Anda di halaman 1dari 2

Analisa contoh gas.

Pengambilan contoh gas dilakukan terutama pada hembusan gas, fumarol, atau solfatara. Pengambilan
tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi gas secara kualitatif melalui pengukuran
langsung dilapangan dan kuantitatif di laboratorium.

1) Peralatan dan pereaksi yang digunakan dalam pengambilan gas

Alat detector gas, yang terdiri dari pompa isap dan gelas tube (khusus untuk gas CO2, CO, H2S, dan NH3)

Tabung vakum volume minimal 100 ml

Themocoupel dan thermometer maksimum

GPS receiver, altimeter

Selang karet silicon

Sarung tangan karet tahan panas

Corong polyethylene

Masker gas

Stop wacth

Kamera

Peta kerja

NaOH 25%

2) Cara pengukuran gas secara kualitatif

Temperature hembusan gas, fumarol, atau solfatara diukur dengan menggunakan thermocouple atau
thermometer maksimum dalam satuan °C.

Corong yang posisinya dibalikkan dipasang pada hembusan gas, fumarol atau solfatara dan dihubungkan
dengan selang karet silicon
Kedua ujung tube detector gas dipatahkan kemudian salah satu ujungnya segera dipasangkan pada
pompa gas dan ujungnya yang lain pada selang karet silicon.

Pompa gas ditarik hingga volume minimal 50 ml dan dibiarkan untuk beberapa saat (minimal 2 menit)

Skala tube detector gas diamati untuk mengetahui konsentrasi gas secara kualitatif berdasarkan
perubahan warna pada tube detector tersebut.

3) Cara pengambilan contoh gas untuk analisis kuantitatif

Temperature hembusan gas, fumarol, atau solfatara diukur dengan menggunakan thermometer digital
dalam satuan °C. Manifestasi yang sulit dijangkau oleh thermometer digital, temperaturnya diukur
dengan menggunakan thermometer maksimum.

Corong yang posisinya dibalikkan dipasang pada hembusan gas, fumarol, atau solfatara dan
dihubungkan dengan selang karet silicon.

Semburan atau hembusan gas dialirkan melalui corong yang posisinya dibalikan atau dihubungkan
dengan selang karet silicon, aliran gas dibiarkan keluar supaya tidak terjadi kontaminasi oleh udara luar
terhadap gas yang akan diambil.

Selang karet silicon dihubungkan dengan tabung vakum yang berisi larutan NaOH 25% sebanya 1/5
volume tabung. Keran tabung vakum dibuka secara bertahap. Selama pengambilan contoh, tabung
vakum dikocok beberapa kali secara berkala untuk mendapatkan kesempurnaan reaksi antara gas dan
NaOH. Pada saat pengocokan, keran tabung vakum dalam keadaan ditutup. Apabila tabung menjadi
panas dilakukan pendinginan dengan kain basah. Aliran gas dihentikan apabila gelembung gas yang
masuk kedalam tabung vakum sudah melemah. Keran ditutup dengan rapat setelah selesai pengambilan
contoh, kemudian selang karet silicon dibuka.

Tabung vakum diberi label sesuai lokasi pengambilan contoh.

4) Analisis gas

Contoh diperoleh dari lapangan, dianalisis di laboratorium dengan menggunakan metode titrimetri dan
kromatografi gas. Analisis contoh gas ini dapat menggunakan cara Giggebanch (1988).

Metode kromatografi gas digunakan untuk mendeteksi dan mengetahui konsentrasi gas yang
terkandung dalam contoh, antara lain : CO, CH4, H2, O2+AR, N2, NH3, SO2, sedangkan metode titrimetri
digunakan untuk mendeteksi dan mengetahui konsentrasi gas seperti : CO2, H2S, dan HCl. Konsentrasi
H2O dalam contoh gas dapat diketahui dengan melakukan perhitungan berat gas total dalam contoh.