Anda di halaman 1dari 10

Elin Karlina:Analisis Mikrostruktur Partikel Zirkonia-kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2)

Analisis Mikrostruktur Partikel Zirkonia-


kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2) Dari Pasir Zirkon
Alam Indonesia Menggunakan Metode Spray
Pyrolysis

ISSN 2302-5271
Elin Karlina1, Nina Djustiana1, I Made Joni2, Renny
Febrida1,CamelliaPanatarani2, Akhyar Dyni Zakyah3
1
DepartemenIlmu dan Teknologi Material Kedokteran
Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran,
JalanSekeloa Selatan I, Bandung, Jawa Barat 40132, Indonesia
2
Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Nanotechnology and
Graphene Research Center, Universitas Padjadjaran, Jalan
Raya Bandung Sumedang Km 21, Jatinangor, Jawa Barat45363,
Indonesia

Abstrak

Latar Belakang : Pasir zirkon alam Indonesiamerupakan


sumberdaya alam Indonesia yang mengandung zirkonia,
silika, titania, dan alumina. Di bidang Kedokteran Gigi,
zirkonia sebagai salah satu kandungan dari pasir zirkon alam
berpotensi sebagai bahan untuk filler komposit. Tujuan
: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis partikel
zirkonia-kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2) hasil sintesis dari pasir
zirkon alam Indonesiasecara mikrostruktur.Metode : Sintesis
partikel zirkonia-kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2) dari pasir zirkon
alam Indonesia menggunakan metode spray pyrolysis. Larutan
prekursor yang digunakan terdiri dari zirkonil nitrat (Zr(NO3)2),
natrium silikat (Na2SiO3), dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2).
Variasi suhu reaktor yang digunakan adalah 4000C, 4500C, dan
5000C denganfeed rate 6 L/menit dan frekuensi pizoelektrik
sebesar 1,7 MHz.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan
kandungan zirkonia-kalsia-silika yang paling baik adalah hasil
sintesis pada suhu 4500C berdasarkan hasil EDS, SEM, dan
XRD. Komposisi zirkonia-kalsia-silika yang didapat dengan
perbandingan 1:14:4 berukuran 500-1000nm, dan memiliki
Korespondensi:
struktur kristal zirkonium silikat tetragonal dan dikalsium
silikat monoklinik.Simpulan :Dari penelitian ini dapat diambil
Elin Karlina
kesimpulan bahwa hasil sintesis pada suhu 4500C memadai
Fakultas Kedokteran Gigi,
Universitas Padjadjaran, untuk digunakan sebagai filler berdasarkan hasil karakterisasi
Jalan Sekeloa Selatan I, SEM dan XRD.
Bandung,
Jawa Barat 40132, Indonesia Kata kunci: pasir zirkon alam Indonesia, zirkonia-kalsia-
marvianza_78@yahoo.com silika, spray pyrolysis

23
Abstract

Background. Indonesian Natural Sand, Zircon, is an


Indonesia’s natural resource that contains zirconia, silica,
titania and alumina. In Dentistry, zirconia as one of the content
in natural zircon sand, have the potential to be the material
for filler composites. Purpose. The purpose of this research
was to analyze the Zirconia-Calcium-Silicate Particle (ZrO2-
CaO-SiO2) synthesized from Indonesia natural sand, zircon,
in microstructural way. Methods: By synthesizing Zirconia-
Calcium-Silicate particle (ZrO2-CaO-SiO2) from Indonesia
natural zircon sand, using spray pyrolysis method. A precursor
solution that is used consists of zirconil nitrate (Zr (NO3) 2),
sodium silicate (Na2SiO3), and calcium hydroxide (Ca (OH) 2).
Variations in the temperature of the reactor that are used were
4000C, 4500C, and 5000C with a feed rate of 6 L / min and
a piezoelectric frequency of 1.7 MHz. Results.Result showed
that the better content in zirconia-calcium-silicate is the one
that was synthesized at a temperature of 4500C, based on the
results of EDS, SEM and XRD. The composition that is obtained
in the zirconia-calcium-silicate particle has a ratio of 1: 14:
4 with the size of 500-1000nm, and has a tetragonal crystal
zirconium silicate structure and dicalcium monoclinic silicate.
Conclusion. From this research it can be concluded that the
result that was synthesized at a temperature of 4500C is
adequate to use as a filler based on the characterization result
of SEM and XRD.

