Anda di halaman 1dari 24

ANATOMI TUMBUHAN

“AKAR”

Disusun oleh :

Hervindri Indar Ningsih (1810207005)

Nur Farahin Rachman Laraphaty (1810207019)

Zaky Nuron Rizky (1810207030)

Dosen Pengampu
Weni Lestari, M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH

PALEMBANG
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Anatomi
Tumbuhan yang berjudul “Akar” ini dengan baik. Sholawat dan salam semoga
selalu tercurah kepada nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafa’atnya di
yaumil akhir nanti.

Tersusunya makalah ini, diharapkan agar kami dapat lebih memahami


secara mendalam tentang struktur anatomi akar. Kami menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari kata sempurna oleh karena itu, kritik dan saran dari semua
pihak yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
penyusunan makalah ini.

Demikian, akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada Dosen Mata
Kuliah Anatomi Tumbuhan, Ibu Weni Lestari, M.Pd. semoga Allah senantiasa
meridhoi segala urusan kita semua. Aamiin.

Palembang, Maret 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
BAB I : PENDAHULUAN.......................................................................... 1
A. Latar belakang .............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................... 2
C. Tujuan ......................................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN ......................................................................... 3
A. Pengertian Akar..............................................................................3
B. Struktur Akar..................................................................................3
C. Perbedaan Akar Monokotil dan Dikotil.........................................7
D. Perkembangan Akar.......................................................................9
E. Macam-macam Akar....................................................................12
BAB III : PENUTUP ................................................................................ 19
A. Kesimpulan................................................................................19
B. Saran ..........................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................20

ii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tanaman dan biasanya


berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun ada pula akar yang
tumbuh di luar tanah. Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari
meristem apeks diujung akar embrio dalam biji yang berkecambah. Akar
embrio juga dinamakan radikula [ CITATION Hid95 \l 1033 ].

Pada Gymnospermae dan dikotil, akar serabut berkembang dan


membesar menjadi akar primer dengan cabang yang berukuran lebih kecil.
Sistem akar ini disebut akar tunggang.Pada monokotil, akar primer tidak lama
bertahan dalam kehidupan tanaman dan segera mongering. Deket pangkalnya
atau akar baru itu dinamakan sususan akar serabut [ CITATION Hid95 \l 1033 ].

Akar adalah bagian pokok nomor tiga (disamping batang dan daun)
bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Akar fungsi untuk
memperkuat berdirinya tumbuhan, menyerap air dan zat-zat makanan yang
terlarut di dalam air tersebut dari dalam tanah, mengangkut air dan zat-zat
makanan terlarut, ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan,
sebagai tempat untuk penimbunan makanan [ CITATION Gem13 \l 1033 ].

Pada akar umumnya dapat dibeda-bedakan bagian-bagiannya yaitu


leher akar atau pangkal akar, ujung akar, batang akar, cabang-cabang akar,
serabut akar, rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar dan tudung akar. Dari
bagian-bagian akar tersebut, rambut-rambut merupakan bagian yang bersifat
sementara. Artinya umumnya pendek dan hanya terdapat pada ujung akar
saja. Akar memiliki karakteristik tersendiri, dalam makalah ini akan ditelaah
tentang karakteristik dari akar itu sendiri, perbedaan antara akar dikotil
dengan monokotil, macam-macam akar dan perkembangan akar.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja struktur yang dimiliki akar?
2. Bagaimana perbedaan akar dikotil dan akar monokotil?
3. Bagaimana perkembangan akar?
4. Apa saja macam-macam akar ?

C. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui struktur pada akar.
2. Untuk mengetahui perbedaan akar dikotil dan akar monokotil.
3. Untuk mengetahui perkembangan akar.
4. Untuk mengetahui macam-macam akar.

2
BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian Akar

Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tanaman dan biasanya


berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun ada pula akar yang
tumbuh di luar tanah. Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari
meristem apeks diujung akar embrio dalam biji yang berkecambah. Akar
embrio juga dinamakan radikula. [ CITATION Hid95 \l 1033 ].

Akar adalah bagian pokok nomor tiga (disamping batang dan daun)
bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Akar bagi tumbuhan
mempunyai tugas untuk memperkuat berdirinya tumbuhan, untuk menyerap
air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tersebut dari dalam tanah,
mengangkut air dan zat-zat makanan terlarut, ke tempat-tempat pada tubuh
tumbuhan yang memerlukan, kadang-kadang sebagai tempat untuk
penimbunan makanan [ CITATION Gem13 \l 1033 ].

