahwa diketahui
nilai p value = 0,012< (0,05) maka Ho
ditolak dan Ha diterima artinya terdapat
hubungan dukungan keluarga dengan
kepatuhan pembatasan cairan pada pasien
chronic kidney disease yang menjalani
terapi hemodialisa.

Time :
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19-
21 April 2018.
2 Efikasi Diri dan Ela Faletehan Metode penelitian Populasi :
Dukungan Sosial Susilawati Health Journal, menggunakan penelitian Populasi penelitian ini seluruh pasien
Pasien 5 (1) (2018) mixed methods dengan gagal ginjal dengan hemodialisa di Unit.
Hemodialisa rancangan Sequential Hemodialisa RSU Kabupaten Tangerang.
Dalam explanatori.
Meningkatkan Metode sampling pada Intervensi :
Kepatuhan penelitian kuantitatif Pada penelitian ini, peneliti melakukan
Pembatasan menggunakan metode total pengambilan dengan kuesioner kepada
Cairan sampling. Pemilihan sampel sampel sejumlah 76 orang yang
pada desain kualitatif memenuhi kriteria. Kemudian peneliti
menggunakan purposive melengkapi data hasil jawaban dari
sampling. pertanyaan terbuka dari kuesioner kepada
6 orang pasien hemodialisa dengan
wawancara langsung.

Comparison/ Control :
Efikasi diri dapat digunakan sebagai
prediktor kepatuhan pasien dalam
menjalani pengobatan (Pertiwi, 2015).
Hasil penelitian ini juga sesuai dengan
penelitian yang dilakukan Jhon (2012)
pada 100 orang pasien hemodialisa
menunjukan hasil analisis ada hubungan
positif antara efikasi diri dan pembatasan
intake cairan (r=0.56) p<0.001).
Berdasarkan hasil penelitian diatas juga
menyebutkan bahwa ada hubungan
signifikan positif antara dukungan sosial
dengan kepatuhan pembatasan intake
cairan pasien hemodialisis.

Outcome :
Hubungan efikasi diri dengan kepatuhan
pembatasan cairan pasien hemodialisis
menunjukan hubungan sedang (r = 0.476)
dan berpola positif artinya semakin baik
efikasi diri pasien maka akan semakin
tinggi kepatuhan pasien dalam membatasi
asupan cairan. Nilai koefisien dengan
determinasi 0.225 artinya persamaan
garis regresi yang diperoleh dapat
menerangkan 22.5% variasi kepatuhan
pembatasan cairan pasien hemodialisis
atau persamaan garis yang diperoleh
cukup baik untuk menjelaskan variabel
kepatuhan pembatasan cairan pasien.
Hasil uji statistik didapatkan ada
hubungan yang signifikan antara efikasi
diri dengan kepatuhan pembatasan intake
cairan pasien hemodialisis (p value =
0.000).
Hubungan dukungan sosial dengan
kepatuhan pembatasan cairan pasien
hemodialisis menunjukan hubungan
sedang (r = 0.328) dan berpola positif
artinya semakin positif dukungan yang
diterima pasien maka akan semakin
tinggi kepatuhan pasien dalam membatasi
asupan cairan. Nilai koefisien dengan
determinasi 0.107 artinya persamaan
garis regresi yang diperoleh dapat
menerangkan 10.7% variasi kepatuhan
pembatasan cairan pasien hemodialisis
atau persamaan garis yang diperoleh
cukup baik untuk menjelaskan variable
kepatuhan pembatasan cairan pasien.
Hasil uji statistik didapatkan ada
hubungan yang signifikan antara
dukungan sosial dengan kepatuhan
pembatasan intake cairan pasien
hemodialisis (p value = 0.007).
Time :
Penelitian ini dilaksanakan selama dua
minggu terhitung tanggal 27 Juli 2016
sampai dengan 6 Agustus 2016 di RSU
Kabupaten Tangerang.
3 Kepatuhan Senny nur Faletehan Penelitian ini menggunakan Populasi :
Pembatasan wulan Health Journal, metode deskriptif kuantitatif Populasi dalam penelitian ini seluruh
Cairan dan Diet 5 (3) (2018) 99- dengan pendekatan cross- penderita GGK yang menjalani
Rendah Garam 106 sectional.Data penelitian hemodialisa rutin dua kali seminggu di
(Natrium) pada dilakukan analisis dengan RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung yang
Pasien GGK yang menggunakan analisis berjumlah sebanyak 92 orang. Sampel
Menjalani univariat. penelitian ini adalah total populasi.
Hemodialisa;
Perspektif Health Intervensi :
Belief Model Pengumpulan data menggunakan
kuesioner yang berbentuk close ended
questions (kuesioner tertutup) dengan
jumlah pertanyaan sebanyak 20 item
dengan pilihan multiple choice
menggunakan skala Likert. Data
penelitian dilakukan analisis dengan
menggunakan analisis univariat. Data
yang telah terkumpul kemudian
dilakukan analisis univariat dengan
menggunakan nilai Median.