Key words: Indonesia natural zircon sand, zirconia-calcium-


silicate, spray pyrolysis

Pendahuluan mudah diaplikasikan, kuat dan tahan


lama.2Kandungan filler dalam komposit
Pasir zirkon alam banyak ditemukan di berfungsi meningkatkan kekuatan dan
Indonesia, dapat digunakan sebagai bahan mengurangi pengerutan polimerisasi.
dasar dalam pembuatan zirkonia dan Semakin kecil ukuran filler maka kekuatan
silika.Namun, pasir zirkon alam Indonesia komposit akansemakin tinggi dan pengerutan
sebagian besar langsung diekspor ke luar akan berkurang. Komposit dengan ukuran
negeri karena di Indonesia masih kurangnya filler yang kecil adalah komposit nanofiller
teknologi pengolahan berupa peleburan dan yang mempunyai sifat kuat, tidak mengkerut,
pemurnian untuk meningkatkan daya guna dan mudah dipoles.2,3
pasir tersebut.1 Oleh karena itu, adanya Terdapat berbagai metode yang dapat
penelitian mengenai pembuatan filler digunakan untuk membuat filler komposit,
komposit dari pasir zirkon alam Indonesia diantaranya ialah metode geopolimerisasi,
diharapkan dapat meningkatkan daya guna sol-gel, dan spray pyrolysis.Metode yang
pasir zirkon alam Indonesia. paling sering digunakan untuk menghasilkan
Komposit adalah bahan restorasi yang filler dengan ukuran nanometer, adalah
banyak digunakan pada saat ini di bidang metode spray pyrolysis. Metode ini dapat
kedokteran gigi karena bersifat estetis, menghasilkan senyawa dengan komposisi

24 JMKG 2017;6(1):23-32.
Elin Karlina:Analisis Mikrostruktur Partikel Zirkonia-kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2)

maupun bentuk yang diinginkan melalui mudah untuk dibersihkan dari pengotor-
pengaturan konsentrasi prekursor, suhu pengotornya.
pemanas maupun laju penguapan.4,5,6 Pemurnian dilakukan dengan
Senyawa logam seperti zirkonia dan mencampurkan pasir zirkon alam Indonesia
alumina sering ditambahkan sebagai filler dengan HF 20% kemudian larutan tersebut
komposit untuk meningkatkan kekuatan, diletakkan di magnetic stirrer dan dipanaskan
kekerasan, dan daya tahan pemakaian pada suhu 1000C selama 2 jam dengan
komposit.7,8Tujuan penambahan zirkonia kecepatan stirrer sebesar 200rpm.Tahap
adalah untuk membuat restorasi terlihat pembuatan larutan prekursor zirkonia dengan
lebih sewarna dengan gigi. Zirkonia juga cara melarutkan pasir zirkon alam Indonesia
dapat membuat restorasi menjadi lebih yang sudah dimurnikan dalam HNO3 20%
radiopak sehingga pada gambaran radiografi lalu diaduk menggunakan magnetic stirrer
akan lebih mudah dalam membedakan selama 30 menit tanpa dipanaskan untuk
antara restorasi dan gigi asli.3,9Filler komposit membentuk larutan zirkonil nitrat (Zr(NO3)2)
yang mengandung zirkonia memerlukan yang larut dalam air. Pembuatan larutan
