Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN RISIKO

RISIKO OPERASIONAL

Disusun Oleh:

Dea Imarotunnisa Oktavia (4516030029)

ABT 8A

Dosen Pengajar:

Kadunci, S.E., M.Si

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS TERAPAN

JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2020
SOAL KASUS

Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan pada kasus tersebut maka Anda


diminta untuk memberikan suatu pemecahan dalam bentuk solusi hingga sebuah
rekomendasi.
Jawab:
Dari kasus yang terjadi pada PT Angkasa Sukses maka dapat diberikan solusi dan
rekomendasi dengan pengembangan teknologi. Pengembangan teknologi saat ini
sudah banyak digunakan oleh berbagai jenis usaha. Pengembangan teknologi yang
dapat dilakukan adalah yang pertama melakukan kerja sama dengan penyedia tiket
online. Saat ini sudah banyak penyedia jasa layanan pembelian tiket secara online
seperti Traveloka dan Tiket.com untuk memudahkan para pembelinya dalam
memesan tiket transportasi. Dengan bekerjasama dengan penyedia layanan pembelian
tiket, maka memudahkan PT Angkasa Sukses untuk mengetahui jumlah penumpang
yang akan menggunakan bus tersebut sehingga tidak ada kecurangan yang dilakukan
oleh supir maun kondektur bus. Selain itu, apabila penumpang yang ingin
menggunakan atau menaiki bus tersebut, harus melakukan scan barcode agar tahu
mana penumpang yang membeli tiket dan mana yang tidak sehingga jumlah kursi
yang terpakai di dalam bus pun dapat sesuai dengan ketentuan perusahaan. PT
Angkasa Sukses harus menyediakan scan barcode untuk tiket sebelum penumpang
menaiki bus. Selanjutnya, PT Angkasa Suskses menggunakan teknologi seperti GPS
yang terhubung langsung dengan Command Center untuk mengetahui kondisi ketika
di perjalanan, jadi dapat melacak dan mengetahui apabila supir bus melakukan
kecurangan. Di dalam bus juga seharusnya menggunakan CCTV agar kejadian-
kejadian di dalam bus dapat diketahui. Untuk mengatasi calo tiket dan preman
terminal adalah antara PT Angkasa Sukses, terminal setempat dan pemerintah
melakukan kerjasama untuk meminimalisir terjadinya pungutan liar yang dapat
merugikan perusahaan dan membahayakan keselamatan supir dan penumpang. Jadi
dengan kerjasama yang baik, maka membuat semuanya menjadi tenang ketika
berpergian. PT Angkasa Sukses juga harus memperhatikan kesejahteraan supir bus
seperti memberikan uang saku dan uang makan di luar dari gaji yang mereka
dapatkan sehingga dengan begitu supir dan kondektur bus tidak melakukan
kecurangan yang dapat merugikan perusahaan.
SOAL PERTANYAAN