Akar merupakan salah satu bagian dari tumbuhan yang penting selain
batang dan juga daun. Akar biasanya memiliki berat sepertiga dari seluruh
berat pada tumbuhan. Akar memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah akar
sebagai alat untuk menautkan tumbuhan ke dalam tanah, juga sebagai
penyalur nutrisi dari daun sebagai tempat pembuatan atau dari tanah
keseluruh tubuh tumbuhan serta akar sebagai aktivitas metabolis seperti
respirasi tempat penyimpanan cadangan makanan (Agustina, 2004).

B. Struktur Akar

Akar merupakan bagian tumbuhan yang terdapat di dalam tanah. Akar


tumbuh dan berkembang di bawah permukaan tanah. Menurut [ CITATION
Gem13 \l 1033 ] akar biasanya mempunyai sifat-sifat berikut :
1. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah,
dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air
(hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.

3
2. Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-
daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.
3. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
4. Terus tumbuh pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih
kalah jika dibanding dengan batang.
5. Bentuknya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus
tanah.
Pada akar sistem berkas pembuluh terdiri atas xylem dan floem yang
tersusun berselang-seling. Struktur anatomi akar tumbuhan monokotil dan
dikotil berbeda [ CITATION Ise99 \l 1033 ].
Anatomi akar tanaman ini terdiri atas sel gabus, korteks, perisikel,
floem, floem intraselular, sel inti, dank anal laticiferous. Struktur anatomi
akarnya mengikuti garis dan membentuk dengan floem intrasirkular. Sel
gabusnya selalu tumbuh hanya sampai permukaan saja tidak mendalam tapi
melebar dan dinding selnya tipis. [ CITATION Fah91 \l 1033 ].
Susunan jaringan primer pada akar berturut-turut dari luar kedalam
adalah sebagai berikut :
1. Tudung Akar
Tudung akar terdapat diujung akar, berfungsi melindungi meristem
akar dari kerusakan dan membantu penetrasi akar ke dalam tanah. Sel-sel
tudung akar sering berisi amilum. Sel-sel ini tidak mempunyai susunan
yang khusus atau tersusun dalam deret random. Sel tersebut adalah
kolumela. Tudung akan mengatur geotropi akar.

Gambar. 2 (Tudung akar)

4
2. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar akar, sel-selnya tersusun rapat
tanpa ruang antar sel. Pada kebanyakan akar, epidermis berdinding tipis.
Rambut-rambut akar berkembang dan sel-sel epidermis yang khusus, dan
sal tersebut mempunyai ukuran yang berbeda dengan sel epidermis,
dinamakan trikoblas. Trikoblas sendiri berasal dari pembelahan
protoderm. Epidermis akar berfungsi untuk penyerapan serta bulu-bulu
akar mempunyai kutikula yang tipis.

Gambar. 3 (Epidermis)
3. Korteks
Pada kebanyakan akar, korteks terdiri atas sel-sel parenkimatis.
Selama perkembangannya, ukuran sel-sel korteks yang mengalami
diferensiasi bertambah, sebelum terjadi vakuolisasi dalam sel tersebut.
Pada beberapa akar beberapa tumbuhan air, sel-sel korteks tersusun
teratur. Banyak dijumpai ruang-ruang udara. Sel-sel korteks sering
mengandung tepung. Dibawah epidermis sering terdapat selapis/dua lapis
sel berdinding tebal disebut hypodermis atau eksodermis.

Gambar. 4 (Korteks)

5
4. Endodermis
Lapisan terdalam dari korteks akan terdeferensiasi menjadi
endodermis. Endodermis terdiri dari selapis sel. Pada sel endodermis yang
muda dijumpai adanya penebalan dinding suberin yang berbentuk pita,
mengelilingi dinding sel, disebut pita Caspary.

Gambar. 5 (Endodermis)

5. Silinder pembuluh
Silinder pembuluh terdiri dari jaringan pembuluh dengan satu atau
beberapa lapisan sel disebelah luarnya yaitu perisikel. Sel trakeal terluar
paling pendek garis tengahnya namun paling dulu menjadi dewasa, sel-sel
itu merupakan protoxilem dan memiliki dinding sekunder berpenebalan
spiral atau cincin.