suatu senyawa yang dapat menstabilkan prekursor untuk silika (larutan natrium
molekulnya agar dapat digunakan pada suhu silikat/Na2SiO3) dengan cara melarutkan
kamar seperti yttrium oksida (Y2O3), kalsium residu pasir zirkon alam Indonesia dari
oksida (CaO)/kalsia dan magnesium oksida proses sebelumnya dengan larutan NaOH
(MgO). Salah satu senyawa yang dapat 20%. Larutan prekursor untuk kalsia yaitu
menstabilkan dan sering digunakan adalah larutan kalsium hidroksida (Ca(OH)2), dibuat
kalsium oksida karena harganya yang murah, dengan cara melarutkan padatan kalsium
jumlahnya yang cukup banyak di alam, dan hidroksida kering dicampur dengan aquades
ketahanannya pada suhu tinggi.10,11 dengan perbandingan 1:5.
Berdasarkan latar belakang yang Pembuatan partikel Zirkonia-kalsia-
telah dipaparkan, dilakukan penelitian ini silika (ZrO2-CaO-SiO2) menggunakan
dengan tujuan untuk menganalisis secara larutan prekursor zirkonil nitrat, sodium
mikrostruktur menggunakan EDS, SEM, dan silikat, dan kalsium hidroksida. Campuran
XRD, partikel zirkonia-kalsia-silika (ZrO2- larutan prekursor dimasukkan ke dalam
CaO-SiO2) hasil sintesis dari pasir zirkon ultrasonic nebulizer dengan feed rate 3 l/h.
alam Indonesia menggunakan metoda spray Suhu pada furnace diaturpada suhu 400°C
pyrolisis dalam penggunaannya sebagai filler untuk menghasilkan sampel A, selanjutnya
komposit. ditunggu sampai partikel keluar pada
elctrostatic precipitator. Langkah-langkah
Metode Penelitian pembuatan partikel Zirkonia-kalsia-silika
(ZrO2-CaO-SiO2) tersebut diulangi dengan
Pasir zirkon alam Indonesia yang digunakan mengubah suhu furnacepada suhu 450°C
berasal dari Kalimantan.Prosedur penelitian (sampel B) dan 500°C (sampel C).
yang dilakukan terdiri dari 5 tahap yaitu uji Tahap terakhir penelitian ini adalah uji
karakterisasi mikrostruktur pasir zirkon alam karakteristik mikrostruktur partikel Zirkonia-
Indonesia menggunakan EDS, SEM, dan kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2) hasil sintesis
XRD, pemurnian pasir zirkon alam Indonesia, dengan metode spray pyrolisis menggunakan
pembuatan larutan prekursor, pembuatan alat-alat EDS, SEM, dan XRD. Karakterisasi
partikel dengan metode spray pyrolisis Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) untuk
dan uji karakterisasi mikrostruktur partikel mengetahui komposisi yang terkandung
hasil sintesis menggunakan EDS, SEM, dan dalam sampel dan proporsi relatifnya dalam
XRD.Sebelum dilakukan EDS, pasir zirkon struktur atomik, berupa komposisi zirkonia,
dihaluskan menjadi berukuran submikron kalsia, dan silika dalam partikel hasil sintesis.
dengan menggunakan alat ball mill agar Dalam penelitian ini digunakan alat Hitachi
pasir berukuran lebih kecil sehingga lebih TM 3000.Karakterisasi Scanning Electron

