Anda di halaman 1dari 9

MANAJEMEN RISIKO

Disusun Oleh:

Syach Frialdo

4516030061

Dosen Pengajar:

Kadunci, SE, M.Si

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS TERAPAN

2020
1. Pertama, apakah sebaiknya perusahaan melakukan ekspansi perusahaan atau tidak.
Jika harus dan tidak berikan penjelasan anda.
Ekspansi bisnis diperlukan demi kepentingan perkembangan perusahaan Anda.
Dengan ekspansi perusahaan, maka brand yang Anda buat juga memiliki kesempatan
yang lebih besar untuk semakin dikenal publik. Namun, ekspansi perusahaan tidaklah
mengenai hal-hal yang menyenangkan saja, di balik hasil yang manis ada sebuah
dedikasi dan pengorbanan yang harus Anda lakukan.

Bayangkan saja, Anda mungkin memulai bisnis dengan langkah kecil. Maka tidak
mengherankan jika tiba waktunya untuk melakukan ekspansi bisnis, Anda mungkin
akan merasa kewalahan. Beberapa hal yang tidak pernah muncul dalam pikiran justru
bisa tiba-tiba muncul di saat Anda berpikiran untuk melakukan ekspansi.

Supaya hal tersebut tidak terjadi, persiapkan diri Anda dengan mengetahui beberapa
faktor yang perlu dipertimbangkan saat ekspansi bisnis di bawah ini.

- Pahami Lebih Dulu Company Growthnya


Growth atau perkembangan tentu merupakan hal yang diinginkan setiap pelaku
bisnis. Sebab, di saat sebuah perusahaan berkembang, maka kemungkinan
investor untuk menyuntikkan dana pun akan semakin besar. Jika Anda mudah
mendapatkan dana, maka perusahaan pun juga akan mudah untuk semakin
berkembang.
- Membuat Perencanaan Yang Tepat
Begitu pula saat Anda mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi bisnis.
Anda perlu memikirkan rencana masak-masak sebelum mengambil langkah
penting. Sebagai bagian dalam rencana Anda, pastikan untuk memasukkan banyak
sudut pandang; entah itu dari segi konsumen, karyawan, hingga nilai perusahaan
sendiri.

Banyak perusahaan yang gagal melakukan ekspansi bisnis justru karena tidak lagi
mempertahankan nilai-nilai perusahaan mereka sendiri. Secara tidak langsung hal
ini akan mempengaruhi para customer lama. Ada juga yang gagal melakukan
ekspansi karena ada masalah dengan management pada karyawan.
Untuk itu, Anda perlu melakukan riset kecil-kecilan. Jangan hanya belajar dari
perusahaan yang sukses melakukan ekspansi. Belajarlah juga dari mereka yang
gagal saat akan mengembangkan perusahaan. Perbaiki kesalahan yang mereka
ambil dan jadikan senjata untuk Anda. Dengan demikian, bisnis Anda tidak hanya
sekedar berkembang, tetapi juga konsisten.
- Memperhitungkan Modal Yang Dibutuhkan
Pertama, saat perusahaan menjadi besar, otomatis beban kerja karyawan juga akan
bertambah besar. Jelas tidak mungkin membuat karyawan Anda untuk overwork.
Selain akan melanggar hak-hak mereka, besar kemungkinannya mereka justru
akan resign jika Anda membebankan banyak tugas sekaligus. Jadi, pertimbangkan
untuk merekrut karyawan baru.

