Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 1

ARYENTI WULANDARI 030870944

1. Jelaskan peran Agustinus yang hidup pada tahun 354 - 430 dan pendapatnya
mengenai perbedaan peradaban.
2. Jelaskan secara ringkas pengertian renaisance.

JAWABAN :
1. Augustinus dia adalah seseorang yang hidup di saat tahun-tahun kekaisaran romawi sedang merosot.
Tak pelak lagi seorang teolog terbesar pada zamanya.  Dia adalah seorang filsuf dan teolog Latin dari
provinsi Afrika kekaisaran Romawi dan umumnya dianggap sebagai salah satu pemikir Kristen
terbesar sepanjang masa. Augustinus lahir dikeluarga yang ayahnya  yang tak beragama, dan ibunya
adalah seorang penganut Kristen yang taat, jadi dari kecil dia tidak di baptis.

Namun setelah berkembang tumbuh hingga dewasa Augustinus menjadi seorang anak yang sangat
cerdas dan pandai. Pada usia 16 tahun Augustinus dikirim ke Carthago untuk menuntut ilmu di sana.
setelah umur 19 tahun Augustinus memulai belajar tentang filosofi. Tak lama sesudah itu dia jadi
pemeluk Manichaeisme, “agama” yang didirikan sekitar tahun 240 oleh seorang “nabi” bernama Mani.
Buat si muda Augustine, Agama Kristen tak punya mutu sedangkan Manichaeisme masuk akalnya.
Tetapi, selang masa sembilan tahun berikutnya, dia sedikit demi sedikit mulai sadar apa itu
Manichaeisme. Dan tatkala umurnya menginjak dua puluh sembilan, dia pindah ke Roma. Hanya
sebentar di situ dia pindah lagi ke Milan di bagian utara Itali. Di sini dia menjadi guru besar ilmu
retorika. Di sinilah dia mulai berkenalan dengan faham Neoplatonisme, versi penyempurnaan filosofi
Plato yang sudah dikembangkan oleh Plotinus di abad ke-3.

Pada umur tiga puluh dua Augustine menjadi pemeluk Kristen, sehingga orang yang tadinya ragu-
ragu kini menjadi pemeluk yang taat. Tahun 387 Augustine dibaptis oleh Ambrose dan sesudah itu
kembalilah ia ke kota asalnya Tagaste.

Pada tahun 391 augustinus menjadi  asisten biskop hippo. Dan ketika setelah 5 tahun biskop
meninggal dunia, dan Agustinus enggantikannya, pada saat itu Agustinus berumur 42 tahun. Ketika
Agustinus menjabat sebagai pemimpin di tempat tersebut, dia sangat sukses dan sangat disenangi
oleh masyarakat. Dan Agustinus dalam prpses kepemimpinannya dia meniuliskan karangan-karangan
dan petuah-petuah yang sangat bagus dan sangat berarti buat masyarakat sampai saat ini. Diantara
karya-karyanya adalah The city of God  yaitu yang terdiri dari berbagai kitab serta kota duniawi-
surgawi, Confessions yaitu penulisan dari Augustinus tentang pengakuan-pengakuanya , On Christian
Doctrin, Soliloquies, Enchirdion. Karyanya juga masih sangat berguna dan masih sangat berrpengaruh
terhadap ajaran-ajaran dikristiani.  Karangan –karangan,atau surat-surat,atau petuah-petuah yang
ditulis atau yang diciptakan oleh Augustinus adalah untuk ditujukan untuk membantah faham
manichaeisme, penganut Donastis (sebuah sekte Kristen murtad), dan kaum Pelagian (para
pembangkang gereja saat itu). Pertentangannya dengan kaum Pelagian membentuk bagian penting
dan doktrin keagamaan Augustine.

Sebagian lantaran pengaruh tulisan-tulisan Augustine, pandangan Pelagius dicap sebagai faham yang
menyimpang, dan Pelagius sendiri (yang sudah dienyahkan dari Roma) dikucilkan. Menurut
Augustine, semua orang tercemar oleh dosa Adam. Manusia tak berkesanggupan peroleh
pengampunan dosa semata-mata lewat usaha sendiri dan kerja baik: berkah dan restu Tuhan penting
dalam hal pengampunan dosa. Pendapat yang serupa sebenarnya pernah diutarakan orang, tetapi
Augustine memperjelasnya dan tulisan-tulisannya memperkokoh kedudukan gereja dalam segi ini
yang di hari kemudian dijadikan pegangan.
Augustine beranggapan bahwa Tuhan sudah maklum siapa yang mau diselamatkan dan siapa yang
tidak, dan sebagian dari kita sudah ditakdirkan untuk jadi selamat. Pendapat tentang takdir ini
menjadi berkembang dan berpengaruh melalui pendapat teolog-teolog yang menyusul belakangan
seperti St. Thomas Aquinas dan John Calvin.