Comparison/ Control :
Sejalan dengan penelitian Andriani,
Chanif, dan Rosidi (2013) yang
menunjukkan terdapat hubungan yang
signifikan antara dukungan sosial
terhadap kepatuhan pembatasan cairan
pada pasien GGK yang menjalani
hemodialisa. Menurut penelitian Anggara
dan Prayitno (2013) terdapat hubungan
antara asupan natrium terhadap tekanan
darah secara statistik. Hal ini akan
menimbulkan hipertensi tidak terkontrol
pada pasien GGK yang menjalani HD,
sehingga dapat memperberat kondisi
ginjal..

Outcome :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
responden yang patuh terhadap
pembatasan cairan sebanyak 35 orang
(37,6%), sedangkan yang tidak patuh 58
orang (62,4 %). Berdasarkan tingkat
kepatuhan diet rendah garam (natrium),
responden yang patuh sebanyak 31 orang
(33,3%), sedangkan yang tidak patuh
sebanyak 62 orang (66,7 %). Penelitian
ini menunjukkan sebagian besar pasien
GGK tidak patuh terhadap pembatasan
cairan dan diet rendah garam (natrium).

Time : 2016
4 Pengaruh edukasi Andri Jurnal Penelitian ini menggunakan Populasi :
pendekatan Kusuma Keperawatan designpra eksperimental one- Pasien yang menjalani therapi
spiritual berbasis Wijaya Silampari (JKS) group pretest-posttest, dengan hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD
video terhadap Volume 1, No jumlah sampel sebanyak 22 Curup Kabupaten Rejang Lebong.
kepatuhan 2, Januari-Juni responden. Rata-rata
pembatasan cairan 2018 interdialysis weight gain Intervensi :
klien esrd yang setelah perlakuan mengalami Pelaksanaan dalam penelitian ini dimulai
menjalani penurunan, dengan hasil dari tahapan pre test sebelum dilakukan
hemodialisa adanya perbedaan rata-rata edukasi dengan pendekatan spiritual
Interdialysis Weight Gain berbasis video dengan cara melihat data
setelah dilakukan edukasi sekunder (status klien) . Tahapan
dengan pendekatan spiritual intervensi Peneliti memberikan edukasi
berbasis video (p value = dengan pendekatan spiritual berbasis
0,011;). Sementara terbukti video di rumah sakit pada saat kunjungan
ada hubungan antara melakukan terapi hemodialisa, serta
dukungan keluarga (p value melakukan pemutaran video yang berisi
=0, 047) dengan kepatuhan edukasi. minta responden dan keluarga
pembatasan cairan atau agar dapat melihat, belajar, memutar
interdialysis weight kembali minimal 1 kali sehari khususnya
gain,sedangkan usia(p value selama 3 minggu. . Tahap akhir
= 0,364), tingkat pendidikan membagikan video dalam bentuk CD dan
(p value = 0,949) tidak ada via Bluetooth. Post test ini diukur dengan
hubungan dengan kepatuhan cara melihat data sekunder (status klien)
pembatasan cairan atau tentang interdialysis weight gain.
interdialysis weight gain
Comparison/ Control :
Hasil penelitian Kamaluddin, dkk (2009)
mengatakan hal yang sama dimana
perbedaan antara keterlibatan keluarga
pada penderita patuh dengan yang tidak
patuh dengan p value = 0.000 dimana
diperoleh hasil ada pengaruh keterlibatan
keluarga dengan kepatuhan klien dalam
mengurangi asupan cairan. Dalam hal ini
keterlibatan keluarga dapat diartikan
sebagai suatu bentuk hubungan sosial
yang bersifat menolong dengan
melibatkan aspek perhatian, bantuan dan
penilaian dari keluarga.
Outcome :
Hasil analisis menunjukan rata-rata
interdialytic weight gain mengalami
penurunan sesudah dilakukan edukasi
dengan pendekatan spiritual berbasis
video dengan rata-rata adalah 5.682 %
(SD = 1.875). Hasil uji statistik
didapatkan p value = 0,011 kurang dari
nilai α = 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan antara
interdialytic weight gain atau kepatuhan
pembatasan cairansebelum dan sesudah
dilakukan edukasi dengan pendekatan
spiritual berbasis video. Hasil penelitian
ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Hanum, dkk (2015)
dengan menggunakan uji T Dependent
diperoleh p value (0,000), < α (0.05)
bahwa ada perbedaan pengetahuan
tentang pembatasan asupan cairan dan
IDWG setelah diberikan pendidikan
kesehatan.