Kedua, saat melakukan ekspansi bisnis, target pemasaran Anda juga akan meluas.
Tidak mungkin Anda tetap berkubang pada tempat yang sama di saat akan
melakukan ekspansi. Untuk itu, hitunglah berapa yang diperlukan untuk
melakukan perluasan wilayah pemasaran.
Maka dapat disimpulkan dari kasus tersebut seharusnya perusahan tidak
melakukan ekspansi terlebih dahulu karena masih mempunyai hutang yang tersisa
sekitar 25% dari total hutang yang ada yaitu sekitar 12 milyar. Seharusnya
perusahaan melunasi hutang terlebih dahulu, baru melakukan ekspansi. Untuk
membuka kantor cabang di singapura mencapai $ 1.300.000 dengan 1 $ kurs
amerika adalah RP 9.500, jika ditotal yaitu membutuhkan dana sekitar RP
12.350.000.000 , yang mana dana ini sudah melebihi utang yang masih
ditanggung perusahaan. Dan kita harus melihat pertumbuhan perusahaan itu
bagaimana, di saat sebuah perusahaan mengalami perkembangan yang pesat dan
dalam waktu yang singkat, akan muncul sebuah kecenderungan untuk
meningkatnya beban kerja bagi setiap karyawan. Saat perusahaan masih berupa
sebuah usaha kecil, desk job seorang karyawan telah terbagi dengan jelas. Namun,
dikala perusahaan terus berkembang, bukan tidak mungkin desk job mereka akan
bertambah. Tanpa adanya manajemen yang baik, bukan tidak mungkin hal
tersebut akan benar-benar terjadi pada saat perusahaan Anda berkembang.
Bagaimanapun juga, cara menangani perusahaan yang besar sangat berbeda
dengan perusahaan kecil. Jika perusahaan memang telah siap, maka ekspansi
bisnis boleh dilakukan. Namun, jika belum, ada baiknya untuk melakukan
perbaikan terlebih dahulu. Begitu pula saat perusahaan mempertimbangkan untuk
melakukan ekspansi bisnis. Anda perlu memikirkan rencana matang sebelum
mengambil langkah penting. Sebagai bagian dalam rencana perusahaan, pastikan
untuk memasukkan banyak sudut pandang, entah itu dari segi konsumen,
karyawan, hingga nilai perusahaan sendiri. Banyak perusahaan yang gagal
melakukan ekspansi bisnis justru karena tidak lagi mempertahankan nilai-nilai
perusahaan mereka sendiri. Secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi para
customer lama. Ada juga yang gagal melakukan ekspansi karena ada masalah
dengan management pada karyawan. Untuk itu, Perusahaan perlu melakukan riset
kecil-kecilan. Jangan hanya belajar dari perusahaan yang sukses melakukan
ekspansi. Belajarlah juga dari mereka yang gagal saat akan mengembangkan
perusahaan. Perbaiki kesalahan yang mereka ambil dan jadikan senjata untuk
perusahaan. Dengan demikian, bisnis Anda tidak hanya sekedar berkembang,
tetapi juga konsisten.

2. Kedua, apakah faktor kekurangan dana tersebut harus bersumber diambil dari
perbankan seluruhnya atau sebagian saja. Dalam artian sebagian lagi berasal dari
penjualan aset perusahaan, dan jika pinjaman dari perbankan apakah sebaiknya
mempergunakan perbankan yang berada didalam negri atau berada di luar negri.
Menurut Chairul Tanjung, Menko Perekonomian, menyebutkan alasan mengapa utang
luar negeri sektor swasta meningkat. Ada 2 faktor utama yaitu biaya yang lebih murah
dan sudah tingginya rasio penyaluran kredit perbankan dalam negeri.

"Ini kita punya masalah, utang luar negeri swasta meningkat. Kenapa, karena kalau
swasta pinjam dolar ke luar negeri itu cost lebih murah dibandingkan pinjam rupiah di
Indonesia," tegas CT, sapaan Chairul, di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa
(20/5/2014) malam.

Faktor kedua, lanjut CT, adalah sudah agak sempitnya ruang pemberian kredit
perbankan nasional. "LDR (Loan to Deposit Ratio) perbankan di Indonesia sudah
lebih dari 90%. Artinya, kemampuan perbankan nasional memberikan pinjaman ke
dunia usaha ada limitasinya," papar dia.
Bank Indonesia (BI), tambah CT, wajar apabila punya kekhawatiran jika utang luar
negeri meningkat pesat. Pasalnya, utang luar negeri harus dibayar dengan valas
sementara pengusaha memperoleh pendapatan dalam rupiah. Ini menyebabkan adanya
risiko ketika nilai tukar bergejolak.

"BI punya kekhawatiran, jangan sampai terjadi missmatch. Saya sudah sounding ke
BI dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), secara bertahap kita akan duduk bersama untuk
mengatasinya," jelas CT.

CT menyebutkan hingga saat ini belum ada kebijakan seputar utang luar negeri ini.
Namun, seluruh otoritas yang terlibat butuh koordinasi.

"Untuk LDR ada di OJK, sistem pembayaran di BI, dan sektor riil di pemerintah.
Butuh koordinasi, dan salah satu tugas menko untuk mengatasinya," ucap CT.

Sebagai informasi, BI mencatat utang luar negeri Indonesia pada Maret 2014 sebesar
US$ 276,5 miliar, tumbuh 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Utang ini terdiri dari US$ 130,5 miliar utang publik dan US$ 146 miliar utang swasta.

Pada Maret 2014, utang luar negeri swasta tumbuh 12,2% secara tahunan. Lebih
tinggi dibandingkan sektor publik yang tumbuh 5,1%. Jika dibandingkan secara
bulanan (Februari ke Maret), maka pertumbuhan utang luar negeri swasta adalah
1,9% sementara utang luar negeri publik tumbuh 1,1%.

