Anda di halaman 1dari 5

PERATURAN DIREKTUR RS.

ROYAL PRIMA MEDAN


NOMOR : 003/PER/DIR/RSRP/XI/2015
TENTANG
KEBIJAKAN HAK PASIEN DAN KELUARGA
RS. ROYAL PRIMA MEDAN

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemenuhan hak dan kewajiban pasien


dalam pelayanan kesehatan RS. Royal Prima Medan,
dibutuhkan adanya peraturan sebagai acuan bagi rumah sakit,
pasien dan keluarga pasien yang berobat di RS. Royal Prima
Medan;
b. bahwa seluruh petugas RS. Royal Prima Medan harus
mengetahui hak pasien dan keluarga sehingga dalam
pelaksanaan tugas pelayanan menghormati hak tersebut ;
c. bahwa untuk menunjang kelancaran tercapainya sebagaimana
dimaksud pada butir (a) dan (b), maka penetapan Hak Pasien
dan Keluarga di RS. Royal Prima Medan ditetapkan dengan
peraturan Direktur.

Mengingat : 1. Undang – Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah


Sakit;
2. Undang – Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan;
3. Undang – Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran;
4. Undang – Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Hak Asasi
Manusia;
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269/ Menkes/ Per/ III/
2008 Tentang rekam Medis;
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 290/ Menkes/ Per/ III/
2008 Tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR RS. ROYAL PRIMA MEDAN


TENTANG HAK PASIEN DI RS. ROYAL PRIMA MEDAN

KESATU : Pengertian :
a. Hak Pasien dan Keluarga adalah hak yang dimiliki oleh pasien
dan keluarganya yang berobat di RS. Royal Prima Medan, dan
harus dipahami oleh pimpinan dan staf RS. Royal Prima
Medan;
b. Kebijakan adalah Peraturan Direktur yang berlaku di RS. Royal
Prima Medan;
c. Pasien adalah orang yang datang ke rumah sakit untuk
memperoleh pelayanan kesehatan;
d. Keluarga adalah orang yang mempunyai hubungan
kekeluargaan atau perwalian dengan pasien;
e. Panduan adalah cara-cara untuk melaksanakan suatu kebijakan,
program atau kegiatan;
f. SPO adalah langkah-langkah kegiatan yang tersandar untuk
melaksanakan suatu kegiatan;
g. Form adalah formulir yang melengkapi panduan atau SPO;

KEDUA : Tujuan pengaturan Hak Pasien dan keluarga adalah untuk menjamin
dilaksanakannya hak-hak pasien sebagaimana diatur dalam UU no. 44
tahun 2009 tentang Rumah Sakit;

KETIGA : Ruang lingkup Hak Pasien dan keluarga di RS. Royal Prima Medan
mengatur pengelolaan Hak Pasien dan Keluarga, mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta tindak
lanjutnya;

KEMPAT : Pelaksanaan Hak Pasien dan Keluarga :


a. RS. Royal Prima Medan melaksanakan Hak Pasien dan
keluarganya sejak asesmen awal sampai pasien meninggalkan
RS. Royal Prima Medan;
b. RS. Royal Prima Medan menyiapkan leaflet untuk mendukung
pasien dan keluarganya memahami dan mengetahui haknya;
c. RS. Royal Prima Medan menetapkan hak istimewa pasien,
untuk menentukan informasi apa saja yang berhubungan
dengan pelayanan yang boleh disampaikan kepada keluarga
atau pihak lain (lampiran 1 : Panduan General Consent);
d. Pelaksanaan Hak pasien dan Keluarga di RS. Royal Prima
Medan dilaksanakan mengacu pada Panduan Hak Pasien dan
Keluarga sebagaimana terlampir dalam Lampiran yang tidak
terpisahkan dari Peraturan ini (lampiran 2 : Panduan Hak dan
Tanggung Jawab Pasien dan Keluarga);
e. RS. Royal Prima Medan menetapkan hak pasien untuk
meminta pendapat kedua mengenai kondisi kesehatannya dari
dokter lain (lampiran 3 : Panduan Second Opinion);

KELIMA : a. Tata tertib dan kewajiban pengunjung ditetapkan sesuai


ketentuan dalam leaflet Hak dan Kewajiban, Peraturan RS.
Royal Prima Medan sebagaimana terlampir dalam lampiran
Peraturan ini (lampiran 4 : Leaflet Hak dan Kewajiban RS.
Royal Prima Medan);
b. Setiap pasien berhak mendapat pelayanan kerohanian sesuai
dengan agama dan kepercayaannya yang dianut dan diakui
Negara;
c. Pelayanan kerohanian yang diperlukan disiapkan mengacu
pada panduan, prosedur, dan format sebagaimana terlampir
dalam lampiran Peraturan ini (lampiran 5 : Panduan Pelayanan
Kerohanian);
d. RS. Royal Prima Medan melaksanakan privasi pasien dalam
anamnesis, pemeriksaan fisik, pemberian terapi dan
transportasi sebagaimana Panduan yang terlampir dalam
lampiran Peraturan ini (lampiran 6 : Panduan Pelayanan
Privasi Pasien);