Gambar. 6 dan 7 (Silinder pembuluh)

6
Dalam akar yang mempunyai penebalan sekunder, kambiumnya
berasal dari benang-benang meristem dalam jaringan prokambium atau
jaringan parenkimatis yang terletak di antara kelompok-kelompok floem
priem dan pusat stele. Disini dibentuk deretan tangensial pendek initial
cambium yang akan membentuk sel-sel xylem sekunder dan floem
sekunder. Sehingga terbentuklah silinder cambium yang utuh [ CITATION
Sut04 \l 1033 ].

C. Perbedaan Akar Monokotil dan Dikotil

Keanekaragaman kelompok tumbuhan memiliki jenis-jenis berdasarkan


satu keping biji dikelompokkan sebagai tumbuhan monokotil, dan dua keping
biji yang dikelompokkan menjadi tumbuhan dikotil (tunbuhan belah). Ciri-
ciri membedakan tumbuhan monokotil dan dikotil diantaranya dapat dilihat
dari bagian-bagian tubuh tumbuhan tersebut, seperti bagian akar, batang,
daun, dan bunga (Safitri dkk, 2018).
Pada akar tumbuhan dikotil dan monokotil, terdapat perbedaan, pada
akar tumbuhan dikotil antara xylem dan floem terdapat cambium dan pada
akar monokotil diantara xylem dan floem tidak terdapat cambium. Daerah
pada akar meliputi daerah pembelahan yang merupakan daerah hasil
pembelahan yang merupakan daerah paling ujung, kemudian daerah
pemanjangan yaitu daerah hasil pembelahan sel-sel meristem di daerah
pembebasan, kemudian daerah differensiasi yaitu daerah yang terletak di
belakang daerah pemanjangan.
1. Anatomi akar monokotil
Sistem akarserabut,yaitujika akar lembaga dalam perkembangan
selanjutnya mati kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih
sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini karena
bukan berasal dari calon akar yang asli dinamakan akar serabut (radix
adventica) [ CITATION Gem13 \l 1033 ].

7
Gambar. 8 (Anatomi akar monokotil)
Pada akar monokotil, terdapat xylem yang banyak, biasanya
bervariasi antara 10-20. Perisikel yang terdapat pada akar monokotil hanya
menghasilkan akar lateral, tidak memiliki cambium serta tidak terjadi
pertumbuhan sekunder. Empelur berkembang dan membesar.
Penampang melintang melalui akar primer (yang belum mengalami
penebalan sekunder) akan menunjukkan dari luar ke dalam epidermis,
korteks, dan silinder pusat sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya
tanpa rotikula [ CITATION Hid95 \l 1033 ].
Pada sejumlah besar monokotil yang tidak melepaskan korteksnya
semasa akar masih hidup banyak sklerenkim yang dibentuk, ruang antar
sel yang di bentuk lisigen atau sizogen sering terdapat pada tumbuhan
darat yang terendam air seperti padi. Parenkim tersebut di anggap berperan
dalam pengangkutan gas dan sebagai modal oksigen yang diperlukan
dalam respirasi jaringan.
2. Anatomi akar dikotil
Sistem akar tunggang, jika akar lembaga tumbuh terus menjadi
akar yang bercabang-cabang menjadi akar yang lebih kuat. Akar pokok
yang berasal dari lembaga di sebut akar tunggang (radix primaria).
Susunan akar yang demikian ini biasa terdapat pada tumbuhan biji belah
(Dicotyledoneae) dan tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae) [ CITATION
Gem13 \l 1033 ].

8
Gambar.9 (Anatomi akar dikotil)
Akar merupakan bagian pertama yang tumbuh dari suatu biji yang
berkecambah, yang kemudian berkembang menjadi akar ubin, selanjutnya
tumbuh cabang yang kecil-kecil. Sistem perakaran ini disebut akar
tunggang dan merupakan salh satu ciri kelas dikotil.
Pada akar dikotil terdapat cambium yang melakukan proses
berlangsungnya pertumbuhan sekunder. Empelur akar dikotil sangat kecil
bahkan tidak ada terlihat. Cambium akan terus membentuk lingkaran
karena pembentukan xylem di dekat floem terjadi lebih dahulu.
Batas ujung akar pada akar tanaman dikotil tampak jelas, perisikel
hanya terdiri atas satu lapis, empelurnya sempit, letak xylem di dalam dan
floem di luar (dengan cambium sebagai pembatas).