Kalau melihat berita dari detik finance Menko Perekonomian Chairul Tanjung
berkata, alasan mengapa berhutang di bank swasta luar negri meningkat karena lebih
murah dibanding berhutang didalam negri dan sudah tingginya rasio penyaluran kredit
perbankan dalam negeri. sempitnya ruang pemberian kredit perbankan nasional.
"LDR (Loan to Deposit Ratio) perbankan di Indonesia sudah lebih dari 90%. Artinya,
kemampuan perbankan nasional memberikan pinjaman ke dunia usaha ada
limitasinya. Jadi kalau kita ingin meminjam sebaiknya meminjam ke dalam negri,
sebab kalau kita meminjam keluar negri utang luar negeri harus dibayar dengan valas
sementara pengusaha memperoleh pendapatan dalam rupiah. Ini menyebabkan adanya
risiko ketika nilai tukar bergejolak. Tetapi kalau untuk pembukaan cabang di
singapura sebaiknya meminjam modal ke bank luar negri karena nilai tukarnya tidak
berbanding jauh.

3. Ketiga, jika ekspansi pembukaan kantor cabang di Singapura apakah menurut anda itu
tepat atau tidak, dalam apakah perusahaan lebih baik dengan tidak membuka kantor
cabang namun membangun relasi saja dengan pihak perusahaan yang ada di
Singapura sehingga mampu menghemat biaya atau efisiensi anggaran. Karena kalau
kebutuhan dana untuk membuka kantor cabang juga diperkirakan bersumber dari
pinjaman.

Kalau menurut saya tidak tepat seperti yang sudah saya bahas di nomer 1, karena
perusahaan dari kasus diatas masih memiliki hutang sebesar 12 milyar, seharusnya
perusahaan melunasi hutang terlebih dahulu, ketimbang mengambil risiko untuk
membuka cabang di Singapura, alangkah lebih baiknya perusahaan harus
mengevaluasi agar perusahaan yang berada di indonesia semakin maju. Dengan
membangun relasi dengan pihak perusahaan yang berada di Singapura saya sangat
setuju benar ini akan menghemat biaya anggaran, dan perusahaan bisa belajar banyak
dengan pihak perusahaan yang berada di singapura. Setau saya melakukan bisnis di
singapura memang akan terus berkembang dan maju karena sumber daya manusia
yang sangat terlatih dan singapura adalah negara yang paling ramah untuk bisnis di
Asia. Singapura menempati peringkat ke-10 ekosistem paling baru di dunia menurut
laporan dari firma riset Kompas. Negara itu secara konsisten peringkat No. 1 untuk
kemudahan melakukan bisnis, oleh Bank Dunia. Selain itu singapura Singapura
adalah rumah bagi lebih dari 128 bank komersial, 31 bank dagang, 365 pengelola
dana dan 604 pemegang lisensi layanan pasar modal. Sebagai pusat utama untuk
manajemen kekayaan dan investasi di seluruh Asia, mudah bagi bisnis untuk memiliki
akses ke layanan perbankan swasta dan komersial untuk membiayai ekspansi mereka
dengan suku bunga rendah. Kebijakan pajak terbuka dan jujur, pembebasan pajak, dan
insentif keuangan menjadikan Singapura tujuan yang paling dicari di kawasan APAC
bagi perusahaan yang ingin masuk ke pasar Asia. Menyiapkan bisnis di Singapura
adalah sederhana dan lugas. Negara ini menyambut baik dengan investor senjata
terbuka, wirausahawan, dan profesional yang dapat melengkapi ekonomi. Singapura
adalah salah satu tujuan paling menguntungkan untuk meningkatkan pendanaan
internasional dan menciptakan pusat perbendaharaan regional. Merek global
memanfaatkan kenyamanan operasional untuk mendirikan pos terdepan. Investasi di
Singapura jauh lebih mudah daripada di negara-negara seperti India di mana investor
harus menjalani yurisdiksi berisiko tinggi. Ketika pemerintah di seluruh dunia
memimpikan kewirausahaan untuk menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan
ekonomi ke depan, penting untuk melihat kisah pertumbuhan yang diadopsi oleh
pemerintah Singapura. Pemerintahan yang stabil, transparan dan tertib, dengan visi
untuk membawa bangsa ini ke jalur progresif telah membawa Singapura menjadi
pusat bisnis dan inovatif.