Time : Februari 2016


Pengaruh Rifka JOM Vol. 2 No. Desain penelitian dalam Populasi :
5 pendidikan Hanum1, 2, Oktober 2015 penelitian ini adalah quasi Pasien yang menjalani hemodialisa yang
kesehatan secara Sofiana experiement dengan belum pernah mendapatkan pendidikan
Nurchayati2,
individual tentang rancangan penelitian yang kesehatan tentang pembatasan asupan
Yesi
pembatasan Hasneli N3 digunakan dalam penelitian cairan sebelumnya sebanyak 30 orang
asupan cairan ini adalah nonequivalent
terhadap control group design. Sampel Intervensi :
pengetahuan pada penelitian ini adalah 30 Responden yang terpilih akan diberikan
tentang responden dengan metode pre test sebelum diberikan pendidikan
pembatasan cairan pengambilan sampel kesehatan secara individual dan
dan idwg purposive sampling. penimbangan berat badan. Pada siklus
(interdialytic Penelitian ini dilakukan hemodialisis berikutnya
weight gain) pada analisa univariat dan bivariat penelitimemberikan kuesioner post test
pasien menggunakan uji statistik t dan menimbang berat badan kembali.
hemodialisis dependent dan independent.
Comparison/ Control :
Penelitian yang dilakukan Desitasari
(2013) juga terdapat hubungan antara
tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan
diet pasien GGK yang menjalani
hemodialialisis menunjukkan ada
hubungan yang signifkan dimana
seseorang yang memiliki pengetahuan
yang baik akan mudah mengaplikasikan
pengetahuannya menjadi perilaku yang
positif dan dapat mengontrol dirinya
dalam mengatasi masalah yang
dihadapinya.

Outcome :
Hasil penelitian tentang pengaruh
pendidikan kesehatan secara individual
tentnag pembatasan asupan cairan
terhdapa pengetahuan tentang
pembatasan cairan dan IDWG pada
pasien hemodialisis dapat disimpulkan
bahwa berdasarkan hasil uji t dependent,
di peroleh p value (0,000) < α (0,05),
dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa terdapat perbedaan pengetahuan
tentang pembatasan asupan cairan dan
IDWG pada pasien hemodialisis yang
bermakna sebelum dan sesudah diberikan
pendidikan kesehatan secara individual
pada kelompok eksperimen.
Kelompok kontrol tanpa diberikan
pendidikan kesehatan pengetahuan
responden meningkat, namun
berdasarkan uji t dependent diperoleh
nilai p value (0,433) > α(0,05), dengan
demikian disimpulkan bahwa tidak ada
perbedaan pengetahuan tentang
pembatasan asupan cairan dan IDWG
pada pasien hemodialisis yang bermakna
antara sebelum dan sesudah tanpa
diberikan pendidikan kesehatan pada
kelompok kontrol, sedangkan perbedaan
post test pengetahuan antara kelompok
eksperimen dan dan kelompok kontrol
berdasarkan hasil uji statistik t
independent adalah p value (0,001) < α
(0,05), sehingga Ho ditolak

