Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN HASIL DISKUSI MENGENAI KASUS

“TNI INVESTIGASI NELAYAN INDONESIA YANG DITANGKAP PAPUA NUGINI”

DISUSUN OLEH :

Annisa’ Amaliah Mardhotillah (70100119019)


Nur Aisyah Zainuddin (70100119022)
SalsabilaUtami (70100119021)
Muh. Fathul Hidayat (70100119020)
Muh. Miftahul Ichsan (70100119018)
Rasmi (70100119023)

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
Jakarta- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Moeldoko mengatakan pihaknya
saat ini sedang melakukan investigasi terhadap tertangkapnya nelayan Merauke di Papua
Nugini. Setelah mengetahui duduk perkaranya, pemerintah kata Moeldoko, bisa mengajak
Papua Nugini duduk bersama dan menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita akan komunikasikan, kita harus tahu persis titik kejadiannya bagaimana, apakah di
perbatasan, atau di wilayah mereka, lalu kenapa harus pakai kekerasan seperti itu. Itu
harus didalami," demikian kata Moeldoko saat ditemui di Balai Sidang Senayan, Jakarta,
Selasa (11/2).

Hal itu disampaikan Moeldoko menyusul adanya warga Merauke yang ditengarai nelayan
memasuki perairan Papua Nugini. Belakangan diketahui mereka diproses marinir setempat
dan ditengarai mendapatkan tindakan kekerasan dan hingga saat ini belum diketahui
nasibnya.

"Pasti akan tanya, ini area politik atau pertahanan. Kalau area pertahanan, domain saya.
Kalau berpolitik, nanti menlu (menteri luar negeri) yang protes," kata dia lagi ketika
ditanya rencana pengecekan ke Papua.

Moeldoko menambahkan, wilayah Nusantara memang sangat luas sehingga kekuatan TNI
kadang kala tidak selalu siap sedia mengecek bagian perairan. Kata dia, wajar jika terjadi
kebobolan. Namun demikian, Moeldoko optimistis pengawasan perairan bisa makin ketat
dengan adanya kapal selam yang rencananya dibeli dari Korea Selatan dan Inggris.

"Nanti kekuatan bertambah," tambahnya.


1. Apa sebenarnya kasus yang tengah dihadapi nelayan Papua berdasar pemberitaan di
atas?

Kasus diatas merupakan penyiksaan atau penganiayaan yang dialami oleh


nelayan asal merauke yang dilakukan oleh pihak papua nugini. Menurut sumber
berita lain yang sayabaca kasus penganiayaan ini dilakukan oleh tentara papua
nugini yang membakar kapal nelayan indonesia dikarenakan melewati perbatasan
papua nugini. Benar tidaknya, kasus ini masih di investigasi oleh pihak TNI.

2. Apa kemungkinan latar belakang penyebab nelayan sering dianggap melanggar


batas wilayah perairan sebuah Negara?

Nelayan sering dianggap melanggar batas wilayah perairan sebuah Negara karena
pada perairan di wilayah tersebut tidak memiliki bukti nyata bahwa adanya batas
wilayah sehingga nelayan tersebut tidak tahu batas wilayahnya, serta wilayah Nelayan
tersebut kekurangan sumber daya alam yang ada di laut

3. Menurut anda apakah wilayah negara RI juga rentan terhadap masuknya kapal dan
nelayan asing? Mengapa demikian?

Ya, karena kita berada di urutan ke-9 Negara maritim dengan dua per tiga luas
lautannya lebih besar daripada daratan. Indonesia juga merupakan negara dengan
garis pantai terpanjang di dunia yang luas perairannya sekitar 93.000 km2 penuh akan
kekayaan alam yang berlimpah ruah. Salah satunya dalam segi perairan sehingga hal
inilah yang membuat Nelayan asing masuk ke perairan Indonesia untuk mengambil
Sumber Daya itu berupa kekayaan laut. Serta penjagaan yang masih belum ketat di
wilayah RI membuat kapal nelayan asing jadi rentan masuk ke wilayah RI, kurang
jelasnya batas perairan wilayah RI juga membuat kapal nelayan asing bisa masuk ke
wilayah perairan RI
4. Apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia, secara politik dan pertahanan,
dalam mengawasi kedaulatan wilayah negara?

Secara politik, Negara Indonesia perlu membuat aturan ataupun Undang-


Undang yang ketat untuk pihak yang melewati batas wilayah tanpa seizin Negara
Indonesia. Sedangkan secara pertahanan, Negara Indonesia perlu membentuk polisi
dan TNI untuk menjaga keamanan di Indonesia terhadap batas wilayah

5. Menurut Anda, sudah cukupkah apabila pemerintah Indonesia mengajukan protes


terhadap Papua Nugini terkait insiden di atas?

Menurut kami, pemerintah Indonesia tidak usah mengajukan protes terhadap


Papua Nugini, karena Indonesia sendiri juga yang melewati batas wilayah yang telah
ditentukan antara Indonesia dan Papua Nugini. Yang perlu ialah kedua Negara tidak
perlu melewati batas wilayah Negara yang telah ditetapkan kecuali dengan izin dari
Negara yang bersangkutan dan juga tiap Negara harus memperketat pertahanan
khususnya di wilayah perairan sehingga tidak ada yang berani melewati atau
memasuki Indonesia atau Negara-negara lain secara ilegal, dan juga akan ditakuti oleh
negara-negara lain yang berniat memasuki atau bahkan mencuri sumber daya alam
yang berada di wilayah perairan khususnya Indonesia.

6. Dalam konteks wawasan nusantara, kasus tersebut merupakan peluang ataukah


tantangan?

Itu merupakan tantangan bagi NKRI. Itu karena papua nugini akan berurusan dengan
Indonesia dan akan mengalami masalah antar kedua Negara yang menjadi suatu
tantangan sehingga dapat dikatakan menjadi hubungan bilateral yang tidak baik.
Hubungan bilateral yang tidak baik akan menimbulkan perselisihan, permusuhan dan
persengketaan yang akan mengancam perdamaian dunia sebagai akibat adanya
kepentingan nasional.

Anda mungkin juga menyukai