1. Jelaskan pengertian risiko operasional!


Jawab:
Risiko Operasional Basel II (lembaga yang mengatur perbankan internasional)
mendefinisikan risiko operasional sebagai risiko yang timbul karena kegagalan dari
proses internal, manusia, sistem atau dari kejadian eksternal. Risiko Operasional
terjadi karena masalah operasional merupakan peristiwa kerugian yang dihadapi
perusahaan saat kegiatan dimulai bahkan sebelum dimulai. Masalah operasional
tersebut seperti memasang peralatan, menyusun sistem gaji, mengawasi karyawan,
mengawasi kegiatan produksi dan lain-lain. Risiko operasional merupakan risiko yang
paling tua dan sedikit yang memahami tentang risko operasional. Dalam hal ini, risiko
operasional timbut karena kegagalan dari proses internal yang berkaitan dengan
prosedur internal perusahaan, kegagalan dalam mengelola manusia (SDM) salah satu
contohnya adalah kerugian yang dihadapi oleh perusahaan yang dilakukan karyawan
baik sengaja maupun tidak sengaja, kegagalan sistem yang muncul karena adanya
perkembangan teknologi dan masalah yang terjadi pada sistem teknologi tersebut
seperti kerusakan data, kesalah program, dan yang terakhir adalah risiko eksternal
yang berkaitan dengan kejadian yang bersumber dari luar organisasi dan di luar
pengendalian organisasi.
2. Jelaskan apakah risiko operasional bisa menimbulkan terjadinya financial distress,
jika ya dan tidak maka berikan penjelasan serta contohnya!
Jawab:
Financial Distress atau kesulitan keuangan adalah suatu kondisi keuangan perusahaan
sedang dalam masalah, krisis atau tidak sehat yang terjadi sebelum perusahaan
mengalami kebangkrutan. Financial distress terjadi ketika perusahaan gagal atau tidak
mampu lagi memenuhi kewajiban debitur karena mengalami kekurangan dan
ketidakcukupan dana untuk menjalankan atau melanjutkan usahanya lagi. Maka
dalam hal ini risiko operasional berpengaruh terhadap terjadinya financial distress.
Yang mempengaruhi terjadinya financial distress pada perusahaan adalah kegagalan
dalam proses internal yang dimana di dalam suatu perusahaan antardivisi saling
berkaitan. Apabila terjadi kesalahan dalam penulisan laporan keuangan pada suatu
divisi yang berkaitan dengan operasional, maka akan berpengaruh terhadap laporan
keuangan perusahaan. Hal ini akan berisiko untuk terjadinya financial distress. Di
Indonesia sendiri ada beberapa perusahaan yang pernah mengalami financial distress
salah satunya adalah Batavia Air. Keputusan pailit PT. Metro Batavia disebabkan oleh
utang sebanyak USD 4,68 juta yang sudah lewat jatuh tempo namun tidak
kunjung di bayar. Tuntutan pailit initelah diajukan semenjak 20 Desember
2012 dan diputuskan pada tanggal 30 Januari 2013. Hutang ini bermula
dari keinginan Batavia Air untuk mengikuti tender pelayanan haji dengan
menyewa (leasing) dua pesawat Airbus A330 dari ILFC. Namun, dari total
kontrak leasing selama 9 tahun, sudah 3 tahun berturut-turut Batavia Air kalah
tender di Kementerian Agama untuk mengangkut jemaah haji.