Time :-
1
Analisis faktor Jamiatun , Jurnal Bidang Desain penelitian ini Populasi :
6 yang berhubungan Krispina Ilmu Kesehatan menggunakan desain survey Populasi dalam penelitian ini adalah
dengan kepatuhan Elegia2 dan Vol. 5, No. 1, analitik Cross Sectional study seluruh pasien gagal ginjal yang
Miftah Nur
pembatasan cairan Juni 2015 dengan jumlah sampel 57 dilakukan tindakan hemodialisis di ruang
Okta Syarif3
pada pasien gagal responden . Analisa data hemodialisa Rumah Sakit Islam Jakarta
ginjal kronis yang dilakukan untuk menjawab Sukapura Sukapura. Intervensi :
menjalani hipotesis penelitian. Dalam Metode pengumpulan data dengan cara
hemodialisa di penelitian ini dilakukan pengisian kuesioner dan pengukuran
Rumah Sakit Islam analisis univariat dan analisis berat badan pada periode pre HD dan
Jakarta Sukapura bivariate. post HD

Comparison/ Control :
Hasil penelitian ini sesuai dengan
penelitian yang dilakukan oleh Shuk-
hang Lee (2002) tentang perilaku
kepatuhan diet dan cairan pada pasien
hemodialisis di cina yang menunjukkan
bahwa terhadap hubungan antara
dukungan keluarga dengan tindakan
kepatuhan, dimana pasien yang mendapat
dukungan keluarga baik lebih mungkin
untuk menjadi patuh.

Outcome :
Hasil penelitian terdapat hubungan yang
bermakna antara kepatuhan dengan lama
hemodialisa (p=0,039), kepatuhan dengan
pengetahuan (p=0,028), kepatuhan
dengan dukungan keluarga (p=0,013) dan
berdasarkan pemodelan akhir analisa
multivariat didapatkan hasil variabel
yang paling berhubungan secara
signifikan adalah dukungan keluarga
dengan nilai OR 3,563 yang berarti
responden yang mendapat dukungan
keluarga baik memiliki peluang untuk
patuh sebesar 3,563 kali dibandingkan
dengan responden yang mendapat
dukungan keluarga kurang
Time :
Februari 2015 – Juli 2015,
7 Analisis faktor- Ridlwan Jurnal Penelitian ini merupakan Populasi :
faktor yang Kamaluddin Keperawatan jenis penelitian non Polulasi dalam penelitian ini adalah
mempengaruhi Eva Rahayu Soedirman (The eksperimen dengan metode pasien gagal ginjal kronnik yang
kepatuhan Soedirman
deskriptif analitik dengan menjalani hemodialisis di RSUD. Prof.
asupan cairan Journal of
Nursing), rancangan cross sectional. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
pada pasien sebanyak 51 pasien
gagal ginjal Volume 4 No.1
Maret 2009
kronik dengan
Intervensi :
hemodialisis di
rsud prof. Dr. Pengumpulan data selain menggunakan
Margono instrumen kuesioner yang dibagikan
soekarjo langsung kepada responden, peneliti juga
purwokerto menggunakan lembar angket untuk
menganalisa kepatuhan dalam
mengurangi asupan cairan selama 3 hari
berturut-turut yaitu dengan menghitung
BB post hemodialisis dengan BB pre
hemodialisis.

Comparison/ Control :
Hasil penelitian ini didukung dengan
teori dimana pengetahuan atau kognitif
merupakan domain yang sangat penting
untuk terbentuknya suatu tindakan,
perilaku yang didasari pengetahuan akan
lebih langgeng daripada yang tidak
didasari pengetahuan (Notoatmodjo, S.
1985).

Outcome :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
umur, lama hemodialisis, pendidikan,
keterlibatan perawat, keterlibatan pasien
keluarga, konsep diri, tingkat
pengetahuan memiliki tingkat signifikan,
p = 0,100, 0,074, 0,000, 0,000, 0,000,
0,016 dan 0,001. Ada lima faktor
(pendidikan, keterlibatan perawat,
keterlibatan pasien keluarga, dan tingkat
pengetahuan) yang memiliki faktor
signifikan terhadap asupan cairan.
Sementara itu, dua faktor tidak memiliki
faktor signifikan terhadap asupan cairan
sesuai usia, dan lama hemodialisis

