Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Trichophyton adalah salah satu genus dari kingdom fungi yang merupakan


suatu dermatofita yang hidup di tanah, binatang atau manusia.
Berdasarkan tempat tinggal terdiri atas anthropophilic (menjadi parasit
pada tubuh manusia, misalnya kulit, kuku, dan rambut, serta
darah)), zoophilic (hidup dengan menyerap nutrisi pada hewan),
dan geophilic (hidup di tanah dengan cara menguraikan zat yang
diperlukan untuk kehidupannya) (Wikipedia, Trichophyton). Trichophyton
merupakan salah satu parasit di antara dermatofit. Trichopyhton sendiri
memiliki banyak jenis diantaranya Trichophyton ajelloi (geophilic),
Trichophyton concentricum (anthropopholic), Trichophyton equinum
(zoophilic), Trichophyton flavescens (geophilic), (anthropophilic),
Trichophyton rubrum (anthrophopilic). Beberapa diantara jenis
Trichophyton menyebabkan dermatofitosis, dermatofitosis sendiri adalah
infeksi jamur superfisial disebabkan oleh dermatofita yang memiliki
kemampuan untuk melekat pada keratin dan menggunakannya sebagai
sumber nutrisi, dengan menyerang jaringan berkeratin, seperti stratum
korneum pada epidermis, rambut, dan kuku (Verma, 2008). Salah satu
jenis Trichophyton yang menyebabkan dermatofitosis adalah Trichophyton
mentagrophytes. Trichophyton mentagrophytes dapat menyebabkan
penyakit kulit yang mmebuat penderitanya merasa tidak nyaman karena
gatal dan kulit jadi bersisik, hal ini dapat terjadi karena si penderita tidak
menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungannya, melakukan kontak
langsung dengan penderita lain maupun hewan yang sudah terjangkit
Trichophyton mentagrophytes.

2. Rumusan Masalah

1
1. Apa itu Trichopyhton?
2. Bagaimana struktur taksonomi dari Trichophyton?
3. Dimana Trichophyton dapat ditemukan?
4. Apa saja jenis dari Trichophyton?
5. Penyakit apa yang dapat diakibatkan oleh Trichophyton?
6. Apa itu Trichophyton mentagrophytes?
7. Dimana Trichophyton mentagrophytes dapat ditemukan?
8. Bagaimana struktur Trichophyton mentagrophytes?
9. Bagaimana daur hidup Trichophyton mentagrophytes?
10.Penyakit apa yang dapat diakibatkan oleh Trichophyton
mentagrophytes?
11. Apa itu penyakit Athlete’s foot?
12. Apa penyebab penyakit Athlete’s foot?
13. Apa gejala dari penyakit Athlete’s foot?
14. Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan Athlete’s foot?

3. Tujuan

1.Untuk mengetahui lebih dalam apa itu jamur Trichophyton.


2.Untuk mengetahui bagaimana susunan taksonomi Trichophyton.
3.Dapat mengetahui dimana saja jamur Trichophyton dapat hidup.
4.Dapat mengetahui apa saja jenis dari jamur Trichophyton.
5.Dapat mengetahui penyakit apa saja yang dapat diakibatkan
Trichophyton.
6.Untuk mengetahui apa itu spesies jamur Trichophyton mentagrophytes.
7.Dapat mengetahui dimana Trichophyton mentagrophytes dapat hidup.
8.Dapat mengetahui struktur tubuh Trichophyton mentagrophytas.
9.Dapat mengetahui bagaimana daur hidup Trichophyton
mentagrophytas.
10.Dapat mengetahui penyakit apa saja yang diakibatkan oleh
Trichophyton mentagrophytes.

2
11.Dapat mengetahui apa itu penyakit Athlete’s foot.
12.Dapat mengetahui penyebab dari penyakit Athlete’s foot.

13.Dapat mengetahui gejala yang terjadi dari penyakit Athlete’s foot.

14.Dapat mengetahui cara pencegahan dan pengobahan penyakit Athlete’s


foot.