D. Perkembangan Akar

Menurut Anonim (2015), pada akar terdapat titik tumbuh primer yang
mendukung pertumbuhannya. Titik tumbuh merupakan bagian pada akar
yang mengalami pertumbuhan paling cepat. Tiap bagian akar memiliki
kecepatan tumbuh yang berbeda-beda. Bagian yang paling cepat tumbuh
adalah bagian belakang ujung akar.

Daerah pertumbuhan yang berada di belakang ujung akar dibedakan


menjadi empat daerah yaitu tudung akar, daerah meristem, daerah
pemanjangan dan daerah pendewasaan. Berdasarkan kecepatan
pertumbuhannya, terdapat tiga titik tumbuh primer pada akar, yaitu :

9
1. Daerah pembelahan (Cleavage)
Daerah pembelahan merupakan daerah titik tumbuh yang paling
cepat pertumbuhannya karena pada daerah ini terdapat dua daerah
pertumbuhan yaitu daerah tudung akar (kaliptra) dan daerah meristem.
Pertumbuhan pada daerah ini berlangsung pada karena pada daerah ini
terdapat sel-sel yang aktif membelah yaitu sel-sel pada jaringan meristem.

Gambar. 12 ( Daerah pendewasaan (Differensiasi)

Daerah pembelahan memiliki beberapa karakteristik, yaitu :


a. Ukuran dan bentuk sel-selnya relatif sama dan tersusun rapat.
b. Sel-selnya sangat aktif melakukan pembelahan dan pertumbuhan.
c. Memerlukan banyak karbohidrat untuk membangun dinding sel.
d. Daya tahan terhadap zat kimia dan radiasi cahaya rendah.
2. Daerah pemanjangan (Elongasi)
Daerah pemanjangan merupakan daerah yang terletak di belakang
di belakang daerah pembelahan. Daerah ini berada di antara daerah
pembelahan dan daerah pendewasaan, karena sudah lebih jauh dari ujung
akar, maka kecepatan pertumbuhan di daerah pemanjangan tidak secepat
di daerah pembelahan. Selnya masa aktif membelah.
Daerah pemanjangan sel berfungsi untuk menyimpan cadangan
makanan. Pemanjangan sel pada daerah ini bertujuan untuk menekan
ujung akar termasuk meristem agar akar dapat memanjang dan menembus
tanah sehingga mampu memopang tumbuhan untuk berdir kokoh. Dengan
begitu tanaman tidak akan mudah tumbang.

10
Pemanjangan sel dapat terjadi karena pada daerah ini terdapat
vakuola-vakuola sel yang berukuran besar sehingga memungkinkan untuk
menyerap air dalam jumlah yang besar.Penyerapan air dalam jumlah besar
mengakibatkan sel jadi memanjang karena pada sel tersebut terdapat
hormone perentang sel yang berfungsi untuk merangsang dinding sek
untuk merentang . itu sebabnya, jika pasokan air cukup maka akan lebih
cepat tumbuh memanjang.
Bagian akar yang merupakan daerah pemanjangan memiliki
karakteristik sebagai berikut :
a. Memiliki sel-sel berukuran panjang.
b. Sel-selnya masih aktif membelah
c. Pertumbuhannya lebih lambat dari daerah meristem
d. Sel-selnya mampu memanjang 9 kali lebih panjang dari semula
e. Tahan terhadap zat kimia dan radiasi cahaya
3. Daerah pendewasaan (Differensiasi)
Daerah pendewasaan merupakan daerah titik tumbuh yang berada
di belakang dan bercampur dengan daerah pemanjangan. Bagian ini
merupakan bagian paling atas akar. Daerah ini merupakan tempat
terjadinya spesialisasi sel-sel yang berasal dari daerah pemanjangan.
Differensiasi bertujuan untuk menspesialisasikan struktur dan fungsi sel.
Terdapat tiga lapisan yang menghasilkan tiga sistem jaringan,
yaitu:
a. Protoderm
Merupakan lapisan terluar yang merupakan cikal bakal epidermis pada
akar.
b. Meristem dasar
Meristem dasar merupakan lapisan kedua yang akan tumbuh menjadi
parenkim korteks. Parenkim korteks merupakan jaringan dasar yang
mengisi lapisan korteks.
c. Prokambium
Lapisan paling dalam pada daerah pendewasaan adalah lapisan
pendewasaan. Lapisan ini juga sering disebut sebagai lapisan pusat.