Time :
September_Oktober 2008
8 Pengaruh Safitri Jurnal Ilmiah Jenis penelitian yang Populasi:
hypnotherapy Cokro Kesehatan digunakan adalah Pasien yang menjalani Hemodialisa
terhadap Aminoto Keperawatan, eksperimental semu (quasy sebanyak 20 orang di RSPKU
kepatuhan diit Arnika Dwi experimental) Dengan non
Volume 8, No. Muhammadiyah Gombong.
equivalen control group
cairan Asti 3, Oktober 2012 (control group dan
xperimental) Teknik analisa Intervensi :
Pada pasien gagal
univariat digunakan untuk Penelitian ini dilakukan di ruang
ginjal kronis rawat menyajikan semua variabel Hemodialisys RS PKU Muhammadiyah
jalan di instalasi dengan menggunakan tabel Gombong pada 17 Mei hingga 17 Juni
distribusi frekuensi. Teknik
Hemodialisa rs 2010. Sampel penelitian adalah 20
analisa bivariat dengan
pku menggunakan uji non responden berdasarkan kriteria inklusi
muhammadiyah parametrik yaitu uji paired dan eksklusi. pengambilan sampel adalah
gombong sample t-test. purposive sampling. Sampel yang di
ambil dalam penelitian ini adalah
sebanyak 10 untuk masing-masing
kelompok kontrol dan intervensi.

Comparison/ Control :-

Outcome :
Pada uji statistik selisih kepatuhan
dengan menggunakan paired sample t-
test di peroleh nilai p=0,811 dimana nilai
p>0,05, maka Ho diterima dan Ha di
tolak , artinya tidak ada beda yang
signifikan antara kelompok intervensi
dan kelompok kontrol mengenai
pengaruh hypnotherapy terhadap
kepatuhan diit cairan pada pasien gagal
ginjal kronik rawat jalan di RS PKU
Muhammadiyah Gombong

Time :
17 Mei - 17 Juni 2010
9 Hubungan Fitri Jurnal Desain penelitian adalah Populasi :
dukungan Mailani, Endurance 2(3) deskriptif analiti kdengan Populasi dalam penelitian ini sebanyak
keluarga dengan Rika Fitri October 2017 pendekatan cross sectional 161 orang, sampel diambil secara
kepatuhan diet Andriani (416-423) study. Populasi dalam accidentalsampling dengan batasan waktu
penelitian ini sebanyak 161
2 minggu sampel sebanyak 62 orang di
Pada pasien gagal orang, sampel diambil secara
Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit
ginjal kronik yang accidental sampling dengan
batasan waktu 2 minggu Tk.III Dr. Reksodiwiryo Padang.
menjalani
sampel sebanyak 62 orang..
Hemodialisis Data dianalisis secara Intervensi :
distribusi frekuensi dan Pengambilan data dilakukan dengan
menggunakan uji chi-square pengisian kuisioner yang dibagikan
dengan tingkat kemaknaan kepada pasien gagal ginjal kronis yang
95%. menjalani hemodialisa, dengan kriteria
inklusi: kesadaran composmentis dan
telah menjalani hemodialisa > 3 bulan.

Comparison/ Control :
Hasil penelitian ini juga sama dengan
hasil penelitian Yulinda (2015)
menunjukkan Ada hubungan positif
antara dukungan social keluarga dengan
kepatuhan pasien gagal ginjal kronis
dalam melakukan diet dengan didapatkan
nilai p – Value = 0,098 (p< 0,05).

