Anda di halaman 1dari 2

1.

 pengertian hukum secara leksikologis (kamus) , belum ada kesepahaman


dalam mengartikan hukum, namun secara umum, rumusan pengertian
hukum setidaknya mengandung beberapa unsur sebagai berikut :
-  Hukum mengatur tingkah laku atau tindakan manusia dalam masyarakat.
Peraturan berisikan perintah dan larangan untuk melakukan sesuatu atau
tidak melakukan sesuatu. Hal ini dimaksudkan untuk mengatur perilaku
manusia agar tidak bersinggungan dan merugikan kepentingan umum.
-  Peraturan hukum ditetapkan oleh lembaga  atau badan yang berwenang
untuk itu. Peraturan hukum tidak dibuat oleh setiap orang melainkan oleh
lembaga atau badan yang memang memiliki kewenangan untuk menetapkan
suatu aturan yang bersifat mengikat bagi masyarakat luas.
-  Penegakan aturan hukum bersifat memaksa. Peraturan hukum dibuat bukan
untuk dilanggar namun untuk dipatuhi. Untuk menegakkannya diatur pula
mengenai aparat yang berwenang untuk mengawasi dan menegakkannya
sekalipun dengan tindakan yang represif. Meski demikian, terdapat
pula norma hukum yang bersifat fakultatif/melengkapi.
-  Hukum memliki sanksi dan setiap pelanggaran atau perbuatan melawan
hukum akan dikenakan sanksi yang tegas. Sanksi juga diatur dalam peraturan
hukum.
Para ulama mendefinisikan hukum syari’at/hukum Islam adalah seperangkat
aturan yang berasal dari pembuat syari’at (Allah SWT)  yang berhubungan
dengan perbuatan manusia, yang menuntut agar dilakukan suatu perintah
atau ditinggalkan suatu larangan atau yang memberikan pilihan antara
mengerjakan atau meninggalkan.
2. Pembagian hukum Islam secara garis besar terbagi menjadi 5 diantaranya :
-       Wajib; yaitu suatu perbuatan apabila dikerjakan oleh seseorang,
maka orang yang mengerjakannya akan mendapat pahala dan apabila
perbuatan itu ditinggalkan maka akan mendapat siksa.
-       Sunnah (mandub), yaitu perbuatan apabila dikerjakan maka orang
yang mengerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan maka
orang yang meninggalkan tersebut tidak mendapat siksa.
-       Haram, yaitu segala perbuatan yang apabila perbuatan itu ditinggalkan
akan mendapat pahala sementara apabila dikerjakan maka orang tersebut
akan mendapat siksa.
-       Makruh, yaitu satu perbuatan disebut makruh apabila perbuatan
tersebut ditinggalkan maka orang yang meninggalkan mendapat pahala dan
apabila dikerjakan maka orang tersebut tidak mendapat siksa.
-       Mubah yaitu suatu perbuatan yang apabila dikerjakan orang yang
mengerjakan tidak mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa
3. Hukum islam dibangun di atas beberapa prinsip yaitu :
-       Prinsip Tauhid, (Prinsip KeEsaan Allah, dijabarkan dalam surat Al
ikhlas 1-4 bahwasannya :
·         Katakanlah, Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Tunggal;
·         Allah-lah tempat sekalian makhluk bergantung;
·         Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan,
·         Tidak adasiapapun yang sebanding denganNya)
-       Prinsip Keadilan, (Berpihak atau berpegang kepada kebenaran)
-       Prinsip Amar Makruf Nahi Munkar, (Sebuah perintah untuk mengajak
atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk)
-       Prinsip al-Hurriyah (Kebebasan dan Kemerdekaan)
-       Prinsip Musawah (Persamaan atau Egaliter)
-       Prinsip ta’awun (Tolong-menolong)
-       Prinsip Tasamuh (Toleransi)
 
4a. Hadis :
Kata hadis secara etimologi (bahasa) berarti al-jadid (baru, antonim
kataqadim), al-khabar yang berarti berita danal-Qarib (dekat). Sedangkan
secara terminologi hadis adalah segala ucapan, perbuatan, ketetapan dan
karakter Muhammad Saw setelah beliau diangkat menjadi Nabi
4b. Sunnah secara etimologi adalah perbuatan atau perjalanan yang pernah
dilalui baik yang tercela maupun yang terpuji. Sedangkan
secara terminologi sunnah mempunyai pengertian yang berbeda-beda,
karena ulama memberikan pengertian sesuai dengan disiplin ilmu masing-
masing.
4c. Bentuk Sunnah :
- Sunnah Qawliyah yaitu sunnah Nabi yang hanya berupa ucapannya saja
baik dalam bentuk pernyataan, anjuran, perintah cegahan maupun larangan.
Yang dimaksud dengan pernyatan Nabi di sini adalah sabda Nabi dalam
merespon keadaan yang berlaku pada masa lalu, masa kininya dan masa
depannya, kadang-kadang dalam bentuk dialog dengan para sahabat atau
jawaban yang diajukan oleh sahabat atau bentuk-bentuk ain seperti Khutbah.
- Sunnah Fi’liyah yaitu sunnah Nabi yang berupa perbuatan Nabi yang
diberitakan oleh para sahabat mengenai soal-soal ibadah dan lain-lain seperti
melaksanakan shalat manasik hajji dan lain-lain.
- Sunnah Taqririyah, yaitu sunnah Nabi yang berupa penetapan Nabi terhadap
perbuatan para sahabat yang diketahui Nabi tidak menegornya atau
melarangnya bahkan Nabi cenderung mendiamkannya.
 
5. Urgensi sunnah Nabi Muhammad SAW dalam hukum ditegaskan dengan
beberapa argumen, di antaranya adalah:
-       Iman, salah satu konsekuensi beriman kepada Allah SWT adalah
menerima segala sesuatu yang bersumber dari para utusan-Nya (khususnya
Nabi Muhammad SAW).
-       Al-Qur’an, di dalam al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan
kewajiban taat kepada Rasulullah SAW.
-       Di antara argumen tentang posisi sunnah sebagai sumber hukum
dalam Islam dijelaskan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW dalam beberapa
haditsnya.
-       Di antara argumen tentang posisi sunnah sebagai sumber hukum
Islam adalah berdasarkan konsensus umat Islam.
-       Al-Qur’an yang bersisi petunjuk dari Allah secara umum masih
bersifat global, sehingga perlu ada penjelasan. Sekiranya tidak ada Hadits
Nabi SAW maka ajaran al-Qur’an tidak dapat dilaksanakan secara baik.
 
 
6. Posisi sunnah Nabi SAW terhadap al-Qur’an sangat strategis di antaranya
adalah untuk menguatkan hukum yang terdapat dalam al-Qur’an, menjelaskan
apa yang masih global dalam al-Qur’an, bahkan menetapkan hukum secara
mandiri yang tidak terkait langsung dengan al-Qur’an.