25
Microscope (SEM) untuk melihat morfologi silika sebesar 0,114%setara dengan 1:14:4.
dan ukuran partikel kristal yang terbentuk Pada sampel B juga terdapat aluminium (Al)
dalam partikel hasil sintesis menggunakan dalam jumlahatomic 0,533%.Komponen
alat yang sama dengan uji EDS, sedangkan utama pada sampel C (gambar 1 (e)) adalah
karakterisasi X-Ray Diffraction untuk natrium sebanyak 9,908% atomik, jumlah
mengetahui struktur kristal partikel hasil yang lebih sedikit dibandingkan dengan dua
sintesis. Pada penelitian ini digunakan sampel sebelumnya. Sampel C mengandung
difraktometer merek Phillips APD 3520 persentase atomik zirkonia, kalsia, dan silika
dengan daya sinar 1,5406 Å, sudut q senilai sebesar 0,032%, 0,221%, dan 0,196%
50-850 dan software Match! untuk analisis. atau 1:7:6.Persentase zirkonia-kalsia-silika
paling banyak terdapat pada sampel C.
Hasil Pada sampel C juga terdapat aluminium (Al)
dalam persentase atomik 0,580%.
Hasil karakterisasi EDS pasir zirkon alam Hasil karakterisasi SEM pasir zirkon
Indonesia, hasil pemurnian dan hasil sintesis alam Indonesia dan hasil sintesis partikel
partikel ZrO2-CaO-SiO2untuk sampel A, B ZrO2-CaO-SiO2 untuk sampel A, B dan C
dan C dapat dilihat pada gambar 1 dibawah dapat dilihat pada gambar 2 dibawah ini.
ini. Dari Gambar 2(a)dapat diperkirakan
Dari gambar 1(a) dapat dilihat bahwa bahwa pasir zirkon alam Indonesia
pasir zirkon alam Indonesia yang digunakan berukuran sekitar 8µm. Ukuran partikel
dalam penelitian ini mengandung senyawa yang semakin kecil membuat proses
zirkonium sebesar 7,411% dan silikon sebesar leaching maupun sintesis partikel menjadi
7,825% dalam persentase atomik. Terdapat lebih mudah dan akurat untuk dilakukan.
pula senyawa pengotor seperti aluminium, Untuk sampel A (gambar 2(b)), skala yang
titanium, dan besi masing-masing sebanyak digunakan sebesar 50µm. Tampak morfologi
0,299%, 6,203%, dan 3,300% atomik yang partikel berbentuk bulat beraturan sehingga
dihilangkan dalam proses pemurnian pasir dapat dikatakan tidak terjadinya aglomerasi.
zirkon alam Indonesia.Hasil pemurnian pasir Perhitungan partikel dilakukan dengan cara
zirkon alam Indonesia(gambar 1(b)) masih manual dan ukuran yang didapat sekitar
mengandung titanium, akan tetapi hal ini 100-500nm. Pada sampel B (gambar 2(c)),
tidak akan menjadi masalah karena pada skala yang digunakan juga sebesar 50µm.
pembuatan larutan prekursor, titanium tidak Tampak ukuran partikel tidak seragam,tidak
akan larut dalam HNO3 sehingga tidak akan homogen, dan partikel berbentuk amorf
mempengaruhi hasil akhir penelitian. Hasil tidak beraturan yang menunjukkan dugaan
EDS sampel A (gambar 1(c)) menunjukkan aglomerasi. Ukuran partikel yang didapat
bahwa komponen utamanya adalah natrium berukuran 500-1000nm. Saat dilakukan
sebanyak 18,144% persentase atomik. karakterisasi, terjadi penumpukan partikel
Kandungan lain yaituzirkonia, kalsia, dan pada template karakterisasi.Penghitungan
silika dengan masing-masing persentase ukuran partikel yang lebih akurat dapat
atomik sebesar 0,017%, 0,056%, dan dilakukan dengan gambar hasil SEM yang
0,103%, setara dengan 1:3:6. Pada sampel lebih diperbesar dan diperjelas. Sampel C
A juga terdapat aluminium (Al) dalam (gambar 2(d)) menggunakanskala sebesar
jumlahatomic 0,293%.Komponen utama 50µm juga. Telihat morfologi partikel
yang terkandung dalam sampel B (gambar yang tidak seragam. Ukuran partikel tidak
1 (d)) adalah natrium sebanyak 17,302%, seragam,tidak homogen, dan partikel
atomik.zirkonia, kalsia, dan silika yang berbentuk amorf tidak beraturan yang
jumlahnya lebih banyak dibandingkan menunjukkan dugaanadanya aglomerasi.
sampel A. Persentase atomik zirkonia Ukuran partikel yang didapat sekitar 1000-
sebesar 0,031%, kalsia sebesar 0,442%, dan 1500nm.