3. Jelaskan bagaimana bentuk hubungan Expected Return dan Standar Deviasidalam


Perspektif Risiko Operasional!
Jawab:
Pada gambar diatas dapat dilihat hubungan antara E(R) dan σ. Dimana setiap titik-
titik dan wilayah menjelaskan:
a. Posisi I adalah dimana E(R) berada di posisi yang tertinggi dan σ juga berada
diposisi yang tertinggi dalam artian semakin tinggi pengharapan pada E(R) maka
semakin tinggi kemungkinan terjadinya risiko. Dengan kata lain E(R) bersifat
searah (linier) dengan risiko yang diterima
b. Posisi II adalah dimana E(R) pada posisi rendah dan σ pada posisi tinggi atau
dengan kata lain E(R) dan σ bersifat tidak searah (non linier )
c. Posisi III adalah dimana E(R) berada pada posisi rendah dan σ juga berada pada
posisi rendah atau dengan kata lain E(R) dan σ bersifat searah (linier)
d. Posisi IV adalah dimana E(R) berada pada posisi tinggi dan σ berada pada posisi
rendah atau E(R) dan σ bersifat tidak searah (non linier)
e. Posisi V adalah posisi yang dianggab sebagai titik optimal untuk kondisi E(R)
dan σ
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi risiko maka
semakin tinggi kemungkinan untuk memperoleh return yang di harapkan. Dalam hal
ini pengukuran risiko operasional dapat dilakukan dengan menempatkan tingkatan
dari setiap bentuk risiko yang terjadi.
4. Jelaskan hubungan operational risk dan working capital. Dan berikan contohnya!
Jawab:
Working Capital atau modal kerja merupakan dana yang dikeluarkan oleh perusahaan
untuk membiayai aktivitas operasional setiap harinya, seperti membeli bahan baku,
membayar gaji pegawai, membayar gaji pegawai, upah buruh, membayar listrik,
membayar tagihan telepon, biaya kebersihan, dan berbagai pengeluaran lainnya.
Dimana setiap pengeluaran yang dilakukan tersebut dicatat dan dibukukan secara
terperinci. Adapun tujuan pembuatan pembukuan tersebut adalah:
a. Dapat dijadikan sebagai laporan pertanggungjawaban kepada pimpinan
perusahaan.
b. Dapat dijadikan sebagai alat prediksi dalam memperkirakan berbagai kebutuhan
perusahaan terutama untuk jangka panjang.
c. Sebagai pedoman bagai berbagai pihak yang berkepentingan untuk melihat
kondisi perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya.
d. Sebagai salah satu bahan rekomendasi dalam pengambilan keputusan bagi seorang
investor.
Dalam hal ini diperlukan kegiatan pencatatan dan pembukuan guna mengetahui
pengeluaran yang digunakan oleh perusahaan agar dana dapat dikelola dengan baik.
Apabila modal kerja tidak dicatat dengan baik maka akan memunculkan risiko
operasional seperti biaya perawatan peralatan perusahaan terhambat, pembayaran gaji
pegawai terhambat, pembelian bahan baku dan kegiatan operasional terhambat dan
segala sesuatu yang berhubunan dengan kegiatan operasional. Suatu perusahaan dapat
dikatakan sukses keuangannya apabila perusahaan tersebut selama menjalankan
fungsi operasionalnya tidak menghadapi gangguan-gangguan keuangn karena adanya
keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Contoh: aset sebuah perusahaan
adalah Rp 200 juta dengan jumlah hutang Rp 125 juta. Maka working
capital perusahaan tersebut adalah Rp 75 juta. Meski jumlahnya masih di bawah
hutang yang dimiliki, angka tersebut menunjukkan modal kerja positif, yang artinya
perusahaan tersebut akan mampu membayar hutangnya. Dengan working capital
sebesar 75 juta maka perusahaan juga akan mampu untuk melakukan pembiayaan-
pembiayaan operasional.
5. Apakah salah satu cara untuk memperkecil risiko operasional dengan menciptakan
efisiensi dan efektifitas dalam setiap pengerjaan proyek. Berikan penjelasan Anda
dalam bentuk aplikasinya!
Jawab:
Manajemen risiko pada proyek meliputi langkah memahami dan mengidentifikasi
masalah potensial yang mungkin terjadi, mengevaluasi, memonitoring dan menangani
risiko. Manajemen risiko yang proaktif artinya  menjawab bagaimana orang secara
aktif berusaha mengurangi risiko serta memperbaiki tingkat probabilitas keberhasilan
pelaksanaan proyek. Risiko merupakan kombinasi dari kemungkinan suatu kejadian
dan akibat dari kejadian tersebut dengan tidak menutup kemungkinan bahwa ada lebih
dari satu akibat yang mungkin terjadi untuk satu kejadian tertentu. Pada umumnya
risiko dipandang daru perspektif negatif, seperti kehilangan, bahaya, kerugian,
kegagalan dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut pada prinsipnya merupakan bentuk
ketidak pastian yang mestinya dipahami dan dikelola secara efektif sehingga dapat
menjadi nilai tambah bagi organisasi. Manajemen risiko proyek yang baik akan
mampu memperbaiki tingkat keberhasilan proyek secara signifikan. Bagaimanapun,
manajemen risiko proyek akan memberikan suatu pengaruh positif dalam hal memilih
proyek, menentukan lingkup proyek, membuat jadwal yang realistis dan estimasi
biaya yang baik. Adapun cara untuk memperkecil risiko operasional pada pengerjaan
proyek adalah:
a. Identifikasi, analisis dan penilaian risiko di awal proyek secara sistematis serta
mengembangkan rencana untuk mengantisipasi risiko.
b. Mengalokasikan tanggungjawab kepada pihak yang paling sesuai untuk mengelola
risiko
c. Memastikan bahwa biaya penanganan risiko adalah cukup kecil dibanding nilai
proyek. Artinya bahwa biaya yang diperlukan untuk mengurangi dampak negatif
dari suatu risiko relatif lebih rendah atau sama dengan besaran manfaat dari
terhindarnya/ berkurangnya risiko tersebut.

Beri Nilai