KEENAM : Perlindungan kekerasan fisik:


a. RS. Royal Prima Medan menetapkan dan tempat dan kelompok
beresiko dan melindungi pasien dari kekerasan fisik
sebagaimana panduan dan SPO terlampir dalam lampiran
Peraturan ini (lampiran 7 : Panduan Perlindungan dari
Kekerasan Fisik);
b. Petugas RS. Royal Prima Medan melaksanakan pemantauan
pengamanan berkala;

KETUJUH : Penggunaan identitas:


a. Setiap pegawai wajib memakai kartu identitas;
b. Pengunjung di luar jam kunjungan harus diidentifikasi dan
wajib memakai kartu identitas;

KEDELAPAN : Menjaga kerahasiaan informasi pasien :


a. RS. Royal Prima Medan wajib menjaga kerahasiaan informasi
medis dan non medis pasien;
b. RS. Royal Prima Medan wajib menjelaskan kepada pasien
tentang persetujuan pembukaan dan kerahasiaan informasi
medis kepada pihak dan atau keluarga tertentu;
c. RS. Royal Prima Medan tidak memasang daftar nama pasien di
ruang informasi atau perawatan;
d. RS. Royal Prima Medan meminta persetujuan pasien untuk
semua prosedur pelayanan medis yang akan dilaksanakan;

KESEMBILAN : Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP):


a. DPJP wajib menjelaskan penyakit, rencana pengobatan dan
tindakan yang akan diberikan kepada pasien dan atau keluarga;
b. DPJP memberi penjelasan tentang rencana operasi dan atau
tindakan khusus;
c. RS. Royal Prima Medan wajib meminta persetujuan pasien
untuk setiap tindakan mengacu pada panduan yang terlampir
dalam lampiran Peraturan ini (lampiran 8 : Panduan
Persetujuan Tindakan Kedokteran);
d. Daftar penyakit yang memerlukan persetujuan khusus serta
informasi dan persetujuan ditetapkan sebagaimana terlampir
(lampiran 9: Daftar tindakan yang memerlukan informed
consent);

KESEPULUH : Hak menolak pengobatan :


a. RS. Royal Prima Medan harus menjelaskan hak pasien dan
keluarga untuk menolak atau tidak melanjutkan pengobatan
(lampiran 10: Panduan Hak Pasien dalam Pelayanan);
b. Pasien/ keluarga wajib menandatangani form penolakan
pengobatan apabila menolak melanjutkan pengobatan;
c. RS. Royal Prima Medan wajib menjelaskan kondisi kritis dan
atau kondisi terminal pasien serta kemungkinan tindakan
resusitasi dan tindakan lain mengacu pada Panduan Pelayanan
Pasien Tahap Terminal (Lampiran 11: Panduan Pelayanan
Pasien Tahap Terminal);
d. Pasien dan atau keluarga wajib menandatangani form
penolakan resusitasi apabila menolak dilakukan resusitasi
(lampiran 12: Panduan DNR);

KESEBELAS : Manajemen nyeri :


a. RS. Royal Prima Medan menetapkan panduan manajemen
nyeri sebagaimana terlampir dalam lampiran Peraturan ini
(Lampiran 13 : Panduan Manajemen Nyeri);
b. Petugas RS. Royal Prima Medan wajib melaksanakan asesmen
nyeri dengan memperhatikan pengaruh pribadi, budaya dan
social;
KEDUABELAS : Manajemen komplain:
a. RS. Royal Prima Medan menetapkan panduan manajemen
complain sebagaimana terlampir (lampiran 14: Panduan
Manajemen Komplain);
b. Pasien dan keluarga diberi penjelasan tentang proses
menyampaikan keluhan, konflik, atau perbedaan pendapat;
KETIGABELAS : Pelayanan sesuai nilai dan kepercayaan pasien :
a. RS. Royal Prima Medan mewajibkan staf untuk memahami
peran mereka dalam mengidentifikasi nilai-nilai dan
kepercayaan pasien maupun keluarganya (lampiran 15:
Panduan Identifikasi Nilai dan Kepercayaan Pasien);
b. Staf melaksanakan hak pasien untuk mendapatkan pelayanan
kebutuhan kerohanian;

KEEMPATBELAS : Pemberian informasi :


a. Semua informasi tentang hak pasien dan keluarga yang
disampaikan kepada pasien wajib disampaikan secara lisan dan
tertulis;
b. Petugas bertanggung jawab atas penyampaian informasi sesuai
perannya;

KELIMABELAS RS. Royal Prima Medan menyelenggarakan tanggung jawab terhadap


harta benda milik pasien emergensi yang tidak didampingi keluarganya
sampai pasien selesai di rawat inap;

KEENAMBELAS : RS. Royal Prima Medan tidak menyelenggarakan Penelitian Klinis


dengan subjek manusia;

KETUJUHBELAS : RS. Royal Prima Medan tidak menyelenggarakan donasi organ;

KEDELAPANBELAS : Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai 3 tahun sejak
tanggal penetapan, apabila ada perubahan peraturan terkait akan
direview dan direvisi sesuai kebutuhan.

Ditetapkan di : Medan
Pada tanggal : November 2015
Direktur

dr. Ali Napiah Nasution, MKT

Tembusan :
1. Arsip