26 JMKG 2017;6(1):23-32.
Elin Karlina:Analisis Mikrostruktur Partikel Zirkonia-kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2)

Gambar 1. Hasil uji EDS sampel pasir zirkon alam Indonesia (a), hasil pemurnian (b), hasil
sintesis partikel ZrO2-CaO-SiO2untuk sampel A (c), sampel B (d) dan sampel C (e)

27
Gambar 2. Hasil uji SEM sampel pasir zirkon alam Indonesia (a), hasil sintesis partikel ZrO2-
CaO-SiO2 untuk sampel A(b). sampel B (c) dan sampel C (d)

Gambar 3. Hasil uji XRD sampel pasir zirkon alam Indonesia (a), hasil sintesis partikel ZrO2-
CaO-SiO2 untuk sampel A (b). sampel B (c) dan sampel C (d)

Hasil karakterisasi XRD pasir zirkon Indonesia dan hasil sintesis partikel ZrO2-
alam Indonesia dan hasil sintesis partikel CaO-SiO2 untuk sampel A, B dan C dapat
ZrO2-CaO-SiO2 untuk sampel A, B dan C dapat dilihat pada gambar 4 dibawah ini.
dilihat pada gambar 3.Persentase fraksi berat Gambar 3(a) menunjukan pola difraksi
Kristal pasir zirkon alam Indonesia dan hasil pasir zirkon alam Indonesia. Tabel 1(a)
sintesis partikel ZrO2-CaO-SiO2 untuk sampel menjelaskan bahwa kristal zirkonium silikat
A, B dan C dapat dilihat pada tabel 1.Hasil kristal tetragonal yang jumlahnya 66,3%
analisis pola difraksi untuk pasir zirkon alam (fraksi berat) mendominasi fraksi lain.