3
BAB II

PEMBAHASAN

1.1. Pengertian Trichophyton

Trichophyton termasuk dalam kingdom fungi dan termasuk dalam divisi


Deuteromycota dimana divisi ini sebagian besar menimbulkan kerugian
bagi inang yang ditumpanginya (Rumiyati, 2016). Selain itu Trichophyton
merupakan kelompok taksonomi jamur kulit superfisial (yang gejalanya
terletak di dekat atau di permukaan kulit) yang terdiri dari tiga genus yaitu
Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton (Djuanda, 2010).

1.2. Taksonomi Trichophyton

Kingdom : Fungi
Divisi : Deuteromycota
Kelas : Eurotiomycetes
Ordo : Onygenales
Famili : Arthrodermataceae
Genus : Trichophyton

1.3. Habitat Hidup Trichophyton

Berdasarkan tempat hidupnya, jamur Trichophyton terdiri tiga habitat


yaitu anthropophilic,  zoophilic, dan geophilic (Wikipedia, 2019).
Untuk spesies anthropophilic umumnya menjadi parasit pada manusia
seperti Trichophyton rubrum dan Trichopyhton mentagrophyses. Pada
spesies zoophilic menjadi parasit bagi hewan dan beberapa jenis dapat
ditularkan pada manusia setelah kontak fisik dengan hewan. Sedangkan
untuk spesies geophilic biasanya menghuni tanah untuk menguraikan dan
membusukkan zat keratin yang terkandung dalam tanah.

4
1.4. Jenis-Jenis Trichophyton

Berdasarkan sifat parasit atau tidaknya, jenis Trichophyton dikelompokkan


menjadi dua yaitu :

a. Parasit, jenis ini hidup dengan mengambil nutrisi dari inang


yang ditumpanginya, misalnya pada jenis Trichophyton rubrum,
Trichophyton mentagrophytes, dan Trichophyton concentrium yang
dapat menyebabkan infeksi kuku, kulit, rambut, serta kutu air
(Tinea pedis).

b. Bukan parasit, spesies ini tidak merugikan inang yang


ditumpanginya, dengan kata lain spesies ini hidup dengan
memanfaatkan nutrisi dari lingkungan sekitarnya seperti dalam
tanah, contoh dari spesies ini adalah Trichophyton
vanbreuseghemii, dan Trichophyton terrestre.

Sedangkan berdasarkan tempat hidupnya, Trichophyton dibagi menjadi 3


yaitu :

a. Arthophophilic, spesies ini menjadikan manusia sebagai


inangnya dan bersifat parasit untuk bertahan hidup kebanyakan
spesies ini hidup di permukaan kulit manusia, contoh dari spesies
ini adalah Trichophyton concentrium, Trichophyton rubrum,
Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton violaceum, dan
Trichophyton soudanense (Wikipedia, 2019).

b. Zoophillic, spesies ini bersifat parasit namun hidup di tubuh


hewan untuk bertahan hidup, contoh dari spesies ini adalah
Trichophyton equinum, Trichophyton simii, Trichophyton
verrucosum (Wikipedia, 2019).

c. Geophilic, spesies ini tidak bersifat parasit dan dapat ditemukan


di tanah dan benda mati, spesies ini bertahan ini hidup dengan
mengurai senyawa keratin yang ada di tanah. Contoh dari spesies
ini adalah Trichophyton flavescens, Trichophyton gloriae, dan

5
Trichophyton terrestre, serta Trichophyton phaseoliforme.

1.5. Penyakit yang dapat ditimbulkan oleh Trichophyton

Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan oleh beberapa spesies jamur


ini adalah kutu air (Tinea pedis), kurap, Tinea corporis, dan Tinea kruris.

1.6. Pengertian Trichophyton mentagrophyses


Jamur Trichophyton mentagrophyses merupakan spesies jamur dari genus
Trichophyton dan kingdom Fungi. Trichophyton mentagrophytes adalah
dermatofit yang paling umum ditemui pada infeksi kurap (Banks dan
Clarkson, 1967; Hagen dan Gorham, 1972; Saito et al., 2001; Van Rooij et
al., 2006). Trichophyton mentagrophytes adalah jamur zoophilic dengan
penyebaran di seluruh dunia dan berbagai inang hewan termasuk tikus,
marmut, kanguru, kucing, kuda, domba dan kelinci.
Jamur ini merupakan salah satu parasit yang menyerang tubuh manusia
terutama di bagian kulit dan merupakan salah satu penyebab dari penyakit
kulit Athlete’s Foot atau Tinea pedis. Jamur ini berkembang biak dengan
cepat apabila berada di lingkungan yang lembab dan hangat.