4. Keempat, untuk pelunasan kredit perusahaan yang tinggal sisa 25% lagi apakah
sebaiknya dilunaskan secara total keseluruhan atau dicicil hingga lunas dibulan
terahkir. Jika kita kaitkan dengan keputusan yang berbarengan dengan keinginan
ekpasnsi perusahaan.
Katanya, melunasi utang lebih awal itu dipercaya mampu membuat diri seperti ini:
A. Bisa menghemat pengeluaran dan meringankan pembayaran bunga Bunga
merupakan beban tersendiri di luar pinjaman pokok yang harus dibayarkan.
Karenanya, banyak orang percaya bahwa semakin awal membayar utang dengan
plafon tertentu, maka beban bunga yang dibayarkan makin ringan. Terlebih, bila
ingin melunasi lebih awal, maka akan banyak beban bunga yang tidak perlu
menjadi tanggungan Anda.
B. Kebutuhan lain akan terpenuhi dengan melunasi utang lebih awal Saat punya
utang, tentu Anda memiliki beban tersendiri saat menerima gaji atau penghasilan
bulanan. Sampai-sampai, mungkin Anda merasa terkekang untuk keinginan atau
kebutuhan lain. Di posisi seperti ini, keterbatasan akan uang sangat terasa.
Kadangkala, Anda juga pasti akan merasakan berkurangnya jumlah uang yang
ingin digunakan selanjutnya. Baik di dalam rekening maupun uang tunai. Dengan
begitu, melunasi utang di awal, membuat beban semakin berkurang. Sehingga
setelah lunas, Anda bisa bernafas lega dan keinginan memenuhi kebutuhan
lainnya akan lebih leluasa.
C. Melunasi utang bisa membuat perasaan lega dan nyaman Reaksi yang ditimbulkan
atas berutang memang berbeda-beda. Ada yang merasa tertantang, lebih bergairah
hidup. Tapi sebaliknya, ada pula yang merasa tersiksa dan terbebani. Kalau Anda
termasuk tipe yang merasa terbebani, selalu kepikiran, dan juga tersiksa dengan
bayang-bayang utang, lebih baik untuk melunasinya sebelum jatuh tempo. Dengan
begitu, Anda akan merasa lebih lega, aman, dan merasa nyaman sehingga secara
psikologis maupun finansial banyak diuntungkan. Katanya juga, melunasi utang
lebih awal dari yang semestinya dianggap merugikan karena sebagai berikut ini:
1) Merugi karena tetap harus bayar semua bunga yang sudah ditetapkan
sebelumnya Bila Anda termasuk meminjam uang dengan sistem bunga
anuitas, di awal pnjaman, hampir semua bunga mesti dibayarkan.
Pinjaman seperti apakah yang memiliki sistem bunga anuitas? Sayangnya,
Anda sendiri mungkin tak sadar bahwa hampir semua sistem pinjaman
memiliki sistem bunga ini. Sistem ini akan membuat Anda membayar
sebagian besar bunga di awal, dan sebagian pinjaman pokok akan
dibayarkan saat akhir waktu pinjaman. Dengan sistem bunga anuitas,
melunasi utang lebih awal akan sama saja secara keuntungan finansial,
karena beban pokok yang harus Anda bayar sama-sama tinggi.
2) Dana darurat bisa digunakan untuk membayar utang Sumber melunasi
utang seringkali tidak terpikirkan saat awal kamu berutang. Hal ini
mengakibatkan tidak adanya sumber pasti untuk pelunasan utang. Salah
satu cara yang banyak ditempuh pada akhirnya adalah menggunakan dana
darurat yang semestinya akan benar-benar tersimpan dan digunakan saat
darurat saja. Dampak buruknya, ketika Anda menggunakan dana darurat
saat melunasi utang, dana tersebut akan habis, dan mungkin tak tersisa.
Lebih buruknya, saat Anda sakit atau bahkan terpuruk kehilangan
pekerjaan, tidak ada dana yang terselamatkan.
3) Jejak rekam kredit bisa saja jadi kurang maksimal Di satu sisi, ternyata
melunasi utang kredit lebih awal akan membuat jejak rekam kredit Anda
kurang sempurna. Perusahaan atau lembaga keuangan memang lebih
menyukai cicilan kredit yang dilunasi berkala sesuai jatuh tempo. Kalau
dirasa beban utang masih bisa diatasi dan Anda merasa tidak terlalu risau,
maka menjaga ritme kredit sesuai kesepakatan awal secara berkala boleh
Anda pilih.

Dari penjelasan diatas kalau menurut pendapat saya, lebih baik dilunaskan
langsung jika ingin melakukan ekspansi perusahaan. Otomatis kan kalau ingin
melakukan ekspansi pasti meminjam modal pada bank. Jika kalau tidak
dilunaskan secara langsung maka ini jadi menambah beban hutang perusahaan,
jadi alangkah lebih baiknya dilunaskan terlebih dahulu. Total hutang sekitar 3
milyar sedangkang kita membutuh kan dana untuk membuka cabang di singapur
sekitar 17 milyar dan belum lagi untuk membeli mesin impor sebesar $6000 atau
sekitar 57 juta. Seperti saya bilang diatas alangkah lebih baiknya melunaskan
hutang secara langsung agar tidak menambah beban hutang lagi.