28 JMKG 2017;6(1):23-32.
Elin Karlina:Analisis Mikrostruktur Partikel Zirkonia-kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2)

Tabel 1.Persentase fraksi berat kristal pasir zirkon alam Indonesia (a) dan hasil sintesis
partikel ZrO2-CaO-SiO2 untuk sampel A (b), B (c) dan C (d)

Gambar 4. Hasil analisis pola difraksidengan software Match!pasir zirkon alam Indonesia (a)
dan hasil sintesis partikel ZrO2-CaO-SiO2 untuk sampel A (b), B (c) dan C (d)

Gambar 4(a) menunjukkan adanya empat jumlahnya paling mendominasi (intensitas


struktur kristal utama yang terkandung 1000, 800, 700, dan 500).
dalam pasir zirkon alam Indonesia, yaitu Tabel 1(b) menjelaskan jenis kristal-
zirkonia silikat (ZrSiO4) terbanyak sebanyak kristal tersebut. Gambar 4(b) merupakan
66,3% ,dalam bentuk tetragonal,kuarsa hasil analisis sampel A dengan software
(SiO2), aluminium oksida/corundum (Al2O3), Match!.yang menunjukkan adanya empat
dan kalsium titanat/perovskite (CaTiO3). struktur kristal utama yang muncul, yaitu
Pada gambar 3(b) terlihat bahwa sampel sodium silikat (Na5.1Si136), trikalsiumaluminat
A mengandung empat bentuk kristal yang (Al2Ca3O6), zirkonium oksida/arkelit (ZrO2),

29
dan zirkonium (Zr). Kristal yang paling senyawa mempunyai suhu dekomposisi dan
banyak terbentuk adalah sodium silikat suhu penguapan yang berbeda sehingga
sebanyak 78,1% dalam bentuk kubik.Gambar mempengaruhi hasil sintesis. Diduga suhu
3(c) menunjukan pola difraksi sampel B. 4500C dan 5000C merupakan suhu penguapan
Terlihat bahwa sampel B mengandung bagi natrium sehingga jumlahnya berkurang
tiga bentuk kristal yang jumlahnya paling pada sampel B dan C. Alumina, zirkonium
mendominasi (intensitas 1200, 900, dan silikat, dan kalsia yang belum terdekomposisi
700). Tabel 1(c) menjelaskan jenis kristal- pada suhu 4000C mulai membentuk senyawa
kristal tersebut. Hasil analisis pola difraksi baru pada suhu 4500C dan 5000C.
sampel B (gambar 4(c)) menunjukkan Berdasarkan karakterisasi SEM,
adanya lima struktur kristal utama yang ukuran partikel yang dihasilkan pada
muncul, yaitu dikalsiumsilikat (Ca2SiO4), semua sampel adalah nanometer. Hasil ini
aluminium oksida (Al2O3), zirkonium (Zr), menunjukkan bahwa pada seluruh sampel
sodium silikat (Na2.9Si136), dan zirkonium telah terjadi proses spray pyrolysis. Ukuran
silikat (ZrSiO4). Kristal yang paling banyak partikel menjadi semakin besar seiring
terbentuk adalah dikalsium silikat sebanyak dengan kenaikan suhu pemanas.Padahal,
55,0% dalam bentuk monoklinik. Gambar seharusnya partikel berukuran semakin
3(d) menunjukan pola difraksi sampel C. kecil seiring peningkatan suhu pemanasan.12
Terlihat bahwa sampel C mengandung Hal ini diduga karena peningkatan suhu
tiga bentuk kristal yang jumlahnya paling pemanas memicu aglomerasi.Sampel A
mendominasi (intensitas 800, 550, dan 500). dan B merupakan hasil penelitian yang
Tabel 1(d) menjelaskan jenis kristal-kristal mengandung ukuran partikel yang sesuai
tersebut.Hasil analisis pola difraksi sampel dengan desain penelitian berdasarkan hasil
C (gambar 4(d)) menunjukkan adanya lima SEM.
struktur kristal utama yang muncul, yaitu Dari ketiga hasil XRD yang didapat
dikalsiumsilikat (Ca2SiO4), sodium silikat terlihat adanya kesamaan yaitu terbentuknya
(Na4Si23), kalsium aluminium oksida/mayenit struktur kristal sodium silikat, dikalsium
(Ca12Al14O33), zirkonium (Zr), dan zirkonium silikat, zirkonium, dan zirkonium silikat.Pada
silikat (ZrSiO4). Kristal yang paling banyak suhu 4000C, kandungan natrium (Na5.1Si136)
terbentuk adalah kalsium aluminium oksida masih sangat tinggi dan masih menyerupai
sebanyak 41,5% dalam bentuk kubik. prekursornya (Na2SiO3). Struktur kristal yang
terbentuk sebagian besar berbentuk kubik
Pembahasan yang menunjukkan proses dekomposisi dan
sintesis belum terjadi dengan baik pada
Berdasarkan hasil EDS, kandungan suhu tersebut. Kandungan terbesar kedua
zirkonium meningkat seiring suhu pemanas adalah trikalsium aluminat sebesar 18,4%
yang meningkat, sama halnya dengan silika. berbentuk kubik. Hal ini menunjukkan
Jumlah kalsia mencapai titik tertinggi pada terjadinya dekomposisi Ca(OH)2 dan Al2NO3
sampel B (0,442%) kemudian menurun pada suhu 4000C yang menghasilkan
pada sampel C (0,221%) sehingga diduga Ca3Al2O6. Persentase kristal zirkonium oksida
suhu optimal untuk mensintesis zirkonia- dan zirkonium masih sangat rendah.
kalsia-silikauntuk mendapatkan hasil Sampel B mengandung struktur kristal
kalsiaterbanyak berada pada suhu 4500C. dikalsium silikat berbentuk monoklinik
Sedikitnya jumlah zirkonia, kalsia, dan sebanyak 55%, paling banyak dibandingkan
silika yang tercatat pada karakterisasi dengan dua sampel lain. Sampel B
ini diduga akibat tingginya kandungan juga mengandung zirkonium berbentuk
natrium.Seandainya natrium pada sampel heksagonal sebanyak 11,2% dan zirkonium
dihilangkan, maka kemungkinan komposisi silikat berbentuk tetragonal sebanyak 2,8%
zirkonia, kalsia, dan silika bisa dikonstruksi (terbanyak). Banyaknya kandungan kalsium
kembali menjadi lebih tinggi.Setiap pada sampel B diduga karena suhu 4500C