1.7. Habitat Hidup Trichophyton mentagrophyses

Spesies jamur ini biasa ditemukan di permukaan kulit manusia yang kotor,
lembab serta hangat. Dengan suhu yang hangat dan kelembaban yang
tinggi dapat berkembang biak dengan cepat.

1.8. Struktur Tubuh Trichophyton mentagrophyses

Bentuk makroskopis koloni Trichophyton mentagrophytes merupakan


tenunan lilin berwarna putih sampai putih kekuningan yang agak terang
atau berwarna violet merah. coklat. Sementara itu bentuk mikroskopisnya
berbentuk basil (batang). Mikrokonidia Trichopyhton mentagrophytes

6
bersel tunggal terbentuk, seringkali dalam kelompok padat. Mikrokonidia
bersifat hialin, berdinding halus, dan sebagian besar berbentuk bola.

1.9. Daur Hidup Trichophyton mentagrophytes

Spesies Trichophyton mentagrophyses digolongkan dalam kingdom Fungi


dengan divisi Deuteromycota. Deuteromycota sendiri adalah divisi yang
berisi jenis jamur yang belum diketahui alat reproduksi seksualnya. Jadi
daur hidup menggunakan alat reproduksi seksual dari Trichophyton
mentagrophytes belum diketahui, sedangkan untuk reproduksi vegetatif
jamur jenis ini menggunakan hifa.

1.10. Penyakit yang dapat disebabkan oleh Trichophyton mentagrophyses

Trichophyton mentagrophyses dapat menyebabkan penyakit kulit yang


bernama Athlete’s Foot (Tinea pedis). Penyakit ini selain disebabkan oleh
kurangnya menjaga kebersihan tapi juga disebabkan oleh hifa jamur yang
berkembang biak dan menyebabkan kaki kering, bersisik, timbul kawasan
putih, gatal-gatal dan kaki terasa lembab. Jamur ini mudah menyebar
apabila terjadi kontak langsung dengan barang penderita maupun si
penderita itu sendiri.

1.11. Pengertian Penyakit Athlete’s Foot

Athlete’s foot adalah suatu infeksi/peradangan yang berhubungan dengan

kaki disebabkan oleh jamur. Istilah medisnya adalah tinea pedis. Penyakit

tinea pedis disebabkan oleh hifa jamur yang menyerang kulit pada jari

kaki dan menyebabkannya jadi kering dan kawasan lesion yang bersisik.

Lesion membesar bergantung kepada kelembapan. Seterusnya kulit akan


merekah, pucat dan terdapat dampak sekunder dari bakteria yang
menyebabkan gatal-gatal, lembap dan kawasan putih terbentuk di antara
jari-jari kaki. Jamur ini dapat menginfeksi jaringan apabila sistem tubuh

tidak dapat melawannya.

7
1.12. Penyebab Penyakit Athlete’s Foot

Athlete's foot adalah semacam penyakit yang disebabkan oleh jamur yang
menginfeksi kulit. Jamur ini dapat bekerjasama dengan khamir ataupun
fungi yang lain. Penyebab utama penyakit ini adalah Trichophyton rubrum
dan Trichophyton. mentagrophytes . Jamur yang menginfeksi kulit disebut
dermatophytosis. Dermatophytosis dapat ditularkan oleh manusia, hewan
atau mungkin juga dari tanah. Penularan yang disebabkan oleh manusia
bersifat kronis. Jika manusia melakukan kontak dengan hewan yang
terinfeksi maka dapat tertular. Hewan yang biasanya dapat menginfeksi
manusia adalah kucing, anjing, kuda, burung dan hewan-hewan ternak.
Untuk penularan melalui tanah sangat jarang terjadi tetapi dapat
menyebabkan reaksi yang menghasilkan peradangan namun dapat dibatasi
dan mungkin dapat sembuh dengan sendirinya walaupun meninggalkan
bekas. Infeksi atau gangguan terjadi ketika jamur dermatophyta tumbuh
dan bertambah banyak dalam kulit. Jamur yang menyebabkan penyakit ini
biasanya ada di kaus kaki lembab, sepatu basah, dan kelembaban di antara
telapak kaki. Seseorang dapat tertular dari orang yang terinfeksi atau
objek lain yang terkontaminasi seperti handuk, sepatu, kaus kaki, dan
bahkan lantai.