11
Lapisan inilah yang akan tumbuh menjadi silinder pusat dan berkas
pengangkut (xylem dan floem).
Berikut beberapa karakteristik daerah pendewasaan :
a. Bentuk sel bervariasi
b. Aktivasi pembelahan sel tidak aktif
c. Pertumbuhannya lambat
d. Sudah tahan terhadap radiasi cahaya dan zat kimia

E. Macam-macam Akar
Menurut [ CITATION Gem13 \l 1033 ] melihat percabangan dan
bentuknya, akar tunggang dapat dibedakan dalam :
a. Akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang, dan jika ada
cabang-cabangnya, biasanya cabang-cabang ini terdiri atas akar-akar yang
halus berbentuk serabut. Akar tunggang yang bersifat demikian seringkali
berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat penimbunan zat makanan
cadangan lalu mempunyai bentuk yang istimewa, misalnya :
1. Berbentuk sebagai tombak (fusiformis), pangkalnya besar meruncing ke
ujung dengan sarabut-serabut akar sebagai percabangan, biasanya
menjadi tempat penimbunan makanan, misalnya akar lobak (Raphanus
sativus L), wortel (Daucus carota L).

Gambar. 13 (Lobak (Raphanus sativus L )),


2. Berbentuk gasing (napiformes), pangkal akar besar membulat, akar-
akar serabut sebagai cabang hanya pada ujung yang sempit meruncing,

12
seperti terdapat pada bengkoang (Pachyrrhizuz erosus) dan biet (Beta
vulgaris L) menurut bentuknya disebut akar gasing.

Gambar. 14 (Bengkoang (Pachyrrhizuz erosus))


3. Bentuk Benang (Filiformis), jika akar tunggang kecil panjang seperti
akar serabut saja dan juga sedikit sekali bercabang, misalnya pada
Kratok (Phaseolus lunatus L)

Gambar. 15 (Kratok (Phaseolus lunatus L))

b. Akar tunggang yang bercabang (Ramosus). Akar tunggang ini berbentuk


kerucut panjang, tumbuh lurus kebawah, bercabang cabang banyak, dan
cabang cabang nya bercabang lagi, sehingga dapat memberi kekuatan yang
lebih besar kepada batang, dan juga daerah perakaran menjadi amat luas,
sehingga dapat di serap air dan zat zat makanan yang lebih banyak.
Susunan akar yang demikian terdapat pada pohon pohon yang
ditanam dari biji.Mengenai akar-akar padaa sistem akar serabut dapat
dikemukakan hal-hal seperti berikut:
a. Akar yang menyusun akar serabut kecil-kecil berbentuk benang,
misalnya pada padi (Oriza sativa L).

13
Gambar. 16 (Padi (Oriza sativa L))

b. Akar-akar serabut kaku keras dan cukup besar seperti tambang,


misalnya pada pohon kelapa (Cocos nucifera )

Gambar. 17 (Pohon kelapa (Cocos nucifera ))

c. Akar serabut besar-besar, hampir sebesar lengan, masing masing tidak


banyak memperlihatkan percabangan, misalnya pada pandan
(Pandanus tectorius)

Gambar. 18 Pandan (Pandanus tectorius)

14
Berhubung dengan cara-car hidup yang harus disesuaikan dengan
keadaan-keadaan tertentu, pada berbagai jenis tumbuhan didapati akar
akar yang mempunyai sifat dan tugas khusus misalnya:
a. Akar udara atau akar gantung (Radix aereus) . Akar ini keluar dari
bagian-bagian di atas tanah, menggantung di udara dan tumbuh ke arah
tanah. Misalnya pada beringin (Ficus benjamina L).

Gambar. 17 (Akar udara atau akar gantung)

b. Akar penggerek atau akar penghisap (Haustorium). Akar ini terdapat


pada tumbuhan yang hidup sebagai parasit dan berguna untuk menyerap
air dan maupun zat makanan dari inang nya seperti kita dapati pada
benalu (Loranthus).

Gambar. 18 dan 19 (Akar penggerek atau penghisap)

c. Akar pelekat (Radix adligans), akar-akar yang keluar dari buku-buku


batang tumbuhan memanjat dan berguna untuk menempel pada
penunjang nya saja. Misalnya sirih (Piper betle).