30 JMKG 2017;6(1):23-32.
Elin Karlina:Analisis Mikrostruktur Partikel Zirkonia-kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2)

merupakan suhu optimal untuk sintesis filler komposit berdasarkan karakterisasi


kalsium menggunakan metode spray SEM karena berukuran 500-1000nm dan
pyrolysis. Dengan tingginya kandungan karakterisasi XRD yang menunjukkan
zirkonia-kalsia-silika pada sampel B, sampel adadan banyaknya struktur kristal zirkonium
ini dianggap memiliki persentase fraksi silikat berbentuk tetragonal.
berat kristal yang paling mendekati desain
penelitian berdasarkan karakterisasi XRD. DAFTAR PUSTAKA
Kandungan senyawa paling banyak pada
sampel C adalah kalsium aluminium oksida 1. Poernomo, H. 2012. ‘Informasi Umum
berbentuk kubik yang terbanyak (41,5%) Zirkon’, Makalah, Badan Tenaga Nuklir
diikuti natrium silikat kubik (35,3%), Nasional Pusat Teknologi Akselerator dan
dikalsium silikat moniklinik (19,4%), Proses Bahan, Jogjakarta, pp. 18-20.
zirkonium silikat tetragonal (2%), dan 2. McCabe, J.F., and Walls, A.W.G. 2008.
zirkonium heksagonal (1,8%). Applied Dental Materials, 9th ed.,
Usaha yang dapat dilakukan untuk Singapore: Blackwell Publishing, pp.
mendapatkan komposisi hasil sintesis zirkonia- 196-197.
kalsia-silika yang lebih baik diantaranya ialah 3. Garcia, A.H., Lozano, M.A.M., Vila, J.C.,
dengan carasintering partikel pada suhu Escribano, A.B., and Galve P.F. 2006.
tinggi untuk menghilangkan kandungan ‘Composite Resins. A Review of The
natrium. Penelitian yang dilakukan dengan Materials and Clinical Indications’, Med Oral
menggunakan teknik microwave pada Patol Oral Cir Bucal,vol 11, pp.215-220.
suhu 13000C berhasil menghilangkan 4. Bogovich, J., Stopic, S., and Friedrich, B.
kandungan natrium dari hasil sintesis 2011. ‘Nanosized Metallic Oxide Produced
zirkonia dan kalsia.13 Adanya alumina pada by Ultrasonic Spray pyrolysis’, Conference
sintesis partikel zirkonia, kalsia, dan silika Proceedings, Europe Metallurgical
mengakibatkan timbul aglomerasi atau Conference 2011, Düsseldorf, pp 1-12.
agregasi. Hal ini terlihatpada sampel B 5. Nuryadin, B.W., Marully, A.R., Khairuddin,
dan C (antara CaO dan Al2O3 membentuk Abdullah, M., dan Khairurrijal 2009.
Ca12Al14O33)sehingga partikel yang didapat ‘Pengembangan Reaktor Spray pyrolysis
terlihat berukuran lebih besar dan tidak dan Spray Drying untuk Sintesis Partikel
homogen.Aglomerasi dan agregasi yang Oksida dan Partikel komposit Berbentuk
timbul dapat dicegah dengan menambahkan Bulat dan Berukuran Mikrometer’, Jurnal
suatu senyawa ke dalam larutan prekursor Nanosains dan Nanoteknologi, vol. 2 (2),
berupa polyethylene glycol (PEG).14 pp. 52-55.
Senyawa ini bertujuan untuk membungkus 6. Markovic, J.P., et al. 2007. ‘Nanostructured
partikel kalsium dan aluminium agar tidak ZrO2 Powder Synthesized By Ultrasonic
saling menempel. Setelah dilakukan proses Spray pyrolysis’, Surface Review and
sintesis, partikel hasil sintesis dapat dicuci Letters, vol. 14 (5), pp. 915-919
dengan air untuk menghilangkan kandungan 7. Skovgaard, M., Almdal, K., Sørensen,
PEG tersebut. B.F., Linderoth, S., and van Lelieveld, A.
2011. ‘Shrinkage Reduction of Dental
Simpulan Composites by Addition of Expandable
Zirconia Filler’, Journal of Composites
Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat Materials, vol. 45 (26), pp. 2817-2822.
disimpulkan bahwa sintesis partikel zirkonia- 8. Liang, Y., Xie, Y., Ji, H., Huang, J., and
kalsia-silika (ZrO2-CaO-SiO2)dari pasir zirkon Zheng, X. 2010. ‘Chemical Stability and
alam Indonesia menggunakan metode Biological Properties of Plasma-Sprayed
spray pyrolysis dengan suhu pemanas CaO-SiO2-ZrO2 Coatings’, Journal of
4500C (sampel B) merupakan hasil yang Thermal Spray Technology, vol. 19(6),
paling memadai untuk digunakan sebagai pp. 1171-1180.

31
9. Sakaguchi, R.L., and Powers, J.M., 2012. Zirconia Particles’, Journal of American
Craig’s Restorative Dental Material, 13th Ceramic Society, vol. 87 (10), pp. 1864-
ed., Philadelphia: Elsevier Mosby, pp. 1871.
163-182. 13. Rizzuti, A., Corradi, A., Leonelli, C., Rosa,
10. Volpato, C.A.M., et al. 2010. Advances R., Pielaszek, R., and Lojkowski, W. 2010.
in Ceramics –Electric and Magnetic ‘Microwave technique applied to the
Ceramics, Bioceramics, Ceramics and hydrothermal synthesis and sintering of
Environment, 1st ed., Croatia: Intech, pp. calcia stabilized zirconia nanoparticles’,
110-115. Journal of Nanoparticle Restoratives, vol.
11. Garvie, R.C. 2014. ‘A Personal History 12, pp. 327-335.
of The Development of Transformation 14. Sadowski, Z., Polowczyk. I., Frakowiak,
Toughened PSZ Ceramics’, Journal of The A., Chibowski, S., Bioinspired Synthesis
Australian Ceramic Society, vol. 51 (1), of Calcium Carbonate Colloid Particles.
pp. 15-22. Fizykochemiczne Problemy Mineralurgii
12. Song, Y.L., et al. 2004. ‘Ultrasonic Spray - Physicochemical Problems of Mineral
Pyrolysis for Synthesis of Spherical Processing44:205-214 

32 JMKG 2017;6(1):23-32.