Outcome :
Pengolahan data secara komputerisasi,
dianalisis secara univariat dengan
distribusi frekuensi dan bivariat
menggunakan uji chi-Square dengan p
value <0,05.Hasil yang didapatkan bahwa
lebih separuh (62,9%) responden
memiliki ketidakpatuhan tinggi dan lebih
dari separuh (61,3%) responden
mendapatkan dukungan keluarga kurang
baik. Berdasarkan uji statistic didapatkan
adanya hubungan yang bermakna antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan
diet (p= 0,003). Untuk meningkat
dukungan keluarga terhadap kepatuhan
diet disarankan bagi tenaga kesehatan dan
keluarga untuk memberikan informasi,
perhatian dan dukungan kepada pasien
dalam menjalani terapi diet.
Time :
Penelitian ini dilakukan pada bulan
Oktober 2016 sampai Mei 2017
10 Dukungan Erdila Jurnal Ilmiah Jenis penelitian ini Populasi :
Keluarga dengan Fitriana, Kesehatan merupakan penelitian Populasi dari penelitian ini adalah pasien
Kepatuhan Masyarakat kuantitatif dengan penyakit gagal ginjal kronik yang
Pembatasan Vol. 11 Edisi 2, menggunakan desain menjalani hemodialisa di RS Zahirah
Cairan pada 2019 Jenis penelitian cross sectional Jakarta Selatan.
Pasien Gagal penelitian ini menggunakan teknik non
Ginjal Kronik merupakan probability sampling yaitu Intervensi :
yang Menjalani penelitian total sampling. Sampel Jenis sampel yang digunakan adalah total
Hemodialisis kuantitatif penelitian ini sebanyak 48 sampling cara pengambilan sampel ini
dengan pasien dan dianalisis adalah dengan mengambil semua anggota
menggunakan menggunakan uji chi square. populasi menjadi sampel. Jumlah sampel
desain pada penelitian ini ada 48 pasien.Variabel
penelitian Cross yang akan diteliti adalah karakteristik
sectional responden, dukungan keluarga dan
kepatuhan pembatsan cairan.
Comparison/ Control :-
Outcome :
Rata rata usia diatas 35 tahun 56.3%,
Jenis kelamin laki laki 68.8%, Pendidikan
rendah 56.3% dan rata rata tidak bekerja
52.1%. Terdapat hubungan dukungan
emosional. penilaian, informasi dan
instrumental dengan kepatuhan
pembatasan cairan pada pasien yang
menjalani hemodialisa denan nilai P
value 0.026 & ;0,020;0.006;0.004
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang
bermakna antara hubungan dukungan
keluarga dengan kepatuhan pembatasan
cairan pada pasien gagal ginjal kronik
yang menjalani hemodialisis dengan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
berguna sebagai bahan masukan bagi
keperawatan, keluarga, khususnya klien
dengan gagal ginjal kronik.
Kata kunci : Dukungan Keluarga,
kepatuhan pembatasan cairan,
Hemodialisis
Time :2014
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat


disimpulkan bahwa sebagian besar pasien CKD tidak patuh pada pembatasan
cairan yang ditentukan dalam terapi serta dukungan keluarga memiliki hubungan
yang signifikan terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang
menjalani hemodialisa. Untuk itu diperlukan keaktifan tenaga kesehatan dalam
memberikan informasi mengenai pentingnya dukungan keluarga pada pasien
maupun keluarganya. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti kembali
faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien dengan dapat
mengontrol faktor perancu berupa jumlah cairan yang diminum, stres, dan self
efikasi
DAFTAR PUSTAKA

Adriani. (2016). “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Pada


Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit
TK.III Dr. Reksodiwiryo Padang”. Skripsi tidak dipublikasi. STIKes YPAK
Padang
Ahrari, S., Moshki, M., & Bahrami, M. (2014). The Relationship Between Social
Support and Adherence of Dietary and uids Restrictions among
Hemodialysis Patients in Iran, 3(1), 11–19.

Akhmadi.(2009). Dukungan Keluarga Http://Www.Rajawana.Com/Artikel/


Kesehatan. Diakses pada tanggal 30 Januari 2018 Amiranti.(2015).
Waspadai Gagal Ginjal “The Silent Killer”:
Https://lifestyle.kompas.com/read/2 017/02/27/070700623/waspadi.gaga
l.ginjal.the.silent.killer. Diakses pada tanggal 15 Januari 2018
Azizah.(2011). Keperawatan Lanjut Usia.Yogyakarta: Graha Ilmu. handra.(2009).
Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kesembuhan Penderita
Post Traumatic Stress Disorder (Ptsd) Di Pusat Pelayanan Terpadu.
Diunduh dari http://respository.usu.ac.id/ pada tanggal 31 April 2018
Efe, D., & Kocaöz, S. (2015). Adherence to diet and fluid restriction of
individuals on hemodialysis treatment and affecting factors in Turkey, 113–
123. https://doi.org/10.1111/jjns.12055 Friedman, M. (2010). Buku Ajar
Keperawatan Keluarga: Riset, Teori & Praktek Edisi 5.Jakarta: EGC
Niken,A.I, Sumarni, Ibrahim, R (2007). Hubungan Tingkat Dukungan Yang
Tinggi Terhadap Depresi pada tenaga Kerja Wanita Industri. Jurnal Ilmu
Keperawatan. Vol 2/nomor 3/ sept/2007. Yogyakarta : UGM. Notoatmojo,
S. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2009). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan


Sistem Perkemihan Jakarta Salemba Medika
Butar-Butar, Aguswina. Karakteristik Pasien Dan Kualitas Hidup Pasien Gaga lGinjal
Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa. jurnal.usu.ac.id. Vol 4, No 1.2012