Ketika Augustinus sudah memeluk agama Kristen, dia sangat berusaha sekuat tenaga untuk manjauhi
seks, karena disini Augustinus sebagai pengaruh yang sangat kuat pada abad pertengahan tentang
seks tersebut, sehingga Augustinus harus berjuang secara mati-matian untuk menghindari seks
tersebut. Tulisan-tulisan Augustine berkaitan satu sama lain antara “dosa bawaan” dan gairah atas
seks.

Pada tahun 410 kekaisaran Roma dikuasi oleh kaum visighot yang dibawah kepemimpinannya Alaric.
Para penduduk yang tidak percaya kepada Tuhan dan mereka menuduh kalau rakyat Roma telah
dikutuk oleh para Dewa karena telah menganut ajaran Kristen yang baru. Sehingga Augustinus harus
meyakinkan dan member ajaran-ajaran kepada penduduk tersebut, salah satunya Augustinus
menuliskan buku yang berjudul “The city of God”, yang berisi tentang pembelaan terhadap kaum
Kristen tentang penuduhan kalau penduduk Roma telah dikutuk oleh Dewa. Selain yang berisikan
tentang pembelaan terhadap kaum Kristen, didalam buku tersebut juga berisi tentang filosofi
kesejarahan, dan akhirnya dapat mempengaruhi dengan perkembangan yang ada di Eropa. Di semua
Negara yang ada di dunia ini, Augustinus menandaskan bahwa kekaisaran romawi tidak ada landasan
terpenting, dan sesungguhnya yang terpenting adalah tumbuhnya “kota surgawi” , yaitu kemajuan
spiritual dari manusia itu sendiri. Dan untuk kemajuan tersebut adalah gereja. Oleh Karena itu, para
kaisar, baik dia penyembah berhala maupun Kristen atau barbar, tidaklah sepenting Paus atau gereja.

Hakekat manusia Yesus Kristus dan manusia pada umumnya dijelaskan berdasarkan pembahasan
tentang Allah. Ditegaskan, terutama oleh Agustinus (354-430 M) bahwa manusia tidak sanggup
mencapai kebenaran tanpa terang (“lumens”) dari Allah. Meskipun demikian dalam diri manusia
sudah tertanam benih kebenaran (yang adalah pantulan Allah sendiri). Benih itu memungkinkannya
menguak kebenaran. Sebagai ciptaan, manusia merupakan jejak Allah yang istimewa : “imago Dei”
(citra Allah), dalam arti itu manusia sungguh memantulkan siapa Allah itu dengan cara lebih jelas dari
pada segala ciptaan lainnya.

Agustinus menerima penafsiran metaforis atau figuratif atas kitab Kejadian, yang menyatakan bahwa
alam semesta dicipta creatio ex nihilo dalam 6 hari, dan pada hari ketujuh Allah beristirahat, sesudah
melihat semua itu baik adanya. “Allah tidak ingin mengajarkan kepada manusia hal-hal yang tidak
relevan bagi keselamatan mereka”. Penciptaan bukanlah suatu peristiwa dalam waktu, namun waktu
diciptakan bersama dengan dunia. Penciptaan adalah tindakan tanpa-dimensi-waktu yang melaluinya
waktu menjadi ada, dan tindakan kontinu yang melaluinya Allah memelihara dunia. Istilah ex nihilo
tidak berarti bahwa tiada itu merupakan semacam materi, seperti patung dibuat dari perunggu,
namun hanya berarti “tidak terjadi dari sesuatu yang sudah ada”. Hakikat alam ciptaan ialah
menerima seluruh Adanya dari yang lain, yaitu Sang Khalik. Alam ciptaan adalah ketergantungan
dunia kepada Tuhan.