1.13. Gejala Penyakit Athlete’s Foot

Penyakit ini terdapat diantara kuku jari. Jamur Athlete's foot dapat
menyebabkan kerak air,pengelupasan dan rasa gatal pada kulit yang
terinfeksi. Dapat juga menyebabkan kulit terbelah, pembengkakan dan
rasa nyeri serta perih. Infeksi dapat menyebar hingga ke seluruh bagian
tubuh seperti ketiak, lutut, siku, dan selangkangan. Beberapa tipe kutu air
(athlete’s foot) menyebabkan lecet dan bisul sementara yang lain mungkin
menyebabkan kekeringan yang kronis yang dapat menyebabkan eksim.

8
1.14. Cara Pencegahan dan Pengobatan Athlete’s Foot

Cara mencegah penyakit ini adalah dengan membiarkan kaki kita terkena
udara agar tidak lembab, mengganti atau menjemur sepatu dan kaus kaki
agar tidak lembab dan bau. Apabila sudah terkena athlete’s foot maka
segera biarkan kaki bersentuhan langsung dengan udara agar tidak lembab
dan bisa mempercepat penyembuhan.

9
BAB III

PENUTUP

2.1. Lampiran

a. Trichophyton mentagrophytes dalam bentuk individu

b. Trichophyton mentagrophytes dalam koloni

10
c. Trichophytes rubrum dalam individu

d. Penyakit kurap

11
2.2. Simpulan

Trichophyton termasuk dalam kingdom fungi dan termasuk dalam divisi


Deuteromycota dimana divisi ini sebagian besar menimbulkan kerugian
bagi inang yang ditumpanginya. Berdasarkan habitatnya, Trichophyton
terdiri atas anthropophilic,  zoophilic, dan geophilic. Beberapa penyakit
yang dapat ditimbulkan oleh beberapa spesies jamur ini adalah kutu air
(Tinea pedis), kurap, Tinea corporis, dan Tinea kruris. Jenis-jenis
Trichophyton ada yang bersifat parasit dan ada yang bukan parasit,
berdasarkan tempat hidupnya Trichophyton dibagi menjadi tiga yaitu
arthophilic, zoophilic, dan geophilic. Salah satu spesies dari Trichophyton
adalah Trichophyton mentagrophytes, jamur ini merupakan salah satu
parasit yang menyerang tubuh manusia terutama di bagian kulit dan
merupakan salah satu penyebab dari penyakit kulit Athlete’s Foot atau
Tinea pedis. Dengan suhu yang hangat dan kelembaban yang tinggi jamur
ini dapat berkembang biak dengan cepat.

2.2 Saran

Dalam membuat makalah ini seharusnya diperlukan lebih banyak referensi


buku dan agar tidak mengulang topik yang sama, selain itu keterampilan
membuat makalah juga harus lebih diperbaiki agar lebih bagus lagi.

12
DAFTAR PUSTAKA

Anonim - https://id.wikipedia.org/wiki/Trichophyton diakses pada 27 Juli 2019 : 19.48


Anonim - https://www.sciencedirect.com/topics/biochemistry-genetics-and-molecular-
biology/trichophyton-mentagrophytes diakses pada 27 Juli 2019 : 20.07
Anonim - https://id.scribd.com/doc/96396789/trichophyton-mentagrophytes diakses
pada 28 Juli 2019 : 13.29
Anonim - https://mycology.adelaide.edu.au/images/trich-ment-micro.jpg diakses pada
28 Juli 2019 : 12.35
Anonim - https://mycology.adelaide.edu.au/descriptions/dermatophytes/trichophyton/
diakses pada 28 Juli 2019 : 11.44
Anonim - https://www.alodokter.com/kurap diakses pada 28 Juli 2019 : 13.17
Anonim - https://maksumprocedure.blogspot.com/2012/05/trichophyton-
mentagrophytes.html diakses pada 27 Juli 2019 : 23.34

13