Anda di halaman 1dari 3

MALNUTRISI PROTEIN DAN ENERGI (MPE)

Malnutrisi masih tetap menjadi masalah kesehatan utama di dunia saat ini.
Terutama pada anak dibawah usia 5 tahun. Namun kekurangan makan tidak selalu
menjadi penyebab primer malnutrisi. Di negara berkembang dan negara miskin, diare
merupkan faktor mayor. Faktor tambahan adalah pemberian susu botol (pada kondisi
sanitasi yang buruk), oengetahuan yang tidak memadai mengenai praktik asuhan
anak yang baik, orang tua yang buta huruf, faktor ekonomi dan politik, dan
kekurangan makanan (David dan Lobo, 1995) bentuk malnutrisi paling ekstrem, atau
MPE, adalah kwashiorkor atau marasmus.
Di Amerika Serikat bentuk MPE yang lebih ringan sering terlihat, meskipun
kasus klasik marasmus dan kwashiorkor juga dapat terjadi. Tidah seperti negara
berkembang, yang menjadi alasan utama MPE adalah kekuranagn makanan, di
Amerika Serikat MPE justru terjadi karena berlebihnya pasokan diet.
Kwashiorkor (protein)
Didefinisikan sebagai defisiensi primer protein dengan pasokan kalori yang
adekuat. Diet yang terutama terdiri dari biji kanji atau ubi memberi kalori yang
adekuat dalam bentuk karbohidrat terapi mengandung jumlah protein kualitas tinggi
yang tidak adekuat. Terdapat bukti yang mendukung etiologi multifaktor, termasuk
faktor budaya, psikologis, dan infeksi yang mungkin berinteraksi secara bersamaan
atau tunggal sehingga anak beresiko mengalami kwashiorkor. Diambil dari bahasa
ghana, kata kwashiorkor berarti “penyakit yang diderita anak yang lebih besar ketika
adiknya lahir” dan tepat sekali menggambarkan sindrom yang terjadi pada anak
pertama, biasanya pada usia 1 sampai 4 tahun, ketika disapih dari ASI begitu anak
kedua lahir.
Anak penderita kwashiorkor memiliki ekstermitas kecil dan kurus. Serta
abdomen yang menggembung karena edema (asites). Edema ini sering kali
menyembunyikan atrofi otot yang berat., membuat anak nampak tidak terlalu
terbelakang dari sebenarnya. Kulit bersisik dan kering terdapat didaerah
depigmentasi. Tampak bermacam berbagai dermatosis, sebagian akibat defisiensi
vitamin.
Marasmus ( Karbohidrat)
Terjadi akibat malnutrisi umum kalori dan protein, sering terjadi di negara
miskin selama musin kemarau, marasmus dapat ditemukan pada anak yang
mengalami gagal tumbuh yang penyebabnya bukan hanya nutrisi, namun terutama
emosional. Marasmus dapat ditemukan pada bayi usia 3 bulan jika ASI tidak berhasil
dan tidak ada alternatif yang cocok. Marasmik-kwashiorkor merupakan suatu bentuk
MPE yang temuan klinisnya terdapat tanda kwashiorkor dan marasmus, anak
mengalami edema, kurus berat, dan berhenti tumbuh. Anak tampak sangat tua,
dengan kulit keriput dan menggelambir, tidak seperti anak kwashiorkor yang nampak
lebih bulat akibat edema. Metabolisme lemak marasmus tidak terlalu terganggu
seperti pada kwashiorkor sehingga defisiensi vitamin yang larut dalam lemak
biasanya minimal atau tidak terjadi.
Penatalaksanaan terapeutik
Penanganan MPE meliputi pemberian diet dengan protein, karbohidrat,
vitamin, dan mineral kualitas tinggi. Apabila MPE terjadi sebagai akibat diare tiga
tujuan penanganan harus diidentifikasi (1) rehidrasi dengan larutan rehidrasi oral
yang juga mengganti elektrolit, (2) obat seperti antibiotik dan antidiare, (3)
pemberian nutrisi yamng adekuat baik dengan pemberian ASI maupun diet yang baik
saat penyapihan. Bila anak terlalu sakit untuk menoleransi cairan oral, pemberian
cairan dan elektrolit intravena iperlukan untuk mencegah kematian.
Pertimbangan keperawatan
Penyediaan kebutuhan fisiologis penting, seperti proteksi terhadap infeksi,
istirahat, dan aktivitas yang disesuaikan secara individual adalah sangat penting.
Karena anak biasanya lemah dan menarik diri, mereka sangat bergantung pada orang
lain untuk makan. Integritas kulit yang buruk meningkatkan kemungkinan infeksi dan
kerusakan kulit lebih lanjut. Stimulasi pertumbuhan yang sesuai harus diberikan
seperlunya. Pemberian makanan melalui slang mungkin diperlukan pada bayi yang
terlalu lemah untuk menyusu ASI atau susu botol.
Masalah yang lebih utama adalah pencegahan kondisi ini melalui edukasi
mengenai pentingnya nutrisi yang sesuai, baik ASI atau susu botol ketika sedang
disapih ke makanan semisolid. Karena anak penderita marasmus mungkin menderita
kelaparan emosi, pemberian asuhan harus konsisten dengan asuhan asuhan pada anak
penderita gagal tumbuh.
DAFTAR PUSTAKA
Egi Komala Yehuda.2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong,Ed.6,vol.1
Jakarta:EGC