Anda di halaman 1dari 2

 

PROTOKOL PENANGANAN HIPOGLIKEMIA

Ada 2 tipe hipoglikemia:


1. True Hypoglicemia. Kadar glukosa darah <70 mg/dl dan disertai gejala klinis hipoglikemi.
2. Reactive Hypoglycemia. Bila terjadi penurunan kadar glukosa darah yang sangat cepat dari
sangat tinggi menjadi rendah. Pada tipe ini kadar glukosa darah bisa 70 – 90 mg/dl, disertai
gejala klinis.

Gejala klinis hipoglikemia:


- Gejala adrenergik: Berdebar, banyak berkeringat, gemetar, dan lapar.
- Gejala neurologik: Pusing, gelisah, kesadaran menurun sampai koma dan kejang.

TERAPI

Stadium permulaan (sadar)

 Berikan gula murni 30 gram (2 sendok makan)atau sirop /permen gula murni (bukan
pemanis pengganti gula atau gula diet/gula diabetes) dan makanan yang mengandung
karbohidrat.
 Stop obat hipoglikemik sementara
 Pantau glukosa darah setiap 1-2 jam
 Pertahankan GD sekitar 200 mg/dL (bila sebelumnya tidak sadar)
 Cari penyebab

Stadium lanjut  (koma hipoglikemi atau tidak sadar + curiga hipoglikemia) :

 Bila dicurigai hipoglikemia tapi pemeriksaan GDS belum ada atau belum tersedia diberikan
larutan dekstrosa 40 % sebanyak 2 flakon (=50 mL) bolus intra vena.
 Periksa GD sewaktu (GDS), kalau memungkinkan dengan glukometer
o Bila GDS < 30 mg/dL, bolus dektrosa 40 % 75 mL IV (3 flakon)
o Bila GDS < 50 mg/dL, bolus dektrosa 40 % 50 mL IV (2 flakon)
o Bila GDS < 100 mg/dL, bolus dektrosa 40 % 25 mL IV (1 flakon)
 Diberikan cairan dekstrosa 10 % per infus, 6 jam per kolf.
 Pemeriksaan GDS setiap ½ jam setelah pemberian dekstrosa 40 % :
o Bila GDS < 30 mg/dL, bolus dektrosa 40 % 75 mL IV (3 flakon)
o Bila GDS < 50 mg/dL, bolus dektrosa 40 % 50 mL IV (2 flakon)
o Bila GDS < 100 mg/dL, bolus dektrosa 40 % 25 mL IV (1 flakon)
o Bila GDS 100-200  mg/dL, tanpa bolus dektrosa 40 %
o Bila GDS > 200 mg/dL, pertimbangkan menurunkan kecepatan/mengganti drips
desktrosa 10 %
 Bila GDS > 100 mg/dL sebanyak 3 kali beruturut-turut. Pemantauan GDS setiap 1 jam.
Dengan protokol sesuai diatas.
 Bila hipoglikemia belum teratasi setelah penyuntikan dekstrosa 40 % berkali-kali, hubungi
dokter.

Catatan:
- Hati-hati menyuntikkan dekstrosa 40 %. Cek jalur IV dengan teliti. Ekstravasasi dapat
menimbulkan kerusakan jaringan berat.
- Hipoglikemia yang disebabkan obat DM golongan sulfonilurea (contohnya glibenclamid).
Harus tetap dipantau sampai 24-48 jam, walaupun GDS sudah normal.