PENUTUP

Kita telah membahas tentang banyak hal mengenai Augustinus yang berada pada tahun 354-430,
yaitu seorang Augustinus telah memberikan petuah-petuah yang sampai saat ini masih sering
digunakan dengan orang Kristen. Sebenarnya Augustinus telah mengadaptasi dari ide Plato dengan
ide Kristen, dan tentang intelektual tidak penting, yang terpenting adalah cinta kepada Tuhan, Tuhan
adalah sebab awal, semua berawal dari ide dan Tuhan (Tuhan yang menciptakan ide).
Augustinus diakui sebagai bapak gereja yang baik oleh orang –orang katolik Roma maupun orang-
orang Protestan karena dia adalah pengaruh dari Plato. Tetapi pada umumnya ia berpegang ketat
pada Alkitab yang diterimanya sebagai firman Allah.

Augustinus adalah seorang Kristen teolog terbesar, dan dia dapat merubah atau meyakinkan
penduduk tentang agama Kristen, Augustinus juga pernah menjadi pemimpin yang sangat sukses
pada masanya tersebut. Augustinus juga banyak menulis karangan-karangan yang berupa buku
sampai saat ini masih ada dan dipakai oeh kaum Kristen, dan buku itu sangat berpengaruh buat
penduduk.

Augustinus dalam memperjuangkan agamanya tersebut dia sampai menahan hawa nafsu dan seks,
karena kondisi pada zaman tersebut bergantung pada Augustinus, sehingga Augustinus harus bisa
mengendalikan hawa nafsu, supaya zamanya tidak rusak. Dan tulisan-tulisan Augustinus adalah
faktor penerus dari aspek tertentu filosofi yunani menjadi filosofi Eropa pada abad tengah.

Dan pada zaman Augustinus ini sangatlah berarti bagi para filosofi, karena seorang Augustinus
menjadi bapak gereja yang paling besar dari zaman patristik.

Augustinus meninggal pada umur 76 tahun di kota Hippo, dan yang menyerbu dan mengobrak-abrik
kekaisaran romawi adalah kaum Vandal salah satu suku barbar, sebulan kemudian mereka bissa
menguasai dan membumihanguskan kota tersebut, tetapai perpustakaan dan gereja Augustiinus
selamat dara malapetaka yang dibuat oleh kaum Vandal tersebut. Itu semua karena kekuasaan
Tuhan YME.

Ketika kita belajar atau membahas tentang Augustinus ini, kita menjadi tahu tentang bagaimana
sebenarnya pembelaan atau pengorbanan pada masa dahulu, jadi sekarang kita hrus menjadi
manusia yang bisa saling taat, dan saling menghargai satu sama lain.

DAFTAR PUSTAKA

http://joshevand.wordpress.com/2010/01/27/santo-augustinus-354-430/

http://giamakassar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=56%3Augustinus-dari-
hippo-354-430&catid=14%3Anspirasi&Itemid=16&lang=id

http://en.mwikipedia.org/wiki/Augustine-of-hippo

2. Renaissance atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan renaisans merupakan titik awal dari
sebuah perdaban modern di Eropa dimana esensi semangat Renaisans berupa pandangan manusia
buka hanya memikirkan nasib di akhirat seperti abad tengah, tetapi harus memikirkan hidup di dunia.

Pembahasan  

Renaissance atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan renaisans merupakan titik awal dari
sebuah perdaban modern di Eropa dimana esensi semangat Renaisans berupa pandangan manusia
buka hanya memikirkan nasib di akhirat seperti abad tengah, tetapi harus memikirkan hidup di dunia.
Abad Renaisans sendiri merupakan sebuah gerakan budaya yang berkembang pada periode kira-kira
dari abad ke-14 sampai abad ke-17. Abad ini dimulai di Italia pada akhir Abad Pertengahan sebelum
akhirnya kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Meskipun pemakaian kertas dan penemuan barang
metal mempercepat penyebaran ide gerakan ini dari abad ke-15 dan seterusnya, perubahan
Renaissans tidak terjadi secara bersamaan maupun dapat dirasakan secara serentak di seluruh Eropa.

Renaisans sebagai sebuah gerakan budaya amat mempengaruhi kehidupan intelektual Eropa pada
periode modern awal. Bermula di Italia lalu menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-16, pengaruh
Renaisans dirasakan dalam sastra, filsafat, seni, musik, politik, ilmu pengetahuan, agama dan aspek
lain di bidang intelektual.