15
Gambar. 20 (Akar Pelekat)

d. Akar pembelit (Cirrhus radiacalis), akar ini juga untuk memanjat tetapi
dengan memeluk penunjang nya, misalnya pada Panili (Vanilla
planifolia).

Gambar. 21 (Akar pembelit)

e. Akar napas (Pneumatopora), yaitu cabang cabang akar yang tumbuh


tegak lurus keatas hingga muncul dari permukaan tanah atau air tempat
tumbuhnya tumbuhan. Akar ini mempunyai banyak celah-celahuntuk
jalan masuknya udara yang diperlukan dalam pernapasan, karena
tumbuhan ini biasanya hidup di tempat-tempat yang di dalam tanah
sangat kekurangan oksigen, misalnya pada Bogem (Sonneratia) dan
kayu api (Avicennia).

16
Gambar. 22 (Akar napas)

f. Akar tunjang yaitu akar-akar yang tumbuh dari bagian bawah batang ke
segala arah dan seakan-akan menunjang batang ini jangan sampai
rebah, karena batang tumbuhan yang mempunyai akar demikian ini
terdapat diatas tanah atau air. Akar ini juga terdapat pada tumbuhan
yang hidup di tempat yang di dalam tanah atau air tempat tumbuhnya
tadi kurang oksigen, sehingga akar-akar ini selain untuk menunjang
batangnya juga berguna untuk pengambilan oksigen dari udara. Akar
demikian dapat kita jumpai pada pohon bakau (Rhizophora conjugata
L).

Gambar. 23 (Akar tunjang)


g. Akar lutut, yaitu akar tumbuhan yang tumbuh keatas kemudian
membengkok lagi masuk ke dalam tanah, sehingga membentuk seperti
lutut yang di bengkokkan. Akar ini sama hal nya seperti akar napas
terdapat pada tumbuhan di tepi pantai yang rendah berlumpur, dan
berguna pula untuk kepentingan pernapasan, misalnya pohontanjang
(Bruguiera parvifolia).

17
Gambar. 24 (Akar lutut)

h. Akar banir, yaitu akar yang berbentuk seperti papan-papan yang


diletakkan miring untuk memperkokoh berdirinya batang pohon yang
tinggi besar, misalnya pada sukun (Artocarpus communis) dan kenari
(Canarium commune L).

Gambar. 25 (Akar banir)

18
BAB III

PENUTUPAN

A. Kesimpulan

Akar adalah bagian pokok nomor tiga (disamping batang dan daun)
bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Akar fungsi untuk
memperkuat berdirinya tumbuhan, menyerap air dan zat-zat makanan yang
terlarut di dalam air tersebut dari dalam tanah, mengangkut air dan zat-zat
makanan terlarut, ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan,
sebagai tempat untuk penimbunan makanan

Susunan jaringan primer pada akar berturut-turut dari luar kedalam


adalah epidermis (sistem jaringan dermal), korteks (sistem jaringan dasar),
dan silinder pembuluh (sistem jaringan pembuluh). Struktur lain yang juga
termasuk kedalam jaringan primer akar adalah tudung akar.

B. Saran
Dengan mengetahui pengertian serta macam-macam akar, itu berarti kita
sudah mengenal dan juga menambah wawasan tentang materi tersebut. Maka
dari itu penulis berharap teman – teman sekalian dapat memanfaatkan
pembelajaran serta ilmu ini dengan sebaik – baiknya.

19
DAFTAR PUSTAKA

Agustina. 2004. Dasar Nutrisi Tanaman. Jakarta: Rineka Cipta.

Fahn. (1991). Anatomi Tumbuhan . Yogyakarta: UGM Press.

Hidayat, E. B. (1995). Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB-Press.

Iserep. (1999). Anatomi Tumbuhan. Jakarta: UI Press.

Safitri Julia, Popy Meilina, dan Sitti Nurbaya Ambo. 2018. Implementasi
Augmented Reality Sebagai Pembelajaran Pertumbuhan Tanaman Dikotil
dan Monokotil Untuk Sekolah Dasar. Jurnal sistematika Informasi,
Teknologi Informatika dan Komputer, 9 (1): 32-38

Sutrian. (2004). Anatomi Akar Dikotil dan Monokotil. Jakarta: Gramedia.

Tjitrosoepomo, G. (2013). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada


University Press.

20